Generic placeholder image

EMPAT ORMAWA STIKI BERSATU DALAM “PARAS X ARTSPIRASI”

26 Feb 2018   Berita

ERIC EST : Seminar Nasional Cinematography  dalam PARAS X ARTSPIRASI menghadirkan sinematography ERIC EST.

ERICK EST : Seminar Nasional Cinematography dalam PARAS X ARTSPIRASI menghadirkan sinematography ERICK EST.

Dalam rangka menjaga budaya tradisional di tengah perkembangan teknologi, empat organisasi kemahasiswaan STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yaitu GRADASI (Graphic and Multimedia STIKI), SPC (STIKI Photography Community), Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Lingkaran Film STIKI Indonesia bersatu selenggarakan kegiatan PARAS X ARTSPIRASI yang berlangsung sejak 18 – 24 Februari 2018 yang lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan generasi millenial Bali tersebut mengusung tema Growing Without Forgetting yang menekankan untuk tetap menjaga budaya tradisional di tengah perkembangan teknologi. Makna terpenting dari kegiatan tersebut adalah untuk mengingatkan generasi muda akan budaya tradisional yang harus tetap dijaga dan dilestarikan khususnya di Provinsi Bali. Selain itu sebagai acuan untuk menginspirasi dan memotivasi generasi muda di Bali, agar menjadi pribadi yang lebih cerdas, kreatif, dan berani dalam berkarya khususnya dalam bidang seni budaya, teknologi, dan multimedia.

Menurut Ketua Panitia PARAS X ARTSPIRASI Pande Wiratanaya, kegiatan kali ini dikemas dalam dua kategori yaitu perlombaan dan seminar. Lomba yang diselenggarakan antara lain debat Bahasa Indonesia, Short Movie Competition, Foto Hunting, dan lomba Grafitti Challange. Sedangkan untuk ketegori seminar yang diselenggarakan adalah Seminar Nasional “Cinematography”, Talk Show Animasi 2D,  Seminar Nasional “Work For Tasty Social Media Food Photography”dan Seminar Regional “Cyber Crime”.

I Dewa Made Krishna Muku, S.T.,M.T selaku Ketua STIKI Indonesia menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselengagrakan oleh Gradasi dan SPC ini, terlebih kegiatan tersebut bertujuan untuk hal yang positif. “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan tersebut, apalagi STIKI sebagai kampus IT yang berwawasan budaya harus ikut serta dalam menjaga dan memelihara segala bentuk budaya lokal maupun nasional “ imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus STIKI Indonesia tersebut di tutup pada tanggal 24 Febaruari 2018 oleh Ketua STIKI Indonesia. Dalam acara penutupan itu diserahkan hadiah kepada para juara serta pementasan kreativitas dari mahasiswa STIKI Indonesia dan beberapa bintang tamu lainnya. (*)