Generic placeholder image

STIKI YUDISIUM 188 MHS, MADE MUKU INGATKAN SELALU MENJADI DAN MEMBERI.

04 Sep 2017   Berita

Foto : Pelaksanaan Yudisium Ke-14 STMIK STIKOM Indonesia 31 Agustus 2017.

Foto : Pelaksanaan Yudisium Ke-14 STMIK STIKOM Indonesia 31 Agustus 2017.

Dalam rangka menentukan kelulusan dan nilai kelulusan dari program studi di STMIK STIKOM Indonesia (STIKI), pada hari Kamis (31/8) telah diselenggarakan kegiatan Yudisium Sarjana Komputer (S.Kom) ke-14 yang bertempat di Auditorium Kampus STIKI Jalan Tukad Pakerisan Nomor 97 Panjer Denpasar.
I Gusti Made Ngurah Desnanjaya, M.T selaku Ketua Panitia Yudisium Ke-14 menyampaikan bahwa peserta yudisium ke-14 berjumlah 188 orang terdiri dari 8 orang program studi Sistem Komputer (SK) dan 180 orang program studi Teknik Informatika (TI) dengan Indeks Prestasi Koumulatif (IPK) tertinggi 3,78. Sementara jika dilihat dari lama masa studi, tercatat lulusan tercepat menempuh masa studi selama 8 semester dan terlama 14 semester.

Peserta yudisium dikukuhkan oleh Kepala Program Studi Teknik Informatika I Putu Gede Budayasa, M.TI dan Kepala Program Studi Sistem Komputer I Nyoman Buda Hartawan, M.Kom yang disaksikan oleh jajaran Senat STIKI. Setelah prosesi pengukuhan, selanjutnya para peserta yudisium diserahkan kepada Institusi untuk selanjutnya dapat di Wisuda yang akan digelar pada 5 Oktober 2017 mendatang.
Buda Hartawan selaku Kaprodi SK dalam sambutannya menyampaikan bahwa walaupun para peserta telah diyudisium, proses belajar bukanlan telah berakhir. Proses belajar yang sesungguhnya justru akan baru dimulai lagi setelah yudisium dilakukan. Saya berpesan kepada para peserta yudisium, bahwa hari ini saudara-saudari berakhir menempuh pendidikan di STIKI akan tetapi mulai besok saudara-saudara akan kembali menempuh proses pembelajaran yang sesungguhnya, jadi bersiaplah untuk mengarungi kehidupan dengan bekal ilmu yang telah saudara-saudara terima selama di STIKI, imbuhnya.

Ketua STIKI I Dewa Made Krishna Muku, MT berpesan kepada seluruh peserta yudisium ke-14 agar selalu menumbuhkan konsep menjadi dan memberi yang mana konsep ini telah mendarah daging bagi sivitas akademika dan keluarga besar STIKI. Dengan konsep menjadi dan memberi beliau yakin para peserta yudisium akan selalu menempatkan dirinya sebagai seseorang yang akan selalu bermanfaat serta bernilai guna bagi nusa dan bangsa.
Setelah para peserta mengikuti kegiatan Yudisium pada hari yang bersamaan digelar kegiatan Pelatihan Alumni yang diselenggarakan oleh Bidang Alumni dan Pusat Karir STIKI bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni (IKA-STIKI). Pelatihan ini bertujuan untuk memantapkan kesiapan para peserta yudisium dalam bersaing didunia kerja.(Humas)