PIK-M dan Music Vocal STIKI Kolaborasi Kampanyekan Bahaya Narkoba Lewat Jingle

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja semakin meningkat. Ada peningkatan sekitar 24-28 persen remaja memakai narkotika. Kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba memang mereka yang berada di rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.

BNN menyebutkan ada tiga pihak yang menjadi perhatian dalam mencegah penyebaran konsumsi narkoba di kalangan remaja. Ketiganya adalah lingkungan keluarga, lingkungan tempat belajar dan lingkungan masyarakat.

Keprihatinan terhadap penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja menjadi perhatian khusus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI). Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) terus berupaya meningkatkan kepedulian terhadap bahaya penggunaan narkoba. PIK-M STIKI memang memiliki komitmen untuk terus mengingatkan tentang bahaya narkoba dan penyebaran virus HIV/AIDS.

Salah satu cara sosialisasi yang dilakukan adalah dengan mengikuti lomba jingle tingkat nasional dengan tema HIV/AIDS dan Narkoba yang diselenggarakan oleh Dwijendra University. Berkolaborasi dengan UKM Music Vocal STIKI, PIK-M telah membuat jingle yang akan disertakan dalam lomba.

“Karena isu HIV/AIDS dan Narkoba itu berkaitan dengan PIK-M. PIK-M yang buat lirik dan lagunya dan berkolaborasi dengan UKM musik yang membawakan lagunya,” kata Wakil Ketua PIK-M STIKI, I Putu Devayaba Saputra, Selasa (26/1/2021).

a

Menurut dia, cara sosialisasi melalui jingle merupakan cara kreatif untuk mengkampanyekan bahaya penggunaan narkoba. Remaja saat ini diketahui cenderung sulit untuk diajak mengenal bahaya narkoba apabila hanya disuguhi fakta berbentuk tulisan maupun sekadar imbauan semata.

“Remaja sekarang kan sering mendengarkan lagu. Beberapa remaja mungkin bosan membaca. Ada yang berpikir lebih baik mendengarkan daripada membaca. Setidaknya kami memberikan solusi lewat lagu dan mereka mendapatkan edukasi lewat mendengarkan lagu,” katanya ditemui usai mendampingi pengambilan video yang akan diikutsertakan di lomba ini.

Selain mengkampanyekan bahaya penggunaan narkoba lewat lagu, PIK-M menegaskan bahwa ini juga dijadikan sebagai ajang untuk tetap berkarya sehingga mahasiswa STIKI Indonesia tetap berkutat kepada kegiatan yang positif ketimbang berkumpul dengan teman atau sekadar menghabiskan waktu percuma.

“Apalagi sekarang sedang Pandemi. Lewat mengikuti lomba ini kami tetap bisa berkarya,” katanya.

PIK-M dan Vocal Music STIKI optimis kolaborasi ini akan dapat memenangkan lomba yang akan mengumumkan juara pada 14 Februari mendatang tersebut. “Kami optimis menang. Meski pun tujuan kami bukan mengincar menang. Terpenting kami bisa berkarya,” ujar Putu Devayaba yang meruapakan Mahasiswa Jurusan Komputer Akutansi Bisnis angkatan 2019 ini.

Keberadaan PIK-M di lingkungan kampus memang sangat strategis dan sangat berpengaruh terhadap pola positif kehidupan mahasiswa di masyarakat. STIKI sendiri berkomitmen penuh mendukung kegiatan yang dilakukan. “Pihak kampus sangat mendukung. Kami take video saja dibantu oleh tim Humas STIKI,” katanya.