Generic placeholder image

STIKI Digitalpreneur 2020: Datangkan Para CEO Muda!

17 Des 2019   Berita

WhatsApp Image 2019-12-17 at 15.33.58

Denpasar – Inkubator Bisnis (INBIS) STMIK STIKOM Indonesia mengadakan STIKI Digitalpreneur 2020 dengan serangkaian kegiatan yang diawali dengan STIKI TALKS pada Senin (16/12). Bertempat di Aula STIKI Indonesia , kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa/i STIKI Indonesia, berlangsung mulai pagi hingga siang hari.

STIKI Digitalpreneur 2020 yang bertajuk Speak Up Your Ideas, Build Up Your Startup  memiliki kegiatan, yaitu STIKI TALKS, STIKI Notes, STACK ON (STIKI Hackaton), dan STEP ON (STIKI Enterpreneurship and Incubation). STIKI Digitalpreneur sendiri merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan iklim digital dan mencetak startup–startup berbasis teknologi digital yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan maupun keresahan atas permasalahan–permasalahan yang melibatkan lingkungan dalam masyarakat sekitar.

I Gede Totok Suryawan, S. Kom., M.T. selaku Kepala INBIS STIKI Indonesia turut senang melihat antusiasme mahasiswa/i STIKI Indonesia yang datang ke acara STIKI TALKS. Beliau berharap mahasiswa/i yang penasaran dengan dunia startup dan teknologi digital, datang ke STIKI TALKS bisa terbayarkan rasa penasarannya dengan pengetahuan baru yang mereka dapatkan pada acara ini.

STIKI TALKS sendiri merupakan talkshow yang menghadirkan para CEO, founder maupun eksekutif startup digital. Menghadirkan beberapa pembicara, Daniel Harjanto (Founder Bali Animasi Solusi Ekakarsa & VP Production Technology and Pipeline Brown Bag Films Asia). Riyeke Ustadiyanto (Founder & CEO iPaymu.com – Payment Gateway Indonesia). Putu Surya Sudarmadi (Founder & CEO PT. GuestPro Teknologi Indonesia). I Dewa Putu Wahyu Cahyadi (Founder & CEO Omni Hotelier – Online booking Engine), dan Septian Saputra (Co-Founder Imajilogi – Creative Agency). Membahas mengenai pengalaman bagaimana membangun, mengelola, dan menjalankan sebuah startup/perusahaan, mahasiswa/i STIKI Indonesia tampak antusias mendengarkan satu persatu pengalaman dari para pembicara.

Salah satu pembicara, I Dewa Putu Wahyu Cahyadi atau yang akrab disapa Bli Dewa merupakan salah satu alumnus STIKI Indonesia yang sekarang telah sukses sebagai bercerita bahwa dulu semasa kuliah beliau pernah tidak lulus pada mata kuliah pemrograman web, namun saat ini beliau memiliki startup yang bergelut di bidang website. Hal itu bisa terjadi karena Bli Dewa tidak cepat menyerah, dirinya terus berusaha belajar. “Jangan nyerah, terus nyoba. Kekuatan terbesar bukan dari orang lain, tapi dari diri sendiri,” ujar Bli Dewa.

Selain itu, Putu Surya Sudarmadi mengatakan, “Saat mereka merasa bahwa mereka memberikan impact yang sangat luar biasa kepada masyarakat dari karya mereka. Mereka akan loyal kepada kita. Karena kenapa? Karena bukan untuk kita, tapi produk ini akan membangun daerah kita.” Bli Putu begitu sapaannya berpesan kepada kita bahwa bangunlah perusahaan/startup yang bisa berarti buat banyak orang dahulu, karena ada kesenangan tersendiri ketika kita bisa membantu orang banyak.

Lain halnya dengan Septian Saputra, ia berbagi tips bagaimana kita tahu apa passion kita. Dengan cara mencoba terlebih dahulu beberapa bidang, setelah itu kita akan tahu di bidang apa kita suka dan mampu mengerjakan hal tersebut sampai lupa waktu. Sebab passion sendiri adalah pekerjaan/kegiatan yang bisa membuat kita lupa waktu bahkan rela tidak dibayar untuk pekerjaan/kegiatan tersebut. “Coba saja dulu, baru disesuaikan. Supaya bisa menemukan passion-nya masing-masing,” kata Septian. Acara yang inspiratif ini diakhiri dengan sesi foto bersama oleh pembicara dan hadirin (RIS/Tim Humas).

Generic placeholder image

STMIK STIKOM Indonesia Menjadi Tuan Rumah Seminar Hasil PDP

17 Des 2019   Berita

2

Denpasar – Sebagai kampus yang mendapat hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) paling banyak, Kampus STMIK STIKOM Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Seminar Hasil PDP pada Kamis (12/12) yang diikuti oleh dosen-dosen pada berbagai perguruan tinggi di Bali.

Seminar Hasil PDP merupakan seminar yang diikuti oleh para dosen yang mendapat hibah PDP. Dalam seminar ini, para dosen tersebut mempresentasikan hasil penelitiannya. Terdapat 164 kelompok dosen peneliti dari 30 perguruan tinggi. Terdiri dari 29 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 1 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

STIKI Indonesia mengajukan 21 proposal dalam hibah PDP 2018-2019. Dari 21 proposal yang diajukan, sebanyak 20 proposal dinyatakan lolos untuk didanai. Prestasi ini menjadikan STIKI Indonesia sebagai kampus yang paling banyak mendapat hibah di bawah lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII. Oleh karena itu, Kampus STIKI Indonesia ditunjuk untuk menjadi tuan rumah dalam Seminar Hasil PDP.

Turut hadir sepuluh reviewer dalam acara yang dibuka oleh Sekretaris LLDIKTI Wilayah VIII, Ir. Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana, M.T. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua STIKI Indonesia, I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. Bagai peribahasa sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,  Kampus STIKI Indonesia menuai sepasang prestasi pada penghujung Tahun 2019, yaitu menjadi tuan rumah Seminar Hasil PDP dan naiknya predikat Kampus STIKI Indonesia menjadi Klaster Madya dalam bidang kinerja penelitian. (IGI2/Tim Humas)

Generic placeholder image

Bangga! STMIK STIKOM Indonesia Naik Peringkat Menjadi Klaster Madya

17 Des 2019   Berita

WhatsApp Image 2019-12-17 at 15.07.20

Denpasar – Kampus STMIK STIKOM Indonesia berhasil naik tingkat menjadi Klaster Madya dalam klaster perguruan tinggi bidang kinerja penelitian yang diumumkan pada Selasa (19/11) oleh Kemenristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk periode 2016-2018.

Kemenristek/BRIN membuat klasterisasi dalam bidang penelitian. Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, perguruan tinggi wajib dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). Dibuatnya klasterisasi ini karena perguruan tinggi tidak hanya melaksanakan pengajaran, namun juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Klasterisasi ini dibagi menjadi empat kelompok, yaitu Klaster Binaan, Klaster Madya, Klaster Utama, dan Klaster Mandiri.

Dari hasil yang telah diumumkan, sebanyak 47 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Utama, 479 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Madya, dan 1.305 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Binaan. Kampus STIKI Indonesia yang termasuk Klaster Binaan (perguruan tinggi yang baru merintis pelaksanaan penelitian dan perlu dibina) meningkat menjadi Klaster Madya yang mana STIKI Indonesia telah mengelola penelitiannya dengan baik.

Penilaian kinerja penelitian didasarkan pada beberapa indikator, yaitu sumber daya penelitian sebanyak 30%; manajemen penelitian sebanyak 15%; luaran penelitian sebanyak 50%; dan revenue generating sebanyak 5%. Indikator-indikator yang berhasil ditingkatkan oleh Kampus STIKI Indonesia adalah jumlah publikasi dosen, baik dari jurnal nasional terakreditasi, internasional, maupun partisipasi dalam konferensi ilmiah. Terdapatnya Inkubator Bisnis (INBIS) juga menjadi nilai tambah.

Dengan diperolehnya predikat Klaster Madya, pihak kampus dapat mengajukan reviewer. Selain itu, hibah yang dikelola akan menajdi lebih banyak dibandingkan dengan predikat sebelumnya. Anggaran maksimal yang dapat dikelola pada Klaster Madya adalah 7,5 M pertahun.

“Penelitian-penelitian dari dosen sudah dibaca dari luar negeri dan ini menjadi nilai tambah. Semakin banyak kita punya jurnal di luar STIKI, maka nilainya juga akan semakin bagus,” tutup Ida Bagus Ary Indra Iswara, S.Kom., M.Kom. selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. (IGI2/Tim Humas)