Aksi Sosial Dalam Rentetan Dies Natalis XII, STIKI Indonesia Bersama UKM Mapala Lakukan Penanaman Pohon

20200307_100626[1]

Denpasar – STMIK STIKOM Indonesia bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) berpartisipasi dalam aksi sosial penanaman pohon di areal Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung. Kegiatan ini merupakan salah satu rentetan DIES NATALIS XII STIKI Indonesia yang berlangsung pada Sabtu (7/3/2020). Kegiatan ini merupakan program kerja dari UKM Mapala.

Areal TPST dijadikan sebagai lokasi dalam penanaman pohon. Berawal dari inisiasi salah satu subak Desa Pecatu yang bernama Subak Abian Widya Mandala Mekar. Subak tersebut merencanakan melaksanakan penanaman bibit yang cocok untuk daerah desa Pecatu. Terdapat 3 kategori bibit tanaman yang dipilih, antara lain bibit kayu, bibit buah-buahan, dan bibit upakara. Bibit kayu yang dipilih adalah bibit mahoni sebanyak 2000 bibit. Untuk bibit buah-buahan dipilih bibit sawo kecik, jambu biji, dan sirsak yang masing-masing berjumlah 1000 bibit. Bibit upakara yang dipilih adalah cempaka dan intaran.

Ketika sudah dibagikan kepada masing-masing anggota subak, tersisa beberapa ratus bibit. Mereka akhirnya memutuskan untuk menanam bibit di TPST milik Badan Usaha Milik Desa Catur Kuwera Sedana Desa Pecatu. TPST tersebut merupakan salah satu bekas galian C. Di tempat ini pepohonan sangat sedikit dan jarang turun hujan sehingga tempat cocok untuk ditanami pohon. Salah satu dosen, Dr. I Kadek Budi Sandika, S.T., M.Pd., yang juga merupakan salah satu anggota dari subak abian tersebut kemudian mengusulkan agar Mapala bersama kampus ikut berpartisipasi dalam penanaman pohon ini.

“Musim hujan agak lambat di daerah itu. Karena curah hujan pekan ini bagus, maka rencana ada penanaman. Kebetulan ada acara rangkaian dies, kemudian diusulkan tempat ini untuk acara penanaman pohon,” ucap Dr. I Kadek Budi Sandika, S.T., M.Pd. yang akrab disapa Bapak Budi.

Dari para mahasiswa, terutama UKM Mapala sangat antusias dalam program kerja mereka. Terlihat astusiasme mereka sejak 3 hari sebelum penanaman pohon ini dilaksanakan. Mereka pergi ke lokasi untuk melakukan penggalian lubang. Melihat kondisi tanah yang tipis dan merupakan galian bekas kapur yang sudah mengeras, dibutuhkan tenaga ekstra dalam melakukan penggalian lubang. Oleh karena itu, penggalian lubang dilakukan sebelum hari penanaman pohon mengingat juga jumlah bibit pohon yang tidak sedikit.

Dari pihak lembaga kemasyarakatan desa Pecatu dan beberapa subak juga ikut dalam berpartisipasi dalam penanaman pohon ini. Mereka berterima kasih atas partisipasi STIKI Indonesia dan berharap agar desa ini kembali hijau karena banyak orang beranggapan bahwa Desa Pecatu merupakan desa yang kering.

Made Dona Wahyu Aristana, S.Kom., M.Eng yang dipercaya sebagai Koordinator Sie Pengabdian mengatakan, “Dari program ini, kita ikut serta dalam menjaga lingkungan. Harapannya agar nantinya kegiatan seperti ini selalu dilakukan. Semoga pohon-pohon yang sudah ditanam dapat tumbuh dalam beberapa tahun dan dapat bermanfaat untuk masyarakatnya.” (IGI2/Humas)