Generic placeholder image

3 Tahun PIK-M STIKI, Lahirkan Duta GenRe

01 Feb 2019   Berita

PIK - M HUT 3 2019

DUTA GENRE STIKI 2019 – Para Finalis Duta GenRe STIKI Indonesia Tahun 2019.

Denpasar – Dalam rangka perayaan hari ulang tahun ke-3 Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) diselenggarakan berbagai kegiatan, salah satunya adalah Festival PIK-M STIKI. Acara yang dikemas dengan nuansa milenial ini bertempat di Auditorium STIKI Indonesia pada Rabu (30/1) yang lalu.

Menurut pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PIK-M STIKI Indonesia I Dewa Made Adi Baskara Joni, M.Kom menyatakan bahwa peran Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa di perguruan tinggi sangat strategis dan sangat berpengaruh terhadap pola positif kehidupan mahasiswa di masyarakat, untuk itu pihaknya sangat mengapresiasi keberadaan PIK-M di Kampus yang memiliki konsep semangat menjadi dan memberi ini.

“Saya sangat mengapresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh anggota PIK-M beserta panitia yang sudah bekerja keras dalam merealisasikan program-program kerja dalam rangka memfasilitasi seluruh mahasiswa untuk melaksanakan Misi PIK-M tersebut termasuk mensukseskan acara ini, cita-cita kita saat ini adalah berusaha mencapai hasil yang baik” Jelas Dewa Adi.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Muhammad Rabani menyampaikan bahwa sebelumnya, Festival PIK-M STIKI diwarnai dengan beberapa acara seperti lomba tutor sebaya, kreatifitas video dan yang tak kalah keren adalah pemilihan duta GenRe STIKI Indonesia yang diadakan untuk pertama kalinya.

Dari pantauan, acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih sebanyak 200 penonton dan beberapa tamu undangan. Selain itu, para penonton juga dihibur oleh salah satu Band ternama yaitu Harmonia Bali, serta band akustik lokal seantero STIKI Indonesia seperti Rumput Liar dan Symphony.

Diakhir acara  dilakukan pemilihan dan penentuan duta GenRe STIKI Indonesia 2019 dan penyerahan hadiah lomba-lomba yang diselenggarakan. Hal hasil, Gelar Duta GenRe STIKI Indonesia 2019 jatuh kepada I Gede Aryandana Putra dan Putu Mega Adi Yunita. (Young/humas)

Generic placeholder image

Jadi Tradisi Tahunan, GBHS III Usung Tema Asdhani Buddhayah

29 Jan 2019   Berita

GBHS3-2

Denpasar ─ Sabtu (26/1) hingga Minggu (27/1) yang lalu, bertempat di Kampus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) Denpasar diselenggarakan kegiatan Gebyar Budaya Hindu STIKI Ke-3 (GBHS III) oleh Kesatuan Mahasiswa Hindu (KMH) STIKI.  Pada Gebyar Budaya Hindu tersebut diselenggarakan lomba-lomba seni dan budaya bernafaskan Hindu seperti lomba bondres, lomba mesatua bali, lomba busana adat ke pura, lomba nyurat lontar, lomba melukis, serta lomba pidato bahasa Bali. Acara yang bertema Asdhani Buddhayah itu  dibuka secara resmi oleh Pembina FPK KMH Kadek Ayu Ariningsih, M.Pd.H sekaligus mewakili Ketua STIKI.

Kegiatan rutin yang dilaksanakan tiap akhir bulan Januari itu ditujukan untuk memfasilitasi dan mengasah bakat seni generasi muda di Bali, sehingga secara kontekstual dapat melestarikan budaya bali di era teknologi saat ini. Tercatat sebanyak 64 Peserta yang terdiri dari pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK se-Bali ikut serta pada kegiatan lomba yang diselenggarakan secara gratis itu.

Komang Pagarista Krismonanda Putra selaku Ketua Panitia kegiatan menyatakan bahwa kegiatan tersebut telah di persiapkan sejak jauh hari bahkan ada peningkatan kualitas pelaksanaan yaitu mulai melibatkan juri dari unsur Dinas terkait. “Kegiatan lomba ini sudah kita persiapkan sekitar 4 bulan yang lalu yang diawali dengan pembuatan proposal, kemudian penyebaran informasi ke sekolah-sekolah yang ada di Bali. Adapun juri yang terlibat dalam acara kali ini berasal dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali,” Jelasnya.

Kadek Ayu Ariningsih, M.Pd.H selaku Pembina KMH menyatakan bahwa STIKI selain sebagai Kampus IT di Bali juga sangat konsen terhadap pelestarian nilai dan warisan Budaya Bali. “STIKI sangat konsen dalam upaya melestarikan seni dan budaya kendatipun STIKI Kampus IT, hal ini telah dibuktikan dengan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh KMH ini, bahkan selama ini sangat banyak karya-karya mahasiswa STIKI yang mengangkat tema Seni dan Budaya dengan balutan Teknologi. Jadi mahasiswa STIKI itu bukan saja cerdas dalam dunia IT tetapi juga wajib berwawasan serta mengembangkan seni dan budaya” Tuturnya.

 Sementara itu salah satu pasangan peserta lomba pada GBHS III atas nama I Komang Maciyo Suryabawa dan Komang Giris Praanyaparamitha Cempaka mengaku senang mengikuti lomba pada GBHS III ini bahkan tak disangka mendapat juara. Mereka juga berharap agar ke depannya, penyebaran informasi dapat diperluas sehingga pesertanya semakin banyak. (Kerla/Humas)