Dengan VCT, Dosen STIKI Cegah Perilaku Bullying pada Anak di Bawah Umur

Maraknya kasus bullying pada kalangan pelajar membuat Dosen STMIK STIKOM Indonesia melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Dasar wilayah Sesetan selama tiga bulan dengan mengangkat judul “Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan Pendekatan Nilai Pada Anak Sekolah Dasar Di Kelurahan Sesetan Dengan Value Clarification Technique (VCT)”.

WhatsApp Image 2020-02-21 at 14.09.27

Denpasar- Tim Dosen yang bertugas terdiri atas Ni Luh Putu Mery Marlinda, S.Pd., M.Pd. ; Dwi Novitasari, S.Sn., M.Sn. ; dan Ni Luh Putu Labasariyani, S.Pd., M.Pd. Tiga serangkai ini turut berkolaborasi dengan Organisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PABTM).

Sebelum dilaksanakannya kegiatan PKM tim dosen melakukan observasi dengan teknik kuesioner mengenai tingkat terjadinya bullying pada kalangan pelajar. Hasil yang ditemukan adalah masih banyak sekali kasus yang dilakukan oleh pelajar di wilayah Sesetan.

Kegiatan PKM dilakukan dengan metode VCT dimana para murid diberikan sebuah cerita yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata mengenai bullying yang dibalut dengan animasi. VCT merupakan metode pendekatan pendidikan dimana peserta didik dilatih untuk menemukan, memilih, menganalisis, memutuskan, dan mengambil sikap sendiri atas nilai-nilai hidup yang ingin diperjuangkannya.

Kegiatan PKM ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pelajar kelas 5 dan kelas 6 sekolah dasar dari 10 sekolah dasar di wilayah Sesetan. “PKM ini nantinya kami harapkan bisa membuat anak anak itu tersentuh dan mengerti bahwa bullying itu tidak baik.” Ungkap Ni Luh Putu Mery Marlinda, S.Pd., M.Pd. saat ditemui dalam sesi wawancara. (RVN)