PKM Pemanfaatan e-commerce di Banjar Sakah Batuan Kaler, Gianyar

Hasil wawancara dengan Kepala Dusun (Kadus) Banjar Sakah Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) digerakkan oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan generasi muda. Sebagian besar produk yang dihasilkan dipasarkan secara konvensional di Pasar Seni Sukawati, Pasar Seni Guwang, dan artshop.junk-pkm

PELATIHAN BISNIS ONLINE MENGGUNAKAN APLIKASI SHOPEE BAGI MASYARAKAT BANJAR SAKAH BANTUAN KALER KECAMATAN SUKAWATI, KABUPATEN GIANYAR, BALI

Pandemi Covid-19, menyebabkan penjualan semakin menurun dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Salah satu dampak dari pandemi adalah ditutupnya Pasar Seni dimulai dari bulan Maret hingga Agustus 2020. Mulai bulan September, Pasar Seni telah dibuka namun tidak diikuti dengan daya beli masyarakat. Masa ini, masyarakat cenderung lebih senang untuk berbelanja pada e-commerce. Dengan berbagai alasan seperti dapat dilakukan di mana saja dan mengurangi interaksi langsung yang kurang disarakankan selama pandemi. Dengan memanfaatkan e-commerce, diharapkan penjualan dapat dilakukan keseluruh dunia tanpa batasan waktu dan meminimalisir biaya promosi yang diperlukan saat berdagang secara konvensional. Selain itu, e-commerce juga dapat menciptakan peluang bisnis baru yang selama ini belum banyak dilakukan, seperti penjualan produk tanpa harus memiliki toko fisik.

Tim Dosen STIKI Indonesia yang diketuai oleh Ni Wayan Eka Wijayanti memberikan pelatihan bisnis online menggunakan aplikasi Shopee bagi masyarakat Banjar Sakah Batuan Kaler. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 5, 12, dan 20 September 2020 bertempat di Kantor Desa Batuan Kaler. Terdapat 10 peserta yang hadir, terdiri dari 6 peserta telah memiliki usaha dan 4 belum memiliki usaha. Kegiatan dibuka oleh sambutan Kepala Dusun (Kadus) Banjar Sakah, Batuan Kaler, Bapak Alexs. Tim Dosen STIKI Indonesia memberikan materi pengenalan merk dagang, jasa, legalitas merk, penggunaan salah satu aplikasi e-commerce (Shopee), pemasaran, dan sistem dropship.

Salah satu peserta, Made Hariyati mengungkapkan sangat senang mengikuti pelatihan. Selain pelatihan yang diberikan, peserta juga bergabung dalam grup WhatsApp untuk mempermudah diskusi dimulai dari sebelum hingga sesudah pelatihan. Bagian yang paling menarik baginya adalah sharing mengenai sistem dropship (titip jual). Sistem ini memberikan kesempatan untuk menjual produk/barang yang bukan milik penjual. Sistem ini memberikan perluasan jangkauan pasar. Dirinya mengaku memiliki dua akun Shopee, yaitu akun toko pribadi dan akun dropship. Diwakili oleh Ni Wayan Eka Wijayanti, Tim Dosen STIKI Indonesia berharap masyarakat khususnya di Banjar Sakah Batuan Kaler dapat memanfaatkan peluang baru dalam memasarkan produk atau memulai bisnis baru (Tim Humas/STIKI).