PKKMB STIKI INDONESIA DITUTUP, 1.300 MAHASISWA BARU TANDATANGANI PAKTA INTEGRITAS

Mahasiswa baru STIKI Indonesia tandatangani Fakta Integritas saat Penutupan PKKMB (9/9) tadi.

Mahasiswa baru STIKI Indonesia tandatangani Fakta Integritas saat Penutupan PKKMB (9/9) tadi.

Denpasar – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) hari ini (9/9) resmi ditutup oleh Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T di GOR Lila Bhuwana Denpasar.

Acara penutupan PKKMB yang diselenggarakan oleh STIKI Indonesia kali ini cukup berbeda. Pasalnya, sebelum acara resmi ditutup, sebanyak 1.300 mahasiswa baru secara serentak menandatangani pakta integritas yang disaksikan oleh Ketua STIKI Indonesia. Dalam pakta integritas tersebut para mahasiswa berkomitmen dan menyatakan untuk tidak akan melakukan perbuatan atau tindakan yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945, tidak melakukan perbuatan yang melecehkan rasial/kesukuan, radikalisme, tidak terlibat dalam penggunaan dan atau pengedaran Narkoba serta para mahasiswa baru tersebut juga berkomitmen untuk lulus tepat waktu.

I Dewa Made Krishna Muku menyatakan bahwa penandatanganan pakta integritas tersebut merupakan suatu langkah pencegahan sejak dini terhadap isu-isu yang sangat rentan bergesekan di masyarakat. “Bagi kami penandatanganan pakta integritas ini amat sangat penting untuk  kita lakukan. Apalagi saat ini bangsa kita sedang gencar-gencarnya menangkal aksi radikalisme dan bahaya Narkoba. Atas dasar itu kita di STIKI Indonesia secara prepentif cegah dulu dengan membuat  dan menandatangi pakta integritas di atas meterai, aksi tindak lanjutnya adalah nanti saat perkuliahan para dosen kami akan menyampaikan pesan-pesan kepada mahasiswa tentang radikalisme dan bahaya narkoba disela-sela mengajar” jelasnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa selain komitmen tentang radikalisme dan bahaya narkoba tersebut, untuk memberikan motivasi dan agar tumbuhnya kesadaran untuk kuliah dan lulus tepat waktu, maka harus diakomodir dalam pakta integritas. “Kesuksesan dalam perkuliahan itu tumbuh dari dalam diri masing-masing mahasiswa, perlu kesadaran dalam diri mereka bahwa kuliah dan tamat tepat waktu itu adalah bagian dari proses sukses maka perlu dibuatkan kesepakatan juga secara formal dalam pakta integritas itu” tegas pria yang sering disapa Made Muku ini.

Dipenghujung acara yang sangat bergembira itu,  Muku menceritakan kisah inspiratifnya selama hidup dan mengajak seluruh mahasiswa untuk mulai menumbuhkan komitmen untuk menjadi sivitas akademika yang cerdas, mandiri, berjiwa besar dan memberikan segala pengetahuan yang dimiliki kepada nusa dan bangsa. (Humas)