STIKI INDONESIA YUDISIUM 244 MAHASISWA.

Buda Hartawan : Jadilah Sarjana Yang Bertanggungjawab

Suasana Yudisium Ke-17 STMIK STIKOM Indonesia (31/8) yang lalu.
Suasana Yudisium Ke-17 STMIK STIKOM Indonesia (31/8) yang lalu.

Denpasar – Dalam rangka menentukan kelulusan dan nilai kelulusan dari program studi di STMIK STIKOM Indonesia (STIKI Indonesia), pada hari Jumat (31/8) yang lalu telah diselenggarakan kegiatan Yudisium Sarjana Komputer (S.Kom) ke-17 bertempat di Auditorium Wisma Werdha Pura Sanur.

Ketua Panitia Yudisium ke-17 STIKI Indonesia I Nyoman Saputra Wahyu Wijaya, S. Kom.,  M.Cs menyampaikan bahwa pada Yudisium ke-17 ini diikuti oleh 244 orang mahasiswa yang terdiri dari 130 Orang mahasiswa program studi Teknik Informatika dan 14 Orang mahasiswa program studi Sistem Komputer.  Nantinya para peserta Yudisium kali ini akan di Wisuda pada tanggal 4 Oktober 2018 mendatang.
Dalam Sambutannya Kepala Program Studi Sistem Komputer STIKI Indonesia I Nyoman Buda Hartawan,  M. Kom menyatakan bahwa  tercatat masa studi tercepat ditempuh dalam waktu 8 semester dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)  tertinggi  pada Program Studi Teknik Infomatika adalah 3,87 dan IPK tertinggi dari Program Studi Sistem Komputer mencapai 3.85. Dalam kesempatan tersebut Buda Hartawan berpesan kepada para peserta Yudisium agar mempertanggung jawabkan atas gelar dan perolehan yang telah melekat pada diri masing-masing dengan mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama kuliah untuk kepentingan masyarakat.
“Sebagai seorang lulusan di era revolusi industri 4.0 saat ini,  harus memiliki 3 keterampilan literasi yaitu Literasi Data,  Literasi Teknologi dan Literasi Kemanusiaan.  Literasi Kemanusiaan inilah yang sangat penting  juga untuk anda kuasai karena menyangkut pergaulan,  kolaborasi,  etika,  komunikasi” pesan Buda Hartawan.
Sementara itu Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T  dalam sambutannya mengharapkan dan mengingatkan kembali  para peserta Yudisium agar tetap menumbuhkan prinsip menjadi dan memberi seperti apa yang selama ini selalu di terapkan oleh civitas akademika STIKI Indonesia.  “Menjadi lulusan STIKI Indonesia maka anda harus memberi keahlian dan kemampuan yang anda miliki semaksimal mungkin kepada masyarakat atau dimana anda bekerja termasuk jika berwirausaha”  jelasnya.
Muku juga menambahkan bahwa setelah di Yudisium ini segeralah bekerja atau berwirausaha dan teruslah belajar, carilah pengalaman baik sebanyak-banyaknya,  karena dengan itu kita menjadi pribadi  yang mandiri,  tangguh,  inovatif,  disiplin,  dan banyak relasi. (humas)