Generic placeholder image

Jadi Tradisi Tahunan, GBHS III Usung Tema Asdhani Buddhayah

29 Jan 2019   Berita

GBHS3-2

Denpasar ─ Sabtu (26/1) hingga Minggu (27/1) yang lalu, bertempat di Kampus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) Denpasar diselenggarakan kegiatan Gebyar Budaya Hindu STIKI Ke-3 (GBHS III) oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu (KMH) STIKI.  Pada Gebyar Budaya Hindu tersebut diselenggarakan lomba-lomba seni dan budaya bernafaskan Hindu seperti lomba bondres, lomba mesatua bali, lomba busana adat ke pura, lomba nyurat lontar, lomba melukis, serta lomba pidato bahasa Bali. Acara yang bertema Asdhani Buddhayah itu  dibuka secara resmi oleh Pembina FPK KMH Kadek Ayu Ariningsih, M.Pd.H sekaligus mewakili Ketua STIKI.

Kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap akhir bulan Januari itu ditujukan untuk memfasilitasi dan mengasah bakat seni generasi muda di Bali, sehingga secara kontekstual dapat melestarikan budaya bali di era teknologi saat ini. Tercatat sebanyak 64 Peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK se-Bali ikut serta pada kegiatan lomba yang diselenggarakan secara gratis itu.

Komang Pagarista Krismonanda Putra selaku Ketua Panitia kegiatan menyatakan bahwa kegiatan tersebut telah di persiapkan sejak jauh hari bahkan ada peningkatan kualitas pelaksanaan yaitu mulai melibatkan juri dari unsur Dinas terkait. “Kegiatan lomba ini sudah kita persiapkan sekitar 4 bulan yang lalu yang diawali dengan pembuatan proposal, kemudian penyebaran informasi ke sekolah-sekolah yang ada di Bali. Adapun juri yang terlibat dalam acara kali ini berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali,” Jelasnya.

Kadek Ayu Ariningsih, M.Pd.H selaku Pembina KMH menyatakan bahwa STIKI selain sebagai Kampus IT di Bali juga sangat konsen terhadap pelestarian nilai dan warisan Budaya Bali. “STIKI sangat konsen dalam upaya melestarikan seni dan budaya kendatipun STIKI Kampus IT, hal ini telah dibuktikan dengan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh KMH ini, bahkan selama ini sangat banyak karya-karya mahasiswa STIKI yang mengangkat tema Seni dan Budaya dengan balutan Teknologi. Jadi mahasiswa STIKI itu bukan saja cerdas dalam dunia IT tetapi juga wajib berwawasan serta mengembangkan seni dan budaya” Tuturnya.

 Sementara itu salah satu pasangan peserta lomba pada GBHS III atas nama I Komang Maciyo Suryabawa dan Komang Giris Praanyaparamitha Cempaka mengaku senang mengikuti lomba pada GBHS III ini bahkan tak disangka mendapat juara. Mereka juga berharap agar ke depannya, penyebaran informasi dapat diperluas sehingga pesertanya semakin banyak. (Kerla/Humas)

Generic placeholder image

Kembangkan Jejaring, INBIS STIKI Indonesia Ikuti Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi

06 Des 2018   Berita

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir membuka kegiatan Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi di Jakarta

Denpasar — Perwakilan Inkubator Bisnis (INBIS) STIKI Indonesia menghadiri  Forum Nasional Inkubator Bisnis Teknologi yang diadakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerja sama dengan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) di Jakarta, 4 – 5 Desember 2018.

Menteri Riset Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ak, Ph.D turut hadir serta membuka kegiatan dengan tema “Menuju Inovasi Industri 4.0” tersebut. Dalam sambutannya, Mohamad Nasir menyampaikan bahwa pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk dapat melampaui hasil penelitian menjadi produk inovasi yang dapat dipasarkan kepada masyarakat. Beliau menambahkan, salah satu caranya adalah memastikan perguruan tinggi memiliki inkubator bisnis teknologi (IBT) yang produktif sehingga dapat melahirkan wirausaha atau perusahaan pemula (start-up) berbasis teknologi. “Start-up menjadi sangat penting, bagaimana mempertemukan antara academicians, business, maupun government (triple helix) untuk berkolaborasi. Ini yang harus kita perhatikan,” ujar mantan rektor Universitas Diponogoro tersebut.

Selanjutnya, Mohamad Nasir berharap di masa mendatang perguruan tinggi dengan akreditasi A dan B harus memiliki inkubasi bagi dosen dan mahasiswa yang memiliki hasil penelitian sehingga dapat menjadi inovasi dan dapat dipasarkan langsung ke masyarakat. “Semua perguruan tinggi ke depan harus punya inkubasi, harus punya teaching factory dalam rangka mengembangkan inovasi di Indonesia, khususnya inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi,” tegasnya dihadapan sekitar 200 pengelola IBT yang datang dari segala penjuru Indonesia.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Kemenristek Dikti menghadirkan beberapa narasumber diantaranya: Reto Sumekar (Direktur PPBT Kemenristekdikti), Lukito Hasta Pratopo (Direktur Kawasan Sains dan Teknologi dan Lembaga Penunjang Lainnya Kemenristekdikti), I Wayan Dipta (Ketua Dewan LLP-KUMKM), Dr, Hoang Anh Tuan (Vice Director, Center form Bisiness Incubation of Agricultural High Technology HCM City, Vietnam), Dr. Kihoko Tokue (Managing Director, Leave a Nest Singapore Pte. Ltd), Max Weber, MBA Fin. MKtg (Head ASEAN and Program Manager Asean Enterpreneurship Training Program (AETP)), Dato’ Norhamil bin Yanus (CEO Malaysia Technogy Development Corporation, Malaysia), Muhammad Imran (Founder of Data Diven Asia), Meidya Fitranto (CEO NODEFLUX), Sebastian Wijaya (CEO Seroyamart.com), Bayu Dwi Apri Nugroho (Co-Founder (Vice CEO) PT Mitra Sejahtera Membangun Bangsa (MSMB)), Sapto Adi Junarso (Executive Vice President PT BEI), Teezar Firmansyah (Partner, Kalibra Capital), David Soukhsing (Managing Director ANGIN), Dr. Ir. Andi Buchari, MM (CEO-Halal Ventures Indonesia), Arya N Soemali (Director of IT Service Lintasarta).

Dari seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan dari Provinsi Bali diantaranya adalah Inkubator Bisnis STIKI Indonesia, Inkubator UNUD, Inkubator STMIK Primakara, Inkubator UNHI, dan Inkubator Swastika Bali. Totok Suryawan yang merupakan Kepala INBIS STIKI Indonesia seusai hadir di kegiatan tersebut menjelaskan program terdekat INBIS STIKI Indonesia yaitu mendampingi tenant untuk memenangkan hibah Kemenristekdikti  dalam program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 dan 14 Desember di Jakarta. Selanjutnya, pada tanggal 15 Desember 2018 INBIS STIKI Indonesia akan mengadakan acara Demo Day. Totok berpesan, untuk para pembaca yang ingin melihat langsung startup-startup keren Bali Pitching dapat mendaftar melalui bitly/reg-demodaystiki.(DEP)

 

Generic placeholder image

Optimalkan Pelaksanaan Tri Dharma, STIKI Indonesia Berlakukan SSD

22 Nov 2018   Berita

Kepala LPPM STIKI Indonesia Ida Bagus Ari Indra Iswara, M. Kom jelaskan teknisi kegiatan SSD (19/11) yang lalu.

Kepala LPPM STIKI Indonesia Ida Bagus Ari Indra Iswara, M. Kom jelaskan teknisi kegiatan SSD (19/11) yang lalu.

Denpasar – Upaya meningkatkan dan mengoptimalkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dosen STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia), yaitu berupa pelaksanaan Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat atau yang sering disebut dengan istilah Tri Dharma, kini semakin mantap dilaksanakan.

Hal tersebut terbukti dengan dimulainya gerakan STIKI Science Day (SSD) yang telah dilaunching pada Senin (19/11) yang lalu.

Menurut Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKI Indonesia mengatakan bahwa kegiatan SSD tersebut merupakan sebuah upaya mengoptimalkan kewajiban dosen di STIKI Indonesia untuk melaksanakan Tri Dharma.

“STIKI Indonesia ingin agar dosen semakin optimal dalam melaksanakan kewajibannya untuk mengajar, meneliti dan mengabdi. Agar optimal, terarah, dan terukur maka kami bersama 2 lembaga lain yaitu LPTPK dan LPIK berinisiatif untuk menyelenggarakan aksi STIKI Science Day atau SSD ini” jelas pria yang disapa Gus Ari ini.

Dijelaskan juga bahwa dalam kegiatan SSD tersebut, para dosen akan membuat perencanaan kegiatan yang menyangkut Tri Dharma hingga pada tahap mengerjakan dan pelaporan hasil kegiatan SSD.

“Kita siapkan agar setiap hari Senin, semua dosen mengerjakan apa yang telah direncanakan dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma itu misalnya ada yang buat buku, membuat penelitian, membuat proyek Kreativitas, kemudian setiap minggu kita evaluasi pelaksanaan atau realisasinya, sejauh mana progresnya kita kuantitatifkan sehingga benar-benar terukur” tambah Gus Ari.

Untuk memastikan kegiatan SSD ini berlangsung secara efektif dan produktif, LPTPK STIKI Indonesia sebagai lembaga yang mengurus Sumber Daya Manusia akan memantau seluruh aktivitas para dosen.

Sementara itu, LPIK STIKI Indonesia dalam hal SSD ini memiliki andil dalam menyiapkan fasilitas seperti laboratorium dan peralatan yang diperlukan oleh dosen sehingga terjamin ketersediaannya.

Dilihat dari segi kesiapan para dosen untuk melaksanakan kegiatan SSD ini, nampaknya sangat antusias. Terbukti, setelah kegiatan itu dilaunching para dosen beramai-ramai mengisi formulir perencanaan kegiatan SSD dalam kurun waktu satu tahun akademik. (inwa)