Generic placeholder image

“Manipura Chakra” implementasi semangat menjadi dan memberi dalam Kain Endek STIKI Indonesia.

06 Jun 2017   Berita, Kegiatan

Manipura Chakra – Kain Endek Dosen dan Staf STIKI Indonesia yang di-lounching pada 1 Juni 2017 lalu.

Manipura Chakra – Kain Endek Dosen dan Staf STIKI Indonesia yang di-lounching pada 1 Juni 2017 lalu.

Identitas adalah simbolisasi ciri khas yang mengandung diferensiasi dan mewakili citra organisasi. Identitas dapat berasal dari sejarah, visi atau cita-cita, misi atau fungsi, tujuan, strategi atau program. Berbicara mengenai identitas sebenarnya itu adalah sebuah definisi diri dan itu bisa di berikan oleh orang lain atau kita yang memberikanya. Pelacakan identitas akan menerangkan tentang siapa kita, karena pelacakan identitas adalah upaya pendefinisian diri. Baik definisi dari orang lain maupun dari kita sendiri. Ketika kita berbicara identitas maka kita harus melihat ke masa lalu, di dalam konteks, identitas itu bukanlah sebuah proses produksi di ruang vakum tetapi di dalam relasi-relasi kita dengan orang lain. Kemudian kemajemukan adalah yang mencerminkan ketinggalan diri, definisi siapa kita dan yang bukan kita adalah definisi yang di lakukan sendiri dan definisi diri yang di nisbahkan oleh pihak lain yang berelasi dengan kita.

Dalam upaya menentukan identitas, STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) sebagai salah satu perguruan tinggi yang terletak di wilayah provinsi Bali secara sederhana dan penuh makna memberikan identitas terhadap segala sesuatunya yang mencerminkan institusi tersebut. Satu diantara sekian banyak identitas milik STIKI Indonesia adalah dituangkannya makna Manipura Chakra dalam desain kain endek seragam dosen dan staf STIKI Indonesia.

I Made Marthana Yusa adalah sosok pencipta dari rancangan kain endek Manipura Chakra tersebut. Pria kelahiran Beraban Tabanan ini adalah seorang dosen dengan bidang keahlian desain multimedia di STIKI Indonesia. Beliau menciptakan rancangan kain endek Manipura Chakra ini pada tahun 2016 lalu dan tepat pada hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2017 lalu, endek tersebut untuk pertama kalinya dipublikasikan oleh seluruh dosen dan staf di STIKI Indonesia dalam rangka upacara memperingati hari lahirnya Pancasila. Hal ini tentu menjadi sejarah bagi STIKI Indonesia, mengingat salah satu identitas akan institusi tersebut di-lounching bertepatan dengan hari bersejarah bagi Bangsa dan Negara Indonesia.

Manipura Chakra secara sederhana memiliki makna  sebagai pusat dinamika, energi, kekuatan, dan prestasi, yang memancarkan prana ke seluruh tubuh manusia. Hal ini terkait dengan kekuatan api, serta dengan indera penglihatan dan aksi gerakan. Hal ini jika dikaitkan dengan STIKI Indonesia maka ada sebuah konsep yang telah tertanam pada sivitas akademika yaitu sebuah energi dan kekuatan untuk memancarkan semangat menjadi dan memberi secara terus menerus sehingga menjadi insan dan pribadi yang bernilai guna untuk alam semesta beserta isinya.

Disamping simbol Manipura Chakra, terdapat sebuah visualisasi dari burung Phoenix sebagai simbol rejuvenation (kebangkitan setelah mati/peremajaan). Phoenix ini merupakan pengembangan konsep dari ikon burung dalam lambang STIKI Indonesia. Phoenix dalam rancangan kain endek STIKI Indonesia merupakan petanda semangat muda dengan jiwa pembaharu sebagai perwakilan karakter dosen dan staf STIKI Indonesia yang mayoritas adalah generasi muda.

Visualisasi dari Manipura Chakra dan burung Phoenix inilah sebuah identitas yang terdapat dalam kain endek STIKI Indonesia. Tentunya dua petanda visual tersebut menjadi kesepakatan bahwa kain endek ini adalah salah satu dari sekian banyak identitas dari STIKI Indonesia.

Ditulis oleh : I Nyoman Widhi Adnyana
(Bidang Hubungan Masyarakat STMIK STIKOM Indonesia)
E-mail : manwidhi@stiki-indonesia.ac.id

Generic placeholder image

JUDIKA IDOL “SAMBANGI” STIKI INDONESIA, Sivitas akademika kompak histeris.

06 Jun 2017   Berita

Foto Bersama Judika (bertopi) – Beberapa Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKI Indonesia foto bersama dengan Judika setelah acara berlangsung.

Foto Bersama Judika (bertopi) – Beberapa Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKI Indonesia foto bersama dengan Judika setelah acara berlangsung.

Sabtu (3/6) lalu artis Nasional jebolan ajang pencarian bakat disalah satu stasiun televisi di Indonesia ini bertandang ke kampus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) yang terletak di Jalan Tukad Pakerisan No. 97 Panjer Denpasar.  Judika, itulah nama yang membesarkan dirinya di blantika musik Indonesia. Pria kelahiran Sumatera Utara yang bernama lengkap Judika Nalon Abadi Sihotang ini bertandang ke Kampus STIKI Indonesia dalam rangka meet & great serangkaian promo album terbaru miliknya bersama-sama dengan Telkomsel.

Pada kesempatan itu, sivitas akademika STIKI Indonesia yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dihibur oleh Judika dengan 3 lagu serta para sivitas akademika berkesempatan untuk berfoto bersama sang artis. Spontan saja dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang didominasi oleh kaum perempuan itu histeris ketika sang idola memasuki Auditorium STIKI Indonesia. Dari luar ruangan terdengar yel-yel “Judika….Judika…Judika..Judika….”  begitu keras. Lebih bombastis lagi ketika Judika melantunkan lagu pertamanya, sivitas akademika kompak untuk makin histeris dan larut dalam suara Tenor milik judika.

Ditemui seusai acara, Welda, S.Kom.,M.T.I selaku Pembantu Ketua bidang Kemahasiswaan menyatakan bahwa lembaga (STIKI Indonesia) sangat beruntung sekali dengan kehadiran Judika mengingat tidak semua kampus dikunjungi dalam tour-nya tahun ini. “Kami atas nama lembaga sangat beruntung sekali karena dengan hadirnya Judika Bapak/Ibu Dosen, Tenaga Kependidikan dan para mahasiswa bisa bertatap muka langsung dengan salah satu putra bangsa yang berprestasi dan di Bali hanya kampus STIKI Indonesia saja yang dikunjungi”.  Pada kesempatan itu juga, Judika menyempatkan diri untuk berbagi informasi inspiratif kepada seluruh sivitas akademika yang hadir diruangan itu.

Generic placeholder image

STIKI INDONESIA AKOMODASI KEBUTUHAN SDM PELAKU DU-DI

05 Jun 2017   Berita

Dengar pendapat – Kepala Program Studi TI STIKI Indonesia menyampaikan draft rancangan kurikukulum baru STIKI Indonesia Jumat (2/6/17) kemarin.

Dengar pendapat – Kepala Program Studi TI STIKI Indonesia menyampaikan draft rancangan kurikukulum baru STIKI Indonesia Jumat (2/6/17) kemarin.

Dalam rangka menyelaraskan kualifikasi kebutuhan sumber daya manusia pada dunia usaha/dunia industri dengan kurikulum STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia), pada hari Jumat (2/6) kemarin dilaksanakan kegiatan dengar pendapat yang menghadirkan para pelaku dunia usaha/dunia industri di Bali dan Nasional. Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 jam tersebut disajikan draft rencana kurikulum baru yang akan diterapkan di STIKI Indonesia selama 5 tahun ke depan. Dari paparan rencana kurikulum tersebut, kurikulum program studi Teknik Informatika menitik beratkan pada kompetensi lulusan yang hendak dicapai yaitu para lulusan akan menguasai keahlian dibidang analisis sistem informasi, konsultan sistem informasi, konsultan e-bisnis, kreatif multimedia, dan desainer komunikasi visual. Semua keahlian tersebut dapat ditempuh melalui tiga konsentrasi yaitu Manajemen Data dan Informasi (MDI), Komputer Akuntansi Bisnis (KAB), dan Desain Multimedia (DM). Sedangkan untuk kurikukulum Program studi Sistem Komputer, para lulusannya nanti dirancang untuk ahli dalam bidang Embedded System Engineer, Computer Network and Server Engineer, dan Software Engineer.
Menurut Kepala program studi Teknik Informatika I Putu Gede Budayasa, M.T.I menyatakan bahwa kegiatan dengar pendapat tersebut dilaksanakan serangkaian dengan perubahan kurikulum yang telah tertuang dalam kebijakan akademik STIKI Indonesia. “Sesuai dengan kebijakan akademik di STIKI Indonesia mensyaratkan bahwa setiap 5 tahun wajib dilakukan perubahan atau peninjauan kurikulum, maka kami harus akomodasi juga kepentingan dan kebutuhan SDM dunia usaha/dunia industry, sehingga kurikulum kami nanti dapat mencetak lulusan yang memang dibutuhkan oleh dunia usaha/industri” imbuhnya.
Pada acara yang berlangsung di Auditorium STIKI Indonesia itu, dunia usaha/dunia industri yang diundang adalah dari sektor industry pariwisata, industry kreatif, software house, asosiasi yang bergerak dalam bidang TI, perwakilan alumni serta unsur pemerintahan.
Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, M.T dalam sambutannya menyatakan bahwa perubahan adalah hal yang tidak bisa dipungkiri, terlebih pada perubahan kurikulum. Tentunya perubahan kurikulum yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga lulusan STIKI Indonesia bisa diterima dan bisa berkarya untuk dunia usaha dan dunia industri.
Untuk diketahui bersama, sesuai dengan Permenristekdikti nomor 15 Tahun 2017 tentang Penamaan Program Studi pada Perguruan Tinggi maka STIKI Indonesia telah mengajukan perubahan dan penyesuaian nama program studi yaitu Program Studi Teknik Informatika menjadi Program Studi Teknologi Informasi dan Program Studi Sistem Komputer menjadi Program Studi Rekayasa Sistem Komputer.