Generic placeholder image

Berbagi Tips dan Trik, Tim Dosen STIKI Indonesia Tingkatkan Kualitas Penyampaian Bahan Ajar di SD Negeri 1 Kesiman

28 Des 2019   Berita

WhatsApp Image 2019-12-26 at 14.41.13

Denpasar – I Wayan Sudiarsa, S.T., M.Kom membentuk sebuah tim yang beranggotakan 4 orang dosen STMIK STIKOM Indonesia, yaitu Dewa Putu Yudhi Ardiana, S.Kom., M.Pd.; Ni Ketut Utami Nilawati, S.T., M.T.; Ayu Manik Dirgayusari, S.Kom., M.MT.; dan I Made Dedy Setiawan, S.Pd., M.Pd. untuk kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat). Dengan mengusung tema Pelatihan Peningkatan Kualitas Penyampaian Bahan Ajar dengan Memanfaatkan Aplikasi Presentasi yang Baik dan Benar di SD Negeri 1 Kesiman. Kegiatan PKM dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada Senin dan Selasa (23-24/12).

Kegiatan yang diikuti oleh 12 orang guru SD Negeri 1 Kesiman ini dibagi menjadi 3 buah sesi. Pada sesi pertama Dewa Putu Yudhi Ardiana, S.Kom., M.Pd. berkolaborasi dengan Ni Ketut Utami Nilawati, S.T., M.T. menyampaikan materi ToT (Training of Trainers) untuk mengubah cara berpikir audience terkait informasi yang baik dan tepat. Serta materi Body Language On Stage yang membahas bagaimana cara melakukan presentasi yang memukau dari sudut pandang postur dan gestur saat melakukan presentasi. Hal ini adalah trik yang sangat penting dipelajari untuk memikat audience agar tertarik memperhatikan apa yang disampaikan pada saat melakukan presentasi.

Sesi kedua disampaikan oleh Ayu Manik Dirgayusari, S.Kom., M.MT. dan I Made Dedy Setiawan, S.Pd., M.Pd. materi yang disampaikan mengenai Powerfull Presentation yang berisikan tentang teknik membuat presentasi yang memukau. Diberikan juga tips menghangatkan suasana dalam sebuah presentasi agar tidak terasa membosankan atau lebih dikenal dengan Ice Breaking dan formula Powerfull Presentation atau sering disebut dengan OPENUP (Organize, Passionated, Engaged, Natural, Understand Your Audience and Practice).

Sesi terakhir membahas mengenai Speed Thinking dan Icarus Deception oleh I Wayan Sudiarsa, S.T., M.Kom. dan Ayu Manik Dirgayusari, S.Kom., M.MT. Singkatnya kegiatan tersebut membahas teknik menyajikan informasi yang dapat dipikirkan orang secara cepat, menyusun kalimat melalui cara berfikir sendiri, atau dapat menggunakan suatu terminologi sehingga maksud dan tujuan presentasi mudah dipahami.

Tenaga pendidik yang tersebar mulai rentang usia muda sampai tua menyebabkan tidak semua tenaga pendidik memiliki pemahaman yang sama dalam penggunaan media presentasi. Maka perlunya penyiapan SDM (Sumber Daya Manusia) yang berkompeten dalam pemanfaatan media presentasi dan teknik menyampaikan materi bahan ajar kepada tenaga pendidik di SD Negeri 1 Kesiman menjadi tujuan diadakannya kegiatan PKM ini. Terinspirasi dari kegiatan ToT yang selalu diselenggarakan di ruang lingkup dosen STIKI untuk berbagi teknik mengajar yang baik, kegiatan ini juga dilaksanakan dengan harapan tenaga pendidik SD pun dapat termotivasi bahwa usia tidak menjadi batas untuk tetap berkembang dan melatih diri untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

“Ketika melakukan sharing, saya merasa bahwa teori yang selama ini saya dapatkan bisa saya implementasikan langsung dalam dunia nyata dan dapat secara real mengetahui bagaimana audience-nya. Selain itu dengan melakukan sharing ini, audience dapat memerhatikan secara langsung bagaimana cara kami menyampaikan materi. Jika memang dinilai bagus maka harapannya mereka dapat melakukan copy and twist, yakni menirunya lalu disesuaikan juga dengan style presentasi dari guru yang bersangkutan,” tutur Dewa Putu Yudhi Ardiana, S.Kom., M.Pd. Beliau juga berpesan agar dosen STIKI bisa selalu menerapkan teori yang didapatkan di kampus dalam kegiatan luar kampus serta memaksimalkan tugas dosen pada saat pengajaran, PKM, dan penelitian. Hal ini juga berkaitan dengan semangat kita, yakni Menjadi dan Memberi. Dan untuk kedepannya diharapkan dapat melakukan PKM dengan tema yang sama di daerah lainnya. (KERL/Tim Humas)

Generic placeholder image

Prestasi Internasional, Mahasiswa STIKI Menangkan Google Cloud Partitioner

19 Des 2019   Berita

WhatsApp Image 2019-12-18 at 16.51.47

Denpasar - Dua mahasiswa STIKI Indonesia, Ni Luh Kade Agustini Sukaryasih dan Putu Agus Ardina Saputra mengikuti kegiatan Google Cloud Partitioner yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia selama tiga hari pada tanggal 6-9 September 2019.

Google Cloud Partitioner merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Development Student Clubs (DSC) dari Google yang diikuti oleh pelajar dan mahasiswa dari berbagai negara di Asia Tenggara. Dalam kegiatan ini diadakan berbagai workshop mengenai teknologi, seperti AI (Artificial Intelligence), Google Form, Android, dan lain-lain. Selain berbagai pelatihan dan challenge, peserta juga mengikuti berbagai lomba yang menguji tingkat pemahaman peserta. Tim yang diikuti dua mahasiswa STIKI Indonesia meraih peringkat pertama dalam kategori Google Cloud setelah berhasil menjawab 40 pertanyaan bersama enam rekan mereka lainnya yang berasal dari Malaysia, Singapura, Fhilipina, dan Vietnam.

Agustina menceritakan, bahwa ia dapat mengikuti kegiatan ini karena merupakan salah satu leader DSC. DSC ini adalah program Google Developers untuk pelajar dan mahasiswa, yang dirancang untuk membantu mereka membangun keterampilan dan pengetahuan pengembangan mobile dan web. Mahasiswa yang telah bergabung selama dua tahun dalam komunitas developers ini merasa senang dapat ikut menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Dengan bahasa Inggris yang tidak terlalu mumpuni, mereka ditantang untuk mampu bekerja sama dengan baik dalam tim yang terdiri dari lima negara di Asia Tenggara.

Untuk bergabung DSC cukup mudah, hanya dengan menghubungi sosial media DSC Bali atau DSC STIKI di bawah naungan UKM Hardware Software. Nantinya akan banyak diadakan workshop maupun pelatihan untuk anggota dan mahasiswa.

Ardina merasa bangga dapat mengikuti kegiatan ini, “Saya tertantang untuk belajar lebih giat, terutama Bahasa Inggris karena komunikasi merupakan kendala yang cukup berat untuk tim kami yang beranggotakan orang dari negara berbeda dengan kebudayaan berbeda.” imbuhnya.

Reward yang diberikan kepada mereka adalah berbagai fasilitas seperti sertifikasi dan belajar gratis melalui Coursera (www.coursera.org). Dua mahasiswa kebanggaan STIKI Indonesia ini juga mendapat kesempatan jalan-jalan di Malaysia.

Di akhir sesi wawancara, Agustina berpesan agar mahasiswa STIKI Indonesia tidak hanya mengikuti kegiatan organisasi di kampus, “Dengan mengikuti kegiatan di luar kampus, teman-teman akan mendapatkan lebih banyak ilmu serta pengalaman berharga” ujarnya. (ROS/Tim Humas)

Generic placeholder image

STIKI Digitalpreneur 2020: Datangkan Para CEO Muda!

17 Des 2019   Berita

WhatsApp Image 2019-12-17 at 15.33.58

Denpasar – Inkubator Bisnis (INBIS) STMIK STIKOM Indonesia mengadakan STIKI Digitalpreneur 2020 dengan serangkaian kegiatan yang diawali dengan STIKI TALKS pada Senin (16/12). Bertempat di Aula STIKI Indonesia , kegiatan ini dihadiri oleh dosen dan mahasiswa/i STIKI Indonesia, berlangsung mulai pagi hingga siang hari.

STIKI Digitalpreneur 2020 yang bertajuk Speak Up Your Ideas, Build Up Your Startup  memiliki kegiatan, yaitu STIKI TALKS, STIKI Notes, STACK ON (STIKI Hackaton), dan STEP ON (STIKI Enterpreneurship and Incubation). STIKI Digitalpreneur sendiri merupakan sebuah gerakan untuk meningkatkan iklim digital dan mencetak startup–startup berbasis teknologi digital yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab tantangan maupun keresahan atas permasalahan–permasalahan yang melibatkan lingkungan dalam masyarakat sekitar.

I Gede Totok Suryawan, S. Kom., M.T. selaku Kepala INBIS STIKI Indonesia turut senang melihat antusiasme mahasiswa/i STIKI Indonesia yang datang ke acara STIKI TALKS. Beliau berharap mahasiswa/i yang penasaran dengan dunia startup dan teknologi digital, datang ke STIKI TALKS bisa terbayarkan rasa penasarannya dengan pengetahuan baru yang mereka dapatkan pada acara ini.

STIKI TALKS sendiri merupakan talkshow yang menghadirkan para CEO, founder maupun eksekutif startup digital. Menghadirkan beberapa pembicara, Daniel Harjanto (Founder Bali Animasi Solusi Ekakarsa & VP Production Technology and Pipeline Brown Bag Films Asia). Riyeke Ustadiyanto (Founder & CEO iPaymu.com – Payment Gateway Indonesia). Putu Surya Sudarmadi (Founder & CEO PT. GuestPro Teknologi Indonesia). I Dewa Putu Wahyu Cahyadi (Founder & CEO Omni Hotelier – Online booking Engine), dan Septian Saputra (Co-Founder Imajilogi – Creative Agency). Membahas mengenai pengalaman bagaimana membangun, mengelola, dan menjalankan sebuah startup/perusahaan, mahasiswa/i STIKI Indonesia tampak antusias mendengarkan satu persatu pengalaman dari para pembicara.

Salah satu pembicara, I Dewa Putu Wahyu Cahyadi atau yang akrab disapa Bli Dewa merupakan salah satu alumnus STIKI Indonesia yang sekarang telah sukses sebagai bercerita bahwa dulu semasa kuliah beliau pernah tidak lulus pada mata kuliah pemrograman web, namun saat ini beliau memiliki startup yang bergelut di bidang website. Hal itu bisa terjadi karena Bli Dewa tidak cepat menyerah, dirinya terus berusaha belajar. “Jangan nyerah, terus nyoba. Kekuatan terbesar bukan dari orang lain, tapi dari diri sendiri,” ujar Bli Dewa.

Selain itu, Putu Surya Sudarmadi mengatakan, “Saat mereka merasa bahwa mereka memberikan impact yang sangat luar biasa kepada masyarakat dari karya mereka. Mereka akan loyal kepada kita. Karena kenapa? Karena bukan untuk kita, tapi produk ini akan membangun daerah kita.” Bli Putu begitu sapaannya berpesan kepada kita bahwa bangunlah perusahaan/startup yang bisa berarti buat banyak orang dahulu, karena ada kesenangan tersendiri ketika kita bisa membantu orang banyak.

Lain halnya dengan Septian Saputra, ia berbagi tips bagaimana kita tahu apa passion kita. Dengan cara mencoba terlebih dahulu beberapa bidang, setelah itu kita akan tahu di bidang apa kita suka dan mampu mengerjakan hal tersebut sampai lupa waktu. Sebab passion sendiri adalah pekerjaan/kegiatan yang bisa membuat kita lupa waktu bahkan rela tidak dibayar untuk pekerjaan/kegiatan tersebut. “Coba saja dulu, baru disesuaikan. Supaya bisa menemukan passion-nya masing-masing,” kata Septian. Acara yang inspiratif ini diakhiri dengan sesi foto bersama oleh pembicara dan hadirin (RIS/Tim Humas).