Generic placeholder image

JUDIKA IDOL “SAMBANGI” STIKI INDONESIA, Sivitas akademika kompak histeris.

06 Jun 2017   Berita

Foto Bersama Judika (bertopi) – Beberapa Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKI Indonesia foto bersama dengan Judika setelah acara berlangsung.

Foto Bersama Judika (bertopi) – Beberapa Dosen dan Tenaga Kependidikan STIKI Indonesia foto bersama dengan Judika setelah acara berlangsung.

Sabtu (3/6) lalu artis Nasional jebolan ajang pencarian bakat disalah satu stasiun televisi di Indonesia ini bertandang ke kampus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) yang terletak di Jalan Tukad Pakerisan No. 97 Panjer Denpasar.  Judika, itulah nama yang membesarkan dirinya di blantika musik Indonesia. Pria kelahiran Sumatera Utara yang bernama lengkap Judika Nalon Abadi Sihotang ini bertandang ke Kampus STIKI Indonesia dalam rangka meet & great serangkaian promo album terbaru miliknya bersama-sama dengan Telkomsel.

Pada kesempatan itu, sivitas akademika STIKI Indonesia yang terdiri dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa dihibur oleh Judika dengan 3 lagu serta para sivitas akademika berkesempatan untuk berfoto bersama sang artis. Spontan saja dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa yang didominasi oleh kaum perempuan itu histeris ketika sang idola memasuki Auditorium STIKI Indonesia. Dari luar ruangan terdengar yel-yel “Judika….Judika…Judika..Judika….”  begitu keras. Lebih bombastis lagi ketika Judika melantunkan lagu pertamanya, sivitas akademika kompak untuk makin histeris dan larut dalam suara Tenor milik judika.

Ditemui seusai acara, Welda, S.Kom.,M.T.I selaku Pembantu Ketua bidang Kemahasiswaan menyatakan bahwa lembaga (STIKI Indonesia) sangat beruntung sekali dengan kehadiran Judika mengingat tidak semua kampus dikunjungi dalam tour-nya tahun ini. “Kami atas nama lembaga sangat beruntung sekali karena dengan hadirnya Judika Bapak/Ibu Dosen, Tenaga Kependidikan dan para mahasiswa bisa bertatap muka langsung dengan salah satu putra bangsa yang berprestasi dan di Bali hanya kampus STIKI Indonesia saja yang dikunjungi”.  Pada kesempatan itu juga, Judika menyempatkan diri untuk berbagi informasi inspiratif kepada seluruh sivitas akademika yang hadir diruangan itu.

Generic placeholder image

STIKI INDONESIA AKOMODASI KEBUTUHAN SDM PELAKU DU-DI

05 Jun 2017   Berita

Dengar pendapat – Kepala Program Studi TI STIKI Indonesia menyampaikan draft rancangan kurikukulum baru STIKI Indonesia Jumat (2/6/17) kemarin.

Dengar pendapat – Kepala Program Studi TI STIKI Indonesia menyampaikan draft rancangan kurikukulum baru STIKI Indonesia Jumat (2/6/17) kemarin.

Dalam rangka menyelaraskan kualifikasi kebutuhan sumber daya manusia pada dunia usaha/dunia industri dengan kurikulum STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia), pada hari Jumat (2/6) kemarin dilaksanakan kegiatan dengar pendapat yang menghadirkan para pelaku dunia usaha/dunia industri di Bali dan Nasional. Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 jam tersebut disajikan draft rencana kurikulum baru yang akan diterapkan di STIKI Indonesia selama 5 tahun ke depan. Dari paparan rencana kurikulum tersebut, kurikulum program studi Teknik Informatika menitik beratkan pada kompetensi lulusan yang hendak dicapai yaitu para lulusan akan menguasai keahlian dibidang analisis sistem informasi, konsultan sistem informasi, konsultan e-bisnis, kreatif multimedia, dan desainer komunikasi visual. Semua keahlian tersebut dapat ditempuh melalui tiga konsentrasi yaitu Manajemen Data dan Informasi (MDI), Komputer Akuntansi Bisnis (KAB), dan Desain Multimedia (DM). Sedangkan untuk kurikukulum Program studi Sistem Komputer, para lulusannya nanti dirancang untuk ahli dalam bidang Embedded System Engineer, Computer Network and Server Engineer, dan Software Engineer.
Menurut Kepala program studi Teknik Informatika I Putu Gede Budayasa, M.T.I menyatakan bahwa kegiatan dengar pendapat tersebut dilaksanakan serangkaian dengan perubahan kurikulum yang telah tertuang dalam kebijakan akademik STIKI Indonesia. “Sesuai dengan kebijakan akademik di STIKI Indonesia mensyaratkan bahwa setiap 5 tahun wajib dilakukan perubahan atau peninjauan kurikulum, maka kami harus akomodasi juga kepentingan dan kebutuhan SDM dunia usaha/dunia industry, sehingga kurikulum kami nanti dapat mencetak lulusan yang memang dibutuhkan oleh dunia usaha/industri” imbuhnya.
Pada acara yang berlangsung di Auditorium STIKI Indonesia itu, dunia usaha/dunia industri yang diundang adalah dari sektor industry pariwisata, industry kreatif, software house, asosiasi yang bergerak dalam bidang TI, perwakilan alumni serta unsur pemerintahan.
Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, M.T dalam sambutannya menyatakan bahwa perubahan adalah hal yang tidak bisa dipungkiri, terlebih pada perubahan kurikulum. Tentunya perubahan kurikulum yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga lulusan STIKI Indonesia bisa diterima dan bisa berkarya untuk dunia usaha dan dunia industri.
Untuk diketahui bersama, sesuai dengan Permenristekdikti nomor 15 Tahun 2017 tentang Penamaan Program Studi pada Perguruan Tinggi maka STIKI Indonesia telah mengajukan perubahan dan penyesuaian nama program studi yaitu Program Studi Teknik Informatika menjadi Program Studi Teknologi Informasi dan Program Studi Sistem Komputer menjadi Program Studi Rekayasa Sistem Komputer.

Generic placeholder image

GELIAT INBIS STIKI INDONESIA, DARI “0” KINI TERIMA DANA 350 JUTA.

20 Mei 2017   Berita

Program ini merupakan instrumen kebijakan dalam bentuk skema pendanaan untuk lembaga inkubator bisnis teknologi dan perusahaan pemula berbasis teknologi sebagai tenant lembaga inkubator yang berada dalam Perguruan Tinggi dalam melakukan proses inkubasi untuk meningkatkan daya saing perusahaan pemula tersebut. Upaya menyambut kebijakan tersebut di atas, STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) melalui Inkubator Bisnis (INBIS) STIKI Indonesia ikut mendukung dan berpartisipasi dalam program PPBT-PT Kemenristekdikti 2017 tersebut. Menurut Kepala Inbis STIKI Indonesia I Gede Totok Suryawan, S.Kom.,M.T menyatakan bahwa  pihaknya telah mengikuti tahapan serangkaian “merebut” hibah PPBT-PT tersebut, diantaranya seleksi kelayakan lembaga inkubator mulai dari ketersedian infrastruktur, program inkubasi/pendampingan, jejaring & kalaborasi hingga akses permodalan. Tahap selanjutnya, ketika setelah dinyatakan lulus seleksi secara kelembagaan adalah mengikuti program pelatihan pendampingan/inkubasi tenant yang diadakan oleh Kemenristekdikti. Selanjutnya pihaknya diberi kesempatan untuk mengajukan proposal PPBT-PT, proposal ini diseleksi oleh Kemenristekdikti dan secara substansi salah satu tenant di bawah naungan Inbis STIKI Indonesia yaitu GuestPro dinyatakan lolos dan diberi kesempatan untuk mempresentasikan model bisnis serta demo produk. Hasil presentasi dan demo di hadapan juri yang dilakukan pada tanggal 9 Maret 2017 lalu kini berbuah manis, dimana salah satu tenant dari Inbis STIKI Indonesia yaitu GuestPro dinyatakan lolos sebagai penerima insentif program PPBT Kemenristekdikti Tahun 2017 sebesar Rp. 350.000.000. Ini menjadi semangat baru kami untuk bisa berkarya lebih lagi dan ikut berperan aktif untuk meningkatkan iklim digital di Bali khusunya dan Indonesia secara umum. Setelah ini kami berkewajiban mengimplentasikan insentif yang kami terima sesuai dengan program inkubasi/pendampingan yang sudah kami buat sebelumnya. Harapan kami GuestPro akan terus berkembang dan bisa menjadi pilihan pertama perusahaan-perusahaan properti di Bali Khusunya. Selain itu GuestPro bisa menjadi role model yang perlu dicontoh oleh adik-adik mahasiswa di STIKI Indonesia imbuhnya.

Untuk diketahui bersama bahwa GuestPro menawarkan solusi pintar dan cerdas bagi pengusaha properti dengan menggunakan teknologi komputasi awan terkini dengan kemampuan skalabilitas yang tinggi. GuestPro Cloud PMS menciptakan integrasi antar proses operasional sehingga mewujudkan kinerja yang berkesinambungan di seluruh departemen. Putu Surya Sudarmadi (Founder Guest Pro) mengungkapkan beberapa keuntungan GuestPro diantaranya Meminimalisir investasi IT, Meningkatkan mobilitas pengguna, Mencegah terjadinya duplikasi data, Intergrasi antar proses operasional, real time report, sistem backup, disaster recovery. (Humas STIKI)