Ajak Anak Story Telling dan Unggah ke Youtube, Strategi Dosen STIKI Kurangi Dampak Negatif Smartphone

IMG2019061617502511

Denpasar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diadakan oleh Tim Dosen STMIK STIKOM Indonesia yang terdiri dari Ni Kadek Ariasih, S.Kom., M.T. ; Agus Ari Iswara, S.S., M.Hum. ; dan Ni Nyoman Ayu J. Sastaparamitha, S.S., M.Pd. pada Jumat-Minggu (13-15/6). Kegiatan yang berjudul “Peningkatan Pembelajaran Berbahasa Inggris Dengan Metode Story Telling Berbasis Multimedia Bagi Anak-Anak Perumahan Citra Tegal Buah” dilaksanakan di Padangsambian Klod, Denpasar Barat.

Anak-anak yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah anak-anak Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 4 SD hingga kelas 6 SD. Jumlah yang mengikuti kegiatan ini awalnya sekitar 15 orang. Namun, secara ajaib bertambah menjadi 25 orang karena penyebaran informasi oleh anak-anak itu sendiri. Sebelum kegiatan dimulai, dilaksanakan pemberian kuisioner terlebih dahulu untuk mengetahui wawasan anak-anak mengenai story telling. Banyak anak-anak yang tidak tahu mengenai hal tersebut, meskipun mereka diajarkan bahasa Inggris di sekolah.

Jika biasanya story telling hanya memfokuskan pada gaya bercerita, berbeda halnya dengan kegiatan ini. Diberikan materi teknik story telling yang dipadukan dengan animasi sederhana, membuat anak-anak menjadi lebih antusias dalam belajar. Tidak hanya diisi dengan materi, kegiatan belajar diselingi pula dengan ice breaking. Sepuluh mahasiswa membantu dalam kegiatan ini, yaitu dalam pembuatan animasi sederhana dan pemberian materi.

Ketika kegiatan ini berlangsung, para orang tua ikut melihat proses belajar mengajar di sebuah tempat yang biasa digunakan para warga berkumpul. Kesempatan ini digunakan untuk memberi arahan kepada orang tua bahwa mendongeng itu penting, yaitu dapat mengurangi penggunaan smartphone yang berlebihan dan penggunaan negative lainnya. Hasilnya, anak-anak bisa mendongeng dan mereka bisa membuat video yang dapat diunggah pada Youtube. Anak-anak dan orang tua terlihat excited. Orang tua mereka berharap kegiatan ini diteruskan pada hari libur, agar anak-anak mereka dapat mengisi waktu mereka dengan kegiatan yang positif.

“Tidak harus di tempat formal, pengabdian dapat dilakukan dari lingkungan sekitar. Meskipun sederhana, namun dapat memberikan dampak yang besar,” ujar Ni Kadek Ariasih, S.Kom., M.T. Dirinya juga mengatakan bahwa dengan mendongeng, pendidikan karakter dapat ditanamkan kepada anak-anak karena dalam sebuah cerita terdapat pesan-pesan yang penuh dengan makna. (IGI2/ Tim Humas)