Generic placeholder image

Guilty Pleasure, Mengaku Penggemar Britpop diam-diam dengar K-pop

09 Mar 2021   Berita

Memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh tiap tanggal 9 Maret tidak ada salahnya membahas tentang Guilty Pleasure. Semua orang pasti pernah diam-diam mendengarkan lagu yang mungkin dianggap ‘bukan gue banget’. Tetapi sebenarnya lagu yang mereka bilang tidak sukai itu justru diputar secara berulang-ulang saat sendirian.

Hal ini biasa disebut dengan istilah ‘guilty pleasure’ yang di mana seseorang tidak memamerkan apa yang ia dengar dengan berbagai alasan. Ada yang dari awal sudah membentuk image sebagai orang yang ‘edgy’ dengan playlist musik yang tidak umum, ada juga yang beralasan karena malu. “Masa iya gue yang dikenal sebagai anak metal kok denger musik cengeng?’.

Berbicara tentang Guilty Pleasure, platform Tick.x.com melakukan kajian terhadap aplikasi streaming musik Spotify. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa dalam pencarian ‘Guilty Pleasure; terhadap lebih dari 1.000 playlist Spotify, algoritma TickX menyimpulkan K-Pop menjadi genre favorit yang dikategorikan guilty pleasure oleh si pembuat playlistnya. Maka, sebenarnya ada temanmu yang mengaku penggemar musik metal, musik rock atau britpop tetapi justru diam-diam mendengarkan K-Pop.

Mengaku penggemar Black Sabbath, diam-diam jadi pemuja BLACKPINK. Fenomena K-Pop dalam lima tahun terakhir memang luar biasa. Pengaruh industri musik negeri ginseng secara global memang harus diacungi dua jempol.

Dalam daftar guilty pleasure, setidaknya ada 13 lagu milik BTS yang masuk daftar pendengar Spotify dan menjadikan BTS di posisi pertama mengalahkan Britney Spears. Setelahnya, artis K-Pop lainnya, seperti BLACKPINK berada di posisi keempat, Red Velvet di posisi delapan dan EXO di posisi sembilan.

Untuk daftar lagu, BTS memang tidak berada di posisi teratas. Namun, mereka berada di posisi pertama sebagai artis yang paling sering diputar. Lagu-lagu mereka seperti mulai darii “Boy With Luv (feat. Halsey)” di posisi 6, “DNA” di posisi 11, “Blood Sweat & Tears” di posisi 14, “FAKE LOVE” di posisi 20, “Euphoria” di posisi 28, “Burning Up (Fire) di posisi 30 dan “MIC Drop (Steve Aoki Remix)” di posisi 31. Lagu K-Pop lain yang masuk peringkat 100 teratas adalah “Fancy” dari Twice, “Love Shot”- EXO, “Shine” dari Pentagon, dan “BBoom BBoom” dari Momoland.

Dalam analisa TickX, kriteria guilty pleasure disusun berdasarkan faktor, termasuk berapa rata-rata beat per menitnya, kemudian seberapa positif lagunya, energinya, durasinya serta tahun rilis lagu-lagunya. Lagu-lagu K-Pop mendominasi karena memang gampang dinikmati, aransemennya yang mengajak goyang dan berdurasi cukup lama untuk hitungan satu lagu pop.

K-Pop secara fenomenal, berhasil menembus industri musik mainstream Amerika Serikat, yang terkenal sukar ditembus musisi asing. Sebut saja prestasi BTS yang pernah menyabet kategori ‘Top Social Artist’ dari Billboard Music Awards untuk empat tahun berturut-turut. BTS juga pernah memecahkan rekor milik The Beatles sebagai peraih Billboard 200 Album Chart dengan mencari peringkat pertama di Billboard Hot 200. Prestasi ini dapat diraih dengan waktu yang singkat dan berhasil memecahkan rekor yang dipegang oleh The Beatles.

BTS juga pernah memecahkan tiga rekor Guinness World Records. Yaitu sebagai music video yang paling banyak ditonton. Khususnya pada platform YouTube dan MV K-Pop selama 24 jam pertama dengan jumlah 101,1 juta penonton.

Album BTS Map of The Soul:7 berhasil memecahkan Guinness World Records sebagai album terlaris 2020. Album ini bahkan terjual sebanyak 4,1 juta kopi secara global hanya dalam waktu 9 hari saja.

Grup dengan nama lain Bangtan Boys ini juga berhasil menyabet IFPI Global Recording Artist of The Year untuk tahun 2020. Global Recording Artist of the Year merupakan penghargaan yang diberikan setiap tahunnya untuk mengakui popularitas artis di seluruh dunia. Baik di format musik digital maupun fisik.

BTS menjadi artis Korea Selatan sekaligus Asia pertama yang meraih prestasi tersebut. Sebelumnya penerima penghargaan ini didominasi para musisi Amerika Utara (Taylor Swift, Drake) atau Inggris (One Direction, Adele, dan Ed Sheeran). Masih banyak lagi prestasi yang diukir oleh BTS di kancah internasional.

Prestasi di kancah internasional juga diraih oleh artis K-Pop lainnya, BLACKPINK. Grup yang beranggotakan Jennie, Lisa, Jisoo dan Rose ini di tahun 2018 masuk 3 nominasi sekaligus dalam BreakTudo Awards yang merupakan ajang penghargaan terbesar di Brasil. Namun, mereka baru mendapatkan piala kemenangan dari ajang ini setahun setelahnya, dengan memenangkan 4 kategori yaitu Boom Video of The Year, Collaboration of The Year, International Music Video of the Year dan K-Pop Female Group.

Tahun yang sama, BLACKPINK juga kembali meraih kemenangannya dalam 3 kategori di E! People’s Choice Awards. Eksistensi bertambah dengan kemenangan di ajang penghargaan musik paling bergengsi di Hollywood, iHeartRadio Music Awards. BLACKPINK berhasil keluar sebagai pemenang Favourite Music Video Choreography tahun 2020.

Lagu hits mereka yang berjudul Ddu-du Dddu-du juga berhasil membawa pulang piala kemenangan sebagai Choice Song: Group di Teen Choice Awards 2 tahun lalu. Group yang digawangi oleh Lisa, Jisoo, Jennie dan Rose juga berhasil membawa pulang piala sebagai kategori Song of Summer untuk lagu How You Like That setahun lalu.

Sementara di tahun yang sama, lagu Sour Candy yang berkolaborasi dengan Lady Gaga juga dinobatkan sebagai pemenang untuk kategori International Collaboration di MTV Millenial Awards Brazil. Nama BLACKPINK juga mampu bersaing dengan musisi internasional terkenal lainnya di ajang Variety’s Hitmakers Studio dengan memenangkan kategori Group of The Year di tahun 2020.

Prestasi yang diraih oleh artis asal Korea Selatan semoga dapat memicu musisi Indonesia untuk dapat berkancah di dunia internasional sehingga dapat mengharumkan nama bangsa. Semoga terus banyak artis asal tanah air yang berkarir di kancah global. Maju terus permusikan nasional!

Mahasiswi yang berkuliah di STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) juga banyak yang menjadi penggemar musik K-Pop. Mereka yang memiliki minat dance biasanya bergabung dalam Unit Kerja Mahasiswa (UKM) yang gemar melakukan cover dance K-Pop. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini memang mewadahi setiap mahasiswa yang ingin menyalurkan hobinya. Salah satu contoh dance cover yang dilakukan oleh mahasiswi STIKI Indonesia bisa kamu tonton di link ini. Kamu yang ingin belajar IT dan punya hobi cover dance tentu sangat tepat apabila bergabung dengan STIKI Indonesia.

Kamu yang berada di luar Bali dan ingin kuliah di Bali akan banyak keuntungan apabila kamu memutuskan menimba ilmu di pulau dewata. STIKI Indonesia sebagai kampus IT terpopuler di Bali juga memiliki fokus kurikulum yang mengedepankan budaya sehingga kamu bisa belajar banyak tentang budaya Bali. Keuntungan lain yang didapat apabila kamu kuliah di bali bisa disimak di link berikut: Keuntungan Kuliah di Bali.