Generic placeholder image

Cloud Computing Semakin Diminati Saat Pandemi

12 Feb 2021   Berita

Kita seringkali mendengar isitilah cloud computing di era digital seperti sekarang. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan cloud computing? Cloud computing adalah ‘komputasi awan’. Maksud komputasi awan adalah proses komputerisasi sebuah teknologi yang berbasis internet. Sistem cloud computing memungkinkan penggunanya untuk menyimpan dan mengolah data secara virtual.

Dilansir dari cloudraya.com, pengguna juga tidak perlu menyiapkan platform mau pun infrastruktur pendukung, melainkan hanya tinggal menggunakan platform-platform yang telah tersedia. Platform ini ada yang gratis mau  pun berbayar. Tentu fitur-fitur versi berbayar dapat digunakan lebih banyak dan lebih lengkap.

Sistem cloud computing memungkinkan proses komputerisasi, menjalankan aplikasi, serta menyimpan dan mengolah data secara virtual dengan jaringan internet yang terhubung pada server. Semua data dan informasi yang dimiliki akan tersimpan dalam satu server, serta dapat diakses kapan pun dan di mana pun asalkan terkoneksi dengan jaringan internet.

Cloud computing mengedepankan kenyamanan dan kemudahan bagi para penggunanya. Hal lain yang terpenting adalah, pengguna juga tidak perlu menyiapkan storage berupa harddisk eksternal dengan kapasitas besar untuk media penyimpanan data-data, karena semua data telah tersimpan dalam storage cloud yang dapat di adjust kapasitasnya sesuai kebutuhan. Sistem storage cloud juga beroperasi secara online, sehingga lebih mudah dalam pengambilan data-datanya.

Jenis-Jenis Layanan Cloud Computing

Cloud computing memiliki layanan yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan dari penggunanya. Sebelum menggunakan teknologi cloud, akan lebih baik apabila anda mengetahui dan memahami terlebih dahulu tentang jenis-jenis cloud, sehingga anda tahu mana jenis cloud yang terbaik dan cocok digunakan sesuai dengan kebutuhan. Ada tiga jenis layanan cloud yang biasanya paling sering digunakan oleh user. Berikut ini adalah layanan-layanan yang digunakan oleh provider penyedia cloud computing:

1.    Infrastructure as a Service (IaaS)

IaaS merupakan sebuah layanan cloud yang “menyewakan” sumberdaya teknologi mendasar, yang meliputi media penyimpanan/storage, processing power, memory, sistem operasi, kapasitas jaringan dan lain-lain, yang dapat digunakan oleh penyewa untuk menjalankan aplikasi yang dimilikinya. Jika dianalogikan, perumpamaan IaaS ini mirip dengan penyedia layanan Data Center yang menyewakan rak server/colocation, akan tetapi IaaS lebih berfokus ke level mikronya. Sebagian besar pengguna layanan IaaS, tidak mengetahui bagaimana atau teknologi apa yang digunakan oleh provider, namun harus ada jaminan bahwa sistem berjalan dengan aman, lancar, stabil, beroperasi penuh, dan tidak ada kendala.

2.    Platform as a Service (PaaS)

Layanan cloud berbasis PaaS merupakan layanan dari cloud provider yang menyediakan platform-platform siap pakai (ready to use) kepada para penggunanya. Provider penyedia layanan cloud bertanggung jawab untuk membuat platform dengan sistem yang stabil, handal, dan dapat beroperasi dengan sempurna ketika digunakan. Provider cloud juga sebaiknya selalu mengupdate teknologi yang digunakan sehingga dapat mengembangkan aplikasi yang dipakai user. Dalam hal ini, pengguna PaaS tidak memiliki kendali terhadap sumber daya komputasi dasar provider cloud seperti memory, media penyimpanan/storage, processing power dan infrastruktur lain yang telah disediakan dan diatur oleh provider layanan cloud tersebut.

3.    Software as a Service (SaaS)

Layanan SaaS merupakan layanan cloud yang lebih dulu populer karena SaaS merupakan evolusi dari konsep ASP (Application Service Provider). Sesuai dengan namanya, SaaS memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk dapat memanfaatkan sumberdaya perangkat lunak dengan cara berlangganan. Sehingga user tidak perlu mengeluarkan investasi lain, baik untuk in house development maupun dalam hal pembelian lisensi sebuah software. Dengan cara berlangganan, pengguna dapat langsung menggunakan berbagai fitur yang disediakan oleh penyedia layanan. Cukup mudah bukan?

Macam-Macam Jenis Cloud

Cloud computing pada umumnya memiliki tiga model/jenis. Model layanan cloud ini ditujukan untuk penggunaan dengan kepentingan dan skala yang berbeda-beda. Jenis layanan cloud tersebut adalah:

  • Public Cloud

Public cloud merupakan teknologi cloud yang memungkinkan layanannya diakses oleh siapa saja. Penggunaannya pun juga terbuka bagi siapa saja. Layanan public cloud ada versi yang gratis (free for use), dan ada pula yang berbayar. Tentunya layanan cloud dengan beberapa platform yang gratis memiliki fitur dan layanan yang terbatas. Sedangkan versi berbayar, biasanya fiturnya lebih banyak dan lengkap. Beberapa contoh layanan public cloud yang gratis adalah platform dari Google yang meliputi Google Drive, Gmail, dan lain sebagainya. Kemudian masih ada layanan media sosial seperti Facebook dan Instagram di mana pengguna hanya tinggal menggunakan platform yang telah tersedia tersebut. Sedangkan untuk pilihan public cloud yang berbayar, ada beberapa provider yang trusted.

Public cloud memiliki keuntungan tambahan, anda tidak perlu mengeluarkan budget lebih untuk maintenance infrastruktur dan platform/aplikasi yang digunakan. Namun ada satu kelemahan public cloud yaitu mengenai keamanan data. Sehingga perlu selektif memilih provider public cloud yang terpercaya demi keamanan data, seperti Wowrack Indonesia yang berkomitmen menjaga data customer dan telah memiliki sertifikasi ISO27001.

  • Private Cloud

Sesuai dengan namanya, private cloud mengedepankan tentang privasi atau kerahasiaan para penggunanya. Private cloud biasanya digunakan untuk keperluan internal organisasi maupun perusahaan. Saat ini telah banyak perusahaan-perusahaan yang memiliki divisi atau departemen IT maupun support sebagai penyedia layanan platform, infrastruktur, dan aplikasi bagi perusahaannya. Sedangkan divisi-divisi lain akan bertindak sebagai pengguna layanannya.

Keuntungan menggunakan private cloud adalah keamanan yang sangat terjaga karena semua hal mulai dari infrastruktur hingga maintenance software dan platform yang digunakan, semua dikelola oleh badan atau institusi itu sendiri, bukan pihak luar perusahaan. Namun tantangannya adalah kesiapan waktu dan sumber daya untuk merawat, mengatur, dan menjaga infrastruktur tersebut agar tetap berjalan dengan normal dan lancar.

  • Hybrid Cloud

Hybrid cloud adalah layanan cloud yang merupakan gabungan dari public cloud dan private cloud. Biasanya hanya institusi atau perusahaan-perusahaan tertentu yang mengaplikasikan layanan hybrid cloud ini. Hal ini biasanya berkaitan dengan hukum dan kerahasiaan data-data klien yang dimiliki, sehingga harus tetap memiliki private cloud sebagai media penyimpanan perusahaan secara rahasia.

Semakin diminati di Masa Pandemi

Teknologi cloud computing saat ini semakin diminati oleh para pelaku bisnis di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan social distancing membuat tren di dunia bisnis dilakukan secara online atau secara telework. Meningkatnya aktivitas yang dilakukan secara daring tersebut tentu membutuhkan server yang lebih baik.

Kebiasaan baru dari masyarakat dengan menggunakan layanan daring untuk bekerja maupun belajar tentu berpengaruh pada server layanan tersebut. Dikutip dari cloudcomputing.id, Gunawan Susanto Country Leader Amazon Web Service (AWS) kebiasaan masyarakat ini meningkatkan lalu lintas (traffic) dalam sebuah aplikasi berbasis teknologi yang berdampak pada kemampuan server.

“Dengan demand yang ada seperti ini, kami membutuhkan lebih banyak kerja sama dengan partner ekosistem di Indonesia untuk bisa memberikan pelayanan menyeluruh dan lebih sering mengedukasi market bagaimana sih penggunaan cloud yang benar. Jadi enggak sekadar pakai tapi juga bisa tepat guna teknologinya,” kata Gunawan Susanto.

AWS sebagai layanan yang menawarkan on-demand cloud computing berusaha secara aktif memaksimalkan potensi dari perusahaan yang menggunakan layanannya. Dengan layanannya AWS akan membantu perusahaan untuk mengoptimalkan biaya operasional yang dikeluarkan perusahaan agar lebih efisien. Ada pun hal-hal ini meliputi penyesuaian cloud server, optimisasi penyimpanan, dan rangkaian lainnya yang akan ditinjau bersama tim.

“Di semua market segment, kami bantu existing para customer di masa pandemi ini untuk bisa optimizing their cost dan staying with them untuk membuat bisnis mereka growing. Tujuannya supaya mereka bisa optimum gunakan teknologi kami,” ujar Gunawan Susanto.

Fajar A Budi Prasetyo selaku CTO & Co-founder HappyFresh mengungkapkan bahwa perusahaannya saat ini mengalami kenaikan jumlah pengunjung selama masa pandemi COVID-19. Lonjakan pengunjung tersebut hingga 10 kali lipat dari biasanya. Dengan adanya lonjakan tersebut tentu HappyFresh butuh software yang scaleable.

Fajar mengatakan bahwa dengan penggunaan layanan cloud computing perusahaan dapat dengan lebih mudah dalam mengelola traffic yang siignifikan. Selain itu, Happy Fresh juga lebih efisien dalam penggunaan biaya termasuk untuk operasional. Menurut fajar, teknologi komputasi awan dari AWS secara berkala mengirimkan tim solutions architect yang bertugas meninjau optimalisasi penggunaan sejauh itu.

Dengan menggunakan layanan cloud computing biaya yang dikeluarkan untuk bidang IT dapat dipangkas mencapai angka 50 hingga 60 persen. Hal tersebut tentu sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk memperoleh profit yang lebih maksimal.

“Salah satu keuntungan di cloud, kita punya elastisitas di mana saat demand naik signifikan, kita tinggal scale horizontal sesuai dengan kebutuhan. Jadi pada saat pandemi berakhir, kita tinggal scale down lagi supaya sesuai dengan traffic yang ada,” jelasnya.