Peduli Kesehatan Mahasiswa, STIKI Sediakan Fasilitas Gym di Kampus

Olahraga adalah aktivitas yang sangat penting bagi setiap manusia. Berbagai manfaat dapat dirasakan bagi yang rutin menjalankannya. Menjadi aktif telah terbukti bermanfaat baik secara fisik mau pun mental. Olahraga dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi perasaan depresi, cemas dan stres. Apalagi bagi anak muda tak terkecuali mahasiswa yang memiliki rutinitas belajar yang sering membuat tubuh lelah. Untuk seorang mahasiswa ada baiknya untuk menyisihkan waktu untuk berolahraga.

Salah satu manfaat olahraga bagi mahasiswa yaitu untuk membantu perkembangan otak yang efektif. Olahraga mampu meningkatkan produksi protein yang disebut FNDC5 dan untuk melepas ke aliran darah. Jenis protein ini memfasilitasi sel-sel otak yang ada untuk terus bereproduksi. Olahraga secara rutin akan membantu perkembangan otak untuk lebih sehat dan lebih kuat.

Pentingnya berolahraga dan menjaga kesehatan menjadi salah satu fokus dari STMIK STIKOM Indonesia (STIKI)  ke mahasiswa. Sejak tahun 2017 STIKI Indonesia berkomitmen memberikan fasilitas gym untuk mahasiswa berolahraga. Fasilitas gym ini juga diperuntukkan untuk seluruh dosen mau pun staf. Fasilitas gym ini terealisasi pada tahun 2018 dan terletak di lantai empat gedung baru.

Selain untuk memberikan fasilitas yang menunjang kegiatan positif, STIKI Indonesia juga melihat antusiasme mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Body Healthy & Body Building. Awalnya UKM yang kini tercatat memiliki 100 anggota itu berolahraga di luar kampus karena belum tersedia fasilitas. Maka, STIKI Indonesia berkomitmen penuh untuk menyediakan ruangan secara khusus untuk mahasiswa berolahraga sehingga mereka dapat dengan mudah untuk menjalankan komitmen gaya hidup seimbang antara belajar dan menyisihkan waktu menjaga kesehatan.

“Tujuan paling pertama fasilitas gym ini untuk meningkatkan kegiatan civitas akademika dan membuat STIKI menjadi kampus yang memiliki tingkat kebugaran 100 persen,” kata I Nyoman Tri Anindia Putra selaku Ketua Pembina UKM Body Healthy & Body Building STIKI Indonesia, Jumat (29/1/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Trian, seluruh civitas akademika dapat menggunakan seluruh alat yang ada di gym tersebut. Namun, dikarenakan situasi Covid-19 maka bagi yang ingin mendaftar harus terlebih dahulu berkoordinasi dengan pengurus UKM untuk menentukan jadwal latihan. Tujuannya untuk menerapkan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

“Meski berolahraga kami tetap menerapkan protokol kesehatan. Bagi yang ingin masuk ke gym harus terlebih dahulu melakukan pengecekan suhu tubuh,” katanya.

Processed with VSCO with a4 preset

Salah satu cara untuk terhindar dari penyebaran Covid-19 adalah dengan berolahraga. Oleh sebab itu, di masa pandemi UKM Body Healthy & Body Building terus menggalakkan sosialisasi untuk civitas akademika agar tak malas untuk berolahraga.

“Sosialisasi dengan membuat video supaya seluruh civitas akademika mulai memilki rasa interest bisa latihan di gym kita, kalau enggak bisa latihan di gym kita ya olahraga di rumah masing-masing. Kalau dari saya sih mulai ngepush anggota UKM untuk bisa mereka ngepost di sosial media sehingga civitas akademika yang lain bisa mengikuti. Anggota UKM bisa menjadi influencer,” jelas Trian yang juga dosen Sistem Informasi di STIKI ini.

Ketua UKM Body Healthy & Body Building, I Komang Sapta Wijaya mengaku sudah memiliki ketertarikan untuk membentuk badan yang ideal sejak masih duduk di bangku sekolah. Melihat STIKI memiliki UKM yang fokus terhadap impiannya itu menjadi alasan untuk bergabung menjadi bagian dari kampus yang berdiri pada tahun 2008 ini.

“Saya ingin membentuk badan seperti Ade Rai (Binaragawan). Melihat beliau saya termotivasi,” kata mahasiswa yang akrab disapa Sapta.

Sapta menjelaskan selama pandemi meminta kepada setiap anggotanya untuk mengunggah video latihan di akun Instagram masing-masing. Akibat melakukan pembatasan di tempat gym, cara ini dinilai cukup efektif untuk tetap berkomitmen berolahraga di masa pandemi.

“Dari UKM mengadakan kegiatan secara online, jadi setiap minggu diminta upload video latihan ke Instagram di akun mereka dan menandai akun Instagram UKM @bodyhealthy.stiki,” ujar Mahasiswa Desain Grafis dan Multimedia angkatan 2019 ini.

Sementara itu, ditemui terpisah, salah satu anggota UKM Ni Putu Ayumas Putri Adi Juniar mengingatkan pentingnya berolahraga bagi mahasiswa mau pun anak muda. Ayumas, sapaan akrabnya, yang kini telah menjadi trainer mengingatkan akan pentingnya berolahraga untuk tetap sehat dan membentuk badan ideal. Dia bercerita sebelum masuk UKM sempat mengalami fase naik turun berat badan drastis. Sejak menjadi mahasiswi STIKI dan masuk ke UKM kini telah berangsur memiliki berat badan yang menurutnya telah ideal.

“Dulu pernah punya berat badan 60 kg, pernah juga turun 39 kg. Sekarang kalau makan tapi tidak diimbangi dengan berolahraga kan enggak bagus. Jadi terus latihan, tinggi badan aku 160 cm dan sekarang berat badanku 50 kg. Ini sudah ideal,” kata Mahasiswi Komputer Akutansi dan Bisnis angkatan 2018 ini.

Processed with VSCO with a4 preset

Selain ingin membentuk berat badan ideal, Ayumas juga bercerita alasan semakin semangat untuk ikut UKM ini. Menurut dia, para senior dan pembina sangat menjunjung tinggi nilai kekeluargaan sehingga membuatnya semakin semangat untuk rutin berolahraga.

“Kakak-kakak senior di sini baik, ramah, enggak ada istilah senior dan junior, sangat kekeluargaan. Paling keren itu pembinanya asyik sehingga termotivasi,” katanya.

Ayumas memiliki pesan khusus ke adik tingkatnya agar jangan malas untuk berolahraga. Apalagi, dia menilai masih banyak anggapan salah bagi perempuan apabila mengangkat beban akan membentuk badan yang kekar. Memang ada anggapan bahwa angkat beban identik dengan pria untuk membentuk otot. Sehingga banyak perempuan yang ragu.

Banyak perempuan khawatir melakukan latihan angkat beban akan membuat tubuhnya kekar dengan otot yang menonjol. Padahal tubuh perempuan memiliki hormon testosteron yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan pria. Untuk mensiasati kekhawatiran itu, Ayumas selaku pengurus memiliki solusi bagi mahasiswi yang ingin berolahraga.

“Untuk perempuan kami adakan kegiatan zumba. Mensiasatinya angkat beban sebentar lalu dilanjutkan dengan sesi zumba. Kami adakan setiap hari Minggu,” katanya menjelaskan.

Banyak orang sulit untuk mencari waktu dan cenderung malas untuk berolahraga di tengah aktivitas. STIKI Indonesia berkomitmen untuk membantu mahasiswa menerapkan pola hidup sehat dengan menyediakan fasilitas gym di lingkungan kampus. Terlebih, di masa pandemi Covid-19 yang mengharuskan siapa pun untuk menjaga kesehatan.

Lewat fasilitas olahraga di kampus, mahasiswa dapat merasakan manfaat pentingnya memiliki gaya hidup seimbang antara belajar dan berolahraga. Salah satu fakta dari manfaat berolahraga adalah darah dapat mengalir dengan lancar ke seluruh tubuh dan otak. Tentu ini sangat dibutuhkan bagi mahasiswa yang harus terus belajar demi mewujudkan cita-citanya.