Generic placeholder image

Mengenal Artifical Intelligence Teknologi Masa Depan Dunia

06 Feb 2021   Berita

Pernah mendengar Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan? Teknologi ini sering kali dianggap akan menggantikan pekerjaan manusia. Padahal Artifical Intelligence memberi banyak manfaat bagi manusia. Teknologi ini menjadi penting di era Revolusi Industri 4.0. Hal pertama yang dipikirkan oleh orang saat mendengar istilah AI adalah robot. Alasannya karena digambarkan melalui film.

Salah satu contoh besar manfaat dari teknologi AI adalah teknologi face recognition atau pengenalan wajah. Teknologi ini dapat membuat pekerja kantoran tidak harus berlama-lama absen karena bisa absensi secara otomatis melalui pemindai wajah.

Pengguna iPhone tentu tahu fitur Siri. Fitur berupa asisten pribadi pintar yang dapat membantu penggunanya saat memberi perintah melalui suara untuk mengirim pesan, menjadwalkan pertemuan, menelepon, dan banyak lagi. Pengguna bisa menggunakan Siri untuk melakukan banyak hal cukup dengan berbicara seperti biasa. Siri  dapat mengerti apa yang diucapkan bahkan bisa balas berbicara.

Bagi kamu yang sering mendengarkan musik melalui aplikasi streaming Spotify secara tidak langsung kamu telah mendapatkan manfaat dari AI. Dalam Spotify terdapat Discover Weekly yang menggabungkan lagu yang telah kamu dengar ke dalam satu playlist. Hal ini merupakan bantuan dari Artifical Intelligence yang menganalisa jenis musik kesukaanmu ke dalam satu rangkaian playlist.

Hal sama juga terjadi bagi kamu pengguna jejaring sosial berbasis gambar/foto Pinterest. Alat LENS Pinterest menggunakan AI untuk mengidentifikasi objek dalam gambar. Saat pengguna mengambil gambar objek, lewat Artifical Intelligence akan membantumu menemukan gambar objek serupa.

Contoh lain manfaatnya adalah saat penggunaan navigasi dalam kehidupan sehari-hari untuk berpindah dari satu tempat ke tempat. Saat menggunakan Google ataupun Apple Maps untuk navigasi. Google dan Apple bersama dengan layanan navigasi lainnya menggunakan AI untuk menafsirkan ratusan ribu titik data yang mereka terima untuk memberi pengguna data lalu lintas secara real-time.

AI mengacu pada simulasi kecerdasan manusia di mesin yang diprogram untuk berpikir seperti manusia dan meniru tindakan mereka. Istilah ini juga dapat diterapkan pada mesin apa pun yang menunjukkan ciri-ciri yang terkait dengan pikiran manusia seperti pembelajaran dan pemecahan masalah.

Dilansir dari investopedia.com, karakteristik ideal dari kecerdasan buatan adalah kemampuannya untuk merasionalisasi dan mengambil tindakan yang memiliki peluang terbaik untuk mencapai tujuan tertentu. Bagian dari kecerdasan buatan adalah pembelajaran mesin yang mengacu pada konsep bahwa program komputer dapat secara otomatis belajar dan beradaptasi dengan data baru tanpa dibantu oleh manusia.

Aplikasi untuk AI tidak terbatas. Teknologi ini dapat diterapkan ke berbagai sektor dan industri. Contoh lain dari mesin dengan kecerdasan buatan termasuk komputer yang bermain catur dan mobil yang bisa mengemudi sendiri. Masing-masing mesin ini harus mempertimbangkan konsekuensi dari tindakan apa pun yang mereka lakukan, karena setiap tindakan akan memengaruhi hasil akhirnya. Dalam catur, hasil akhirnya adalah memenangkan permainan. Untuk mobil dapat mengemudi sendiri. Sistem komputer harus memperhitungkan semua data eksternal dan menghitungnya untuk bertindak dengan cara yang mencegah tabrakan.

AI juga memiliki aplikasi dalam industri keuangan yang digunakan untuk mendeteksi dan menandai aktivitas di perbankan dan keuangan seperti penggunaan kartu debit yang tidak biasa dan simpanan rekening yang besar ​semuanya membantu menghindari fraud di Bank. Aplikasi untuk AI juga digunakan untuk membantu merampingkan dan membuat perdagangan lebih mudah. Ini dilakukan dengan membuat penawaran, permintaan, dan harga sekuritas lebih mudah diestimasi.

Paling terdampak dari efek AI memang adalah dunia kerja atau perkantoran. Teknologi AI berhasil meningkatkan produktivitas di kantor secara drastis. Mulai pengelolaan workflow hingga prediksi tren. Selain dapat meningkatkan efisiensi di dalam perusahaan, AI juga dapat meminimalisir kesalahan yang kemungkinan akan terjadi. AI dapat mendeteksi sebuah pola yang tidak wajar, seperti email penipuan, dan langsung mengirimkan peringatan tentang aktivitas yang mencurigakan tersebut. Lebih lanjut, AI juga dapat dilatih untuk meneliti calon pembeli tentang preferensi belanja mereka dari pola unik yang mereka miliki.

Menurut laporan dari IDC, adopsi Artifical Intelligence di Indonesia sudah mencapai 24,6 persen yang dimanfaatkan oleh sejumlah industri. Angka tersebut tertinggi se-Asia Tenggara. Salah satu contohnya adalah pada gelaran Asian Games 2018 lalu. Artifical Intelligence dimanfaatkan untuk meningkatkan keamanan menggunakan teknologi Vision AI melalui beragam analytics, salah satunya adalah Facial Recognition.

Berdasarkan hasil studi Microsoft dan IDC Asia/Pasifik tentang adopsi AI di negara Kawasan Asia Pasifik (APAC), Future Ready Business: Assessing Asia Pacific’s Growth Potential Through AI, ada tiga keterampilan untuk masa depan yang dibutuhkan oleh para pemimpin bisnis di Indonesia, yaitu: keterampilan analitis, kewirausahaan dan keterampilan mengambil inisiatif, dan keahlian dan pemrograman di bidang Teknologi Informatika. Saat ini, permintaan akan keterampilan tersebut lebih tinggi daripada suplai yang ada.

Era kecerdasan buatan dan masa depan teknologi dunia seperti ada pihak yang paling punya peluang besar untuk berperan di dalamnya. Siapa Mereka? Mereka adalah lulusan Teknik Informatika yang mampu membuat sistem di balik kecerdasan buatan tersebut. Sebagai Kampus IT, STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) tentu memiliki perhatian khusus agar mampu mencetak lulusan ahli teknologi informasi yang nantinya berperan dalam teknologi masa depan dunia.