Sah! Warga STIKI Indonesia “Ngampus” dengan Berpakaian Adat Sesuai Instruksi Gubernur Bali.

IMG_20181011_081407

Denpasar — Warga STIKI Indonesia hari ini (11/10) resmi menggunakan pakaian adat sesuai dengan Instruksi Gubernur Bali Nomor 2331 tahun 2018 tentang kewajiban berbusana adat pada setiap hari Kamis.

I Gede Putu Eka Suryana, S.Pd., M.Sc selaku Kepala Lembaga Penjamin Tenaga Pendidik dan Kependidikan (LPTPK) STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia) menyatakan bahwa dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Gubernur tersebut, pihaknya telah memberikan himbauan resmi kepada staff dan pengajar di lingkungan kampus.

Tidak hanya itu saja, ditemui kemarin (10/10) diruang kerjanya, Eka Suryana juga mengapresiasi instruksi Gubernur tersebut terkait dengan bagaimana masyarakat Bali menggali budaya bangsa kembali karena apa yang dimiliki menunjukkan kepribadian, identitas dan karakter bangsa khususnya masyarakat Bali.

“Hal itu akan mengingatkan bahwa bangsa kita merupakan bangsa yang kaya akan keberagaman sehingga perbedaan yang ada akan melatih rasa toleransi yang kita miliki, kemudian hal itu akan menjadi dasar persatuan bangsa Indonesia”. Jelasnya.
Dirinya juga menambahkan bahwa dalam visi/misi kampus STIKI Indonesia juga terdapat nilai-nilai tersebut secara tersurat dan tidak hanya tersirat.
“Nilai-nilai itu disampaikan secara eksplisit yang menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya” tegas Eka Suryana.

Sementara itu, selang beberapa jam setelah Kepala LPTPK menyampaikan himbauwan terkait instruksi Gubernur tersebut, Wakil Ketua III bidang Kemahasiswaan melalui Akun Media Sosial resmi milik Kampus STIKI Indonesia juga menginstruksikan kepada seluruh mahasiswa mulai hari ini (Kamis, 11 Oktober 2018) menggunakan pakaian adat sesuai instruksi Gubernur Bali.

Pewarta : Maha Dewi (STIKIZEN)
Editor : Inwa