Purnama Kesanga, Simbolis Penyerahan Bantuan Bedah Rumah Dies Natalis XII

STMIK STIKOM Indonesia melakukan bakti sosial berupa pemberian bantuan bedah rumah dan pemberian tempat sampah. Masih dalam rangka memperingati Dies Natalis XII STIKI Indonesia, penyerahan bantuan bedah rumah dan tempat sampah secara simbolis dilaksanakan pada Senin (9/3/2020) di Dusun Samsaman Alas, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

DSC00975[1]

Denpasar Dies Natalis merupakan perayaan hari lahir diperingati dengan penuh syukur dan kebahagiaan. Dies Natalis XII tidak hanya dimeriahkan dengan acara yang bersifat entertaintment atau hiburan semata. Kegiatan sosial dilaksanakan yang diharapkan memberi manfaat kedepannya. Membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Proses pengerjaan rumah telah dilakukan sejak beberapa waktu sebelumnya. Pada Senin (9/3), Ketua STIKI Indonesia bersama dosen dan panitia mahasiswa berangkat ke Desa Kukuh untuk simbolis penyerahan bantuan bedah rumah kepada satu kepala keluarga dan pemberian tempat sampah kepada Desa Kukuh. Menjadi berkah karena hari penyerahan bantuan bertepatan dengan rahina purnama.

Tempat sampah yang diserahkan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tempat sampah dengan warna merah, kuning, dan hijau. Tempat sampah ini sudah dibedakan sesuai dengan jenis sampah yang akan ditampungnya. Tempat sampah ini nantinya akan diletakkan di tempat-tempat umum dan pura.

Kepala Desa Kukuh, I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd. menyambut kunjungan STIKI dengan hangat. Pada sesi sambutan yang bertempat di wantilan, masyarakat Desa Kukuh menyampaikan pujian bahwa perbekel adalah orang yang cekatan. Jika ada suatu masalah maka dirinya akan langsung  menyelesaikannya. Hal itulah yang membuat masyarakat bangga terhadap dirinya.

Ketua STIKI Indonesia, I Dewa Made Khrisna Muku, S.T., M.T., berharap agar kedepannya kegiatan seperti ini, terutama pada Dies Natalis STIKI Indonesia selalu dilakukan. Tidak harus berupa bantuan bedah rumah, dapat juga berupa bantuan yang lainnya.

“Saya senang ada aktivitas STIKI Indonesia yang langsung terlibat ke dalam masyarakat, sehingga hal ini dapat berguna untuk masyarakat,” ujarnya.

Di Kabupaten Tabanan sendiri, ada pemberian “tugas” yang unik kepada desa. Desa Kukuh mendapat bagian sebagai desa digital. Selain penyerahan bantuan, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Dengan hal ini diharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara STIKI Indonesia dengan Desa Kukuh dalam pembangunan Desa Kukuh menuju desa digital. Jadi, dosen yang ingin melaksanakan pengabdian atau mahasiswa yang mengambil Tugas Akhir (TA) dapat diarahkan ke Desa Kukuh. (IGI2/Humas)