Lestarikan Budaya, Teruna Teruni STIKI Adakan Lomba Pidarta Bahasa Bali

Denpasar – Dalam rangka memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-75 tahun, Unit Kegiatan Mahasiswa Teruna Teruni STIKI menggelar Lomba Pidarta Bahasa Bali pada Minggu (16/8/2020) secara online.

Sejak kemerdekaan Indonesia tahun 1945, saat ini Indonesia telah berumur 75 tahun. Perayaan kali ini cukup berbeda dari tahun lalu mengingat pandemi COVID-19 masih belum bisa dihilangkan secara total. Namun, salah satu UKM STMIK STIKOM Indonesia, UKM Teruna Teruni STIKI, untuk pertama kalinya menggelar sebuah kegiatan kreatif, yaitu lomba berpidato dengan menggunakan bahasa Bali dengan mengambil tema Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba pidato ini dipilih untuk mengembangkan keberanian para peserta dalam berbicara di depan umum atau public speaking. Berbicara di depan umum merupakan sebuah skill yang penting dimiliki oleh semua orang. Pidato dengan menggunakan bahasa Bali dapat mengembangkan dan melestarikan budaya Bali. Mengingat saat ini tidak jarang yang menggunakan bahasa Indonesia tanpa mengerti bahasa Bali.

Lomba ini diikuti oleh 9 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Para peserta mengikuti lomba ini dengan membuat video berpidato dengan bahasa Bali sesuai dengan tema yang ditentukan di rumah masing-masing peserta. Kemudian akan diposting pada akun Instagram masing-masing peserta. Terdapat 3 juara yang diperebutkan. Penjurian dan pengumuman juara dalam lomba ini dilakukan menggunakan media Google Meet.

junk-tts

Dari 9 peserta tersebut, Juara 1 diraih oleh Kadek Khartyaciptadi Prasetya dari SMA N 1 Banjarangkan, Juara 2 diraih oleh Ni Ketut Ayu Nita Trisnayanti dari SMA N 1 Mengwi, dan Juara 3 diraih oleh salah satu mahasiswa dari STIKI Indonesia, I Gede Yoga Pratama. Penyerahan juara kepada para peserta dilakukan di STIKI Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ketua Paguyuban Teruna Teruni STIKI, Putu Oka Astrawan, mengatakan, “Lomba ini sangat luar biasa. Para peserta sangat antusias dan mengikuti semua aturan dengan baik.” Dirinya berpesan bahwa kegiatan seperti ini agar terus diadakan karena dengan adanya lomba seperti ini diharapkan para generasi muda tidak melupakan kebudayaan dari daerah mereka masing-masing. (IGI2/Tim Humas)