Generic placeholder image

Bawa Nama STIKI Indonesia, Vivi terlibat TWKM di Kalimantan Selatan

01 Nov 2019   Berita

Vivi (Mahasiswa STIKI Indonesia) dalam salah satu aksinya di acara TWKM yang berlangsung di Kalimantan Selatan.

Vivi (Mahasiswa STIKI Indonesia) dalam salah satu aksinya di acara TWKM yang berlangsung di Kalimantan Selatan.

Salah satu mahasiswa STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia), Fransiska Flavina Bhubhu (Vivi), mewakili Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Dama Satya untuk mengikuti TWKM (Temu Wicara Kenal Medan) XXXI di Kalimantan Selatan pada Senin sampai Minggu (21-27/10).

Kegiatan TWKM merupakan kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti (Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi). Mapala Meratus Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin berkesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini yang diikuti oleh perwakilan Mapala seluruh universitas di Indonesia.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu TW (Temu Wicara) dan KM (Kenal Medan). Kegiatan Temu Wicara membahas tentang isu-isu lingkungan terutama mengangkat isu “Save Meratus” yang merupakan sebutan untuk perjuangan menyelamatkan seluruh hutan di Kalimantan. Kegiatan Kenal Medan merupakan kegiatan pelatihan, seperti Panjat Tebing, Hutan Gunung, Lingkungan Hidup, dan Arus Jeram.

Kegiatan Panjat Tebing dilakukan di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tempat ini dinilai berpotensi menjadi lokasi wisata yang berbasis masyarakat. Untuk Hutan Gunung dilakukan dengan tracking menelusuri potensi wisata di puncak Halau-Halau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan Lingkungan Hidup dilakukan di Pulau Curiak, Kabupaten Batola dengan pelestarian hewan Bekantan yang merupakan maskot Kalimantan Selatan. Selain itu, Caving merupakan kegiatan menyusuri gua, pengenalan alam, dan pengenalan topografi gua. Namun, untuk kegiatan Arus Jeram dibatalkan karena debit air di air terjun yang menjadi lokasi kegiatan tidak mencukupi.

Menurut Vivi, kegiatan ini sangat menyenangkan. “Dari kegiatan ini, kita bisa belajar potensi-potensi wisata dari berbagai hal. Bukan hanya sungai ataupun laut, tetapi juga dari panjat tebing dan gua dapat dijadikan sebagai tempat wisata. Namun, akan percuma juga jika medianya tidak ikut dijaga.” ujar Vivi antusias. Dari kegiatan ini, Vivi pun berharap agar untuk kedepannya kegiatan ini berjalan sukses dan dari pihak Kampus STIKI Indonesia dapat mengirim orang lebih banyak lagi untuk kegiatan seperti ini. (IGI2/STIKIZen/Humas)

Generic placeholder image

STIKI Indonesia Wisuda 238 Sarjana Komputer, Paringga Nurlana Putra Peraih IPK Tertinggi

18 Okt 2019   Berita

Para Wisudawan Foto Bersama setelah Prosesi Wisuda XIV (17/10)

Para Wisudawan Foto Bersama setelah Prosesi Wisuda XIV (17/10)

Denpasar – STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) sebagai salah satu Perguruan Tinggi IT di Bali kembali menggelar Wisuda ke-XIV yang diikuti oleh 238 wisudawan, bertempat di The Westin Bali International Convention Centre pada Kamis (17/10). Wisudawan terdiri dari 210 lulusan program studi TI (Teknik Informatika) dan 28 lulusan dari program studi SK (Sistem Komputer).

Dalam sambutannya Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T., menyampaikan  bahwa kelulusan bukanlah sebuah akhir, tetapi merupakan sebuah awal untuk memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, kampus memberikan pembekalan yang luar biasa kepada mahasiswa baik secara intelektual maupun secara sikap dan mental. “Mahasiswa agar segera bekerja atau berwirausaha dan jangan terlalu memilih entah itu di perusahaan besar ataupun perusahaan kecil. Nanti jika Anda bekerja di perusahaan kecil, Anda akan banyak belajar dan banyak mendapatkan tanggung jawab.” Imbuhnya.

Tidak hanya mahasiswa, Dewa Muku juga memberi pesan kepada para orang tua agar melepaskan anaknya dan jangan menanggung mereka lagi secara finansial, karena mereka sudah berbekal ilmu pengetahuan dan penerapannya, serta memiliki kemampuan untuk mengarungi kehidupannya sendiri. “Berilah mereka kesulitan, karena dari kesulitanlah mereka akan menjadi kuat,” tambah beliau dengan antusias.

Sementara itu, Tanadi Santoso, MBA  selaku perwakilan Yayasan Wahana Widya Wisesa sekaligus sebagai motivator ternama di Indonesia, memberikan sambutan serta mengupas singkat mengenai Revolusi Industri 4.0. Beliau menuturkan bahwa lima tahun ke depan, apa yang telah dipelajari akan terpakai dan dapat berubah keadaannya. Semangat untuk belajar lagi adalah kunci yang paling penting untuk maju. “Sekarang ini merupakan zaman dengan mindset yang begitu hebat. Anda sebagai mahasiswa yang baru lulus mempunyai tantangan yang begitu besar untuk bisa menghadapi dunia yang baru ini, yaitu revolusi industri 4.0. Pola pikir, hati, jiwa, bahkan tubuh harus kita siapkan betul-betul untuk menghadapinya,” pungkas beliau yang tampil dengan semangat.

Kepala LLDIKTI  (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah VIII Prof.Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si juga berpesan dalam sambutannya dengan cara yang sangat menarik. Di sela-sela sambutannya beliau menyanyikan beberapa lagu singkat yang berisi pesan kepada mahasiswa jika sudah lulus, jangan lagi menyusahkan orang tua dan cepatlah bekerja. “Semangat, kemauan, dan keberanianlah yang menjadi kunci menuju kesuksesan,” ujarnya.

Tak luput dalam prosesi Wisuda tersebut yakni penobatan Paringga Nurlana Putra dari program studi TI sebagai wisudawan dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi 3,88, sedangkan IPK tertinggi dari program studi SK diraih oleh I Made Endi Sumahadi.Karya terbaik dari program studi TI diraih oleh Dewa Made Prasada Kusuma Adiputra dengan karyanya, yaitu “Rancang Bangun Sistem Single Sign-On pada STIKI Indonesia Menggunakan Protokol Central Authentication Service dan Database No SQL” dan karya terbaik dari program studiSK oleh I Made Andika Yana dengan karyanya, yaitu “Rancang Bangun Sistem Penginputan Token Listrik Berbasis Internet of Things”.

Sebagai perwakilan wisudawan, Paringga Nurlana Putra memberikan kesan dan pesan. Nurlana mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran STIKI Indonesia, “Kita semua adalah wisudawan terbaik. Semoga dengan gelar ini, kita bisa menjadi berguna untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan,” imbuh Nurlana.

Acara berlangsung dengan suasana kekeluargaan. Kendati demikian, acara ini tetap  bernuansa akademis dan kecendekiawanan seperti halnya pemaparan orasi ilmiah oleh Kandidat Doktor I Nyoman Jayanegara, M.Sn. dengan judul “Disrupsi Desain Komunikasi Visual dan Revolusi Industri 4.0”. (IGI2/Tim Humas)

Generic placeholder image

Elegan dan Estetis Inilah Perpustakaan STIKI Indonesia Jaman Now

15 Okt 2019   Berita

Salah satu sudut Perpustakaan STIKI Indonesia yang Elegan dan Estetis

Denpasar – Tahun ini, perpustakaan STIKI Indonesia mempunyai wajah baru. Dari yang sebelumnya hanya memiliki satu meja besar dan beberapa kursi didalamnya, kini sudah ada beberapa meja yang bisa digunakan untuk membaca buku serta luas bangunan yang bertambah.

Tempat yang identik dengan buku ini nyatanya bisa mengubah nasib seseorang menjadi lebih sukses. Sesungguhnya perpustakaan memainkan peranan penting bagi suksesnya para mahasiswa, perpustakaan merupakan jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan, dapat memberikan kontribusi penting bagi terbukanya akses informasi, serta menyediakan data yang akurat bagi proses pengambilan sumber-sumber refrensi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, kini kampus STMIK STIKOM Indonesia menyulap sebuah perpustakaan dengan cara mendesign ruangan perpustakaan sedemikian rupa dan menambah fasilitas tempat duduk supaya mahasiswa tetap merasa nyaman saat membaca ataupun dalam melakukan diskusi dan bisa merasa betah berada diperpustakaan.

Made Aji Andreana salah satu pegawai perpustakaan dalam bidang pengelolaan mengatakan bahwa dengan adanya penambahan tempat duduk dalam perpustakaan ini membuat perpustakaan menjadi luas dan tidak ada lagi mahasiswa yang harus berdiri saat membaca buku karena keterbatasan tempat duduk seperti perpustakaan yang dulu.

“Penambahan tempat duduk diperpustakaan mempunyai dampak positif dan negatifnya, tetapi kembali lagi itu adalah kesadaran kita untuk memanfaatkan fasilitas kampus sesuai dengan kegunaanya. Dampak positif yang saya liat yaitu perpustakaan menjadi lebih luas dan nyaman, sedangkan negatifnya penyalahgunaan fungsi perpustakaan secara umum yaitu membaca dan mencari informasi malah dijadikan tempat untuk bersantai dan mengobrol-ngobrol bahkan untuk bermain game,” ujar Utari salah satu mahasiswi STIKI.

Penataan buku diperpustakaan STIKI Indonesia ditata rapi menggunakan defisi, sehingga buku-buku yang ingin dicari para mahasiswa mudah ditemukan karena telah diurutkan dengan baik. Selain itu untuk mencerminkan STIKI Indonesia sebagai kampus teknologi informasi yang selalu mengikuti perubahan jaman, sistem peminjaman buku menggunakan aplikasi yang disebut Library Management System (SLIMS). SLIMS merupakan perangkat lunak sistem manajemen perpustakaan sumber terbuka yang dilisensikan di bawah GPL v3. Aplikasi SLIMS ini memiliki fitur yang lengkap dan tampilan yang bagus sehingga membantu mahasiswa dalam peminjaman buku yang diinginkan.

Harapan kedepannya yaitu menjadikan perpustakaan yang sekarang menjadi perpustakaan digital. Dimana perpustakaan digital ini adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku yang sebagian besar dalam bentuk format digital dan dapat diakses dengan komputer dengan cepat dan mudah. Namun, membangun perpustakaan digital bukan suatu pekerjaan yang mudah. Perencanaan dan studi kelayakan secara teknis, ekonomis, dan social harus dilakukan. Apabila berhasil membangun perpustakaan digital secara baik, citra perpustakaan akan semakin meningkat. Ketika tingkat kepercayaan dari pihak yang berkepentingan terhadap perpustakaan sudah tinggi, maka apapun program yang diusulkan kepada pihak universitas/akademi akan mudah disetujui.

Penulis : Ni Kadek Dwi Anggreni, Patrisius Gole (STIKIZen.id)