Generic placeholder image

Pengabdian Online, Dosen STIKI Bantu Guru SD CIS Bali Membuat Video Pembelajaran

13 Apr 2020   Berita

hasilpic4

Denpasar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diadakan oleh Tim Dosen STMIK STIKOM Indonesia yang terdiri dari Ni Kadek Ariasih, S.Kom., M.T. ; Komang Sri Aryati, S.T., M.Kom. ; dan Aniek Suryanti S.Kom., M.Kom. yang dilaksanakan pada hari Sabtu (11/04/2020). Kegiatan ini bertemakan Pembuatan Video Pembelajaran bagi Guru-Guru SD Cerdas Insan Sejahtera (CIS) Bali yang dilaksanakan di secara online menggunakan perangkat lunak Zoom.

Di tengah pandemi COVID-19, kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah. Hal ini menimbulkan masalah baru baik itu bagi siswa maupun guru pendidik. SD CIS belum siap untuk menggunakan metode online. PKM ini diikuti sebanyak 27 guru yang terdiri dari guru TK dan guru SD. Pada kegiatan ini, para guru diajarkan bagaimana cara membuat video pembelajaran dengan aplikasi yang ringan dan mudah digunakan.

Jika biasanya guru-guru mengajar secara tatap muka, berbeda halnya dengan kegiatan saat ini. Guru dituntut untuk mempersiapkan materi secara online dan dalam bentuk file. File tersebut kemudian dikirim melalui grup WhatsApp. Banyak siswa yang merasa kesulitan memahami teks tanpa ada penjelasan langsung dari guru. Dari hal ini, Tim Dosen tergerak untuk melakukan PKM kepada para guru untuk membantu pembuatan video pembelajaran. Melalui video pembelajaran ini, materi yang akan diberikan kepada para siswa akan menjadi lebih interaktif, dan diharapkan kesulitan siswa dalam memahami pelajaran dapat berkurang.

 “Tidak harus menggunakan komponen e-learning yang canggih seperti Google Classroom dan e-learning lainnya dalam memberikan proses belajar mengajar. Hanya dengan menggunakan komponen e-learning yang sederhana pun bisa dilakukan, salah satunya video pembelajaran seperti Xbox Game Bar dan Bandicam. Nantinya dapat menghasilkan video dalam format .Mp4, kemudian bisa di-share ke WhatsApp,” ujar Ni Kadek Ariasih, S.Kom., M.T. Dirinya juga mengatakan bahwa menggunakan perangkat lunak ini tidak membutuhkan bandwidth yang besar. Setiap sekolah memiliki karakteristik pengajaran yang berbeda-beda. Pemilihan perangkat lunak dan metode pengajaran daring kita sesuaikan dengan karakteristik tersebut. (Tim Humas)

Generic placeholder image

Work for Humanity, Dosen STIKI Bangun Bilik Antiseptik di Tengah Situasi Pandemi

23 Mar 2020   Berita

WhatsApp Image 2020-03-23 at 8.32.40 PM

Denpasar – STMIK STIKOM Indonesia menciptakan sebuah alat sterilisasi dalam upaya mencegah penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) atau virus corona untuk warga kampus.

COVID-19 yang kini menjadi wabah penyakit mematikan yang pertama kali menyebar di Wuhan, China saat ini telah masuk ke Indonesia. Tercatat lebih dari 500 kasus yang terjangkit virus ini di Indonesia. Berbagai pencegahan dilakukan, mulai dari rajin mencuci tangan, isolasi selama 14 hari, hingga melakukan social distancing (pembatasan interaksi secara disiplin).

Melihat mewabahnya virus Corona di Indonesia, khususnya di Bali, STIKI Indonesia melalui Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kreativitas (LPIK) tergerak untuk melakukan pencegahan lebih. Kepala LPIK, I Gusti Made Ngurah Desnanjaya, M.T. bersama rekan dosen dan mahasiswa merancang dan membangun sebuah alat yang diharapkan mampu mensterilisasi manusia dari virus. Alat ini berupa sebuah bilik yang dikelilingi dinding transparan. Di dalam bilik ini, terdapat spray (alat penyemprot) yang akan menyemprotkan antiseptik. Antiseptik ini akan membunuh atau menghambat pertumbuhan virus.

“Cara kerja alat ini cukup sederhana. Setiap orang yang masuk ke dalamnya akan disemprotkan antiseptik secara otomatis selama 2-3 detik. Kemudian, orang yang telah tersterilisasi bisa keluar dari bilik tersebut. Alat ini tidak akan bekerja jika tidak ada pergerakan dari manusia. Saya rasa sih semua kampus IT khususnya di Bali bisa membuat alat seperti ini ya. Harapannya setelah terbiasa cuci tangan  di rumah, ketika datang di kampus ada tindaklanjutnya, dan bisa mengurangi penyebaran virus corona ini.” Tutup I Gusti Made Ngurah Desnanjaya, M.T. Rencananya bilik ini akan diuji coba lebih lanjut sebelum dipublikasikan ke lingkungan masyarakat.

Generic placeholder image

Purnama Kesanga, Simbolis Penyerahan Bantuan Bedah Rumah Dies Natalis XII

09 Mar 2020   Berita

DSC00975[1]

Denpasar STMIK STIKOM Indonesia melakukan bakti sosial berupa pemberian bantuan bedah rumah dan pemberian tempat sampah. Masih dalam rangka memperingati Dies Natalis XII STIKI Indonesia, penyerahan bantuan bedah rumah dan tempat sampah secara simbolis dilaksanakan pada Senin (9/3/2020) di Dusun Samsaman Alas, Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

Dies Natalis merupakan perayaan hari lahir diperingati dengan penuh syukur dan kebahagiaan. Dies Natalis XII tidak hanya dimeriahkan dengan acara yang bersifat entertaintment atau hiburan semata. Kegiatan sosial dilaksanakan yang diharapkan memberi manfaat kedepannya. Membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Proses pengerjaan rumah telah dilakukan sejak beberapa waktu sebelumnya. Pada Senin (9/3), Ketua STIKI Indonesia bersama dosen dan panitia mahasiswa berangkat ke Desa Kukuh untuk simbolis penyerahan bantuan bedah rumah kepada satu kepala keluarga dan pemberian tempat sampah kepada Desa Kukuh. Menjadi berkah karena hari penyerahan bantuan bertepatan dengan rahina purnama.

Tempat sampah yang diserahkan dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu tempat sampah dengan warna merah, kuning, dan hijau. Tempat sampah ini sudah dibedakan sesuai dengan jenis sampah yang akan ditampungnya. Tempat sampah ini nantinya akan diletakkan di tempat-tempat umum dan pura.

Kepala Desa Kukuh, I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd. menyambut kunjungan STIKI dengan hangat. Pada sesi sambutan yang bertempat di wantilan, masyarakat Desa Kukuh menyampaikan pujian bahwa perbekel adalah orang yang cekatan. Jika ada suatu masalah maka dirinya akan langsung  menyelesaikannya. Hal itulah yang membuat masyarakat bangga terhadap dirinya.

Ketua STIKI Indonesia, I Dewa Made Khrisna Muku, S.T., M.T., berharap agar kedepannya kegiatan seperti ini, terutama pada Dies Natalis STIKI Indonesia selalu dilakukan. Tidak harus berupa bantuan bedah rumah, dapat juga berupa bantuan yang lainnya.

“Saya senang ada aktivitas STIKI Indonesia yang langsung terlibat ke dalam masyarakat, sehingga hal ini dapat berguna untuk masyarakat,” ujarnya.

Di Kabupaten Tabanan sendiri, ada pemberian “tugas” yang unik kepada desa. Desa Kukuh mendapat bagian sebagai desa digital. Selain penyerahan bantuan, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). Dengan hal ini diharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara STIKI Indonesia dengan Desa Kukuh dalam pembangunan Desa Kukuh menuju desa digital. Jadi, dosen yang ingin melaksanakan pengabdian atau mahasiswa yang mengambil Tugas Akhir (TA) dapat diarahkan ke Desa Kukuh. (IGI2/Humas)