Generic placeholder image

Kembangkan Jejaring, INBIS STIKI Indonesia Ikuti Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi

06 Des 2018   Berita

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir membuka kegiatan Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi di Jakarta

Denpasar — Perwakilan Inkubator Bisnis (INBIS) STIKI Indonesia menghadiri  Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi yang diadakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) di Jakarta, 4 – 5 Desember 2018.

Menteri Riset Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D turut hadir serta membuka kegiatan dengan tema “Menuju Inovasi Industri 4.0” tersebut. Dalam sambutannya, Mohamad Nasir menyampaikan bahwa pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk dapat melampaui hasil penelitian menjadi produk inovasi yang dapat dipasarkan kepada masyarakat. Beliau menambahkan, salah satu caranya adalah memastikan perguruan tinggi memiliki inkubator bisnis teknologi (IBT) yang produktif sehingga dapat melahirkan wirausaha atau perusahaan pemula (start-up) berbasis teknologi. “Start-up menjadi sangat penting, bagaimana mempertemukan antara academicians, business, maupun government (triple helix) untuk berkolaborasi. Ini yang harus kita perhatikan,” ujar mantan rektor Universitas Diponogoro tersebut.

Selanjutnya, Mohamad Nasir berharap di masa mendatang perguruan tinggi dengan akreditasi A dan B harus memiliki inkubasi bagi dosen dan mahasiswa yang memiliki hasil penelitian sehingga dapat menjadi inovasi dan dapat dipasarkan langsung ke masyarakat. “Semua perguruan tinggi ke depan harus punya inkubasi, harus punya teaching factory dalam rangka mengembangkan inovasi di Indonesia, khususnya inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi,” tegasnya dihadapan sekitar 200 pengelola IBT yang datang dari segala penjuru Indonesia.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Kemenristek Dikti menghadirkan beberapa narasumber diantaranya: Reto Sumekar (Direktur PPBT Kemenristekdikti), Lukito Hasta Pratopo (Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemenristekdikti), I Wayan Dipta (Ketua Dewan LLP-KUMKM), Dr, Hoang Anh Tuan (Vice Director, Center form Bisiness Incubation of Agricultural High Technology HCM City, Vietnam), Dr. Kihoko Tokue (Managing Director, Leave a Nest Singapore Pte. Ltd), Max Weber, MBA Fin. MKtg (Head ASEAN and Program Manager Asean Enterpreneurship Training Program (AETP)), Dato’ Norhamil bin Yanus (CEO Malaysia Technogy Development Corporation, Malaysia), Muhammad Imran (Founder of Data Diven Asia), Meidya Fitranto (CEO NODEFLUX), Sebastian Wijaya (CEO Seroyamart.com), Bayu Dwi Apri Nugroho (Co-Founder (Vice CEO) PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB)), Sapto Adi Junarso (Executive Vice President PT BEI), Teezar Firmansyah (Partner, Kalibra Capital), David Soukhsing (Managing Director ANGIN), Dr. Ir. Andi Buchari, MM (CEO-Halal Ventures Indonesia), Arya N Soemali (Director of IT Service Lintasarta).

Dari seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Provinsi Bali diantaranya adalah Inkubator Bisnis STIKI Indonesia, Inkubator UNUD, Inkubator STMIK Primakara, Inkubator UNHI, dan Inkubator Swastika Bali. Totok Suryawan yang merupakan Kepala INBIS STIKI Indonesia seusai hadir di kegiatan tersebut menjelaskan program terdekat INBIS STIKI Indonesia yaitu mendampingi tenant untuk memenangkan hibah Kemenristekdikti  dalam program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 dan 14 Desember di Jakarta. Selanjutnya, pada tanggal 15 Desember 2018 INBIS STIKI Indonesia akan mengadakan acara Demo Day. Totok berpesan, untuk para pembaca yang ingin melihat langsung startup-startup keren Bali Pitching dapat mendaftar melalui bitly/reg-demodaystiki.(DEP)

 

Generic placeholder image

Optimalkan Pelaksanaan Tri Dharma, STIKI Indonesia Berlakukan SSD

22 Nov 2018   Berita

Kepala LPPM STIKI Indonesia Ida Bagus Ari Indra Iswara, M. Kom jelaskan teknisi kegiatan SSD (19/11) yang lalu.

Kepala LPPM STIKI Indonesia Ida Bagus Ari Indra Iswara, M. Kom jelaskan teknisi kegiatan SSD (19/11) yang lalu.

Denpasar – Upaya meningkatkan dan mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dosen STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia), yaitu berupa pelaksanaan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat atau yang sering disebut dengan istilah Tri Dharma, kini semakin mantap dilaksanakan.

Hal tersebut terbukti dengan dimulainya gerakan STIKI Science Day (SSD) yang telah dilaunching pada Senin (19/11) yang lalu.

Menurut Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKI Indonesia mengatakan bahwa kegiatan SSD tersebut merupakan sebuah upaya mengoptimalkan kewajiban dosen di STIKI Indonesia untuk melaksanakan Tri Dharma.

“STIKI Indonesia ingin agar dosen semakin optimal dalam melaksanakan kewajibannya untuk mengajar, meneliti dan mengabdi. Agar optimal, terarah, dan terukur maka kami bersama 2 lembaga lain yaitu LPTPK dan LPIK berinisiatif untuk menyelenggarakan aksi STIKI Science Day atau SSD ini” jelas pria yang disapa Gus Ari ini.

Dijelaskan juga bahwa dalam kegiatan SSD tersebut, para dosen akan membuat perencanaan kegiatan yang menyangkut Tri Dharma hingga pada tahap mengerjakan dan pelaporan hasil kegiatan SSD.

“Kita siapkan agar setiap hari Senin, semua dosen mengerjakan apa yang telah direncanakan dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma itu misalnya ada yang buat buku, membuat penelitian, membuat proyek Kreativitas, kemudian setiap minggu kita evaluasi pelaksanaan atau realisasinya, sejauh mana progresnya kita kuantitatifkan sehingga benar-benar terukur” tambah Gus Ari.

Untuk memastikan kegiatan SSD ini berlangsung secara efektif dan produktif, LPTPK STIKI Indonesia sebagai lembaga yang mengurus Sumber Daya Manusia akan memantau seluruh aktivitas para dosen.

Sementara itu, LPIK STIKI Indonesia dalam hal SSD ini memiliki andil dalam menyiapkan fasilitas seperti laboratorium dan peralatan yang diperlukan oleh dosen sehingga terjamin ketersediaannya.

Dilihat dari segi kesiapan para dosen untuk melaksanakan kegiatan SSD ini, nampaknya sangat antusias. Terbukti, setelah kegiatan itu dilaunching para dosen beramai-ramai mengisi formulir perencanaan kegiatan SSD dalam kurun waktu satu tahun akademik. (inwa)

Generic placeholder image

Penuhi Kualifikasi Dunia Kerja/Dunia Industri, Mulai Februari 2019 Mahasiswa STIKI Wajib Miliki 3 Sertifikat Kompetensi

16 Nov 2018   Berita

Suasana pelaksanaan Sertifikasi di STIKI Indonesia

Suasana pelaksanaan Sertifikasi di STIKI Indonesia

Denpasar – Upaya STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) dalam rangka menyiapkan dan membekali para lulusannya untuk siap berkompetisi dan memenuhi kualifikasi di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) nampaknya benar-benar menjadi perhatian khusus. Hal tersebut dibuktikan dengan akan diberlakukannya kebijakan wajib memiliki 3 sertifikat keahlian atau kompetensi bagi seluruh mahasiswa di kampus yang memiliki spirit menjadi dan memberi ini.

Kebijakan wajib memiliki 3 sertifikasi kompetensi atau keahlian bagi seluruh mahasiswa itu direncanakan mulai diterapkan pada bulan Februari 2019 (awal semester genap –red) nanti, kendati masih jauh menurut Kepala Unit Pelaksana Sertifikasi Ni Luh Wiwik Sri Rahayu G, S.Kom.,M.Kom mengatakan bahwa saat ini pihaknya dalam tahap merampungkan skema dan aturan mengenai pelaksanaan sertifikasi tersebut.

“Sebelumnya kami sudah bahkan sedang menyelenggarakan uji kompetensi juga, namun yang sedang berjalan ini hanya baru diwajibkan untuk mahasiswa yang akan lulus dan hanya 1 sertifikasi saja. Terkait Kebijakan mengenai wajib memiliki 3 sertifikasi keahlian atau kompetensi bagi seluruh lulusan STIKI Indonesia itu adalah sebuah kebijakan yang sangat tepat diterapkan pada era MEA dan revolusi industri 4.0 saat ini, serta untuk memenuhi Kualifikasi saat bekerja atau berwirausaha. Untuk itu, STIKI Indonesia melalui Unit Pelaksana Sertifikasi akan mewajibkan kepada seluruh mahasiswa agar memiliki 3 sertifikat keahlian atau kompetensi melalui uji kompetensi, sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, tepatnya pada pasal 1 yang intinya menyangkut proses pemberian sertifikat kompetensi yang harus dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui pelaksanaan uji kompetensi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional atau KKNI, Standar Internasional, serta Standar Khusus” Jelas Wiwik.

Wiwik juga mengatakan bahwa berkaitan akan diterapkannya kebijakan tersebut, telah disiapkan pola dan strategi agar mahasiswa sejak awal atau sejak semester dua mulai melengkapi diri dengan ikut serta dalam uji kompetensi secara bertahap. “STIKI Indonesia akan mewajibkan setiap satu orang mahasiswa sebelum lulus memiliki minimal 3 sertifikat kompetensi. Kami sudah siapkan strateginya agar mahasiswa tidak over load memikirkan dan mengikuti sertifikasi uji kompetensi ini. Jadi mulai semester genap nanti kira-kira bulan Februari 2019, seluruh mahasiswa mulai angkatan 2017 sudah bisa mengikuti salah satu dari tiga jenis sertifikasi yang kita siapkan seperti sertifikasi paling dasar adalah office, kemudian communication skill, database, desain, dan networking. Mahasiswa nanti bisa ikut sertifikasi dari tahapan paling dasar yang wajib harus ditempuh dulu yaitu kompetensi office lalu setelah itu bisa mengikuti sertifikasi keahlian yang lainnya”.

Dalam hal kesiapan penyelenggaraan sertifikasi tersebut pihak Unit Penyelenggara Sertifikasi STIKI Indonesia telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga sertifikasi tingkat Nasional dan Internasional yang telah memiliki kredebilitas dan telah memenuhi ketentuan yang telah ada.

Dihubungi melalui saluran telepon, Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T.,M.T mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi ini sangat berguna bagi seluruh mahasiswa sebagai bentuk pengakuan secara sah bahwa mahasiswa tersebut memang benar memiliki kompetensi yang telah di ujikan dan dinyatakan lulus.

“Sertifikasi kompetensi ini sangat dibutuhkan dalam rangka memenuhi kualifikasi sumber daya manusia di dunia usaha dan dunia kerja, untuk itu mahasiswa nanti saat lulus dari STIKI Indonesia selain mendapatkan Ijasah Sarjana Komputer juga sudah punya tiga sertifikat kompetensi, artinya mahasiswa itu memang diakui kompetensinya dalam bidang-bidang tertentu secara sah yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi itu setelah melalui proses uji kompetensi. Tidak hanya itu saja, saat lulus sudah punya ijasah ditambah punya sertifikat kompetensi, maka akan makin cepat bisa berkompetisi di dunia usaha dan dunia kerja karena kualifikasi pengakuan sebuah keahlian atau kompetensi sudah ada, sederhananya daya saing jadi meningkat dan memiliki nilai beda dengan yang tidak memiliki sertifikat keahlian” jelas Muku.

Muku juga mengajak agar mahasiswa STIKI Indonesia mulai bersiap-siap sejak dini untuk mengikuti 3 uji kompetensi atau sertifikasi yang akan berlaku secara wajib mulai semester genap tahun akademik 2018/2019 pada bulan Februari 2019 nanti hingga sebelum dinyatakan lulus atau sebelum di wisuda.(inwa)