Generic placeholder image

Tak Disangka! Artis Hollywood ini Ternyata Jago Coding

03 Mar 2021   Berita

Belajar coding banyak dianggap sebagai satu keterampilan yang sulit dipelajari. Belajar coding membutuhkan kesabaran, konsentrasi dan juga ketekunan. Meski demikian, jerih payah mempelajari coding tak akan sia-sia karena banyak memberikan manfaat. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari belajar coding adalah mampu mengembangkan pola pikir untuk memecahkan sebuah masalah.

Belajar coding mengharuskan untuk belajar tentang cara memecahkan sebuah masalah dan mencari langkah-langkah logis agar sebuah program dapat bekerja. Belajar coding juga menjadi minat dari sejumlah artis hollywood. Mereka beranggapan menguasai coding atau bahasa pemrograman sangat penting. Siapa saja mereka yang jago dalam coding? Simak uraiannya seperti dikutip dari nextren.grid.id:

  • Ashton Kutcher

Aktor Holywood yang juga terkenal sebagai founder startup serta banyak memegang posisi penting di perusahaan teknologi ini, ternyata juga memiliki ketertarikan yang tinggi membuat program komputer. Dia menilai pendidikan ilmu komputer seharusnya memang menjadi pelajaran wajib bagi siswa di sekolah.

“Computer science harus menjadi pelajaran wajib di sekolah menengah, bersama pelajaran umum lainnya, seperti biologi, aljabar, atau kimia,” katanya.

Pemeran Steven Jobs di film layar lebar berjudul Jobs ini, pertama kali belajar coding saat mengambil jurusan Teknik Biokimia di kampusnya.

Dengan ketertarikan dan keahliannya membuat program, Kutcher ditunjuk sebagai duta Hour of Code, sebuah organisasi yang bekerja untuk memperkenalkan pentingnya ilmu komputer kepada siswa di seluruh dunia.

  • Will I.am

Mantan pentolan grup musik Black Eyed Peas yang pernah meraih Grammy Award ini, dikenal sebagai selebriti yang melek perkembangan teknologi.

Selain pernah bekerja sama dengan Intel, dia juga sering menghasilkan inovasi di bidang teknologi. Will pernah meluncurkan smartwatch dan aksesoris kamera untuk iPhone.

Tidak hanya itu, Will ternyata juga tertarik mempelajari bahasa pemrograman dan masih aktif mempelajarinya. Sebagai bentuk dukungannya terhadap perkembangan coding, Will menjadi salah satu penyokong situs Code.Org.

Itu adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memperkenalkan serta memperluas akses ke ilmu komputer untuk menjadi programmer sejak dini. Melalui organisasi tersebut, ia juga banyak berbagi keahliannya kepada para peserta yang bergabung untuk memperlajari bahasa coding.

  • Karlie Kloss

Mantan angel Victoria Secrets, Karlie Kloss juga menyukai dunia pemrograman komputer. Dia sudah aktif dalam dunia coding sejak sudah terkenal sebagai seorang model.

Pada tahun 2015 Kloss mengambil studi di Gallatin School of Individualizes Study yang di bawahi oleh Universitas New York dan mendalami pelajaran tentang computer coding.

Dia mengatakan bahwa ketertarikannya terhadap dunia coding dimulai pada tahun 2014. Awalnya kala itu, dia sangat penasaran bagaimana cara membagun sebuah situs karena terinspirasi dari Instagram.

Salah satu karyanya yang paling menyita perhatian adalah proyek codingnya untuk menerbangkan drone yang dipostingnya di Instagram.

Ia pun mendirikan situs Kode with Klossy dengan alamat www.kodewithklossy.com yang menyediakan program beasiswa musim panas bagi wanita muda usia 13-18 tahun yang ingin mempelajari coding.

  • Lyndsey scoot

Meski dikenal sebagai model, banyak yang tidak menyangka kalau wanita kelahiran tahun 1985 ini jago coding. Tidak mengherankan, karena Scott adalah lulusan Universitas Amherst dan mendapatkan dua gelar yaitu liberal arts dan ilmu komputer. Awalnya Scott memang ingin berkarir di industri komputer.

Tapi pada tahun 2009, ia menerima tawaran kontrak ekslusif dari Calvin Klein. Sebagai seorang Afrika-Amerika pertama yang mendapatkan kontrak tersebut, Scott tidak bisa menolaknya.

Selanjutnya, ia pun banyak menerima tawaran sebagai model produk dari Louis Vuitton, Prada, Gucci, hingga Victoria’s Secret. Namun, Lyndsey Scottia tidak menyia-nyiakan ilmu yang didapatnya. Saat ini dia masih aktif membuat program.

Bahkan, ia mengembangkan iPort, sebuah program portofolio yang bisa digunakan para model untuk jadi semacam CV digital mereka.

Scott juga mengembangkan program Educate!, sebuah aplikasi berbasis amal untuk mencari sponsor bagi pendidikan anak-anak di Uganda.

  • Liam Neeson

Aktor asal Irlandia yang kerap membintangi film action ini, ternyata memiliki skill di bidang ilmu komputer, termasuk coding. Keahlian itu ia peroleh ketika ia menimba ilmu di Universitas Queen, Belfast dengan mengambil jurusan ilmu komputer dan fisika. Namun, dia harus berhenti kuliah karena faktor ekonomi.

Kemudian dia memilih bekerja sebagai operator hingga supir truk di perusahaan bir Guinness. Liam bahkan sempat bekerja sebagai guru di sebuah kampus di Newcastle selama dua tahun.

Barulah pada tahun 1978, Liam benar-benar serius memulai karir sebagai pemain film. Setelah sukses menjadi aktor terkenal, Liam memang sudah jarang mengutak-atik komputer.

Namun dengan bekal ilmu komputer yang pernah dipelajarinya, Liam menjadi salah satu aktor yang terbilang melek teknologi.

  • Jimmy Fallon

Meski sudah tidak mengasah kembali keahliannya di bidang ilmu komputer, aktor, komedian, serta pembawa acara TV bincang-bincang malam ini, akrab dengan bahasa programming.

Bahkan ia bisa dibilang masih mengikuti perkembangan teknologi berbasis programming. Pada acara TV yang dipandunya, ia pernah mengangkat tema mengenai Arduino yang merupakan pesaing Raspberry Pi.

Jimmy pernah belajar ilmu komputer di Kampus Saint Rose, tapi akhirnya putus sekolah demi mengejar karier sebagai komedian. Jimmy mengaku menyelesaikan mata pelajaran bahasa pemrograman C++ karena ia memang menyukai bahasa programming.

Sebelum berpindah jalur ke bidang entertainment, awalnya, Jimmy sempat berpikir mengikuti jejak ayahnya dan mempertimbangkan untuk bekerja di IBM.

Belajar coding memang menyenangkan apabila sesuai dengan minatmu. Tentu akan lebih menyenangkan apabila bisa belajar di tempat yang tepat. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) sebagai kampus IT terpopuler di Bali memiliki dua program studi yaitu Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Program studi Teknik Informatika (TI) memiliki misi melaksanakan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi berbasis komputer untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini dalam mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya. STIKI Indonesia fokus pula pada sistem pengajaran tanpa melupakan budaya. Maka, untuk kamu yang ingin kuliah di Bali bisa sekaligus belajar banyak tentang budaya Bali.

Sementara itu, Program studi Sistem Komputer (SK) di STIKI yang merupakan kampus swasta di Bali ini bertujuan untuk menciptakan lulusan sarjana yang profesional di bidang sistem komputer, memiliki kemampuan menguasai hardware dan software komputer yang berimbang dan sangat menunjang profesi  di bidang: IT, EDP Perhotelan Pariwisata, Mobile Programmer, Technical Support, Network Administrator, Automation System dan Smart Robotic System. Dengan mata kuliah: Teknologi Informasi Pariwisata, Pemrograman Visual, Pemrograman Web, Mobile Programming, Manajemen Jaringan dan Server, Artificial Intelegence, Mikrokontroler, dan Robotika.

Untuk info lebih lanjut silakan kunjungi link berikut untuk mengetahui biaya pendaftaran dan lain sebagainya sip.stiki-indonesia.ac.id

Generic placeholder image

Jangan Insecure, Lebih Baik Bersyukur

02 Mar 2021   Berita

Sering sekali kita sebagai seorang manusia selalu berpikir tidak bisa lebih baik dari orang lain. Baik dari segi fisik hingga dari segi pencapaian. Melihat orang-orang yang lebih cantik, lebih ganteng, lebih sukses, lebih mapan membuat kita jadi minder.

Rasa insecure pun menyerang dan berkata pada diri sendiri kenapa kita tidak bisa lebih baik dari orang lain? Rasa insecure memang manusiawi, bisa menyerang siapa saja. Namun, perlu diingat sampai kapan kita terus-terusan overthinking? Sampai kapan hidup terus dibayangi oleh ketakutan?

Insecure merupakan perasaan tidak aman, tidak yakin dan tidak percaya pada diri sendiri dan tidak bersyukur dengan apa yang kita punya. Insecure menyerang ketika membandingkan diri sendiri dengan orang lain.  Selalu menitikberatkan pada kelebihan yang orang lain punya. Padahal perlu diingat setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Insecurity makin menjadi-jadi di era digital seperti sekarang. Banyak sekali dijumpai di media sosial banyak sekali yang mencurahkan keresahannya. “Insecure ngelihat teman yang lebih cantik. Kulitnya juga mulus.” “Insecure melihat teman yang sudah mapan, sedangkan aku masih gini-gini aja.”

Begitu salah satu contoh yang sering kita lihat di media sosial. Merasa selalu kalah dengan fisik dan pencapaian orang lain. Padahal perlu diingat bahwa tingkat kecantikan seseorang itu tidak diukur dari fisik semata apalagi warna kulit.

Kita perlu ingat menjadi cantik bukanlah satu tujuan dari kesempurnaan seorang perempuan. Definisi cantik seharusnya bisa diubah dalam pola pikirmu. Apabila kamu bisa menjalankan hidupmu dengan penuh rasa syukur, bisa terbiasa selalu tersenyum maka mungkin kamu bisa mengurangi rasa insecure. Cukup tekankan di dalam hati atau berbicaralah depan cermin “I Love Myself.”

Kita harus belajar mencintai diri sendiri sebelum dapat mencintai orang lain. Karena hanya ketika kita mencintai diri kita sendiri kita bisa merasa layak untuk mencintai orang lain.

Rasa insecure juga datang ketika kita melihat karir orang lain. Ada yang lebih sukses dan ada yang lebih mapan. Padahal perlu diingat selama kita sebagai manusia masih terus berusaha dan kerja keras maka yakinlah cahaya terang akan datang. Percaya itu. Mungkin memang bukan sekarang, bukan besok atau bulan depan. Ingat, semua pencapaian butuh proses.

Untuk mengikis rasa insecure terkait hal ini coba ubah pola pikirmu. Jangan melulu melihat ke atas tapi lihat ke bawah. Masih banyak orang di sekitarmu yang hidupnya tidak seberuntung kamu. Kamu bisa kuliah, ada orang yang tidak bisa kuliah. Kamu bisa makan 3 kali sehari ada yang makan satu kali sehari saja susah. Kamu bisa tidur dengan nyaman di kasur yang empuk, ada yang tidur hanya beralaskan kardus.

Insecure bisa dilawan dan dihilangkan secara perlahan apabila kita mampu bersyukur dan mulai berpikir positif bahwa semua hal di dunia ini pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Maka dari itu tidak dapat dijadikan patokan bahwa kekayaan, ketampanan/kecantikan seseorang, keberuntungan, kebahagiaan dan segalanya untuk selalu kamu pikirkan sehingga kamu overthinking. Mulai sekarang dan seterusnya ayo kurangi insecure dan mulai perbanyak bersyukur.

Teruslah  bergerak maju menuju apa yang ingin dicapai, jangan dengarkan apa kata orang yang membuat semangat patah. Sesungguhnya di antara mereka ada yang mendukung dengan ikhlas, terus berjalan lakukan hingga masa depan cerah menantimu kawan.

Salah satu cara untuk tidak insecure adalah kamu bisa menguasai hard skill dan soft skill. Era teknologi informasi seperti sekarang membutuhkan orang-orang yang cakap dalam dua hal tersebut. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) memiliki kurikulum yang tidak hanya fokus pada hard skill semata. Namun, mahasiswa akan mendapatkan mata kuliah soft skill sebagai bekal mereka untuk menghadapi dunia setelah lulus. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki mata kuliah soft skill yang bisa diterapkan mahasiswa di dunia kerja nantinya.

Generic placeholder image

STIKI Indonesia satu-satunya kampus IT di Bali terima hibah PTUPT

01 Mar 2021   Berita

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) menerima pendanaan penelitian di perguruan tinggi non badan hukum tahun anggaran 2021 untuk skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT). Penelitian berjudul Model Smart Business: Pengembangan Business Intelligence System Pada Industri Ritel di Bali.

Penelitian ini disusun oleh tiga dosen STIKI Indonesia, di antaranya adalah Ni Luh Wiwik Sri Rahayu G, S.Kom.,M.Kom, Wayan Gede Suka Parwita, S.Kom.,M.Cs dan I Made Dwi Putra Asana, S.Kom., M.T.

Dalam lampiran dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk hibah tahun anggaran 2021, STIKI Indonesia menjadi satu-satunya kampus IT di Bali yang menerima hibah untuk skema PTUPT. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKI Indonesia Ida Bagus Ary Indra Iswara menjelaskan awalnya pihaknya mengajukan lima proposal untuk hibah PTUPT.

Namun, dari lima yang diajukan yang diterima satu penelitian dan masuk dalam tahap review adalah dua proposal. Terkait hanya satu proposal yang diterima juga dikarenakan dampak dari Pandemi Covid-19 sehingga dana penelitian memang dikurangi.

Meski demikian, satu proposal yang lolos juga cukup mengagetkan dikarenakan pada awalnya tidak berekspektasi lebih untuk lolos sehingga menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi kampus yang berdiri sejak tahun 2008 ini.

“Kita ajukan itu yang lolos satu itu dibiayai sekitar Rp 100 juta untuk penelitiannya. Untuk PTUPT di Bali baru STIKI Indonesia saja yang lolos untuk kampus IT swasta,” kata Ida Bagus Ary ditemui Jumat (19/2/2021).

Proposal yang lolos berhak mendapatkan dana hibah sebesar Rp 100 juta dan durasi penelitian berlangsung selama dua tahun. Untuk tahun depan, Kampus IT terpopuler di Bali ini menargetkan kembali lolos untuk bisa mendapatkan dana yang lebih besar yaitu Rp 200 juta. Terkait target ini, STIKI sebagai kampus swasta IT di Bali telah mendapatkan evaluasi tersendiri sehingga target yang akan diraih bisa tercapai di tahun anggaran berikutnya.

“Untuk tahun depan kita targetkan lolos untuk dapat Rp 200 juta,” katanya.

Sekadar informasi, setiap dosen yang ingin melakukan penelitian tentu membutuhkan biaya penelitian yang tidak sedikit. Maka, dosen yang ingin melakukan penelitian perlu mengajukan proposal sehingga bisa mendapatkan hibah.

Dosen perlu mengajukan penelitian dikarenakan tak hanya berkomitmen melakukan pengajaran, Namun, sebagai seorang dosen perlu melakukan penelitian yang hasilnya dapat berdampak baik untuk masyarakat.

Hal ini juga merupakan imbauan dari Kemenristek/BRIN yang meminta setiap perguruan tinggi baik negeri mau pun swasta untuk tidak hanya fokus pada pengajaran. Namun, harus pula fokus pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.