STIKI INDONESIA AKOMODASI KEBUTUHAN SDM PELAKU DU-DI

Dengar pendapat – Kepala Program Studi TI STIKI Indonesia menyampaikan draft rancangan kurikukulum baru STIKI Indonesia Jumat (2/6/17) kemarin.

Dengar pendapat – Kepala Program Studi TI STIKI Indonesia menyampaikan draft rancangan kurikukulum baru STIKI Indonesia Jumat (2/6/17) kemarin.

Dalam rangka menyelaraskan kualifikasi kebutuhan sumber daya manusia pada dunia usaha/dunia industri dengan kurikulum STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia), pada hari Jumat (2/6) kemarin dilaksanakan kegiatan dengar pendapat yang menghadirkan para pelaku dunia usaha/dunia industri di Bali dan Nasional. Dalam kegiatan yang berlangsung selama 3 jam tersebut disajikan draft rencana kurikulum baru yang akan diterapkan di STIKI Indonesia selama 5 tahun ke depan. Dari paparan rencana kurikulum tersebut, kurikulum program studi Teknik Informatika menitik beratkan pada kompetensi lulusan yang hendak dicapai yaitu para lulusan akan menguasai keahlian dibidang analisis sistem informasi, konsultan sistem informasi, konsultan e-bisnis, kreatif multimedia, dan desainer komunikasi visual. Semua keahlian tersebut dapat ditempuh melalui tiga konsentrasi yaitu Manajemen Data dan Informasi (MDI), Komputer Akuntansi Bisnis (KAB), dan Desain Multimedia (DM). Sedangkan untuk kurikukulum Program studi Sistem Komputer, para lulusannya nanti dirancang untuk ahli dalam bidang Embedded System Engineer, Computer Network and Server Engineer, dan Software Engineer.
Menurut Kepala program studi Teknik Informatika I Putu Gede Budayasa, M.T.I menyatakan bahwa kegiatan dengar pendapat tersebut dilaksanakan serangkaian dengan perubahan kurikulum yang telah tertuang dalam kebijakan akademik STIKI Indonesia. “Sesuai dengan kebijakan akademik di STIKI Indonesia mensyaratkan bahwa setiap 5 tahun wajib dilakukan perubahan atau peninjauan kurikulum, maka kami harus akomodasi juga kepentingan dan kebutuhan SDM dunia usaha/dunia industry, sehingga kurikulum kami nanti dapat mencetak lulusan yang memang dibutuhkan oleh dunia usaha/industri” imbuhnya.
Pada acara yang berlangsung di Auditorium STIKI Indonesia itu, dunia usaha/dunia industri yang diundang adalah dari sektor industry pariwisata, industry kreatif, software house, asosiasi yang bergerak dalam bidang TI, perwakilan alumni serta unsur pemerintahan.
Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, M.T dalam sambutannya menyatakan bahwa perubahan adalah hal yang tidak bisa dipungkiri, terlebih pada perubahan kurikulum. Tentunya perubahan kurikulum yang dilakukan harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sehingga lulusan STIKI Indonesia bisa diterima dan bisa berkarya untuk dunia usaha dan dunia industri.
Untuk diketahui bersama, sesuai dengan Permenristekdikti nomor 15 Tahun 2017 tentang Penamaan Program Studi pada Perguruan Tinggi maka STIKI Indonesia telah mengajukan perubahan dan penyesuaian nama program studi yaitu Program Studi Teknik Informatika menjadi Program Studi Teknologi Informasi dan Program Studi Sistem Komputer menjadi Program Studi Rekayasa Sistem Komputer.