Generic placeholder image

Melukat, Upacara Pembersihan Diri di Bali

06 Mar 2021   Berita

Upacara Melukat merupakan tradisi masyarakat Bali. Namun, sering dilihat di media sosial banyak artis ibukota yang mengikuti Upacara Pembersihan Diri ini sehingga Melukat semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Melukat adalah tradisi membersihkan diri secara spiritual menurut agama Hindu. Air yang digunakan untuk Melukat merupakan air suci dan proses rangkaian melukat tidak boleh di sembarangan tempat.

Tempat Melukat wajib dilakukan di pura yang lokasinya tak jauh dari muara sungai sampai dengan mata air dalam pura. Dilansir dari dharmadana.id, Melukat berasal dari kata lukat dalam Bahasa Kawi-Bali yang berarti bersihin, ngicalang.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia kata lukat berarti melepaskan (tentang barang yang dilekatkan). Kemudian mendapat awalan ‘me’ menjadi melukat yang diartikan melakukan suatu pekerjaan untuk melepaskan sesuatu yang melekat dinilai kurang baik melalui upacara keagamaan secara lahir dan batin.

Upacara melukat merupakan salah satu usaha untuk membersihkan dan menyucikan diri agar dapat mendekatkan diri pada yang suci yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa, yang tak lain merupakan tujuan akhir dari pada kehidupan manusia. Ida Sang Hyang Widhi Wasa adalah Maha Suci dan tentu merupakan sumber Kesucian.

Maka sangat diperlukan adanya kesucian dalam pribadi kita untuk dapat mendekatkan diri dengan Beliau yang Maha Suci. Dalam Pustaka Suci Manawa Dharma Sastra Bab V sloka 109, dinyatakan sebagai berikut: Adbhir gatrani cuddhyanti manah satyena cuddhyti,cidyatapobhyam buddhir jnanena cuddhyatir yang memiliki arti: “Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, roh dengan ilmu dan tapa, akal dibersihkan dengan kebijaksanaan.”

Apabila makna sloka tuntunan ini dihayati secara mendalam, maka melukat menggunakan sarana air untuk pembersihan tubuh secara lahir (sekala), sedangkan untuk sarana penyucian menggunakan Tirtha Penglukatan, yang mana telah dimohonkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa oleh pemimpin upacara melalui doa, puja dan mantram dengan diikuti oleh orang yang sedang melaksanakan upacara Melukat.

Jenis Upacara Melukat

Ada tujuh macam upacara Melukat apabila ditinjau dari pelaksanaan dan tujuannya. Tujuh macam upacara Melukat tersebut di antaranya:

• Melukat Astupungku, untuk membersihkan dan menyucikan malapetaka seseorang yang diakibatkan oleh Pengaruh hari kelahiran dan Tri Guna (Satwam, Rajas, Tamas) yang tidak seimbang dalam dirinya.

• Melukat Gni Ngelayang, untuk pengobatan terhadap seseorang yang sedang ditimpa penyakit.

• Melukat Gomana, untuk penebusan Oton atau hari kelahiran yang diakibatkan oleh pengaruh yang bernilai buruk dari Wewaran dan Wuku. Misalnya pada mereka yang lahir pada wuku Wayang.

• Melukat Surya Gomana, untuk melepaskan noda dan kotoran yang ada pada diri Bayi. Misalnya pada saat Nelu Bulanin.

• Melukat Semarabeda, untuk menyucikan Sang Kama Jaya dan Sang Kama Ratihdari segala noda dan mala pada upacara Pawiwahan (Perkawinan).

• Melukat Prabu, untuk memohonkan para pemimpin agar kelak dalam melaksanakan tugasnya mendapatkan kejayaan dan kemakmuran.

• Melukat Nawa Ratna, dapatkan dikatakan mempunyai makna yang sama dengan Melukat Prabu.

Umat Hindu di Bali percaya bahwa setiap manusia memiliki sifat diri yang kotor. Maka dari itu, sifat tersebut harus dibersihkan dan dibuang dari dalam diri manusia. Lewat upacara Melukat diharapkan segala hal-hal yang bersifat kotor atau negatif, baik secara jasmani maupun rohani, dapat kembali bersih dan suci.

Ritual pembersihan diri ini juga mempersiapkan umat manusia untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik di masa selanjutnya. Jangan khawatir bagi kamu yang memeluk agama lain apabila ingin mencoba ritual pembersihan diri ini. Siapa pun yang ingin melakukannya dapat bisa menjalankannya. Hal ini dikarenakan upacara ini bertujuan untuk membersihkan diri.

Bagi kamu yang tidak tinggal di Bali dan berniat melanjutkan kuliah di Bali bisa bergabung dengan STMIK STIKOM Indonesia (STIKI). Sebagai kampus IT Terpopuler di Bali, STIKI tidak hanya fokus melakukan pengajaran yang fokus pada Sistem Komputer dan Teknik Informatika. Namun, STIKI yang merupakan kampus swasta di Bali ini fokus pula melestarikan budaya khususnya budaya Bali di kurikulumnya.

Generic placeholder image

Mengupas Peran dan Tugas Seorang UI/UX Designer

05 Mar 2021   Berita

Kamu pasti sering mendengar tentang profesi UI/UX Designer. Profesi ini memang tengah menjadi tren dan dibutuhkan oleh tiap perusahaan di era teknologi informasi seperti sekarang. Meski UI dan UX Designer sering disatukan namun pada kenyataannya memiliki jobdesk yang berbeda. UI adalah kependekkan dari User Interface. UI mencakup aspek visual yang ditampilkan pada website maupun aplikasi mobile seperti menu, tulisan, tata letak, tombol, warna hingga tipografi.

UI Designer diharapkan mampu membuat tampilan (interface) yang mudah digunakan oleh pengguna atau kita kenal dengan (user friendly). Dilansir dari dicoding.com, UI designer juga mencakup perencanaan flow untuk pengguna, serta membuat mockup atau prototype. Bagi perusahaan besar UI Designer diperlukan untuk merancang layout website ataupun aplikasi mobile. Contoh dari UI yaitu visual design yang memang dibutuhkan untuk membuat suatu aplikasi tampak lebih enak dipandang mata.

UX adalah kependekan dari User Experience. UX designer yaitu seseorang yang bertanggung jawab untuk kepuasaan pengguna (user) dan pengalaman yang lebih baik. Contoh ketika menggunakan aplikasi Gojek, jika kamu ingin pergi kesuatu tempat tujuan, maka lokasi penjemputan terisi otomatis berdasarkan dari GPS kamu atau fitur User’s GPS.

Jadi UX atau User Experience ini memang  tidak kasat mata bagi seseorang yang bukan designer, tetapi bagi seorang designer dapat terlihat bahwa dengan mengisi lokasi secara otomatis dapat menghemat waktu dari sisi pengguna.

Pekerjaan sebagai UX designer adalah mencakup riset bagi pengguna (user research), mendesain hal-hal penting dalam user interface, mendesain juga flow website atau aplikasi mobile, serta melakukan testing.

Untuk menjadi seorang UI/UX Designer memang kamu harus jago dalam hal design. Setidaknya memahami konsep dasar. Bagi kamu yang ingin terjun dan menyandang ‘gelar’ UI/UX Designer ada sejumlah kunci yang harus kamu perhatikan. Berikut hal tersebut seperti dikutip dari dicoding.com:

Problem

Masalah apa yang terjadi? Sebagai UX designer sendiri justru kita akan mencari suatu masalah, bukan untuk dihindari. Masalah seperti apakah yang dimaksud? Contohnya seperti latar belakang dibuat suatu flow sistem, alat untuk meminimalisir sistem manualisasi yang ada saat ini. Supaya bisa menghasilkan suatu ide atau pun solusi.

Solution

Bagaimana cara memperbaikinya? Dibuatnya aplikasi sebagai alat, mempunyai tampilan yang menarik, dan mudah digunakan oleh pengguna (user friendly).

Result

Menghasilkan suatu keluaran atau output yang mempermudah pekerjaan pengguna, bukannya malah mempersulit.

Kamu bisa memulai dari belajar UI yang umumnya lebih mudah terlihat dibandingkan UX. Misalnya membuat konsep desain aplikasi sederhana menggunakan adobe XD ataupun Figma. Untuk belajar UX kamu bisa mempelajari dengan cara membaca buku tentang UX. Contoh buku yang direkomendasikan sebagai kitabnya para designer: The Design of Everyday Things (Don Norman), UX for Lean Startups (Laura Klein) dan Observing User Experience (Elizabeth Goodman, dkk).

Untuk belajar lebih mendalam kamu yang lulusan SMA dan ingin bergelut di bidang ini sangat cocok apabila melanjutkan pendidikan ke STMIK STIKOM Indonesia (STIKI). Sebagai Kampus IT terpopuler di Bali, STIKI memiliki program studi Teknik Informatika dengan peminatan Design Grafis dan Multimedia.

Sebagai kampus IT swasta di Bali, STIKI memiliki komitmen bagi mahasiswa yang memilih peminatan Desain Grafis dan Multimedia agar mereka kelak menjadi sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Tujuannya untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

Bagi kamu yang tidak tinggal di Bali, mungkin bisa memilih STIKI Indonesia untuk kuliah IT di Bali karena ada sederet hal menarik yang terjadi. Keuntungan tinggal dan kuliah di Bali bisa dibaca di link berikut ini: Keuntungan Kuliah di Bali

Generic placeholder image

Hal Menarik Jika Jaringan 5G Telah Datang di Indonesia

04 Mar 2021   Berita

Kementerian Informasi dan Informatika (Kemenkominfo) memiliki komitmen kuat untuk segera dapat menghadirkan jaringan 5G di Indonesia. Untuk menghadirkan teknologi generasi kelima tersebut disebutkan bahwa butuh lompatan yang lebih besar dibandingkan saat peralihan jaringan 3G ke 4G.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Widodo Muktiyo menyebutkan untuk segera cepat menghadirkan jaringan 5G di Indonesia maka pihaknya membentuk gugus tugas pada tahun 2020 lalu.

“Tahun 2021 kita akan mulai mengunakan 5G,” kata Widodo dikutip dari bisnis.com (17/12/2020).

Upaya lain dalam mempercepat akselerasi 5G adalah dengan menyelenggarakan lelang frekuensi 2,3 GHz yang diselenggarakan pada tahun 2020. Kabar terakhir, ada tiga operator yang lolos seleksi penggunaan pita frekuensi radio 2,3 Ghz rentang 2.360 – 2.390 Mhz, yaitu PT Smart Telecom Tbk (Smartfren), kedua adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Namun demikian, pada perkembangannya Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz pada Rentang 2.360 – 2.390 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler (Tim Seleksi), mengumumkan bahwa proses lelang Pengguna Pita Frekuensi tersebut dinyatakan dihentikan prosesnya.

Kemkominfo beralasan dihentikannya proses seleksi ini sebagai langkah kehati-hatian dan kecermatan untuk menyelaraskan setiap bagian dengan ketentuan perundang-undanganan yang berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya PP Nomor 80 Tahun 2015.

Meski jaringannya belum resmi ada, namun sejumlah merek smartphone 5G telah tersedia di pasaran. Dari apa yang sudah banyak kita lihat di luar negeri, 5G membawa banyak perubahan dalam perilaku teknologi dalam hidup kita. Kebutuhan kita dalam mengonsumsi internet makin tercukupi dengan baik, terutama di sektor gaming online, komunikasi berbasis audio visual, serta streaming video dan konten interaktif.

Bagaimana tidak, koneksi 5G memang menawarkan kecepatan unduh dan unggah yang jauh lebih cepat dari yang ditawarkan 4G. Sebagai contoh, Kecepatan unduh 4G di Amerika Serikat rata-rata 19,42 Mbps. Menurut OpenSignal, 5G tidak lagi berbicara megabit, namun gigabit. Modem 5G besutan Qualcomm, Snapdragon X50, mampu mengunduh hingga kecepatan 5GB per detik. Kecepatan ini 257 kali lebih cepat ketimbang jaringan 4G di Amerika Serikat.

Selain itu, kapasitas jaringan juga naik drastis. Jaringan 4G sendiri hanya mendukung beberapa perangkat saja, sementara 5G bisa menampung satu juta perangkat per kilometer persegi. Belum lagi berbicara soal latensi yang hampir tidak ada.

Apabila memang nantinya telah hadir di Indonesia apa hal menarik yang akan terjadi? Berikut ulasannya seperti dikutip dari merdeka.com:

  • Manusia Terkoneksi Real Time

Makin cepat internet, manusia akan makin terdesentralisasi. Masyarakat yang ada di daerah tetap bisa terkoneksi secara real-time untuk bertatap muka. Berbagai hal seperti meeting, pitching ide ke pemilik dana, dan berkomunikasi dengan orang terdekat yang sedang berjauhan bisa dilakukan secara langsung.

Dengan ini pula, konektivitas internet tidak akan lagi membutuhkan kabel dan segala hal bakal nirkabel. Kemampuan 5G bakal bisa diakses di mana pun dan pengembangan bisnis bisa dilakukan bahkan di atas tempat tidur sekali pun.

Lapangan pekerjaan juga bisa makin luas dengan jenis pekerjaan yang lebih beragam dari saat ini. Bayangkan, anda bisa menjalankan sebuah perusahaan tanpa harus berkantor yang tentu menyita banyak uang untuk sewa, transportasi, dan lain-lain.

  • Dunia Didominasi Mobile

Dalam beberapa tahun mendatang, 90 Persen masyarakat global di atas 6 tahun diperkirakan akan memiliki smartphone. Prediksi ini telah diseriusi oleh banyak vendor teknologi mau pun bisnis, yang sudah sejak lama berubah ke arah mobile. Dengan makin banyaknya generasi muda yang mencoba hal baru di dunia mobile, hadirnya konektivitas 5G akan membuat konten-konten berbasis mobile akan makin mendominasi.

Sebagai gambaran, konten augmented reality dan virtual reality yang sudah lama jadi tren, akan makin mainstream di era 5G. Hal ini akan mengubah berbagai perilaku digital manusia. Jika dulu Anda memahami Augemented Reality adalah teknologi yang digunakan di Pokemon Go. Di Pokemon Go, nanti hal ini akan berbeda. Konsepnya adalah kita tinggal mengarahkan kamera kita ke sebuah lokasi tertentu, lalu akan muncul informasi tentang tempat tersebut.

Aplikasi seperti Google Translate telah bekerja sama dengan beberapa pengembang aplikasi untuk menerjemahkan secara real-time berbagai hal yang kita sorot lewat augmented reality. Hal ini tentu akan makin sempurna di masa depan dan kita akan lebih mudah mendapat informasi dari teknologi ini.

Dengan internet yang lebih cepat, tentu kita tidak tahu apa inovasi-inovasi para developer untuk mengembangkan aplikasi canggih terbaru. Jika menurut prediksi yang meramal bahwa di era 5G konten live video akan makin marak, tentu area virtual reality dan augmented reality akan dikembangkan dengan lebih canggih lagi.

Berbagai data akan bisa dikirimkan di live video, mulai dari rekam medis secara jarak jauh, mengirim beberapa konten secara bersamaan dan real-time, serta berbagai kemudahan lain.

  • Dunia yang Canggih dan Interaktif

Berbagai aplikasi di saat ini sudah imersif dan interaktif. Berbagai hal mulai dari konten video Youtube, live streaming di Twitch, Zoom meeting, hingga yang terbaru room di Clobhouse, semuanya akan makin laris manis ketika 5G datang. Hal ini akan teraplikasi di sektor mulai dari hiburan hingga bisnis.

Nantinya, tanpa adanya permasalahan koneksi ketika 5G datang, bahkan konten 3D dan berbagai ekspansi konten interaktif lainnya akan lebih nyata terjadi ketika dunia sudah dicakup oleh jaringan 5G. Selain itu, 5G tak akan hanya digunakan oleh smartphone saja. Jaringan ini akan terpakai oleh semua perangkat cerdas.

Sebagai contoh, 5G akan sangat penting bagi mobil otomatis yang membutuhkan koneksi internet secepat mungkin. Latensi rendah, kapasitas yang tinggi dan kecepatan yang tinggi akan membuat mobil otomatis benar-benar efektif berjalan secara otonom.

Hal ini juga akan terpakai di teknologi konsumen seperti aksesoris rumah tangga cerdas, headset VR, PC, dan bisa jadi media sosial dan konferensi jarak jauh juga akan terpengaruh juga dengan baik.