Generic placeholder image

STMIK STIKOM Indonesia Menjadi Tuan Rumah Seminar Hasil PDP

17 Des 2019   Berita

2

Denpasar – Sebagai kampus yang mendapat hibah Penelitian Dosen Pemula (PDP) paling banyak, Kampus STMIK STIKOM Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah dalam penyelenggaraan Seminar Hasil PDP pada Kamis (12/12) yang diikuti oleh dosen-dosen pada berbagai perguruan tinggi di Bali.

Seminar Hasil PDP merupakan seminar yang diikuti oleh para dosen yang mendapat hibah PDP. Dalam seminar ini, para dosen tersebut mempresentasikan hasil penelitiannya. Terdapat 164 kelompok dosen peneliti dari 30 perguruan tinggi. Terdiri dari 29 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 1 Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

STIKI Indonesia mengajukan 21 proposal dalam hibah PDP 2018-2019. Dari 21 proposal yang diajukan, sebanyak 20 proposal dinyatakan lolos untuk didanai. Prestasi ini menjadikan STIKI Indonesia sebagai kampus yang paling banyak mendapat hibah di bawah lingkup Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VIII. Oleh karena itu, Kampus STIKI Indonesia ditunjuk untuk menjadi tuan rumah dalam Seminar Hasil PDP.

Turut hadir sepuluh reviewer dalam acara yang dibuka oleh Sekretaris LLDIKTI Wilayah VIII, Ir. Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana, M.T. Sambutan juga disampaikan oleh Ketua STIKI Indonesia, I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. Bagai peribahasa sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,  Kampus STIKI Indonesia menuai sepasang prestasi pada penghujung Tahun 2019, yaitu menjadi tuan rumah Seminar Hasil PDP dan naiknya predikat Kampus STIKI Indonesia menjadi Klaster Madya dalam bidang kinerja penelitian. (IGI2/Tim Humas)

Generic placeholder image

Bangga! STMIK STIKOM Indonesia Naik Peringkat Menjadi Klaster Madya

17 Des 2019   Berita

WhatsApp Image 2019-12-17 at 15.07.20

Denpasar – Kampus STMIK STIKOM Indonesia berhasil naik tingkat menjadi Klaster Madya dalam klaster perguruan tinggi bidang kinerja penelitian yang diumumkan pada Selasa (19/11) oleh Kemenristek/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk periode 2016-2018.

Kemenristek/BRIN membuat klasterisasi dalam bidang penelitian. Menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012, perguruan tinggi wajib dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat). Dibuatnya klasterisasi ini karena perguruan tinggi tidak hanya melaksanakan pengajaran, namun juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Klasterisasi ini dibagi menjadi empat kelompok, yaitu Klaster Binaan, Klaster Madya, Klaster Utama, dan Klaster Mandiri.

Dari hasil yang telah diumumkan, sebanyak 47 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Mandiri, 146 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Utama, 479 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Madya, dan 1.305 perguruan tinggi masuk ke dalam Kelompok Binaan. Kampus STIKI Indonesia yang termasuk Klaster Binaan (perguruan tinggi yang baru merintis pelaksanaan penelitian dan perlu dibina) meningkat menjadi Klaster Madya yang mana STIKI Indonesia telah mengelola penelitiannya dengan baik.

Penilaian kinerja penelitian didasarkan pada beberapa indikator, yaitu sumber daya penelitian sebanyak 30%; manajemen penelitian sebanyak 15%; luaran penelitian sebanyak 50%; dan revenue generating sebanyak 5%. Indikator-indikator yang berhasil ditingkatkan oleh Kampus STIKI Indonesia adalah jumlah publikasi dosen, baik dari jurnal nasional terakreditasi, internasional, maupun partisipasi dalam konferensi ilmiah. Terdapatnya Inkubator Bisnis (INBIS) juga menjadi nilai tambah.

Dengan diperolehnya predikat Klaster Madya, pihak kampus dapat mengajukan reviewer. Selain itu, hibah yang dikelola akan menajdi lebih banyak dibandingkan dengan predikat sebelumnya. Anggaran maksimal yang dapat dikelola pada Klaster Madya adalah 7,5 M pertahun.

“Penelitian-penelitian dari dosen sudah dibaca dari luar negeri dan ini menjadi nilai tambah. Semakin banyak kita punya jurnal di luar STIKI, maka nilainya juga akan semakin bagus,” tutup Ida Bagus Ary Indra Iswara, S.Kom., M.Kom. selaku Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. (IGI2/Tim Humas)

Generic placeholder image

Dosen STIKI Latih Keterampilan Dasar TIK Bagi Guru TK 2 Saraswati Denpasar

26 Nov 2019   Berita

Narasumber & Peserta PKM di TK 2 Saraswati Foto bersama setelah acara PKM dilaksanakan

Denpasar – Beberapa dosen STIKI Indonesia antara lain I Gede Iwan Sudipa, M.Cs. berkolaborasi dengan Komang Sri Aryati, S.T., M.Kom serta I Dewa Agung Pandawana, S.Kom., M.Si. menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyrakat (PKM) di TK 2 Saraswati Denpasar pada Sabtu dan Minggu (16-17/11) yang lalu. PKM ini mengusung tema “Pelatihan Keterampilan Dasar Komputer dan Teknologi Informasi Bagi Guru-Guru TK Saraswati 2 Denpasar”.

Pengabdian tersebut terfokus dalam knowledge sharing mengenai pemanfaatan internet untuk memersiapkan materi ajar kepada siswa yang diikuti oleh 13 orang guru. Selain itu, PKM tersebut bertujuan agar materi ajar yang digunakan oleh para guru lebih bervariatif.

Pada hari pertama, dilaksanakan pelatihan tentang penggunaan komputer dasar dan teknologi informasi, seperti belajar meggunakan Microsoft Office (Microsoft Word, Microsoft Excel, dan Microsoft Powerpoint). Hari kedua para peserta mengikuti pelatihan dalam memanfaatkan internet untuk mendukung materi ajar seperti mencari topik yang berhubungan dengan materi ajar dan mengunduhnya. Misalnya, berhitung, membaca, dan pengenalan huruf. Selain itu, ada pula pemahaman tentang Youtube Kids, yang mana merupakan media tontonan yang khusus untuk anak-anak. Sehingga orang tua maupun guru tidak perlu khawatir jika anak-anak TK menonton konten-konten yang tidak seharusnya ditonton.

Dari kegiatan ini, Kepala TK dan para guru TK 2 Saraswati memberikan sambutan yang antusias. Mereka bahkan memberikan masukan jika kedepannya ada pelatihan seperti ini, dapat mengusulkan untuk melakukan pelatihan di beberapa TK sekaligus, sehingga banyak para guru di berbagai TK mendapatkan knowledge sharing mengenai hal ini.

“Para guru perlu materi ajar dalam bentuk video, animasi, dan gambar karena anak-anak lebih mudah meresapnya. Jadi, kita ajarkan bagaimana mencari materi yang sesuai dengan kurikulum yang dipakai. Bisa dari internet maupun Youtube. Kita ajarkan juga cara mengunduhnya, serta membuat slide,” tutur Iwan. Beliau juga menambahkan bahwa para guru di sana sangat senang diadakannya PKM ini karena dapat meningkatkan kemampuan mereka, sehingga memudahkan dalam proses belajar mengajar.

“Kami sangat mengapresiasi dengan adanya pengabdian seperti ini. Kita bisa melakukan knowledge sharing kepada para guru. Jadi, harapannya agar makin banyak adanya kegiatan-kegiatan yang mengutamakan adanya kerja sama / kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan dan pemahaman dalam banyak hal, seperti pengenalan teknologi informasi dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam profesi masing-masing.” Pungkas Iwan dengan semangatnya. (IGI2/Tim Humas)