Generic placeholder image

STIKI KEMBANGKAN MIKROTIK ACADEMY PROGRAM.

22 Jul 2017   Berita

Foto : Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom (paling kanan) berfoto dengan pihak MikroTik (tengah) setelah dinyatakan Lulus sebagai Trainer MikroTik. Bukti sertifikat Trainer MikroTik (pojok kiri bawah)

Foto : Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom (paling kanan) berfoto dengan pihak MikroTik (tengah) setelah dinyatakan Lulus sebagai Trainer MikroTik. Bukti sertifikat Trainer MikroTik (pojok kiri bawah)

Sebagai perguruan tinggi dengan bidang ilmu informatika dan komputer STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) yang berlamat di Jalan Tukad Pakerisan No. 97 Denpasar, berkomitmen menyiapkan mahasiswa dan lulusannya menjadi sarjana komputer yang memiliki keahlian dalam bidang IT.  Salah satu bentuk realisasi dari komitmen tersebut, beberapa hari yang lalu, STIKI Indonesia secara resmi mengembangkan MikroTik Akademi Program (MAP). Seperti yang diketahui, bahwa MikroTik Academy Program (MAP) atau Program Akademi MikroTik adalah sebuah program yang di siapkan untuk jalur pendidikan, yaitu lembaga pelatihan, universitas, sekolah tinggi dan sejenisnya untuk mempelajari MikroTik.

Menurut Ni Luh Wiwik Sri Rahayu G, S.Kom.,M.Kom menyatakan bahwa kelas MikroTik akan banyak menggunakan Laboratorium, layaknya Pelatihan Sertifikasi MikroTik dengan komposisi 30% teori dan 70% praktek. Pada akhir pembelajaran akan terdapat Ujian untuk mengukur seberapa jauh kemampuan yang dimiliki dan sertifikat-nya di keluarkan langsung dari MikroTik Latvia dan tetap berlaku secara Internasional.

Dalam upaya pelaksanaan program tersebut, STIKI Indonesia telah melalui beberapa tahapan antara lain menyiapkan trainer yang telah disertifikasi oleh MikroTik dan menyiapkan sarana-prasarana yang dibutuhkan untuk kelancaran program itu. Pada tahap awal ini, STIKI Indonesia telah memiliki satu orang trainer yang telah tersertifikasi oleh MiktoTik yaitu Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom.

Program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang jaringan ini akan diselenggarakan sekali dalam satu semester di Kampus STIKI Indonesia. Bagi mahasiswa yang hendak mengikuti program ini bisa mendaftar melalui Unit Pelaksana Sertifikasi (UPS) STIKI Indonesia. (Humas).

 

 

 

Generic placeholder image

“Manipura Chakra” implementasi semangat menjadi dan memberi dalam Kain Endek STIKI Indonesia.

06 Jun 2017   Berita

Manipura Chakra – Kain Endek Dosen dan Staf STIKI Indonesia yang di-lounching pada 1 Juni 2017 lalu.

Manipura Chakra – Kain Endek Dosen dan Staf STIKI Indonesia yang di-lounching pada 1 Juni 2017 lalu.

Identitas adalah simbolisasi ciri khas yang mengandung diferensiasi dan mewakili citra organisasi. Identitas dapat berasal dari sejarah, visi atau cita-cita, misi atau fungsi, tujuan, strategi atau program. Berbicara mengenai identitas sebenarnya itu adalah sebuah definisi diri dan itu bisa di berikan oleh orang lain atau kita yang memberikanya. Pelacakan identitas akan menerangkan tentang siapa kita, karena pelacakan identitas adalah upaya pendefinisian diri. Baik definisi dari orang lain maupun dari kita sendiri. Ketika kita berbicara identitas maka kita harus melihat ke masa lalu, di dalam konteks, identitas itu bukanlah sebuah proses produksi di ruang vakum tetapi di dalam relasi-relasi kita dengan orang lain. Kemudian kemajemukan adalah yang mencerminkan ketinggalan diri, definisi siapa kita dan yang bukan kita adalah definisi yang di lakukan sendiri dan definisi diri yang di nisbahkan oleh pihak lain yang berelasi dengan kita.

Dalam upaya menentukan identitas, STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) sebagai salah satu perguruan tinggi yang terletak di wilayah provinsi Bali secara sederhana dan penuh makna memberikan identitas terhadap segala sesuatunya yang mencerminkan institusi tersebut. Satu diantara sekian banyak identitas milik STIKI Indonesia adalah dituangkannya makna Manipura Chakra dalam desain kain endek seragam dosen dan staf STIKI Indonesia.

I Made Marthana Yusa adalah sosok pencipta dari rancangan kain endek Manipura Chakra tersebut. Pria kelahiran Beraban Tabanan ini adalah seorang dosen dengan bidang keahlian desain multimedia di STIKI Indonesia. Beliau menciptakan rancangan kain endek Manipura Chakra ini pada tahun 2016 lalu dan tepat pada hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2017 lalu, endek tersebut untuk pertama kalinya dipublikasikan oleh seluruh dosen dan staf di STIKI Indonesia dalam rangka upacara memperingati hari lahirnya Pancasila. Hal ini tentu menjadi sejarah bagi STIKI Indonesia, mengingat salah satu identitas akan institusi tersebut di-lounching bertepatan dengan hari bersejarah bagi Bangsa dan Negara Indonesia.

Manipura Chakra secara sederhana memiliki makna  sebagai pusat dinamika, energi, kekuatan, dan prestasi, yang memancarkan prana ke seluruh tubuh manusia. Hal ini terkait dengan kekuatan api, serta dengan indera penglihatan dan aksi gerakan. Hal ini jika dikaitkan dengan STIKI Indonesia maka ada sebuah konsep yang telah tertanam pada sivitas akademika yaitu sebuah energi dan kekuatan untuk memancarkan semangat menjadi dan memberi secara terus menerus sehingga menjadi insan dan pribadi yang bernilai guna untuk alam semesta beserta isinya.

Disamping simbol Manipura Chakra, terdapat sebuah visualisasi dari burung Phoenix sebagai simbol rejuvenation (kebangkitan setelah mati/peremajaan). Phoenix ini merupakan pengembangan konsep dari ikon burung dalam lambang STIKI Indonesia. Phoenix dalam rancangan kain endek STIKI Indonesia merupakan petanda semangat muda dengan jiwa pembaharu sebagai perwakilan karakter dosen dan staf STIKI Indonesia yang mayoritas adalah generasi muda.

Visualisasi dari Manipura Chakra dan burung Phoenix inilah sebuah identitas yang terdapat dalam kain endek STIKI Indonesia. Tentunya dua petanda visual tersebut menjadi kesepakatan bahwa kain endek ini adalah salah satu dari sekian banyak identitas dari STIKI Indonesia.

Ditulis oleh : I Nyoman Widhi Adnyana
(Bidang Hubungan Masyarakat STMIK STIKOM Indonesia)
E-mail : manwidhi@stiki-indonesia.ac.id