Tips Biar Mulus Dapat Kerja Setelah Lulus

Mahasiswa setelah lulus kuliah memegang gelar di tangan dan rasa antusias tinggi untuk segera mendapatkan pekerjaan. Memiliki modal ilmu di bangku kuliah tentu para lulusan ingin segera menerapkannya di dunia kerja. Namun, memang apa yang diinginkan terkadang selalu tak mulus sehingga banyak lulusan yang masih sering kesulitan mendapatkan pekerjaan. Apalagi ditambah masih banyak perusahaan yang lebih mengutamakan pekerja yang telah memiliki pengalaman dibandingkan fresh graduate.

Diana Brush, Associate Director dari The Center for Career and Professional Development di Clarion University, dan pelatih pencari kerja Dana Manciagli mengungkapkan sejumlah alasan fresh graduate kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Paling tersering ditemukan adalah fresh graduate tidak terlalu menonjolkan dirinya yang ‘beda’ dengan pelamar kerja lain. Sebagai contoh, saat menghadiri interview kerja, HRD akan bertanya “Mengapa kami harus mempekerjakan anda?”

Kebanyakan fresh graduate menjawab dengan “Saya bisa melakukan ini, saya bisa melakukannya, saya punya gelar. Seharusnya putar cara anda menampilkan diri anda seperti: “Ada tiga alasan anda harus mempekerjakan saya. Pertama, anda mencari seseorang yang analitis dan saya memiliki keterampilan analitis yang kuat. Dua, anda membutuhkan seseorang yang…”. Berbeda bukan?

Diane Brush mengutarakan bahwa pelajari deskripsi pekerjaan dan buat diri anda relevan dan ‘cat’ diri anda sebagai pasak persegi terbaik untuk lubang persegi mereka. Saat interview kerja tempatkan diri anda sebagai orang yang layak untuk mengisi posisi yang anda lamar. Jangan buat pernyataan umum seperti ‘Saya seorang pekerja keras atau saya seorang yang cepat belajar”. Lebih utamakan bahwa anda memang paham terhadap jobdesk yang nanti akan anda lakukan dengan kata kunci “Anda mencari atau anda membutuhkan.”

Perlu diingat juga bahwa Curriculum Vitae (CV) adalah alat pemasaran yang memberikan ringkasan pengetahuan, pencapaian, keterampilan, dan pengalaman anda. Magang, kerjasama dan pengalaman kerja yang relevan dihargai oleh pemberi kerja.

“Faktanya, pemberi kerja mengutip pengalaman magang dengan organisasi sebagai faktor utama yang memengaruhi keputusan mereka saat memilih di antara dua kandidat yang memiliki kualifikasi setara, diikuti oleh apakah kandidat tersebut memiliki pengalaman magang dalam industri organisasi perekrutan,” kata Diane dilansir dari learnhowtobecome.org.

Fresh graduate tentu pernah mengalami masalah di atas. Namun, ada sejumlah tips yang bisa dijadikan modal untuk kamu mendapatkan pekerjaan. Berikut tipsnya:

  • Lakukan Riset

Setelah lulus kuliah dan memiliki tujuan pekerjaan, kamu perlu meneliti apa yang dicari perusahaan perekrutan. Temukan 10 deskripsi pekerjaan dan soroti semua kata kunci dan frase yang paling sering diulang. Kemudian kamu tekankan kata kunci tersebut di CV, surat lamaran dan selama wawancara.

  • Buat Situs Web Pribadi

Era digital sekarang membuat situs web pribadi dapat membantu pencari kerja memamerkan keahlian dan membangun nilai jual anda. Lulusan perguruan tinggi dapat menggunakan situs web untuk membuat blog tentang masalah yang berkaitan dengan bidang yang ingin mereka masuki, menampilkan proyek yang pernah kalian buat selama kuliah, dan membagikan curriculum vitae. Ini juga bisa menjadi cara yang bagus untuk menonjol dari pelamar lain yang tidak memiliki situs web sendiri.

  • Perluas dan Manfaatkan Jaringan

Banyak perusahaan yang tak mengiklankan lowongan pekerjaan. Tantangannya adalah bagaimana cara kamu untuk mengetahuinya. Apa yang bisa dilakukan? Perluas dan manfaatkan jaringan anda. Jaringan adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan pekerjaan. Mulailah dengan anggota keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, dan dosen untuk menanyakan tentang peluang dan mendapatkan beberapa petunjuk. Jangan lupa untuk bergabung dan hadiri pertemuan organisasi profesional di bidang yang kamu minati.

Sebagai contoh tanyakan seperti ini “Punya kenalan atau tahu terkait pekerjaan di perusahaan A. Bisakah saya meminta rekomendasi anda untuk bekerja di sana? Atau bisakah saya menitip CV saya ke HRD perusahaan tersebut?”.

  • Percantik CV

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa CV adalah senjata utama bagi seorang pelamar kerja. Terkadang HRD tidak tertarik membaca CV anda meski anda adalah seorang lulusan terbaik sekali pun. Tentu HRD bisa malas menyimak CV anda karena tampilan CV anda yang sangat biasa. Hal ini sangat berlaku apabila anda ingin terjun ke industri kreatif. Tempat yang anda incar sebagai kantor anda itu lebih menyukai CV dengan warna dan corak, yang menunjukkan karakter anda. Sementara, industri lain lebih memilih CV yang hanya satu halaman dengan hanya mencantumkan informasi paling penting.

  • Jangan Abaikan LinkedIn

Sebagian besar perekrut menggunakan LinkedIn untuk mencari kandidat. Sangat penting bagi seorang fresh graduate untuk mencurahkan waktu untuk terhubung dengan calon pemberi kerja di LinkedIn. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari LinkedIn, isi profil anda dengan utuh, terhubung dengan alumni lain dan berpartisipasi dalam grup yang terkait dengan bidang anda.

  • Asah Keterampilan Lain

Kamu seorang programmer tentu mungkin sudah jago dalam hal ‘coding’. Namun, ada baiknya kamu bisa menguasai keterampilan lain. Apa salahnya jika kamu punya keahlian lain seperti video editing, edit foto, desain dan sebagainya. Ini akan menjadi nilai tambah bagi anda saat melamar pekerjaan. Perekrut akan melihat kamu sebagai orang yang punya sejumlah skill sehingga membuat kamu lebih unggul dibandingkan pencari kerja yang lain.

  • Perkuat Softskill

Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hardskill semata tetapi juga piawai dalam aspek softskill. Softskill diartikan sebagai kemampuan di luar kemampuan teknis dan akademis yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal. Salah satu contoh penting dari softskill adalah kemampuan berkomunikasi.

Memiliki kemampuan komunikasi akan membuka jalur yang lebar untuk karirmu. Menjawab pertanyaan saat interview kerja membutuhkan tutur kata yang baik. Kamu lulusan terbaik, punya tugas akhir yang dianggap hebat tapi akan percuma jika kamu tidak cakap berkomunikasi saat berhadapan dengan perekrut kerja.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) paham betul bahwa softkill sangat dibutuhkan oleh mahasiswa sebagai modal mereka setelah lulus. Oleh sebab itu, sebagai kampus IT terpopuler di Bali, STIKI mengedepankan softskill untuk menunjang kemampuan yang semakin dibutuhkan di era teknologi informasi seperti sekarang.

Salah satu mahasiswa STIKI Indonesia merasakan pentingnya mata kuliah softskill untuk diterapkan di dunia kerja. Simak ceritanya di sini.