Generic placeholder image

Dosen STIKI Latih Keterampilan Dasar TIK Bagi Guru TK 2 Saraswati Denpasar

26 Nov 2019   Berita

Narasumber & Peserta PKM di TK 2 Saraswati Foto bersama setelah acara PKM dilaksanakan

Denpasar – Beberapa dosen STIKI Indonesia antara lain I Gede Iwan Sudipa, M.Cs. berkolaborasi dengan Komang Sri Aryati, S.T., M.Kom serta I Dewa Agung Pandawana, S.Kom., M.Si. menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) di TK 2 Saraswati Denpasar pada Sabtu dan Minggu (16-17/11) yang lalu. PKM ini mengusung tema “Pelatihan Keterampilan Dasar Komputer dan Teknologi Informasi Bagi Guru-Guru TK Saraswati 2 Denpasar”.

Pengabdian tersebut terfokus dalam knowledge sharing mengenai pemanfaatan internet untuk memersiapkan materi ajar kepada siswa yang diikuti oleh 13 orang guru. Selain itu, PKM tersebut bertujuan agar materi ajar yang digunakan oleh para guru lebih bervariatif.

Pada hari pertama, dilaksanakan pelatihan tentang penggunaan komputer dasar dan teknologi informasi, seperti belajar meggunakan Microsoft Office (Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Powerpoint). Hari kedua para peserta mengikuti pelatihan dalam memanfaatkan internet untuk mendukung materi ajar seperti mencari topik yang berhubungan dengan materi ajar dan mengunduhnya. Misalnya, berhitung, membaca, dan pengenalan huruf. Selain itu, ada pula pemahaman tentang Youtube Kids, yang mana merupakan media tontonan yang khusus untuk anak-anak. Sehingga orang tua maupun guru tidak perlu khawatir jika anak-anak TK menonton konten-konten yang tidak seharusnya ditonton.

Dari kegiatan ini, Kepala TK dan para guru TK 2 Saraswati memberikan sambutan yang antusias. Mereka bahkan memberikan masukan jika kedepannya ada pelatihan seperti ini, dapat mengusulkan untuk melakukan pelatihan di beberapa TK sekaligus, sehingga banyak para guru di berbagai TK mendapatkan knowledge sharing mengenai hal ini.

“Para guru perlu materi ajar dalam bentuk video, animasi, dan gambar karena anak-anak lebih mudah meresapnya. Jadi, kita ajarkan bagaimana mencari materi yang sesuai dengan kurikulum yang dipakai. Bisa dari internet maupun Youtube. Kita ajarkan juga cara mengunduhnya, serta membuat slide,” tutur Iwan. Beliau juga menambahkan bahwa para guru di sana sangat senang diadakannya PKM ini karena dapat meningkatkan kemampuan mereka, sehingga memudahkan dalam proses belajar mengajar.

“Kami sangat mengapresiasi dengan adanya pengabdian seperti ini. Kita bisa melakukan knowledge sharing kepada para guru. Jadi, harapannya agar makin banyak adanya kegiatan-kegiatan yang mengutamakan adanya kerja sama / kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam banyak hal, seperti pengenalan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam profesi masing-masing.” Pungkas Iwan dengan semangatnya. (IGI2/Tim Humas)

Generic placeholder image

INFO KEMAHASISWAAN PKKMB AMNESTY

15 Nov 2019   Berita, Pengumuman

Diinformasikan kepada mahasiswa STIKI yang telah mengikuti PKKMB Amnesty, maka dengan ini kami sampaikan bahwa dapat menerima Surat Keterangan yang menyatakan Lulus dalam mengikuti kegiatan Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) karena telah mengikuti PKKMB Amnesty yang terselenggara pada :
Hari/Tgl : Rabu, 22 Mei 2019
Tempat : Aula Kampus STMIK STIKOM Indonesia

Terkait hal tersebut, Surat Keterangan Lulus PKKMB Amnesty dapat di download dan dicetak sesuai keperluan pada link ini

Generic placeholder image

Bawa Nama STIKI Indonesia, Vivi terlibat TWKM di Kalimantan Selatan

01 Nov 2019   Berita

Vivi (Mahasiswa STIKI Indonesia) dalam salah satu aksinya di acara TWKM yang berlangsung di Kalimantan Selatan.

Vivi (Mahasiswa STIKI Indonesia) dalam salah satu aksinya di acara TWKM yang berlangsung di Kalimantan Selatan.

Salah satu mahasiswa STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia), Fransiska Flavina Bhubhu (Vivi), mewakili Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Dama Satya untuk mengikuti TWKM (Temu Wicara Kenal Medan) XXXI di Kalimantan Selatan pada Senin sampai Minggu (21-27/10).

Kegiatan TWKM merupakan kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti (Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi). Mapala Meratus Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin berkesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini yang diikuti oleh perwakilan Mapala seluruh universitas di Indonesia.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu TW (Temu Wicara) dan KM (Kenal Medan). Kegiatan Temu Wicara membahas tentang isu-isu lingkungan terutama mengangkat isu “Save Meratus” yang merupakan sebutan untuk perjuangan menyelamatkan seluruh hutan di Kalimantan. Kegiatan Kenal Medan merupakan kegiatan pelatihan, seperti Panjat Tebing, Hutan Gunung, Lingkungan Hidup, dan Arus Jeram.

Kegiatan Panjat Tebing dilakukan di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tempat ini dinilai berpotensi menjadi lokasi wisata yang berbasis masyarakat. Untuk Hutan Gunung dilakukan dengan tracking menelusuri potensi wisata di puncak Halau-Halau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan Lingkungan Hidup dilakukan di Pulau Curiak, Kabupaten Batola dengan pelestarian hewan Bekantan yang merupakan maskot Kalimantan Selatan. Selain itu, Caving merupakan kegiatan menyusuri gua, pengenalan alam, dan pengenalan topografi gua. Namun, untuk kegiatan Arus Jeram dibatalkan karena debit air di air terjun yang menjadi lokasi kegiatan tidak mencukupi.

Menurut Vivi, kegiatan ini sangat menyenangkan. “Dari kegiatan ini, kita bisa belajar potensi-potensi wisata dari berbagai hal. Bukan hanya sungai ataupun laut, tetapi juga dari panjat tebing dan gua dapat dijadikan sebagai tempat wisata. Namun, akan percuma juga jika medianya tidak ikut dijaga.” ujar Vivi antusias. Dari kegiatan ini, Vivi pun berharap agar untuk kedepannya kegiatan ini berjalan sukses dan dari pihak Kampus STIKI Indonesia dapat mengirim orang lebih banyak lagi untuk kegiatan seperti ini. (IGI2/STIKIZen/Humas)