Generic placeholder image

Ubah Mindset Anak Kurang Mampu, Dosen STIKI Buka Kelas di Pasar Badung

28 Des 2019   Berita

_MG_3613mm

Denpasar – Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) STIKI Aksi Peduli 2019 telah dilaksanakan oleh Tim Dosen STMIK STIKOM Indonesia bersama mitra PKM Yayasan Lentera Anak Bali Denpasar. Kegiatan PKM ini diinisiasi oleh Sri Widiastutik, S.S., M. Hum. (selaku ketua Tim); bersama I Ketut Setiawan, S.Pd., M.Sn. dan Komang Trisnadewi, S.S., M. Hum. (sebagai anggota tim); dan dibantu 11 orang mahasiswa STIKI dari berbagai angkatan. Adapun judul kegiatan ini adalah “PKM Yayasan Lentera Anak Bali Di Desa Dangin Puri, Kec. Denpasar Timur, Denpasar sebagai Penggiat Literasi Bagi Peningkatan Kualitas SDM Anak-anak Jalanan” yang telah dilakukan sejak Bulan September, tepatnya Jumat (27/9) hingga Selasa (17/12).

Bersama mitra Yayasan Lentera Anak Bali (YLAB) yang diketuai oleh Ibu Dr. dr. A.A. Sri Wahyuni, SpKJ. dan didampingi oleh tim pengurus yang mendampingi kegiatan di sanggar belajar, Ibu Ni Nyoman Sukardi (Bu Komang) dan I Nyoman Agus Budiarta (Pak Agus), kegiatan PKM diikuti oleh anak-anak berusia mulai 4 tahun hingga 12 tahun. Pada mulanya, jumlah keseluruhan peserta kegiatan PKM ini adalah 32 orang yang terdata dalam daftar anggota yayasan ini. Setelah kegiatan berlangsung selama 1 bulan, bertambah 2 orang baru dalam kegiatan ini. Peserta PKM terdiri dari anak-anak yang masih bersekolah namun kurang mampu secara ekonomi, sebagian merupakan anak-anak yang putus sekolah, dan sisanya anak yang tidak pernah mengenyam bangku sekolah.

Hingga saat ini proses belajar telah berlangsung selama 3 bulan dan dilakukan pada jam-jam tertentu yang disesuaikan dengan kegiatan belajar anak-anak di sanggar belajar YLAB pada Hari Sabtu dan Minggu. Sanggar belajar YLAB memiliki luas 3×4 meter, berlokasi di Lantai 1, Pasar Badung, Jalan Gajah Mada – Denpasar. Ruangan ini merupakan bantuan dari Walikota Denpasar sebagai sarana belajar bagi anak-anak jalanan sejak diresmikannya bangunan pasar Badung pada tahun 2015. Kegiatan belajar diisi dengan materi Bahasa Inggris beginner. Seringkali, tim mengarahkan anak-anak keluar ruangan jika kegiatan belajar bersifat playground agar mereka leluasa bergerak dan membutuhkan ruangan yang lebih luas. Tim mahasiswa yang sebagian besar tergabung dalam UKM ECSI (Unit Kegiatan Mahasiswa English Club STIKI) membantu mengisi materi dan menjadi pendamping selama proses pembelajaran berupa learning alphabet, name of 7 Days, 12 months, numbers yang dikemas dalam video pembelajaran lagu-lagu Bahasa Inggris. Pada video tersebut juga berisikan song lyrics, story, spelling, pronouncation sederhana, expressing, dan guessing picture. Selain itu, kegiatan juga diselingkan dengan body movement, yaitu gerakan-gerakan peraga dan ekspresi mimik wajah sesuai dengan clue berbahasa Inggris yang mereka dengar, seperti jump, stand up, sit down, clap hand, turn around, laying down, dan lain-lain sesuai gambar yang didesain sebelumnya oleh tim PKM.

Terdapat tantangan dalam melaksanakan PKM ini, seperti mengubah pola pikir mereka. Saat ditanya tentang kegiatan yang mereka sukai, anak-anak yang rata-rata sudah bekerja menjadi tukang su’un seringkali menjawab bahwa belajar itu tidak perlu karena mereka sudah mendapatkan uang. Apalagi beberapa orang tua mereka yang tidak pernah bersekolah. Kondisi ini menjadi tantangan strategi bagi tim PKM khususnya tim dosen untuk mendesain model pembelajaran semenarik mungkin, dengan cara penyampaian yang praktis dibantu tim mahasiswa dalam mengembangkan penyampaian materi secara lisan selama proses belajar berlangsung. Digunakan juga media video interaktif yang membuat anak-anak aktif menjawab penyampaian dalam belajar numbers, alphabets, days, months, sehingga kegiatan belajar tidak membosankan. Juga disediakan juga toys card dikemas dalam game dan snack (makanan ringan) sebagai reward bagi anak-anak yang bisa menjawab sehingga dapat menumbuhkan semangat belajar.

“Tidak jarang anak-anak meminta snack dan menanyakan apakah nantinya mereka diberi snack jika mereka bisa menjawab,” imbuh Ibu, salah seorang tim pendamping dari mitra YLAB.

“Mereka yang awalnya masih malu-malu dengan orang baru, menjadi dekat setelah beberapa kali pertemuan. Bahkan, ketika perpisahan pun, mereka ingin tim PKM tetap mengajar karena mereka senang dan suka apalagi tim dosen dan mahasiswa yang mengajar sangat telaten, dengan cara yang fun. Seringkali peragaan-peragaan dan ekspresi yang dicontohkan oleh tim PKM membuat anak-anak tertawa. Pihak mitra YLAB khususnya para pengurus pun berterimakasih dan berharap agar dapat diadakan kembali kegiatan belajar Bahasa Inggris oleh Tim PKM STIKI, mengingat anak-anak sangat membutuhkan kegiatan belajar untuk mengasah skill dan kemampuan anak-anak jalanan khususnya berbicara dalam Bahasa Inggris, karena kegiatan untuk Bahasa Inggris secara kontinyu baru kali ini dilakukan dari STIKI, apalagi anak-anak sangat antusias dan tertarik dalam mengikuti kegiatan belajar” jelas Sri Widiastutik, S.S., M.Hum. yang akrab dipanggil Miss Wid.

Miss Wid juga mengatakan bahwa setelah melakukan kegiatan ini, terlalu sedikit yang dirinya dapat berikan. Oleh karena itu, ia berharap kita harus banyak belajar dari anak-anak jalanan, dari latar belakang pendidikan orangtua dan keluarga anak-anak yang tidak mampu, supaya kita bisa secara ikhlas menyadari bahwa mereka sangat membutuhkan bantuan kita terutama dalam pendidikan.

“Saya mewakili tim PKM STIKI mengucapkan banyak terima kasih pada seluruh tim PKM, tim mahasiswa dan pengurus YLAB terutama ibu Ni Nyoman Sukardi dan Bapak I Nyoman Agus Budiarta yang sangat sabar membimbing anak-anak jalanan. Terima kasih juga kepada pihak mitra, ketua YLAB Denpasar, Ibu Dr. dr. A.A. Sri Wahyuni, SpKJ. atas program kepedulian terhadap anak-anak jalanan, program beasiswa sekolah bagi anak-anak jalanan, serta dukungan atas terlaksananya kegiatan kerjasama dalam program PKM STIKI Aksi Peduli ini. Terima kasih juga pada para orang tua yang mempercayakan anak-anak nya belajar Bahasa Inggris bersama Tim PKM ini. Besar harapan kami, kegiatan PKM STIKI Aksi Peduli 2019 ini dapat membuka kepedulian masyarakat luas untuk membantu dan melengkapi kebutuhan pendidikan anak-anak jalanan secara berkelanjutan, serta lebih memperhatikan fasilitas-fasilitas belajar yang mereka butuhkan menjadi lebih memadai, sehingga anak-anak merasa nyaman dalam belajar. Seperti kita tahu bahwa anak-anak adalah generasi bangsa yang sangat berperan dalam memajukan sumber daya manusia di tanah air kita tercinta ini, oleh karena itu tidaklah cukup jika kita hanya menunggu program pemerintah, namun kita harus membuka hati kita masing-masing untuk melihat langsung realita yang terjadi pada anak-anak jalanan. Bagi saudara-saudara terutama bagi masyarakat yang sudah mapan tingkat perekonomiannya, secara materiil ikhlaslah berbagi walaupun sedikit namun sangatlah besar manfaatnya dalam mendukung fasilitas dan sarana kebutuhan belajar bagi anak-anak jalanan di sekitar kita. Apalagi jika melihat pendidikan orang tua mereka ada yang tidak sampai tamat SD, bahkan tidak pernah mengenyam bangku sekolah. Saya ingin dari pihak-pihak terkait untuk membuat kurikulum yang sederhana agar mereka bisa belajar, walaupun tidak melalui lembaga formal. Berupa kegiatan belajar yang fun seperti ini saja mereka sudah bisa belajar dan mengerti,” ungkap Miss Wid dengan penuh harap. (IGI2/Tim Humas)

Generic placeholder image

Berbagi Tips dan Trik, Tim Dosen STIKI Indonesia Tingkatkan Kualitas Penyampaian Bahan Ajar di SD Negeri 1 Kesiman

28 Des 2019   Berita

WhatsApp Image 2019-12-26 at 14.41.13

Denpasar – I Wayan Sudiarsa, S.T., M.Kom membentuk sebuah tim yang beranggotakan 4 orang dosen STMIK STIKOM Indonesia, yaitu Dewa Putu Yudhi Ardiana, S.Kom., M.Pd.; Ni Ketut Utami Nilawati, S.T., M.T.; Ayu Manik Dirgayusari, S.Kom., M.MT.; dan I Made Dedy Setiawan, S.Pd., M.Pd. untuk kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). Dengan mengusung tema Pelatihan Peningkatan Kualitas Penyampaian Bahan Ajar dengan Memanfaatkan Aplikasi Presentasi yang Baik dan Benar di SD Negeri 1 Kesiman. Kegiatan PKM dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada Senin dan Selasa (23-24/12).

Kegiatan yang diikuti oleh 12 orang guru SD Negeri 1 Kesiman ini dibagi menjadi 3 buah sesi. Pada sesi pertama Dewa Putu Yudhi Ardiana, S.Kom., M.Pd. berkolaborasi dengan Ni Ketut Utami Nilawati, S.T., M.T. menyampaikan materi ToT (Training of Trainers) untuk mengubah cara berpikir audience terkait informasi yang baik dan tepat. Serta materi Body Language On Stage yang membahas bagaimana cara melakukan presentasi yang memukau dari sudut pandang postur dan gestur saat melakukan presentasi. Hal ini adalah trik yang sangat penting dipelajari untuk memikat audience agar tertarik memperhatikan apa yang disampaikan pada saat melakukan presentasi.

Sesi kedua disampaikan oleh Ayu Manik Dirgayusari, S.Kom., M.MT. dan I Made Dedy Setiawan, S.Pd., M.Pd. materi yang disampaikan mengenai Powerfull Presentation yang berisikan tentang teknik membuat presentasi yang memukau. Diberikan juga tips menghangatkan suasana dalam sebuah presentasi agar tidak terasa membosankan atau lebih dikenal dengan Ice Breaking dan formula Powerfull Presentation atau sering disebut dengan OPENUP (Organize, Passionated, Engaged, Natural, Understand Your Audience and Practice).

Sesi terakhir membahas mengenai Speed Thinking dan Icarus Deception oleh I Wayan Sudiarsa, S.T., M.Kom. dan Ayu Manik Dirgayusari, S.Kom., M.MT. Singkatnya kegiatan tersebut membahas teknik menyajikan informasi yang dapat dipikirkan orang secara cepat, menyusun kalimat melalui cara berfikir sendiri, atau dapat menggunakan suatu terminologi sehingga maksud dan tujuan presentasi mudah dipahami.

Tenaga pendidik yang tersebar mulai rentang usia muda sampai tua menyebabkan tidak semua tenaga pendidik memiliki pemahaman yang sama dalam penggunaan media presentasi. Maka perlunya penyiapan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkompeten dalam pemanfaatan media presentasi dan teknik menyampaikan materi bahan ajar kepada tenaga pendidik di SD Negeri 1 Kesiman menjadi tujuan diadakannya kegiatan PKM ini. Terinspirasi dari kegiatan ToT yang selalu diselenggarakan di ruang lingkup dosen STIKI untuk berbagi teknik mengajar yang baik, kegiatan ini juga dilaksanakan dengan harapan tenaga pendidik SD pun dapat termotivasi bahwa usia tidak menjadi batas untuk tetap berkembang dan melatih diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Ketika melakukan sharing, saya merasa bahwa teori yang selama ini saya dapatkan bisa saya implementasikan langsung dalam dunia nyata dan dapat secara real mengetahui bagaimana audience-nya. Selain itu dengan melakukan sharing ini, audience dapat memerhatikan secara langsung bagaimana cara kami menyampaikan materi. Jika memang dinilai bagus maka harapannya mereka dapat melakukan copy and twist, yakni menirunya lalu disesuaikan juga dengan style presentasi dari guru yang bersangkutan,” tutur Dewa Putu Yudhi Ardiana, S.Kom., M.Pd. Beliau juga berpesan agar dosen STIKI bisa selalu menerapkan teori yang didapatkan di kampus dalam kegiatan luar kampus serta memaksimalkan tugas dosen pada saat pengajaran, PKM, dan penelitian. Hal ini juga berkaitan dengan semangat kita, yakni Menjadi dan Memberi. Dan untuk kedepannya diharapkan dapat melakukan PKM dengan tema yang sama di daerah lainnya. (KERL/Tim Humas)

Generic placeholder image

Prestasi Internasional, Mahasiswa STIKI Menangkan Google Cloud Partitioner

19 Des 2019   Berita

WhatsApp Image 2019-12-18 at 16.51.47

Denpasar - Dua mahasiswa STIKI Indonesia, Ni Luh Kade Agustini Sukaryasih dan Putu Agus Ardina Saputra mengikuti kegiatan Google Cloud Partitioner yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia selama tiga hari pada tanggal 6-9 September 2019.

Google Cloud Partitioner merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Development Student Clubs (DSC) dari Google yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara di Asia Tenggara. Dalam kegiatan ini diadakan berbagai workshop mengenai teknologi, seperti AI (Artificial Intelligence), Google Form, Android, dan lain-lain. Selain berbagai pelatihan dan challenge, peserta juga mengikuti berbagai lomba yang menguji tingkat pemahaman peserta. Tim yang diikuti dua mahasiswa STIKI Indonesia meraih peringkat pertama dalam kategori Google Cloud setelah berhasil menjawab 40 pertanyaan bersama enam rekan mereka lainnya yang berasal dari Malaysia, Singapura, Fhilipina, dan Vietnam.

Agustina menceritakan, bahwa ia dapat mengikuti kegiatan ini karena merupakan salah satu leader DSC. DSC ini adalah program Google Developers untuk pelajar dan mahasiswa, yang dirancang untuk membantu mereka membangun keterampilan dan pengetahuan pengembangan mobile dan web. Mahasiswa yang telah bergabung selama dua tahun dalam komunitas developers ini merasa senang dapat ikut menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Dengan bahasa Inggris yang tidak terlalu mumpuni, mereka ditantang untuk mampu bekerja sama dengan baik dalam tim yang terdiri dari lima negara di Asia Tenggara.

Untuk bergabung DSC cukup mudah, hanya dengan menghubungi sosial media DSC Bali atau DSC STIKI di bawah naungan UKM Hardware Software. Nantinya akan banyak diadakan workshop maupun pelatihan untuk anggota dan mahasiswa.

Ardina merasa bangga dapat mengikuti kegiatan ini, “Saya tertantang untuk belajar lebih giat, terutama Bahasa Inggris karena komunikasi merupakan kendala yang cukup berat untuk tim kami yang beranggotakan orang dari negara berbeda dengan kebudayaan berbeda.” imbuhnya.

Reward yang diberikan kepada mereka adalah berbagai fasilitas seperti sertifikasi dan belajar gratis melalui Coursera (www.coursera.org). Dua mahasiswa kebanggaan STIKI Indonesia ini juga mendapat kesempatan jalan-jalan di Malaysia.

Di akhir sesi wawancara, Agustina berpesan agar mahasiswa STIKI Indonesia tidak hanya mengikuti kegiatan organisasi di kampus, “Dengan mengikuti kegiatan di luar kampus, teman-teman akan mendapatkan lebih banyak ilmu serta pengalaman berharga” ujarnya. (ROS/Tim Humas)