Saat Semua Semakin Cepat Bali Berani Berhenti

Ini cinta dalam diam

Bila cinta perlu berkorban

Ho cinta untukmu cinta untuk semua dan masa depannya

Oo untuk aku juga

Ku telah terlampau lelah

Berilah aku waktu sesaat

Tuk membasuh luka tuk membasuh jiwa agar suci lagi

Oo meski hanya sehari

Saat dia datang

Kurasa tenang

Meski gelap malam

Kurasa bintang- bintang lebih terang

Saat semua semakin cepat

Bali berani berhenti dan menyepi

Saat semua semakin cepat

Bali berani berhenti dan menyepi

Begitu lirik dari lagu saat semakin cepat Bali berani berhenti karya band kebanggaan Pulau Dewata Navicula. Lagu ini didedikasikan oleh Navicula kepada Hari Raya Nyepi. Berdasarkan penjelasan sang vocalist sekaligus pencipta lagu Gede Robi yang dikutip dari deskripsi video klip ini di Youtube bahwa Nyepi merupakan hari raya favoritnya.

Hari Raya Nyepi dirayakan setiap tahun Baru Saka yang jatuh pada tanggal pertama atau kesatu bulan ke-10 dalam kalender Hindu. Nyepi mengandung sebuah dialog spiritual yang dilakukan umat Hindu agar kehidupan selalu seimbang dan harmonis, sehingga ketenangan dan kedamaian hidup dapat terwujud.

Saat Nyepi, semua aktivitas umum ditiadakan. Bandara internasional Ngurah Rai juga tidak beroperasi selama satu hari penuh. Masyarakat yang menetap di Bali juga diminta untuk berdiam diri di rumah masing-masing sehingga tak akan ada aktivitas di seluruh jalan Pulau Dewata.

Menurut Gede Robi, Hari Raya Nyepi mampu mengabaikan berapa banyak uang dan nilai ekonomi yang tidak berputar hari itu. Hal ini mungkin berbanding terbalik dengan tempat lain yang roda perekonomiannya tidak pernah berhenti.

Bali justru membuat sebuah gerakan penting bagi semesta dengan mengurangi emisi karbon secara drastis. Satu pulau kompak mengheningkan cipta. Di saat dunia bergerak semakin cepat, Bali berani berhenti.

Gede Robi berharap Semoga Nyepi yang merupakan hari yang mulia tersebut lestari hingga ke anak cucu. Cinta untuk semua manusia, alam, dan masa depannya.

Dampak positif yang dihasilkan dari penghentian kegiatan di Hari Raya Nyepi menjadi sumber inspirasi bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menetapkan “World Silent Day” yang dirayakan setiap tanggal 21 Maret.

World Silent Day bertujuan untuk mengurangi kegiatan yang merugikan bumi seperti global warming. Dalam hari tersebut, cukup mematikan segala penggunaan listrik dan menghentikan segala kegiatan sejak pukul 10.00 – 14.00 setiap tanggal 21 Maret.

Hari Raya Nyepi memang berkontribusi besar dalam penghematan sumber daya alam. Pulau Bali bisa menghemat penggunaan listrik sebesar 60% dari biasanya. Apabila dirupiahkan penghematan bisa mencapai sekitar Rp 4 Miliar.

Bali juga mampu menghemat bahan bakar solar kurang lebih 500.000 liter atau sebesar 3 miliar atau 210 megawatt. Hal ini dikarenakan adanya pengistirahatan 2 pembangkit listrik di Bali, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Gilimanuk.

World Silent Day digagas oleh Triple-C, colaboration for climate change, yakni gabungan LSM Bali saat konferensi global warming (UNFCCC) pada tahun 2007. Selama Hari Raya Nyepi diperkirakan mampu mengurangi emisi sebanyak 20.000 ton di Bali. Pemilihan tanggal 21 Maret sebagai World Silent Day juga berkaitan dengan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret.

Dikutip dari kompas.com, Hari Raya Nyepi mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) di Bali. Rata-rata CO2 yang terbuang ke udara di Bali mencapai 20,183 juta ton per hari.

Sumber yang memberikan kontribusi terhadap pencemaran udara atau emisi CO2 terdapat di beberapa sektor, seperti rumah tangga dengan pemanfaatan listrik, pembakaran minyak, sampah yang memberikan kontribusi pencemaran 3,576 juta ton per hari, sektor industri sebesar 0,09 juta ton per hari, transportasi sebesar 3,156 ton per hari, dan sampah 12,356 juta ton per hari.

Nyepi juga bermanfaat untuk mengurangi paparan radiasi gelombang elektromagnetik. Praktisi penyiaran Bali dari Instruktur Bali Broadcast Academia (BBA), I Nengah Muliarta mengatakan Nyepi bukan hanya sebatas penghormatan lembaga penyiaran terhadap kearifan lokal masyarakat Bali.

Nyepi memang memiliki sejuta manfaat khususnya untuk kebaikan alam. Meski, masyarakat harus ‘berkorban’ sehari untuk tidak beraktivitas. Memang seharusnya seperti itu. Cinta Memang perlu berkorban. Cinta untukmu.

Begitulah kehidupan yang indah di Bali. Kamu yang tidak tinggal di Bali mungkin sudah banyak mendengar cerita bahwa Hari Raya Nyepi membawa kedamaian dalam satu hari. Malam dipenuhi bintang. Kamu mungkin saat ingin bisa menetap di Bali. Tak ada yang melarang kamu untuk pindah dan menetap di sini. Asalkan kamu bisa menjaga sikapmu. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Kamu baru lulus sekolah dan berniat kuliah di Bali akan merasakan banyak sederet keuntungan apabila memutuskan kuliah di Bali.

Salah satu keuntungan yang bisa didapat apabila memutuskan kuliah di Bali adalah dengan bisa sekaligus mempelajari budaya Bali. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali ini tidak hanya fokus pada kurikulum berbasis teknologi informasi semata. Namun, fokus pula pada pembelajaran budaya Bali. Keuntungan lain yang didapat apabila kamu memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut: Kuliah di Bali.

Apabila kamu berminat bergabung dengan STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini bisa dicek di link berikut: sip.stiki-indonesia.ac.id