Generic placeholder image

Bangga! Tim E-Sports STIKI Meraih Prestasi Berturut-Turut Dalam Turnamen Mobile Legends

26 Feb 2020   Berita

esportskirim

Denpasar – Tim e-Sports STMIK STIKOM Indonesia meraih prestasi berturut-turut mulai dari tingkat provinsi hingga tingkat nasional dalam turnamen Mobile Legends pada bulan Februari. Turnamen yang diikuti digelar secara online. Turnamen yang bersifat offline juga diikuti dan berlangsung di Universitas Udayana.

Turnamen pada tingkat provinsi bertajuk Mobile Legends Bali Tournament 2020 diadakan oleh EOG Kingdom yang merupakan komunitas Mobile Legends di Bali. Pada turnamen ini terdapat dua season. Turnamen season 1 dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu (15-16/2/2020) secara online. Berselang satu minggu, turnamen season 2 diselenggarakan masih secara online pada Sabtu dan Minggu (22-23/2/2020). Tim e-Sports STIKI yang terdiri dari I Nyoman Bagus Bayu Saskara, I Made Aditya Indrayana, I Putu Pande Rizky Astawan, Sagaf Maulana Alfan, dan I Gusti Rai Putra Julang Hadinata mampu meraih Juara 1 pada season 1 dan Juara 2 pada season 2. Lima serangkai ini berkumpul di rumah salah satu mahasiswa yang telah mereka sepakati.

Turnamen pada tingkat nasional, Tim e-Sports STIKI mampu masuk 3 besar dan harus mengakui keunggulan lawan dalam Mobile Legend Campus Championship (MLCC) pada Kamis dan Jumat (20-21/2/2020). MLCC ini diselenggarakan oleh Moonton, developer dan publisher dari game Mobile Legends. Didukung oleh GoPay Indonesia, MLCC merupakan turnamen amatir resmi pertama yang diadakan khusus untuk kalangan mahasiswa di Indonesia.

Terdapat 10 titik kota besar yang menjadi tempat dilaksanakannya turnamen nasional ini, termasuk di Bali. Dari kota tersebut, sebanyak 32 kampus digunakan sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan turnamen. Di Bali, yang menjadi tuan rumah adalah Universitas Udayana (Unud), Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), dan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Tim e-Sports STIKI bertanding di Unud tepatnya di Auditorium Undagi Graha Fakultas Teknik.

Berawal dari informasi salah satu teman yang menjadi panitia dalam Mobile Legends Bali Tournament 2020, Aditya, salah satu dari mereka berinisiatif untuk berpartisipasi dalam turnamen ini. Dirinya kemudian mengajak keempat temannya. Lain halnya dengan turnamen tingkat nasional itu, mereka mendapat informasi dari akun resmi game yang digandrungi oleh banyak muda-mudi akhir-akhir ini.

Banyak kendala yang mereka hadapi, salah satunya adalah kekompakan. Awalnya, sangat sulit dalam menumbuhkan kekompakkan. Melalui latihan rutin 3 kali seminggu yang dilakukan dari bulan Desember, mereka pun mampu menumbuhkan kerja sama dan kekompakkan sedikit demi sedikit hingga menjadi juara dalam ajang unjuk gigi menjadi pemain game profesional itu.

Ketika mereka ditanya apa yang menjadi rencana kedepannya, mereka menjawab akan istirahat dan fokus kuliah. Hal ini disebabkan beberapa dari mereka akan menyelesaikan Tugas Akhir (TA). Mereka juga mengatakan bahwa melalui turnamen ini, mereka mendapat banyak pengalaman. Mereka terlatih untuk kerja sama tim dan mengatur strategi.

“Selama ikut turnamen, selain mendapat pengalaman, kami juga belajar dari kesalahan-kesalahan sebelumnya untuk lebih baik kedepannya. Harapannya sih, semoga nanti ada penerusnya. Kalau bisa, membawa nama kampus ke turnamen internasional,” kata Saskara. (IGI2/Tim Humas)

Generic placeholder image

Dengan VCT, Dosen STIKI Cegah Perilaku Bullying pada Anak di Bawah Umur

21 Feb 2020   Berita

WhatsApp Image 2020-02-21 at 14.09.27

Denpasar- Maraknya kasus bullying pada kalangan pelajar membuat Dosen STMIK STIKOM Indonesia melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Sekolah Dasar wilayah Sesetan selama tiga bulan dengan mengangkat judul “Pengabdian Kepada Masyarakat Meningkatkan Pendekatan Nilai Pada Anak Sekolah Dasar Di Kelurahan Sesetan Dengan Value Clarification Technique (VCT)”.

Tim Dosen yang bertugas terdiri atas Ni Luh Putu Mery Marlinda, S.Pd., M.Pd. ; Dwi Novitasari, S.Sn., M.Sn. ; dan Ni Luh Putu Labasariyani, S.Pd., M.Pd. Tiga serangkai ini turut berkolaborasi dengan Organisasi Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PABTM).

Sebelum dilaksanakannya kegiatan PKM tim dosen melakukan observasi dengan teknik kuesioner mengenai tingkat terjadinya bullying pada kalangan pelajar. Hasil yang ditemukan adalah masih banyak sekali kasus yang dilakukan oleh pelajar di wilayah Sesetan.

Kegiatan PKM dilakukan dengan metode VCT dimana para murid diberikan sebuah cerita yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata mengenai bullying yang dibalut dengan animasi. VCT merupakan metode pendekatan pendidikan dimana peserta didik dilatih untuk menemukan, memilih, menganalisis, memutuskan, dan mengambil sikap sendiri atas nilai-nilai hidup yang ingin diperjuangkannya.

Kegiatan PKM ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari pelajar kelas 5 dan kelas 6 sekolah dasar dari 10 sekolah dasar di wilayah Sesetan. “PKM ini nantinya kami harapkan bisa membuat anak anak itu tersentuh dan mengerti bahwa bullying itu tidak baik.” Ungkap Ni Luh Putu Mery Marlinda, S.Pd., M.Pd. saat ditemui dalam sesi wawancara. (RVN)

Generic placeholder image

Optimis pada Kesempatan yang Diberikan, Gede Trinanta Lolos Sepuluh Besar Teruna Teruni Denpasar

31 Jan 2020   Berita

WhatsApp Image 2020-01-31 at 18.53.01

Denpasar-Anak Agung Gede Trinanta berhasil lolos pada babak sepuluh besar Pemilihan Teruna Teruni Denpasar 2020 pada Sabtu (18/1).

Pemilihan Teruna Teruni Denpasar merupakan ajang pemilihan putra dan putri yang memiliki bakat dan pengetahuan mengenai pariwisata di Kota Denpasar. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini, Anak Agung Gede Trinanta atau biasa dipanggil Gede Trinanta berkesempatan untuk lolos pada babak sepuluh besar.

Proses seleksi Pemilihan Teruna Teruni Denpasar terbagi dalam empat kali tahap seleksi, yaitu dua kali tahap seleksi untuk lolos dua puluh besar dan dua kali tahap seleksi untuk lolos babak sepuluh besar. Seleksi pertama adalah tes tulis dan tes wawancara. Seleksi kedua adalah tes keterampilan dan tes bakat yang. Setelah lolos babak dua puluh besar, dilakukan lagi dua kali tahap seleksi yaitu tes deep interview dan tes mapidarta (berpidato bahasa Bali).

Gede Trinanta merupakan Mahasiswa STIKI Indonesia angkatan 2019 Program Studi Teknik Informatika. Ditemui dalam sesi wawancara, Gede Trinanta menjelaskan persiapannya untuk mengikuti Pemilihan Teruna Teruni Denpasar, diantaranya mencari informasi mengenai teruna teruni Denpasar, dilanjutkan dengan belajar dan berlatih bahasa Bali untuk persiapan mapidarta, serta berlatih bahasa Inggris agar lebih percaya diri saat wawancara.

Remaja dengan hobi futsal ini menerangkan bahwa banyak hal-hal baru yang dirinya dapatkan terutama dari relasi dan pengalaman saat mengikuti ajang kompetisi ini. “Jangan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diberikan dan berani mengambil resiko dari kesalahan-kesalahan tersebut.” Tutup Gede Trinanta. Selanjutnya, malam grand final teruna teruni Denpasar akan dilaksanakan pada Sabtu, 15 Februari 2020. Kita doakan agar Gede Trinanta mendapatkan hasil yang terbaik. (RVN)