Penuhi Kualifikasi Dunia Kerja/Dunia Industri, Mulai Februari 2019 Mahasiswa STIKI Wajib Miliki 3 Sertifikat Kompetensi

Suasana pelaksanaan Sertifikasi di STIKI Indonesia

Suasana pelaksanaan Sertifikasi di STIKI Indonesia

Denpasar – Upaya STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) dalam rangka menyiapkan dan membekali para lulusannya untuk siap berkompetisi dan memenuhi kualifikasi di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) nampaknya benar-benar menjadi perhatian khusus. Hal tersebut dibuktikan dengan akan diberlakukannya kebijakan wajib memiliki 3 sertifikat keahlian atau kompetensi bagi seluruh mahasiswa di kampus yang memiliki spirit menjadi dan memberi ini.

Kebijakan wajib memiliki 3 sertifikasi kompetensi atau keahlian bagi seluruh mahasiswa itu direncanakan mulai diterapkan pada bulan Februari 2019 (awal semester genap –red) nanti, kendati masih jauh menurut Kepala Unit Pelaksana Sertifikasi Ni Luh Wiwik Sri Rahayu G, S.Kom.,M.Kom mengatakan bahwa saat ini pihaknya dalam tahap merampungkan skema dan aturan mengenai pelaksanaan sertifikasi tersebut.

“Sebelumnya kami sudah bahkan sedang menyelenggarakan uji kompetensi juga, namun yang sedang berjalan ini hanya baru diwajibkan untuk mahasiswa yang akan lulus dan hanya 1 sertifikasi saja. Terkait Kebijakan mengenai wajib memiliki 3 sertifikasi keahlian atau kompetensi bagi seluruh lulusan STIKI Indonesia itu adalah sebuah kebijakan yang sangat tepat diterapkan pada era MEA dan revolusi industri 4.0 saat ini, serta untuk memenuhi Kualifikasi saat bekerja atau berwirausaha. Untuk itu, STIKI Indonesia melalui Unit Pelaksana Sertifikasi akan mewajibkan kepada seluruh mahasiswa agar memiliki 3 sertifikat keahlian atau kompetensi melalui uji kompetensi, sesuai dengan yang telah diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012, tepatnya pada pasal 1 yang intinya menyangkut proses pemberian sertifikat kompetensi yang harus dilakukan secara sistematis dan obyektif melalui pelaksanaan uji kompetensi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional atau KKNI, Standar Internasional, serta Standar Khusus” Jelas Wiwik.

Wiwik juga mengatakan bahwa berkaitan akan diterapkannya kebijakan tersebut, telah disiapkan pola dan strategi agar mahasiswa sejak awal atau sejak semester dua mulai melengkapi diri dengan ikut serta dalam uji kompetensi secara bertahap. “STIKI Indonesia akan mewajibkan setiap satu orang mahasiswa sebelum lulus memiliki minimal 3 sertifikat kompetensi. Kami sudah siapkan strateginya agar mahasiswa tidak over load memikirkan dan mengikuti sertifikasi uji kompetensi ini. Jadi mulai semester genap nanti kira-kira bulan Februari 2019, seluruh mahasiswa mulai angkatan 2017 sudah bisa mengikuti salah satu dari tiga jenis sertifikasi yang kita siapkan seperti sertifikasi paling dasar adalah office, kemudian communication skill, database, desain, dan networking. Mahasiswa nanti bisa ikut sertifikasi dari tahapan paling dasar yang wajib harus ditempuh dulu yaitu kompetensi office lalu setelah itu bisa mengikuti sertifikasi keahlian yang lainnya”.

Dalam hal kesiapan penyelenggaraan sertifikasi tersebut pihak Unit Penyelenggara Sertifikasi STIKI Indonesia telah bekerjasama dengan lembaga-lembaga sertifikasi tingkat Nasional dan Internasional yang telah memiliki kredebilitas dan telah memenuhi ketentuan yang telah ada.

Dihubungi melalui saluran telepon, Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T.,M.T mengatakan bahwa sertifikasi kompetensi ini sangat berguna bagi seluruh mahasiswa sebagai bentuk pengakuan secara sah bahwa mahasiswa tersebut memang benar memiliki kompetensi yang telah di ujikan dan dinyatakan lulus.

“Sertifikasi kompetensi ini sangat dibutuhkan dalam rangka memenuhi kualifikasi sumber daya manusia di dunia usaha dan dunia kerja, untuk itu mahasiswa nanti saat lulus dari STIKI Indonesia selain mendapatkan Ijasah Sarjana Komputer juga sudah punya tiga sertifikat kompetensi, artinya mahasiswa itu memang diakui kompetensinya dalam bidang-bidang tertentu secara sah yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi itu setelah melalui proses uji kompetensi. Tidak hanya itu saja, saat lulus sudah punya ijasah ditambah punya sertifikat kompetensi, maka akan makin cepat bisa berkompetisi di dunia usaha dan dunia kerja karena kualifikasi pengakuan sebuah keahlian atau kompetensi sudah ada, sederhananya daya saing jadi meningkat dan memiliki nilai beda dengan yang tidak memiliki sertifikat keahlian” jelas Muku.

Muku juga mengajak agar mahasiswa STIKI Indonesia mulai bersiap-siap sejak dini untuk mengikuti 3 uji kompetensi atau sertifikasi yang akan berlaku secara wajib mulai semester genap tahun akademik 2018/2019 pada bulan Februari 2019 nanti hingga sebelum dinyatakan lulus atau sebelum di wisuda.(inwa)