Generic placeholder image

Komputerisasi Proses Desain Pengrajin Furniture, Dosen STIKI Dukung UMKM di Mataram

20 Jan 2020   Berita

WhatsApp Image 2020-01-18 at 12.52.19

Denpasar – Menjelajah luar Bali, dua dosen STMIK STIKOM Indonesia, Ni Ketut Utami Nilawati, S.T., M.T. dan I Gede Eka Dharsika, S.T., M.T. mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di wilayah Mataram, Lombok pada tanggal 1 hingga 4 Juli 2019.

Kegiatan PKM diselenggarakan untuk melatih salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di wilayah Mataram, yaitu Pengrajin Art Furniture. UMKM ini bergerak di bidang limbah kayu yang diolah menjadi meja, kursi, maupun furniture lainnya. Selama ini pengrajin diketahui melakukan pengerjaan secara manual. Kegiatan PKM melatih pengrajin membuat sketsa dengan menggunakan aplikasi AutoCad serta membuat penawaran dan pembuatan Invoice dengan memanfaatkan Microsoft Excel.

Selama PKM berlangsung, peserta mampu membuat sketsa sederhana pada aplikasi AutoCad dan membuat list harga maupun bukti transaksi dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel. PKM dihadiri oleh pemilik UMKM dan satu staf yang mendampingi. Dosen STIKI mendapat sambutan baik dari pemilik UMKM, menurut Ni Ketut Utami Nilawati, S.T., M.T. pemilik UMKM tersebut sudah lama ingin membuat desain yang terkomputerisasi. Dirinya berharap PKM ini dapat diselenggarakan kembali karena PKM yang diadakan memiliki keterbatasan waktu dan belum banyak ilmu yang bisa diberikan kepada pemilik UMKM.

“Ini kan pengabdian yang insidental, waktunya sangat terbatas, jadi mungkin waktunya masih kurang panjang ya. Semoga dengan kegiatan PKM ini owner terbantu dan tidak lagi melakukan pengerjaan seperti membuat sketsa secara manual. “ Tutup Ni Ketut Utami Nilawati, S.T., M.T. selaku Ketua PKM pada akhir sesi wawancara. (RVN)

Generic placeholder image

Tingkatkan Kapasitas SDM, Dosen STIKI Coaching Pelaku Wisata di Kintamani

20 Jan 2020   Berita

WhatsApp Image 2020-01-20 at 19.35.17

Denpasar- Menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Duet Dosen STIKI Indonesia melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), yaitu I Gede Totok Suryawan, S.Kom., M.T. dan I Putu Agus Eka Darma Udayana, S.Kom., M.T. Berlokasi di Kintamani Edelweiss Park, Caldera Batur, Kintamani, Bangli dengan mengangkat judul Pelatihan Pengelolaan Website, Media Sosial, dan Google My Business pada Kamis, 16 Januari 2020.

Bali sebagai salah satu tujuan wisata terpaporit di Indonesia bisa mendatangkan jutaan wisatawan setiap tahunnya. Namun, potensi ini ini belum dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat Bali karena sebaran kunjungan wisata yang belum merata. Cenderungnya potensi pariwisata baru dirasakan optimal oleh masyarakat di wilayah Bali Selatan, sehingga Kintamani sebagai salah satu wilayah di Bali Utara dipilih sebagai tempat kegiatan PKM yaitu di Kintamani Edelweiss Park. Kegiatan PKM dihadiri oleh para pengusaha muda pariwisata yang ada di wilayah Kintamani berjumlah 10 orang, diantaranya pemilik paket wisata seperti camping, tracking, cycling, dan natural hot spring dan Pengelola Kintamani Edelweiss Park sendiri.

Dalam kegiatan PKM ini para peserta diberikan tiga materi, yaitu pengetahuan pengelolaan website khususnya menggunakan WordPress, pengelolaan media sosial dengan aplikasi Canva, dan membuat listing produk wisata menggunakan Google My Bussiness.

Acara PKM dikemas secara santai, diharapkan para peserta merasa enjoy dalam kegiatan PKM ini. “Ada yang sudah terbiasa memakai website, bahkan ada yang sudah sampai beriklan. Jadi, materinya kita menyesuaikan lebih ke coaching kepada orangnya langsung, semoga dengan itu kita dapat menyelesaikan masalahnya langsung. Kedepan kita bisa berdoa semoga usahanya dia lancar.” Tutup I Gede Totok Suryawan, S.Kom., M.T. selaku Ketua PKM pada sesi wawancara. (RVN)

Generic placeholder image

Ajak Anak Story Telling dan Unggah ke Youtube, Strategi Dosen STIKI Kurangi Dampak Negatif Smartphone

10 Jan 2020   Berita

IMG2019061617502511

Denpasar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diadakan oleh Tim Dosen STMIK STIKOM Indonesia yang terdiri dari Ni Kadek Ariasih, S.Kom., M.T. ; Agus Ari Iswara, S.S., M.Hum. ; dan Ni Nyoman Ayu J. Sastaparamitha, S.S., M.Pd. pada Jumat-Minggu (13-15/6). Kegiatan yang berjudul “Peningkatan Pembelajaran Berbahasa Inggris Dengan Metode Story Telling Berbasis Multimedia Bagi Anak-Anak Perumahan Citra Tegal Buah” dilaksanakan di Padangsambian Klod, Denpasar Barat.

Anak-anak yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah anak-anak Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 4 SD hingga kelas 6 SD. Jumlah yang mengikuti kegiatan ini awalnya sekitar 15 orang. Namun, secara ajaib bertambah menjadi 25 orang karena penyebaran informasi oleh anak-anak itu sendiri. Sebelum kegiatan dimulai, dilaksanakan pemberian kuisioner terlebih dahulu untuk mengetahui wawasan anak-anak mengenai story telling. Banyak anak-anak yang tidak tahu mengenai hal tersebut, meskipun mereka diajarkan bahasa Inggris di sekolah.

Jika biasanya story telling hanya memfokuskan pada gaya bercerita, berbeda halnya dengan kegiatan ini. Diberikan materi teknik story telling yang dipadukan dengan animasi sederhana, membuat anak-anak menjadi lebih antusias dalam belajar. Tidak hanya diisi dengan materi, kegiatan belajar diselingi pula dengan ice breaking. Sepuluh mahasiswa membantu dalam kegiatan ini, yaitu dalam pembuatan animasi sederhana dan pemberian materi.

Ketika kegiatan ini berlangsung, para orang tua ikut melihat proses belajar mengajar di sebuah tempat yang biasa digunakan para warga berkumpul. Kesempatan ini digunakan untuk memberi arahan kepada orang tua bahwa mendongeng itu penting, yaitu dapat mengurangi penggunaan smartphone yang berlebihan dan penggunaan negative lainnya. Hasilnya, anak-anak bisa mendongeng dan mereka bisa membuat video yang dapat diunggah pada Youtube. Anak-anak dan orang tua terlihat excited. Orang tua mereka berharap kegiatan ini diteruskan pada hari libur, agar anak-anak mereka dapat mengisi waktu mereka dengan kegiatan yang positif.

“Tidak harus di tempat formal, pengabdian dapat dilakukan dari lingkungan sekitar. Meskipun sederhana, namun dapat memberikan dampak yang besar,” ujar Ni Kadek Ariasih, S.Kom., M.T. Dirinya juga mengatakan bahwa dengan mendongeng, pendidikan karakter dapat ditanamkan kepada anak-anak karena dalam sebuah cerita terdapat pesan-pesan yang penuh dengan makna. (IGI2/ Tim Humas)