Generic placeholder image

Karakter Generasi Z: Si Mahir Teknologi & Gemar Inovasi

11 Feb 2021   Berita

Istilah milenial masih sering dipakai untuk merujuk pada generasi remaja. Padahal remaja saat ini berasal dari Generasi Z yang lahir antara rentang tahun 1995-2010. Sementara, generasi milenial atau generasi Y merupakan mereka generasi yang lahir sebelumnya dari rentang waktu 1980 hingga 1994.

Banyak yang masih memakai istilah milenial untuk mereka yang masih sekolah atau kuliah, padahal generasi yang lahir antara tahun 1980 sampai 1994 saat ini sudah memasuki usia kerja dan yang saat ini berada di tingkat sekolah dan kuliah justru Gen Z yang lahir antara tahun 1995 sampai 2015. Meski umurnya berdekatan, tetapi ada perbedaan antara dua generasi tersebut.

Generasi Milenial yang dianggap merujuk sebagai mereka yang masih remaja saat ini sudah memasuki fase dewasa yang mungkin sudah mengalami perubahan. Meski begitu, mereka sampai kapan pun tetap dianggap bagian dari Generasi milenial. Maka yang perlu diingat dari sebuah generasi adalah tahun kelahirannya, bukan fase hidup mereka saat ini.

Generasi Z disebut juga sebagai iGeneration atau generasi internet. Generasi ini selalu terhubung dengan dunia maya dan dapat melakukan segala sesuatunya dengan menggunakan kecanggihan teknologi.

Gadget sudah menjadi pegangan sejak kecil. Maka secara otomatis pengenalan teknologi dan dunia maya ini begitu berpengaruh pada perkembangan kehidupan dan kepribadian mereka.

Hal ini membuat masa depan sektor teknologi semakin cerah di tangan generasi Z. Dilansir Tirto.id yang mengutip survei Nielsen, Generasi Z mempengaruhi perputaran ekonomi dunia sebagai 62 persen konsumen pembeli produk elektronik. Hal ini dipengaruhi oleh kehidupan mereka yang segala sesuatunya terkoneksi dengan internet.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2020 didominasi oleh Generasi Z yaitu mereka yang lahir mulai 1997 hingga 2012. Jumlahnya mencapai 75,49 juta jiwa atau 27,94 persen dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 270,20 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk September 2020.

Bagaimana karakteristik dari Generasi Z yang juga disebut sebagai generasi teknologi ini: Berikut penjabarannya:

Mahir teknologi

Generasi Z lahir dan hidup di zaman teknologi yang sedang berkembang dan canggih. Bahkan di zaman ini aplikasi komputer mulai berkembang sehingga segala sistem yang ada mulai dilakukan dengan metode komputerisasi. Jadi kemampuan generasi ini dalam menguasai teknologi dirasa merupakan bawaan sejak lahir. Generasi ini tentu dapat melakukan akses dengan cepat dan mudah sehingga bisa lebih diandalkan dalam hal IPTEK.

Suka Inovasi

Generasi Z memiliki harapan yang lebih tinggi terhadap inovasi. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 80 persen generasi milenial menganggap bahwa perkembangan industri yang ada sudah membawa inovasi-inovasi baru. Namun, data menunjukkan bahwa hanya 71 persen dari generasi Z yang setuju dengan pendapat generasi milenial tersebut. Oleh sebab itu, generasi Z masih belum puas dengan inovasi yang ada dan mengharapkan inovasi-inovasi baru yang lebih membanggakan dari apa yang sudah ada sebelumnya.

Suka berkomunikasi

Generasi ini semakin mengembangkan proses komunikasinya misalnya dengan menggunakan berbagai macam jejaring sosial yang semakin merebak di dunia internet. Melalui jejaring sosial mereka mulai berkomunikasi dan berekspresi secara spontan sehingga terkadang seolah bertindak atau berkata tanpa sopan dan santun.

Lebih mandiri

Bila dibandingkan dengan generasi sebelumnya tampaknya generasi Z ini bisa dikatakan memiliki sikap yang lebih mandiri. Anda yang menjadi bagian dari generasi ini mungkin lebih sering mengambil keputusan secara mandiri tanpa melibatkan peran dan pertimbangan dari orang lain. Tidak hanya itu saja tetapi Anda juga tentu lebih memilih untuk belajar dan berkembang sendiri.

Lebih toleran

Sikap toleransi tampaknya mulai dikembangkan oleh generasi ini. Memang saat ini termasuk di Indonesia rupanya beraneka ragam kultur dan budaya muncul dan semakin berkembang. Demikian pula perbedaan juga semakin banyak ditemukan. Dalam hal ini generasi yang umumnya lahir di akhir abad 19 ini mulai bisa menerima segala perbedaan yang ada dengan sikap lapang dada disertai dengan toleransi. Generasi ini juga dapat menerima dan menghormati semua orang dan lingkungan yang berbeda dengannya.

Lebih praktis

Pada dasarnya generasi yang muncul di era teknologi canggih ini seringkali melakukan hal atau kegiatan secara bersamaan. Misalnya saja membaca sambil mendengarkan musik secara bersamaan serta mungkin makan sambil mengerjakan tugas lainnya. Hal ini membuat Anda yang sering melakukannya menjadi semakin terbiasa untuk memiliki kehidupan yang serba praktis. Anda mungkin saja juga tidak suka sesuatu yang bertele-tele dan berbelit-belit. Bahkan bisa saja segala sesuatu diusahakan untuk dapat berlangsung dengan cepat.

Uang menjadi prioritas

Uang mungkin menjadi salah satu alasan mengapa orang bekerja dan melakukan aktivitas lainnya. Namun bagi generasi ini umumnya memiliki kehidupan dengan prioritas utama uang. Jadi semakin banyak orang yang menghabiskan waktu hidupnya dengan bekerja agar bisa memperoleh penghasilan yang cukup besar. Bagi generasi ini tampaknya menikmati hidup dan mengalami perkembangan merupakan hal yang sangat penting lebih dari hal lainnya.

Penuh ambisi

Karier dan perkembangan diri serta kesuksesan mencerminkan karakter dari generasi di era digital ini. Anda yang termasuk ke dalam bagian generasi ini tentu tidak cepat merasa puas diri dan selalu ingin terus berkembang. Mengejar impian selalu diupayakan dengan baik bahkan terkadang mengabaikan kepentingan orang lain. Karakter individualistis dan egosentris mungkin ada di dalam diri anda karena adanya ambisi yang penuh.