Generic placeholder image

INFO KEMAHASISWAAN PKKMB AMNESTY

15 Nov 2019   Berita, Pengumuman

Diinformasikan kepada mahasiswa STIKI yang telah mengikuti PKKMB Amnesty, maka dengan ini kami sampaikan bahwa dapat menerima Surat Keterangan yang menyatakan Lulus dalam mengikuti kegiatan Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) karena telah mengikuti PKKMB Amnesty yang terselenggara pada :
Hari/Tgl : Rabu, 22 Mei 2019
Tempat : Aula Kampus STMIK STIKOM Indonesia

Terkait hal tersebut, Surat Keterangan Lulus PKKMB Amnesty dapat di download dan dicetak sesuai keperluan pada link ini

Generic placeholder image

Bawa Nama STIKI Indonesia, Vivi terlibat TWKM di Kalimantan Selatan

01 Nov 2019   Berita

Vivi (Mahasiswa STIKI Indonesia) dalam salah satu aksinya di acara TWKM yang berlangsung di Kalimantan Selatan.

Vivi (Mahasiswa STIKI Indonesia) dalam salah satu aksinya di acara TWKM yang berlangsung di Kalimantan Selatan.

Salah satu mahasiswa STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia), Fransiska Flavina Bhubhu (Vivi), mewakili Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) Dama Satya untuk mengikuti TWKM (Temu Wicara Kenal Medan) XXXI di Kalimantan Selatan pada Senin sampai Minggu (21-27/10).

Kegiatan TWKM merupakan kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan oleh Kemenristekdikti (Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi). Mapala Meratus Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin berkesempatan untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini yang diikuti oleh perwakilan Mapala seluruh universitas di Indonesia.

Kegiatan ini dibagi menjadi dua, yaitu TW (Temu Wicara) dan KM (Kenal Medan). Kegiatan Temu Wicara membahas tentang isu-isu lingkungan terutama mengangkat isu “Save Meratus” yang merupakan sebutan untuk perjuangan menyelamatkan seluruh hutan di Kalimantan. Kegiatan Kenal Medan merupakan kegiatan pelatihan, seperti Panjat Tebing, Hutan Gunung, Lingkungan Hidup, dan Arus Jeram.

Kegiatan Panjat Tebing dilakukan di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tempat ini dinilai berpotensi menjadi lokasi wisata yang berbasis masyarakat. Untuk Hutan Gunung dilakukan dengan tracking menelusuri potensi wisata di puncak Halau-Halau, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Kegiatan Lingkungan Hidup dilakukan di Pulau Curiak, Kabupaten Batola dengan pelestarian hewan Bekantan yang merupakan maskot Kalimantan Selatan. Selain itu, Caving merupakan kegiatan menyusuri gua, pengenalan alam, dan pengenalan topografi gua. Namun, untuk kegiatan Arus Jeram dibatalkan karena debit air di air terjun yang menjadi lokasi kegiatan tidak mencukupi.

Menurut Vivi, kegiatan ini sangat menyenangkan. “Dari kegiatan ini, kita bisa belajar potensi-potensi wisata dari berbagai hal. Bukan hanya sungai ataupun laut, tetapi juga dari panjat tebing dan gua dapat dijadikan sebagai tempat wisata. Namun, akan percuma juga jika medianya tidak ikut dijaga.” ujar Vivi antusias. Dari kegiatan ini, Vivi pun berharap agar untuk kedepannya kegiatan ini berjalan sukses dan dari pihak Kampus STIKI Indonesia dapat mengirim orang lebih banyak lagi untuk kegiatan seperti ini. (IGI2/STIKIZen/Humas)

Generic placeholder image

STIKI Indonesia Wisuda 238 Sarjana Komputer, Paringga Nurlana Putra Peraih IPK Tertinggi

18 Okt 2019   Berita

Para Wisudawan Foto Bersama setelah Prosesi Wisuda XIV (17/10)

Para Wisudawan Foto Bersama setelah Prosesi Wisuda XIV (17/10)

Denpasar – STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) sebagai salah satu Perguruan Tinggi IT di Bali kembali menggelar Wisuda ke-XIV yang diikuti oleh 238 wisudawan, bertempat di The Westin Bali International Convention Centre pada Kamis (17/10). Wisudawan terdiri dari 210 lulusan program studi TI (Teknik Informatika) dan 28 lulusan dari program studi SK (Sistem Komputer).

Dalam sambutannya Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T., menyampaikan  bahwa kelulusan bukanlah sebuah akhir, tetapi merupakan sebuah awal untuk memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, kampus memberikan pembekalan yang luar biasa kepada mahasiswa baik secara intelektual maupun secara sikap dan mental. “Mahasiswa agar segera bekerja atau berwirausaha dan jangan terlalu memilih entah itu di perusahaan besar ataupun perusahaan kecil. Nanti jika Anda bekerja di perusahaan kecil, Anda akan banyak belajar dan banyak mendapatkan tanggung jawab.” Imbuhnya.

Tidak hanya mahasiswa, Dewa Muku juga memberi pesan kepada para orang tua agar melepaskan anaknya dan jangan menanggung mereka lagi secara finansial, karena mereka sudah berbekal ilmu pengetahuan dan penerapannya, serta memiliki kemampuan untuk mengarungi kehidupannya sendiri. “Berilah mereka kesulitan, karena dari kesulitanlah mereka akan menjadi kuat,” tambah beliau dengan antusias.

Sementara itu, Tanadi Santoso, MBA  selaku perwakilan Yayasan Wahana Widya Wisesa sekaligus sebagai motivator ternama di Indonesia, memberikan sambutan serta mengupas singkat mengenai Revolusi Industri 4.0. Beliau menuturkan bahwa lima tahun ke depan, apa yang telah dipelajari akan terpakai dan dapat berubah keadaannya. Semangat untuk belajar lagi adalah kunci yang paling penting untuk maju. “Sekarang ini merupakan zaman dengan mindset yang begitu hebat. Anda sebagai mahasiswa yang baru lulus mempunyai tantangan yang begitu besar untuk bisa menghadapi dunia yang baru ini, yaitu revolusi industri 4.0. Pola pikir, hati, jiwa, bahkan tubuh harus kita siapkan betul-betul untuk menghadapinya,” pungkas beliau yang tampil dengan semangat.

Kepala LLDIKTI  (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah VIII Prof.Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si juga berpesan dalam sambutannya dengan cara yang sangat menarik. Di sela-sela sambutannya beliau menyanyikan beberapa lagu singkat yang berisi pesan kepada mahasiswa jika sudah lulus, jangan lagi menyusahkan orang tua dan cepatlah bekerja. “Semangat, kemauan, dan keberanianlah yang menjadi kunci menuju kesuksesan,” ujarnya.

Tak luput dalam prosesi Wisuda tersebut yakni penobatan Paringga Nurlana Putra dari program studi TI sebagai wisudawan dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi 3,88, sedangkan IPK tertinggi dari program studi SK diraih oleh I Made Endi Sumahadi.Karya terbaik dari program studi TI diraih oleh Dewa Made Prasada Kusuma Adiputra dengan karyanya, yaitu “Rancang Bangun Sistem Single Sign-On pada STIKI Indonesia Menggunakan Protokol Central Authentication Service dan Database No SQL” dan karya terbaik dari program studiSK oleh I Made Andika Yana dengan karyanya, yaitu “Rancang Bangun Sistem Penginputan Token Listrik Berbasis Internet of Things”.

Sebagai perwakilan wisudawan, Paringga Nurlana Putra memberikan kesan dan pesan. Nurlana mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran STIKI Indonesia, “Kita semua adalah wisudawan terbaik. Semoga dengan gelar ini, kita bisa menjadi berguna untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan,” imbuh Nurlana.

Acara berlangsung dengan suasana kekeluargaan. Kendati demikian, acara ini tetap  bernuansa akademis dan kecendekiawanan seperti halnya pemaparan orasi ilmiah oleh Kandidat Doktor I Nyoman Jayanegara, M.Sn. dengan judul “Disrupsi Desain Komunikasi Visual dan Revolusi Industri 4.0”. (IGI2/Tim Humas)