Generic placeholder image

Tips Belajar Coding Biar Enggak Pusing

22 Mar 2021   Berita

Belajar coding sebenarnya sama dengan belajar gitar. Sama-sama bisa dipelajari secara otodidak. Sebut saja nama-nama tenar seperti Bill Gates, Elon Musk dan Larry Page yang mempelajari coding secara otodidak. Meski pada akhirnya mereka kuliah di jurusan ilmu komputer. Kenapa kebanyakan gitaris hebat belajar gitar secara otodidak? Karena mereka menjalankannya dengan sepenuh hati. Belajar coding juga harus seperti itu harus dijalankan dengan sepenuh hati sehingga tidak pusing.

Belajar coding memang menuntut kita untuk mengamati ratusan bahkan ribuan kode dalam suatu program. Satu kode saja salah otomatis program tidak dapat berjalan. Maka dari itu, belajar coding memang membutuhkan kesabaran sehingga dapat teliti memperhatikan setiap baris kodenya. Nah, berikut ini ada sejumlah tips yang mungkin bisa berguna untukmu apabila ingin belajar coding sehingga tidak pusing. Berikut penjabaran bagaimana belajar coding biar enggak pusing:

  • Belajar Lewat Games

Melihat kode demi kode di tiap baris memang pusing. Bagaimana kalau belajar dikombinasikan dengan bermain? Belajar coding lewat games ternyata sangat bisa. Kamu bisa belajar coding melalui tutorial yang dikemas dalam sebuah games berkat organisasi non-profit code.org yang menggandeng Microsoft yang menyuguhkan tutorial bertema Minecraft. Awalnya bermain sambil belajar coding ini merupakan kampanye ‘Hour of Code’ yang diselenggarakan pertama kali pada tahun 2013 di sejumlah kota di dunia.

Dilansir dari dailysocial, tutorial tersebut bisa kamu akses di code.org/minecraft. Dalam tutorial yang dirancang untuk usia 6 ke atas ini, kamu akan bertualang bersama dua karakter dari Minecraft, yakni Steve dan Alex, dalam mempelajari dasar-dasar pemrograman komputer.

Minecraft sendiri dipilih karena imagenya yang sangat positif di mata generasi muda. Mereka nantinya akan menyusun blok demi blok dengan sistem drag-n-drop untuk menghasilkan kode Javascript. Secara total ada 14 tantangan yang bisa diselesaikan, termasuk halnya waktu bebas untuk mengeksplorasi konsep coding yang telah mereka pelajari.

Menurut perwakilan tim pengembang Minecraft, konsep coding yang diajarkan merupakan konsep yang benar-benar diterapkan dalam pengembangan game Minecraft itu sendiri. Jadi tutorial ini bukan semata mengangkat tema Minecraft untuk menarik minat saja, tetapi benar-benar mengajarkan konsep dasar pemrograman yang dipakai.

  • Pelajari Bahasa pemrograman satu demi satu

Saat pertama kali belajar coding sebaiknya diawali dengan fokus untuk belajar satu jenis bahasa pemrograman terlebih dahulu. Cara ini bertujuan untuk menghindari kebingungan atau saat mencampurkan berbagai syntax. Ada baiknya berawal dengan mempelajari bahasa pemrograman yang sederhana seperti bahasa pemrograman Python, JavaScript atau HTML/CSS. Kamu mungkin bisa mempelajari HTML dan CSS secara bersamaan jika tujuannya berencana untuk mengembangkan website sebab kedua bahasa ini biasanya digunakan secara bersamaan.

  • Bergabung ke Grup atau Forum

Kamu bisa bergabung ke forum atau komunitas IT yang banyak tersebar di internet. Saat ini, juga sudah banyak grup Telegram yang berisi mereka yang ahli atau pemula di bidang teknologi informasi. Lewat bergabung dengan forum kamu bisa belajar banyak dengan programmer senior sehingga bisa menyerap ilmu dari mereka. Selain belajar, bergabung dengan forum juga bisa meningkatkan relasimu yang mungkin saja suatu saat nanti kamu bisa menemukan partner untuk kepentinganmu kelak.

  • Menonton Tutorial di Youtube

Kamu mungkin bukan tipe orang yang gemar membaca. Nah, ada baiknya belajar coding lewat menonton video yang ada di Youtube. Saat ini sudah banyak akun yang secara khusus membahasa tentang programing.  Kamu bisa subscribe akun mereka. Beberapa akun Youtube yang secara khusus membahas tentang IT adalah Web Programming Unpas, Sekolah Koding, Kawan Koding, Kelas Terbuka, CodePolitian, Galih Pratama, ArtiVisi Intermedia, Mastahcode, JuniorDev, Guntur Budi, Angga Rizky, Agung Setiawan, HACKTIV8 dan Dicoding Indonesia.

  • Ingat Nam Do San si tukang coding yang menang dari Han Ji Pyeong

Ini sebenarnya tips alternatif yang bisa kamu ambil. Meski drama korea Startup merupakan drama dari kisah fiksi. Namun, kamu bisa banyak belajar tentang sosok utama dalam drama ini yaitu Nam Do San. Karakter yang diperankan oleh Nam Joo Hyuk memang layak dijadikan contoh. Bagaimana tidak, dia yang seorang jago coding bisa berhasil ‘menang’ dari Han Ji Pyeong untuk memperebutkan hati Seo Dal Mi. Keren kan jadi orang yang jago coding?

Nam Do San ini juga memang orang yang bisa jadi inspirasi lagi buat kamu. Coba bayangkan dia menjadikan Seo Dal Mi sebagai motivas. Dalam drama diceritakan bahwa Nam Do San berusaha mewujudkan impian Seo Dal Mi yaitu sebuah teknologi yang dapat membantu penyandang tunanetra.

Teknologi tersebut diberi nama Noon-Gill satu teknologi canggih Artifical Intelligence. Nam Do San keren bisa mewujudkan keinginan sang pujaan bukan lewat kata-kata semata, tetapi lewat bukti nyata. Kamu juga bisa seolah punya pikiran seperti Nam Do San. Bayangkan saja terlebih dahulu apabila memang kamu enggak punya tambatan hati. Kalau nanti sudah jago coding maka kamu bisa bikin program yang bisa kamu persembahkan ke doi.

Kira-kira tips atau cara lain biar enggak pusing belajar coding. Belajar lewat games, nonton tutorial video di Youtube dan lain sebagainya. Apabila memang ingin berkarier sebagai programmer profesional ada baiknya kamu mungkin melanjutkan pendidikan ke kampus IT. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang memiliki dua program utama yaitu Sistem Komputer dan Teknik Informatika yang memiliki tiga konsentrasi di antaranya Manajemen Teknik Informatika, Desain Grafis dan Multimedia dan Komputer Akutansi Bisnis.

Untuk program studi Sistem Komputer, STIKI Indonesia sebagai kampus swasta di Bali memiliki visi menjadikan program studi yang membentuk sarjana komputer yang memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi sistem cerdas dan sistem digital untuk mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya.

Sementara itu, Teknik Informatika di kampus IT terpopuler di Bali ini memiliki visi menjadikan Program Studi yang membentuk sarjana komputer di bidang teknik informatika, dengan kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini dalam mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya.

STIKI Indonesia memang memiliki kurikulum yang mengedepankan wawasan budaya khususnya budaya Bali. Untuk kamu yang bukan warga Bali dan memilih kuliah di Bali maka dapat keuntungan sekaligus dapat mempelajari budaya tentang Bali. Memutuskan kuliah di Bali juga memiliki banyak keuntungan. Kamu tahu sendiri Pulau Bali merupakan pusat pariwisata Indonesia karena memiliki panorama alam yang indah. Selain itu, budaya di Bali juga masih kental dan rasa toleransi di Bali sangat tinggi.

Generic placeholder image

Belajar Toleransi dari Bali

20 Mar 2021   Berita

Memiliki panorama alam yang indah. Budaya yang kental. Memiliki Seribu pura. Pulau Bali namanya. Meski masyarakatnya mayoritasnya beragama Hindu, namun toleransi antar umat beragama di Bali sangat tinggi.

Bukti nyata kerukunan umat beragama di Bali adalah adanya Pusat Peribadatan Puja Mandala yang berada di kawasan Nusa Dua. Tempat ini terdapat 5 tempat ibadah sekaligus dalam satu tempat.

Pusat Peribadatan tersebut terdapat Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa, Wihara Budhida Guna, Gereja Kristen Protestan Bukit Doa dan Pura Jagatnatha.

Dikutip dari phinemo.com, Pusat Peribadatan Puja Mandala Dibangun di atas tanah seluas 2 hektar, 5 bangunan ini didirikan dengan adil. Bangunan memiliki luas dan tinggi yang sama.

Tidak ada pembatas antar satu bangunan dengan yang lain. Memiliki 1 halaman dengan pintu masuk yang sama, mereka bisa saling berbaur walaupun menuju tempat yang berbeda untuk beribadah.

Contoh toleransi di tempat ini adalah ketika sebelum memasuki adzan sholat dzuhur, kamu akan mendengar lonceng terdengar lebih dulu dari gereja. Setelah lonceng benar-benar berhenti, barulah muadzin akan segera mengumandangkan adzan. Bangunan peribadatan satu dengan yang lain tak akan saling berebut. Berjalan beriringan dan saling menghormati.

puja-mandala-bali-03-28bb5483e10d4b08ccc29b12be8c47c7_600x400

Bukti toleransi lain adalah Bali dijadikan tempat belajar pemuda negara-negara ASEAN. Dikutip dari Republika, sebanyak 22 pemuda mengunjungi desa Dalung, Kuta Utara, Badung pada November 2018 lalu. Mereka merupakan peserta ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2018 yang datang untuk belajar bagaimana toleransi berjalan di desa itu.

Para pemuda yang kebanyakan masih mahasiswa itu dikumpulkan di Gedung Serbaguna Banjar Bhineka Nusa Kauh, yang juga merupakan gedung olah raga (GOR) dengan beberapa lapangan bulutangkis.

Meski segalanya terasa sederhana, para peserta AYIC tampak bersemangat mengikuti diskusi yang dipimpin oleh Tokoh Masyarakat I Made Ngurah. Mereka tampak antusias mengamati arca arca di sekitar gedung hingga kekompakan para pecalang yang mengamankan acara mereka.

Acara pun berlangsung, para pemuda ASEAN itu mendengarkan penjelasan yang disampaikan Ngurah dan tokoh masyarakat lainnya. Ngurah menyampaikan bagaimana desa Dalung dapat hidup rukun meski terdiri dari berbagai agama dan suku masyarakatnya.

“Di sini semua agama enam-enamnya (agama) ada, bahkan yang kepercayaan juga ada, nah kita hidup bareng-bareng, kenapa bisa berdampingan, karena kita semua keluarga,” ucap Ngurah.

Kebersamaan itu, kata Ngurah ditunjukkan dengan kegiatan masyarakat yang selalu dilakukan bersama, misalnya saat ada orang meninggal dari agama apapun.

Bahkan, kata dia, pecalang atau penjaga desa yang di desa-desa Bali lainnya beragama Hindu, di Dalung para pecalang memiliki agama yang berbeda.

“Pecalang saja lintas agama di sini, lintas suku, ada yang Islam ada yang Kristen, ada yang dari Flores, semuanya bareng,” kata Ngurah.

Para pemuda pun diberi kesempatan untuk menanyakan untuk berbagai hal. Kesempatan itu tidak dilewatkan begitu saja oleh para pemuda dari negara Asia Tenggara itu.

Pertanyaan yang diajukan pun beragam, mulai dari pertanyaan seputar dekorasi di Bali hingga bagaimana kehidupan bermasyarakat di desa Dalung.

Masih banyak lagi bukti bahwa Pulau Bali memang tempat yang sangat nyaman untuk kita tinggal. Alam yang indah, toleransi yang tinggi membuat masyarakatnya hidup dengan damai.

Bagi kamu yang ingin tinggal di Bali tentu harus ikut melestarikan budaya ini. Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. Selain toleransi yang tinggi, ada keuntungan lain yang bisa kamu dapat apabila memilih kuliah di Bali. Kamu yang berada di luar Bali bisa cek di link berikut tentang sederet keuntungan kuliah di Bali: Kuliah di Bali.

Salah satu keuntungan yang bisa didapat apabila memilih kuliah di Bali adalah kamu dapat mempelajari budaya Bali. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) memiliki kurikulum yang berbasis budaya khususnya budaya Bali. Maka dari itu, kamu bisa sekaligus mempelajari tentang budaya Bali. Sebagai kampus swasta di bali, STIKI memang ingin mencetak lulusan yang juga dapat melestarikan budaya. Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran mahasiswa bisa kamu cek di link berikut: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

5 Mindset Ini Bisa Membahayakan Kariermu

19 Mar 2021   Berita

Setiap orang memiliki mindset yang berbeda-beda sesuai dengan rencana dan tujuannya masing-masing. Mindset dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pemikiran yang terbentuk sesuai dengan pengalaman dengan keyakinan sehingga dapat mempengaruhi perilaku atau cara berfikir seseorang dalam menentukan suatu sikap, pandangan hingga masa depan.

Namun, tahukah kamu ada sejumlah mindset yang bisa membahayakan kariermu. Pola pikir ini bisa saja nantinya menghambat kariermu atau justru dapat berakibat fatal.

Dikutip dari Glints, persaingan kerja yang ketat saat ini memang menuntutmu untuk memiliki mindset yang kuat dalam bekerja. Namun, tidak semua mindset memberikan dampak positif bagi perkembangan kariermu.

Mindset seperti apa saja yang perlu dihindari agar kariermu dapat berjalan lancar?

1. Merasa bukan ahli dibidangmu

Mindset pertama yang menurut Business Insider dapat membahayakan karier kamu adalah merasa tidak ahli meskipun kamu memiliki pengalaman di bidang tersebut.

Faktanya, tidak ada orang yang benar-benar ahli ketika memulai kariernya.

Keahlian dibangun dari waktu ke waktu. Saat mempertimbangkan sebuah proyek atau pekerjaan, jangan bertanya apakah kamu seorang ahli.

Sebaliknya, tanyakan apakah kamu menyukai proyek atau pekerjaan tersebut.

Untuk sebagian besar bidang keahlian, pembelajaran intensif selama dua tahun dapat membuatmu menjadi seorang ahli.

Prosesnya dimulai dengan kamu menerima pengalaman belajar tersebut.

Alih-alih meragukan kemampuanmu, ubah pemikiran ini menjadi pertanyaan, “Di mana saya menemukan apa yang perlu saya ketahui?”

2. Mudah overthinking

Mindset selanjutnya yang dapat membahayakan karier kamu menurut Inc adalah mudah overthinking. Pemikiran seperti ini menganggap setiap pilihan karir sebagai risiko yang menakutkan, menemukan kekurangan dan hambatan masing-masing.

Akibatnya, kamu akan menghabiskan waktu berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, dan bahkan bertahun-tahun untuk memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Sementara itu, waktu terus berjalan di saat kamu masih bertahaan di titik yang sama dan tidak membangun keterampilan baru.

Pada akhirnya, kamu akan menemukan dirimu menjadi bagian dari “restrukturisasi perusahaan”, mendapatkan pesangon dan terpaksa mencari pekerjaan baru.

3. Bertahan di zona nyaman

Apakah kamu mencari keamanan dalam rutinitas dan menghindari risiko yang tidak biasa atau tidak terduga? Padahal, pertumbuhan terjadi di luar zona nyaman, lho.

Studi yang dilansir oleh Psychology Today menunjukkan bahwa kamumemiliki peluang lebih besar untuk mencapai kesuksesan jika berusaha keras.

Apa solusinya? Alih-alih melarikan diri dari hal-hal yang tidak diketahui tentang karier, melangkahlah ke hal yang tidak biasa dan tidak terduga.

Cobalah untuk memulai hal baru dan cari tahu sejauh apa kemampuanmu.

4. Merasa tidak inovatif

Pernahkah kamu mengatakan pada diri sendiri, “Ini sudah dilakukan” ketika mendapatkan ide baru untuk sebuah inovasi?

Jika kamu bekerja di dalam industri tertentu, kamu mungkin melihat idemu telah dikembangkan oleh orang lain dan dijalankan di tempat lain. Tapi tenang saja, itu tidak menjadi masalah sedikit pun.

Jika kamu tahu bahwa banyak orang membutuhkan produk atau layananmu, fakta bahwa adanya pesaing secara tidak langsung telah memvalidasi rencanamu.

Menghidupkan ide dan kemudian melaksanakan rencanamu dengan lebih baik daripada yang lain jauh lebih penting daripada keunikan konsepmu.

Tantang pemikiran ini dengan bertanya, “Bagaimana saya bisa melakukan ini dengan lebih baik?”

5. Merasa tidak punya banyak koneksi

Kamu mungkin memiliki mindset bahwa “hanya orang-orang itu saja yang kamu tahu”. Memang benar sampai batas tertentu bahwa mengetahui orang-orang penting itu penting.

Tetapi masalahnya adalah banyak orang menerima lingkaran kontak mereka saat ini (kolega, klien, teman, dan jaringan media sosial mereka) sebagai sumber daya terbatas yang harus mereka tangani.

Menggunakan kurangnya kontak atau koneksi sebagai alasan untuk kegagalan adalah mindset yang dapat membahatakan karier.

Kamu memang tidak harus memiliki koneksi yang luas. Tetapi, kamu perlu memastikan bahwa kamu memiliki koneksi yang tepat.

Bertentangan dengan apa yang mungkin pernah kamu dengar, menjangkau orang yang tepat dapat berhasil jika kamu berusaha keras, bahkan jika kamu tidak memiliki koneksi khusus