Bangga! Tim E-Sports STIKI Meraih Prestasi Berturut-Turut Dalam Turnamen Mobile Legends

esportskirim

Denpasar – Tim e-Sports STMIK STIKOM Indonesia meraih prestasi berturut-turut mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional dalam turnamen Mobile Legends pada bulan Februari. Turnamen yang diikuti digelar secara online. Turnamen yang bersifat offline juga diikuti dan berlangsung di Universitas Udayana.

Turnamen pada tingkat provinsi bertajuk Mobile Legends Bali Tournament 2020 diadakan oleh EOG Kingdom yang merupakan komunitas Mobile Legends di Bali. Pada turnamen ini terdapat dua season. Turnamen season 1 dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (15-16/2/2020) secara online. Berselang satu minggu, turnamen season 2 diselenggarakan masih secara online pada Sabtu dan Minggu (22-23/2/2020). Tim e-Sports STIKI yang terdiri dari I Nyoman Bagus Bayu Saskara, I Made Aditya Indrayana, I Putu Pande Rizky Astawan, Sagaf Maulana Alfan, dan I Gusti Rai Putra Julang Hadinata mampu meraih Juara 1 pada season 1 dan Juara 2 pada season 2. Lima serangkai ini berkumpul di rumah salah satu mahasiswa yang telah mereka sepakati.

Turnamen pada tingkat nasional, Tim e-Sports STIKI mampu masuk 3 besar dan harus mengakui keunggulan lawan dalam Mobile Legend Campus Championship (MLCC) pada Kamis dan Jumat (20-21/2/2020). MLCC ini diselenggarakan oleh Moonton, developer dan publisher dari game Mobile Legends. Didukung oleh GoPay Indonesia, MLCC merupakan turnamen amatir resmi pertama yang diadakan khusus untuk kalangan mahasiswa di Indonesia.

Terdapat 10 titik kota besar yang menjadi tempat dilaksanakannya turnamen nasional ini, termasuk di Bali. Dari kota tersebut, sebanyak 32 kampus digunakan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan turnamen. Di Bali, yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Udayana (Unud), Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Tim e-Sports STIKI bertanding di Unud tepatnya di Auditorium Undagi Graha Fakultas Teknik.

Berawal dari informasi salah satu teman yang menjadi panitia dalam Mobile Legends Bali Tournament 2020, Aditya, salah satu dari mereka berinisiatif untuk berpartisipasi dalam turnamen ini. Dirinya kemudian mengajak keempat temannya. Lain halnya dengan turnamen tingkat nasional itu, mereka mendapat informasi dari akun resmi game yang digandrungi oleh banyak muda-mudi akhir-akhir ini.

Banyak kendala yang mereka hadapi, salah satunya adalah kekompakan. Awalnya, sangat sulit dalam menumbuhkan kekompakkan. Melalui latihan rutin 3 kali seminggu yang dilakukan dari bulan Desember, mereka pun mampu menumbuhkan kerja sama dan kekompakkan sedikit demi sedikit hingga menjadi juara dalam ajang unjuk gigi menjadi pemain game profesional itu.

Ketika mereka ditanya apa yang menjadi rencana kedepannya, mereka menjawab akan istirahat dan fokus kuliah. Hal ini disebabkan beberapa dari mereka akan menyelesaikan Tugas Akhir (TA). Mereka juga mengatakan bahwa melalui turnamen ini, mereka mendapat banyak pengalaman. Mereka terlatih untuk kerja sama tim dan mengatur strategi.

“Selama ikut turnamen, selain mendapat pengalaman, kami juga belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya untuk lebih baik kedepannya. Harapannya sih, semoga nanti ada penerusnya. Kalau bisa, membawa nama kampus ke turnamen internasional,” kata Saskara. (IGI2/Tim Humas)