Generic placeholder image

Optimalkan Pelaksanaan Tri Dharma, STIKI Indonesia Berlakukan SSD

22 Nov 2018   Berita

Kepala LPPM STIKI Indonesia Ida Bagus Ari Indra Iswara, M. Kom jelaskan teknisi kegiatan SSD (19/11) yang lalu.

Kepala LPPM STIKI Indonesia Ida Bagus Ari Indra Iswara, M. Kom jelaskan teknisi kegiatan SSD (19/11) yang lalu.

Denpasar – Upaya meningkatkan dan mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dosen STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia), yaitu berupa pelaksanaan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat atau yang sering disebut dengan istilah Tri Dharma, kini semakin mantap dilaksanakan.

Hal tersebut terbukti dengan dimulainya gerakan STIKI Science Day (SSD) yang telah dilaunching pada Senin (19/11) yang lalu.

Menurut Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKI Indonesia mengatakan bahwa kegiatan SSD tersebut merupakan sebuah upaya mengoptimalkan kewajiban dosen di STIKI Indonesia untuk melaksanakan Tri Dharma.

“STIKI Indonesia ingin agar dosen semakin optimal dalam melaksanakan kewajibannya untuk mengajar, meneliti dan mengabdi. Agar optimal, terarah, dan terukur maka kami bersama 2 lembaga lain yaitu LPTPK dan LPIK berinisiatif untuk menyelenggarakan aksi STIKI Science Day atau SSD ini” jelas pria yang disapa Gus Ari ini.

Dijelaskan juga bahwa dalam kegiatan SSD tersebut, para dosen akan membuat perencanaan kegiatan yang menyangkut Tri Dharma hingga pada tahap mengerjakan dan pelaporan hasil kegiatan SSD.

“Kita siapkan agar setiap hari Senin, semua dosen mengerjakan apa yang telah direncanakan dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma itu misalnya ada yang buat buku, membuat penelitian, membuat proyek Kreativitas, kemudian setiap minggu kita evaluasi pelaksanaan atau realisasinya, sejauh mana progresnya kita kuantitatifkan sehingga benar-benar terukur” tambah Gus Ari.

Untuk memastikan kegiatan SSD ini berlangsung secara efektif dan produktif, LPTPK STIKI Indonesia sebagai lembaga yang mengurus Sumber Daya Manusia akan memantau seluruh aktivitas para dosen.

Sementara itu, LPIK STIKI Indonesia dalam hal SSD ini memiliki andil dalam menyiapkan fasilitas seperti laboratorium dan peralatan yang diperlukan oleh dosen sehingga terjamin ketersediaannya.

Dilihat dari segi kesiapan para dosen untuk melaksanakan kegiatan SSD ini, nampaknya sangat antusias. Terbukti, setelah kegiatan itu dilaunching para dosen beramai-ramai mengisi formulir perencanaan kegiatan SSD dalam kurun waktu satu tahun akademik. (inwa)

Generic placeholder image

Penuhi Kualifikasi Dunia Kerja/Dunia Industri, Mulai Februari 2019 Mahasiswa STIKI Wajib Miliki 3 Sertifikat Kompetensi

16 Nov 2018   Berita

Suasana pelaksanaan Sertifikasi di STIKI Indonesia

Suasana pelaksanaan Sertifikasi di STIKI Indonesia

Denpasar – Upaya STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) dalam rangka menyiapkan dan membekali para lulusannya untuk siap berkompetisi dan memenuhi kualifikasi di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) nampaknya benar-benar menjadi perhatian khusus. Hal tersebut dibuktikan dengan akan diberlakukannya kebijakan wajib memiliki 3 sertifikat keahlian atau kompetensi bagi seluruh mahasiswa di kampus yang memiliki spirit menjadi dan memberi ini.

Kebijakan wajib memiliki 3 sertifikasi kompetensi atau keahlian bagi seluruh mahasiswa itu direncanakan mulai diterapkan pada bulan Februari 2019 (awal semester genap –red) nanti, kendati masih jauh menurut Kepala Unit Pelaksana Sertifikasi Ni Luh Wiwik Sri Rahayu G, S.Kom.,M.Kom mengatakan bahwa saat ini pihaknya dalam tahap merampungkan skema dan aturan mengenai pelaksanaan sertifikasi tersebut.

“Sebelumnya kami sudah bahkan sedang menyelenggarakan uji kompetensi juga, namun yang sedang berjalan ini hanya baru diwajibkan untuk mahasiswa yang akan lulus dan hanya 1 sertifikasi saja. Terkait Kebijakan mengenai wajib memiliki 3 sertifikasi keahlian atau kompetensi bagi seluruh lulusan STIKI Indonesia itu adalah sebuah kebijakan yang sangat tepat diterapkan pada era MEA dan revolusi industri 4.0 saat ini, serta untuk memenuhi Kualifikasi saat bekerja atau berwirausaha. Untuk itu, STIKI Indonesia melalui Unit Pelaksana Sertifikasi akan mewajibkan kepada seluruh mahasiswa agar memiliki 3 sertifikat keahlian atau kompetensi melalui uji kompetensi, sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, tepatnya pada pasal 1 yang intinya menyangkut proses pemberian sertifikat kompetensi yang harus dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui pelaksanaan uji kompetensi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional atau KKNI, Standar Internasional, serta Standar Khusus” Jelas Wiwik.

Wiwik juga mengatakan bahwa berkaitan akan diterapkannya kebijakan tersebut, telah disiapkan pola dan strategi agar mahasiswa sejak awal atau sejak semester dua mulai melengkapi diri dengan ikut serta dalam uji kompetensi secara bertahap. “STIKI Indonesia akan mewajibkan setiap satu orang mahasiswa sebelum lulus memiliki minimal 3 sertifikat kompetensi. Kami sudah siapkan strateginya agar mahasiswa tidak over load memikirkan dan mengikuti sertifikasi uji kompetensi ini. Jadi mulai semester genap nanti kira-kira bulan Februari 2019, seluruh mahasiswa mulai angkatan 2017 sudah bisa mengikuti salah satu dari tiga jenis sertifikasi yang kita siapkan seperti sertifikasi paling dasar adalah office, kemudian communication skill, database, desain, dan networking. Mahasiswa nanti bisa ikut sertifikasi dari tahapan paling dasar yang wajib harus ditempuh dulu yaitu kompetensi office lalu setelah itu bisa mengikuti sertifikasi keahlian yang lainnya”.

Dalam hal kesiapan penyelenggaraan sertifikasi tersebut pihak Unit Penyelenggara Sertifikasi STIKI Indonesia telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga sertifikasi tingkat Nasional dan Internasional yang telah memiliki kredebilitas dan telah memenuhi ketentuan yang telah ada.

Dihubungi melalui saluran telepon, Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T.,M.T mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi ini sangat berguna bagi seluruh mahasiswa sebagai bentuk pengakuan secara sah bahwa mahasiswa tersebut memang benar memiliki kompetensi yang telah di ujikan dan dinyatakan lulus.

“Sertifikasi kompetensi ini sangat dibutuhkan dalam rangka memenuhi kualifikasi sumber daya manusia di dunia usaha dan dunia kerja, untuk itu mahasiswa nanti saat lulus dari STIKI Indonesia selain mendapatkan Ijasah Sarjana Komputer juga sudah punya tiga sertifikat kompetensi, artinya mahasiswa itu memang diakui kompetensinya dalam bidang-bidang tertentu secara sah yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi itu setelah melalui proses uji kompetensi. Tidak hanya itu saja, saat lulus sudah punya ijasah ditambah punya sertifikat kompetensi, maka akan makin cepat bisa berkompetisi di dunia usaha dan dunia kerja karena kualifikasi pengakuan sebuah keahlian atau kompetensi sudah ada, sederhananya daya saing jadi meningkat dan memiliki nilai beda dengan yang tidak memiliki sertifikat keahlian” jelas Muku.

Muku juga mengajak agar mahasiswa STIKI Indonesia mulai bersiap-siap sejak dini untuk mengikuti 3 uji kompetensi atau sertifikasi yang akan berlaku secara wajib mulai semester genap tahun akademik 2018/2019 pada bulan Februari 2019 nanti hingga sebelum dinyatakan lulus atau sebelum di wisuda.(inwa)

Generic placeholder image

Apresiasi dan Motivasi Mahasiswa Agar Berprestasi, Alumni STIKI Gelontorkan Beasiswa

05 Nov 2018   Berita

Ketua IKA STIKI I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd (kanan)  saat menyerahkan beasiswa kepada Wakil Ketua III Welda, S.Kom.,M.T.I (kiri) tadi pagi dikampus STIKI Indonesia.

Ketua IKA STIKI I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom., M.Pd (kanan) saat menyerahkan beasiswa kepada Wakil Ketua III Welda, S.Kom.,M.T.I (kiri) tadi pagi dikampus STIKI Indonesia.

Denpasar – Dalam rangka merealisasikan program kerja dari Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STMIK STIKOM Indonesia (STIKI), siang tadi (5/11) diselenggarakan kegiatan penyerahan dana Beasiswa oleh pengurus IKA STIKI kepada pimpinan kampus setempat. Acara yang berlangsung secara sederhana itu disaksikan oleh para petinggi STIKI, Dosen, Staf dan beberapa pengurus IKA STIKI.

Dalam penyampaiannya sesaat sebelum dana diserahkan, Ketua IKA STIKI I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd menyatakan bahwa beasiswa yang diserahkan saat ini sejumlah Rp. 10.000.000, dimana sumber anggaran tersebut diambil dari dana iuran para anggota alumni.

“Tahun 2018 ini, IKA STIKI baru bisa memberikan beasiswa sebesar 10 juta untuk adik-adik kami yang sedang kuliah dikampus STIKI ini. Tahun depan kita tingkatkan lagi besaran dananya sehingga semakin banyak yang bisa mendapatkan” ucapnya.

Menurut Widhi Adnyana, mekanisme pemberian beasiswa pada tahun ini cukup berbeda, dimana proses pengajuan dan seleksi diserahkan pengelolaanya kepada institusi dalam hal ini Bagian Kemahasiswaan STIKI dengan tujuan agar benar-benar tepat mahasiswa yang pantas menerima beasiswa tersebut.

“Setelah beasiswa ini kami serahkan, kami persilahkan kepada pihak STIKI untuk mengelola mulai dari menentukan syarat hingga proses seleksi dan penetapan penerima beasiswa. Kami ingin agar yang mendapatkan beasiswa ini adalah benar-benar mahasiswa yang tepat menerima, entah karena prestasi, tidak mampu, atau hal lain. Oleh sebab itu, yang tahu siapa berhak menerima itu kan kampusnya, jadi kami percayakan penuh kepada pihak kampus untuk mengelola dana tersebut. Intinya, dana beasiswa tersebut adalah sebuah apresias dan motivasi dari kami selaku alumni untuk adik-adik kami di STIKI, biar tambah semangat belajar dan berprestasi” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua III STIKI Welda, S.Kom.,M.T.I saat setelah menerima penyerahan beasiswa tersebut menyatakan bahwa pihaknya berterimakasih kepada IKA STIKI yang selama ini selalu berkontribusi positif untuk STIKI dan diharapkan program beasiswa ini dapat dilaksanakan secara rutin.

“Kami mewakili institusi mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dan pengurus IKA STIKI atas bantuan beasiswanya kepada mahasiswa STIKI. Kami akan salurkan beasiswa ini kepada para mahasiswa yang layak menerima. Segera akan kami buatkan kualifikasi penerima beasiswa ini. Semoga program beasiswa ini selalu bisa direalisasikan setiap tahunnya” jelas Welda.