Pengabdian Online, Dosen STIKI Bantu Guru SD CIS Bali Membuat Video Pembelajaran

hasilpic4

Denpasar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diadakan oleh Tim Dosen STMIK STIKOM Indonesia yang terdiri dari Ni Kadek Ariasih, S.Kom., M.T. ; Komang Sri Aryati, S.T., M.Kom. ; dan Aniek Suryanti S.Kom., M.Kom. yang dilaksanakan pada hari Sabtu (11/04/2020). Kegiatan ini bertemakan Pembuatan Video Pembelajaran bagi Guru-Guru SD Cerdas Insan Sejahtera (CIS) Bali yang dilaksanakan di secara online menggunakan perangkat lunak Zoom.

Di tengah pandemi COVID-19, kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah. Hal ini menimbulkan masalah baru baik itu bagi siswa maupun guru pendidik. SD CIS belum siap untuk menggunakan metode online. PKM ini diikuti sebanyak 27 guru yang terdiri dari guru TK dan guru SD. Pada kegiatan ini, para guru diajarkan bagaimana cara membuat video pembelajaran dengan aplikasi yang ringan dan mudah digunakan.

Jika biasanya guru-guru mengajar secara tatap muka, berbeda halnya dengan kegiatan saat ini. Guru dituntut untuk mempersiapkan materi secara online dan dalam bentuk file. File tersebut kemudian dikirim melalui grup WhatsApp. Banyak siswa yang merasa kesulitan memahami teks tanpa ada penjelasan langsung dari guru. Dari hal ini, Tim Dosen tergerak untuk melakukan PKM kepada para guru untuk membantu pembuatan video pembelajaran. Melalui video pembelajaran ini, materi yang akan diberikan kepada para siswa akan menjadi lebih interaktif, dan diharapkan kesulitan siswa dalam memahami pelajaran dapat berkurang.

 “Tidak harus menggunakan komponen e-learning yang canggih seperti Google Classroom dan e-learning lainnya dalam memberikan proses belajar mengajar. Hanya dengan menggunakan komponen e-learning yang sederhana pun bisa dilakukan, salah satunya video pembelajaran seperti Xbox Game Bar dan Bandicam. Nantinya dapat menghasilkan video dalam format .Mp4, kemudian bisa di-share ke WhatsApp,” ujar Ni Kadek Ariasih, S.Kom., M.T. Dirinya juga mengatakan bahwa menggunakan perangkat lunak ini tidak membutuhkan bandwidth yang besar. Setiap sekolah memiliki karakteristik pengajaran yang berbeda-beda. Pemilihan perangkat lunak dan metode pengajaran daring kita sesuaikan dengan karakteristik tersebut. (Tim Humas)