Generic placeholder image

Alumni STIKI Indonesia Pulang Kampus, Kartini dan Gunadhie Bagi Kisah Heroik

20 Apr 2018   Berita

Alumni Pulang Kampus Ke-6 STIKI Indonesia Berlangsung Tadi (20/4) tadi di Auditorium STIKI Indonesia.

Alumni Pulang Kampus Ke-6 STIKI Indonesia Berlangsung Tadi (20/4) tadi di Auditorium STIKI Indonesia.

DENPASAR – “Saya saat SMK sudah kerja Freelance di salah satu Stasiun TV swasta di Bali,  dan sempat pernah jadi Marketing,  akhirnya saya kembali ke dunia video lagi”.  Demikian kata pembuka yang di ucapkan oleh Kadek Kartini,  S.Kom salah satu narasumber Alumni Pulang Kampus ke-6 tadi pagi (20/4) di Auditorium Kampus STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia).
Kartini,  demikian nama panggilan alumni STIKI Indonesia yang lulus pada wisuda ke-10 tahun 2017 lalu yang kini bekerja sebagai Videographer dan Editor di salah satu Production House ternama di Bali.  Dalam paparannya wanita munggil ini menyampaikan kisah heoriknya selama kuliah di STIKI Indonesia yang juga sambil bekerja,  dengan “blak-blakan” Kartini akui sempat molor untuk menuntaskan Tugas Akhirnya karena dirinya kurang baik memanajamen waktu, untuk itu dirinya mewanti-wanti kepada para mahasiswa yang hadir dalam acara Alumni Pulang Kampus itu agar lebih menghargai waktu dan memanajamen waktu. “Kuliah sambil kerja itu sebenarnya keren banget karena bisa bayar kuliah sendiri jadi kita bisa belajar mandiri,  tapi inget atur waktu dengan baik agar kuliah dan kerja bisa jalan dengam baik” imbuhnya.
Sementara itu,  narasumber kedua I Made Gunadhie, S.Kom alumni STIKI Indonesia Lulusan tahun 2013 yang kini bekerja sebagai Digital Marketing dan Wedding Decoration ini, dihadapan ratusan peserta bercerita tentang awal kenapa memilih dan kuliah di STIKI Indonesia hingga kisah perjuangan hidupnya bersama orang tua dan membangun sebuah usaha.
“Saat Kuliah di STIKI Indonesia,  saya buka usaha Warnet,kira-kira begitu semester 2 warnet saya bangkrut dan saya jual,  saat itu saya benar-benar ada di titik Nol, tapi semangat saya kuliah tidak boleh kendor.  Setelah masa terpuruk itu saya bangkit lagi berkat bantuan teman, saya jadi kenal Wedding Industri.  Dari sana saya bersama teman mulai tertarik dengan Florist dan Dekorasi, waktu itu hanya modal web site  dan kerjasama dengan vendor Florist saja,  akhirnya tahun 2016 usaha florist dengan nama Bali Nature Florist itu tutup karena satu dan lain hal,  lalu bergegas saya buka dua usaha baru sendiri dalam hal yang sama dengan nama Bali Florista  serta usaha Bali Flash Photoboth . Dari usaha itu saya bisa beli tanah dan hidup bersama istri dan anak sampai sekarang” tuturnya.
Paparan Gunadhie ini sontak mendapat perhatian serius dari para peserta,  bahwa dirinya juga menyatakan bahwa Ilmu yang didapat saat kuliah dulu di STIKI Indonesia ternyata sangat bermanfaat. “Walaupun usaha saya dalam bidang Florist,  Dekorasi dan Photoboth, tetapi berkat pengetahuan tentang IT saya bisa seperti saat ini” imbuhnya.
Acara alumni pulang kampus ini merupakan program rutin STIKI Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni STIKI Indonesia dalam rangka memberikan motivasi dan afirmasi positif bagi Mahasiswa STIKI Indonesia.  (Humas)

Generic placeholder image

Bursa Kerja, Diferensiasi Dies Natalis ke-10 STIKI Indonesia

20 Apr 2018   Berita

Untuk Pertama Kali STIKI Indonesia selenggarakan Bursa Kerja / Job Fair serangkaian Dies Natalis Ke-10 (20-21 April 2018)

Untuk Pertama Kali STIKI Indonesia selenggarakan Bursa Kerja / Job Fair serangkaian Dies Natalis Ke-10 (20-21 April 2018)

DENPASAR – Ada yang beda dalam serangkaian acara Dies Natalis Ke-10 STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) Tahun 2018 kali ini. Pagi tadi (20/4) berlangsung kegiatan Bursa Kerja yang bertempat di Auditorium dan lobi tengah kampus yang memiliki tag line menjadi dan memberi ini.
Tercatat 14  Perusahaan yang bergerak dibidang Teknologi Informasi,  Keuangan,  Transportasi,  Pariwisata, serta Desain dan Multimedia turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Perusahaan-perusahaan itu seperti SM Studio,  Bamboomedia,  Luwih Bali,  Dimata IT Solution,  ITM Bali,  Imajilogi,  Guest Pro,  City Driver Bali,  Authentic Home Made,  Konsultan Visa,  Probus,  Chubb, CV. Fajar Asry,  dan Grab.
Menurut Pembantu Ketua III Bidang Kemahasiswaan STIKI Indonesia Welda,  S.Kom.,M.T.I mengatakan bahwa Bursa Kerja kali ini adalah salah satu kegiatan baru dari STIKI Indonesia dalam rangka memfasilitasi penyaluran tenaga kerja bagi Dunia Usaha dan Dunia Industri. Nantinya,  kegiatan ini akan rutin diselenggarakan setiap tahunnya dengan melibatkan lebih banyak lagi perusahaan.
Sementara itu,  Putu Satria Udyana Putra,  M.Sn selaku Kepala Bidang Alumni dan Pusat Karir STIKI Indonesia menambahkan bahwa pihaknya selaku pelaksana kegiatan Bursa Kerja mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak perusahaan yang telah ikut serta dalam kegiatan tersebut, dan dirinya berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat untuk mahasiswa atau alumni STIKI Indonesia bahkan untuk masyarakat umum.  “Kegiatan Bursa Kerja ini akan berlangsung selama dua hari,  yaitu hari ini (20/4) sampai besok (21/4). Bagi para alumni STIKI Indonesia,  mahasiswa dan masyarakat umum yang ingin melamar pekerjaan kami persilahkan untuk datang ke Kampus STIKI Indonesia di Jl. Tukad Pakerisan No.97 Panjer Denpasar” imbuhnya. (Humas)

Generic placeholder image

EMPAT ORMAWA STIKI BERSATU DALAM “PARAS X ARTSPIRASI”

26 Feb 2018   Berita

ERIC EST : Seminar Nasional Cinematography  dalam PARAS X ARTSPIRASI menghadirkan sinematography ERIC EST.

ERICK EST : Seminar Nasional Cinematography dalam PARAS X ARTSPIRASI menghadirkan sinematography ERICK EST.

Dalam rangka menjaga budaya tradisional di tengah perkembangan teknologi, empat organisasi kemahasiswaan STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yaitu GRADASI (Graphic and Multimedia STIKI), SPC (STIKI Photography Community), Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dan Lingkaran Film STIKI Indonesia bersatu selenggarakan kegiatan PARAS X ARTSPIRASI yang berlangsung sejak 18 – 24 Februari 2018 yang lalu.

Kegiatan yang diikuti oleh ratusan generasi millenial Bali tersebut mengusung tema Growing Without Forgetting yang menekankan untuk tetap menjaga budaya tradisional di tengah perkembangan teknologi. Makna terpenting dari kegiatan tersebut adalah untuk mengingatkan generasi muda akan budaya tradisional yang harus tetap dijaga dan dilestarikan khususnya di Provinsi Bali. Selain itu sebagai acuan untuk menginspirasi dan memotivasi generasi muda di Bali, agar menjadi pribadi yang lebih cerdas, kreatif, dan berani dalam berkarya khususnya dalam bidang seni budaya, teknologi, dan multimedia.

Menurut Ketua Panitia PARAS X ARTSPIRASI Pande Wiratanaya, kegiatan kali ini dikemas dalam dua kategori yaitu perlombaan dan seminar. Lomba yang diselenggarakan antara lain debat Bahasa Indonesia, Short Movie Competition, Foto Hunting, dan lomba Grafitti Challange. Sedangkan untuk ketegori seminar yang diselenggarakan adalah Seminar Nasional “Cinematography”, Talk Show Animasi 2D,  Seminar Nasional “Work For Tasty Social Media Food Photography”dan Seminar Regional “Cyber Crime”.

I Dewa Made Krishna Muku, S.T.,M.T selaku Ketua STIKI Indonesia menyatakan pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan yang diselengagrakan oleh Gradasi dan SPC ini, terlebih kegiatan tersebut bertujuan untuk hal yang positif. “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan tersebut, apalagi STIKI sebagai kampus IT yang berwawasan budaya harus ikut serta dalam menjaga dan memelihara segala bentuk budaya lokal maupun nasional “ imbuhnya.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kampus STIKI Indonesia tersebut di tutup pada tanggal 24 Febaruari 2018 oleh Ketua STIKI Indonesia. Dalam acara penutupan itu diserahkan hadiah kepada para juara serta pementasan kreativitas dari mahasiswa STIKI Indonesia dan beberapa bintang tamu lainnya. (*)