Rekor Baru Yudisium XXI, Ketua STIKI Minta 409 Calon Wisudawan Segera Bekerja

WhatsApp Image 2020-02-27 at 4.30.28 PM

Denpasar – STMIK STIKOM Indonesia menggelar Yudisium XXI pada Kamis (27/2/2020). Batik menjadi tema dalam Yudisium yang berlangsung di Agung Ballroom Grand Inna Beach Bali, Sanur, Denpasar. Sebanyak 409 calon wisudawan telah dinyatakan lulus.

Berbeda dengan sebelumnya, batik menjadi tema kali ini. Seluruh peserta maupun para dosen menggunakan dress code batik. Batik yang merupakan warisan dunia dapat dipakai untuk acara formal maupun jadikan fashion atau informal. “Ketika masih menyandang status mahasiswa, suasana informalnya lebih banyak. Namun, setelah lulus akan memasuki kegiatan profesional dan lebih banyak suasana formalnya. Oleh karena itu, ini merupakan masa transmisi rekan-rekan dari informal menjadi formal.” Ungkap I Made Dwi Putra Asana, S.Kom., M.T. selaku koordinator acara dalam sambutannya.

Di ruangan yang penuh dengan warna-warni corak batik, Yudisium XXI dipandu oleh pembawa acara yang tak asing di kalangan calon wisudawan. Duet I Gede Putu Eka Suryana, S.Pd., M.Sc. dengan gaya bicaranya yang khas dan Theresa Primasari Turker, S.S. dengan pengalamannya sebagai penyiar radio menjadi kombinasi maut yang mempertahankan tawa sepanjang acara berlangsung. Yudisium XXI diawali dengan penyampaian beberapa materi terkait IKA (Ikatan Keluarga Alumni) STIKI Indonesia, peran sebagai alumni STIKI Indonesia, tracer study, serta hal-hal yang menjadi persiapan dalam memasuki dunia kerja. Calon wisudawan hari ini telah resmi bergabung dalam keluarga IKA STIKI dan diharapkan untuk tidak lupa kembali ke STIKI seperti pada acara alumni pulang kampus, job fair, maupun melepas rindu dengan dosen dan suasana kampus.

Komang Redy Winatha, S. Kom., M.Pd. selaku ketua panitia didampingi Kepala Program Studi Teknik Informatika, Wayan Gede Suka Parwita, S.Kom., M.Cs., mengatakan bahwa jumlah calon wisudawan pada Yudisium XXI merupakan rekor baru. Terdapat sebanyak 409 orang yang terdiri dari 394 calon wisudawan dari Program Studi Teknik Informatika dan 15 calon wisudawan dari Program Studi Sistem Komputer. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) seluruh peserta Yudisium XXI adalah 3.4 dengan IPK tertinggi 3.91. Beberapa calon wisudawan mampu menempuh masa studi yang cepat, yaitu 3,5 tahun.

“Segeralah bekerja, jangan berpikir duit terlebih dahulu. Yang penting ilmunya yang didapat. Sukses itu bukan dentuman tiba-tiba, melainkan kumpulan kerja kecil yang melelahkan, kumpulan kerja kecil yang tidak mengenakkan yang dilakukan secara konsisten,” ucap Ketua STIKI Indonesia, I Dewa Made Krishna, M.T. dalam sambutannya dengan penuh semangat.

Selain ditandai dengan penyerahan patung dan penyematan selempang, penghargaan juga diberikan kepada para peserta Yudisium XXI untuk dua kategori. Dua mahasiswa maju ke depan untuk menerima penghargaan dalam kategori inspiring people. Kedua mahasiswa ini mampu menginspirasi semua orang tentang perjuangan mereka. Selain itu, terdapat penghargaan untuk dua peserta dalam kategori best costume. Kejutan lain yang tak disangka adalah adanya penampilan akustik oleh empat calon wisudawan pada pertengahan acara. Lagu-lagu yang didendangkan adalah lagu dengan tema perpisahan milik Wahyu (Selow), Endank Soekamti (Sampai Jumpa), dan Sheila on 7 (Sebuah Kisah Klasik). (IGI2/ Tim Humas)