Generic placeholder image

Duet Dosen Muda STIKI ini Ciptakan IN-SUIT dengan teknologi IoT

03 Mei 2019   Berita

Edy Suardyana (kiri) sedang menjelaskan IN-SUIT.

Edy Suardyana (kiri) sedang menjelaskan IN-SUIT.

Denpasar – Berangkat dari pengalaman pribadi dimana sang nenek terlambat diajak ke Rumah Sakit karena jatuh, akhirnya I Putu Edy Suardiyana Putra berkolaborasi dengan I Gusti Ngurah Desnanjaya memadukan keahliah dalam bidang Internet of Think (IoT) untuk menciptakan Intelligent Suit and Assistive Technology (IN-SUIT).

Dijumpai dalam  acara pendampingan Program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) oleh Tim Penilai dan Pendamping CPPBT Kemenristekdikti 2019 pada Kamis (2/5) kemarin, duet Dosen Muda berbakat STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) ini memaparkan IN-SUIT.  “Jadi, IN-SUIT hadir sebagai salah satu sistem yang menggabungkan teknologi wearable kecerdasan buatan, dan aplikasi cloud yang dipergunakan untuk pasien lanjut usia mendeteksi insiden jatuh dan memanggil pertolongan baik itu ambulance atau dokter secara otomatis. Perangkat wearable itu dipergunakan untuk mendeteksi pergerakan ekstrim dari pengguna yang kemudian mengirimkan data ke aplikasi cloud, selanjutnya aplikasi ini bertugas untuk memvalidasi pergerakan ekstrim. Apabila pergerakan ektrim tersebut adalah insiden jatuh, maka operator IN-SUIT akan menghubungi keluarga pasien dan ambulance” Papar Edy Suardiyana di dampingi Ngurah Desnanjaya.
Edy Suardiyana juga menjelaskan bahwa alat IN-SUIT ini akan secara sempurna dapat digunakan dan di pasarkan nanti pada bulan November 2019. “Mei 2019 ini kita akan mencoba untuk finishing MVP kita 100%, target pada akhir Mei sudah memiliki devicenya yang sudah berjalan walau bentuknya masih sederhana. In cloud dan in tacknya saya pastikan akan selesai pertengahan Mei agar siap untuk dipergunakan. Nanti pada bulan Juni, kita akan testing secara formal ke calon penggunanya yakni pasien di Panti Jompo. Pada Juli nanti testing ke calon pengguna di luar Panti Jompo. Sehingga pada Agustus 2019 nanti akan diadakan revisi terkait kekurangan-kekurangan dari hasil uji coba di bulan Juni dan Juli, agar pada September nanti dapat diuji coba ulang. Harapannya di bulan Oktober atau November nanti sudah ada barang yang bisa dijual,” ucap  Edy Suardiyana.
Sementara itu, Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T.,M.T menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para Dosen STIKI yang telah mampu mengaplikasikan disiplin ilmunya sehingga mampu bermanfaat bagi masyarakat salah satunya dengan adanya Produk IN-SUIT yang berbasis IoT.
Seperti diketahui, Intelligent Suit and Assistive Technology (IN-SUIT) merupakan penerima hibah CPPBT Kemenristekdikti 2019 senilai Rp.248.100.000 di bawah binaan Inkubator Bisnis (INBIS) dan LPPM STIKI Indonesia. (ker/inwa/yunda)

 

Generic placeholder image

“Sing Main-Main”, LPIK STIKI Indonesia Sulap Gazebo Jadi Laboratorium Kreativitas.

30 Mar 2019   Berita

Gazebo disulap jadi Laboratorium Kreativitas telah dapat dimanfaatkan oleh Mahasiswa STIKI Indonesia.

Gazebo disulap jadi Laboratorium Kreativitas telah dapat dimanfaatkan oleh Mahasiswa STIKI Indonesia.

DENPASAR – Dalam rangka meningkatkan pelayanan penunjang Akademis, STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) melalui Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kreativitas (LPIK) STIKI Indonesia tadi (30/3) pagi resmi melaunching Laboratorium Kreativitas.
Sebelumnya LPIK STIKI Indonesia telah memiliki satu Laboratorium Kreativitas yang ditempatkan dalam satu ruangan dengan Perpustakaan dan hingga saat ini Laboratorium tersebut masih difungsikan oleh para mahasiswa untuk mengembangkan diri secara akademis dan non akademis.
Tidak kalah menarik dengan Laboratorium Kreativitas yang  di Launching tadi pagi. LPIK STIKI Indonesia kali ini mensulap dengan memodifikasi 5 Gazebo yang terdapat di ruang terbuka Rooftop Kampus STIKI Indonesia layaknya ruang belajar yang dilengkapi dengan fasilitas Komputer jinjing atau Laptop dengan spesifikasi Prosesor Core i3 dan Core i7 yang telah dilengkapi dengan Video Graphic Adapter (VGA) super keren.
Menurut Kepala LPIK STIKI Indonesia I Dewa Made Adi Baskara Joni, M.Kom menyatakan bahwa semua fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti membuat tugas, browsing bahkan untuk presentasi tugas akhir. “STIKI Indonesia berkomitmen untuk selalu memberikan kenyamanan dan fasilitas yang memadai bagi mahasiswa untuk berkreativitas dan berinovasi, untuk itu kami tambah lagi satu laboratorium Kreativitas ini. Semua fasilitas ini dapat di manfaatkan oleh seluruh Mahasiswa STIKI secara free, namun untuk proses peminjaman dan pemanfaatannya kami memberlakukan beberapa prosedur agar fasilitas ini terkontrol dan benar-benar tepat sasaran” jelasnya.
Sejak dilaunching tadi pagi, pihak LPIK STIKI Indonesia telah mensosialisasikan mekanisme pemanfaatan Laboratorium Kreativitas Rooftop tersebut. “Bagi para mahasiswa STIKI Indonesia yang hendak memanfaatkan fasilitas Laboratorium Kreativitas Rooftop ini saya persilahkan menghubungi LPIK STIKI Indonesia dan sudah bisa dimanfaatkan mulai saat ini juga” imbuh Pria yang dikenal dengan sapaan Dewa Adi ini.
Pelayanan Peminjaman dan pemanfaatan lab kreativitas tersebut dapat dilakukan pada hari perkuliahan mulai pukul 09.00 WITA sampai pukul 18.00 WITA (humas).