Generic placeholder image

Bagaimana Menjadi Seorang Technopreneur?

15 Apr 2021   Berita

Apa persamaan antara Google, Apple, Facebook, Tesla bahkan Gojek di Indonesia? Persamaan perusahaan ini adalah mereka menciptakan produk yan memberikan solusi teknologi untuk mengubah cara melakukan sesuatu dan memiliki dampak yang langgeng di dunia saat ini. Inilah yang dilakukan oleh seorang technopreneur.

Technopreneur adalah perpaduan dari dua kata technology dan entrepreneur yang dapat diartikan adalah bisnis berbasis teknologi. Technopreneur tentang bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi sedang berkembang pesat menjadi sebuah peluang bisnis. Technopreneur bukan berbicara tentang ‘penemuan’ namun berbicara soal ‘inovasi’ dalam rangka menggapai kesuksesan.

Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki pengaruh besar dalam Technopreneur. Sejumlah perusahaan raksasa lahir di Negeri Paman Sam, sebut saja Apple, Google, Micorosoft, Amazon, Facebook, eBay dan masih banyak lagi sederet perusahaan berbasis teknologi.

Dalam ruang technopreneur, bukan penemuan melainkan inovasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Ini berarti menemukan solusi untuk masalah dengan menggunakan alat yang sudah ada untuk melayani dunia.

Seorang technopreneur adalah seorang wirausahawan yang melibatkan inovasi teknologi dalam berbisnis. Bagaimana menjadi seorang technopreneur? Kunci di dalam technopreneur adalah bukan penemuan tapi inovasi.

Artinya mencari solusi untuk masalah dengan memanfaatkan sumber daya teknologi, dan itu berarti seorang technopreneur harus kreatif, inovatif, dinamis, yang juga paham teknologi karena teknologi memang menjadi pusat perhatian.

Dilansir qwords.com, technopreneur sebenarnya merupakan bagian dari enterpreneur. Namun, dalam prakteknya technopreneur lebih memanfaatkan teknologi sebagai core utama bisnis. Sementara, enterpreneur lebih mengedepankan transaksi konvensional berupa barang atau jasa.

technopreneurcampusdiBali

Selain itu, tingkat persaingan juga bisa menjadi perbedaan antara enterpreneur dan technopreneur. Hal ini terjadi karena biasanya seorang technopreneur menawarkan ide baru atau substitusi dari produk konvensional dimana tingkat persaingan pasarnya masih rendah.

Oleh karena itu, mempelajari IT merupakan salah satu modal penting untuk menjadi seorang technopreneur. Mempelajari IT akan membuka peluang besar di industri technopreneurship.

Meski entrepreneur dan technopreneur memiliki perbedaan namun dasarnya adalah tentang bagaimana menguasai ilmu wirausaha. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali memiliki kurikulum wirausaha yang bisa menjadi ‘tabungan’ bagi mahasiswa untuk mewujudkan mimpi menjadi wirausaha.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini menginginkan mahasiswa tidak hanya fokus menjadi profesional di bidang IT. Namun, berharap para lulusan yang kuliah di STIKI dapat menjadi seorang wirausaha apalagi di bidang technopreneur. STIKI Indonesia sebagai kampus IT di Bali juga merupakan technopreneur campus di Bali yang ingin mencetak pendiri startup bahkan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi yang mampu menyelesaikan masalah di kehidupan masyarakat.

Selain kampus IT, STIKI Indonesia juga merupakan kampus desain sehingga kamu yang memiliki passion desain bisa menyalurkan hobimu menjadi ‘serius’ di bangku kuliah dan bisa menjadi wirausaha di bidang desain dan multimedia. Untuk informasi lebih lanjut tentang STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Bagi kamu yang tidak tinggal di Bali dan memiliki niat untuk kuliah di Bali jangan ragu untuk memilih Pulau Dewata sebagai tempatmu menimba ilmu. Kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan apabila memutuskan kuliah di Bali. Salah satu keuntungan kuliah di Bali adalah kamu bisa merasakan keindahan toleransi yang tinggi. Masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi perbedaan. Kamu juga tidak perlu berlibur ke Bali yang merupakan pusat pariwisata Indonesia. Kamu bisa ke pantai setiap hari!

Keuntungan lain yang bisa didapat apabila memutuskan kuliah di Bali adalah kamu bisa mempelajari budaya khususnya budaya Bali. STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini tidak hanya fokus pada kurikulum berbasis teknologi informasi semata.

Namun, fokus pula pada pembelajaran budaya Bali. Keuntungan lain yang didapat apabila kamu memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: berikut: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Fakta Dunia Kerja: Perusahaan Cari Lulusan PT Akreditasi Minimal B

14 Apr 2021   Berita

Akreditasi Perguruan Tinggi memang penting untuk menjamin kualitas dan mutu lulusannya. Hal ini menjadi penting bagi tiap mahasiswa untuk memilih Perguruan Tinggi sebagai tempat terakhir sebelum masuk ke dunia kerja.

Perusahaan swasta mau pun instansi pemerintah sudah tentu melihat pelamar dari tempat mereka kuliah. Biasanya mereka melihat Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B.

Akreditasi Perguruan Tinggi dibedakan menjadi dua, yakni akreditasi institusi dan akreditasi jurusan atau program studi.

Akreditasi institusi adalah akreditasi yang berlaku untuk semua jurusan (program studi), bahkan semua fakultas yang ada di Perguruan Tinggi tersebut. Sedangkan akreditasi jurusan, merupakan akreditasi yang diperuntukkan bagi satu jurusan tersebut.

Nah, berikut sejumlah alasan kenapa akreditasi kampus itu penting untuk kamu perhatikan saat ingin mendaftar Perguruan Tinggi:

  • Melamar bekerja di perusahaan

Akreditasi Perguruan Tinggi juga sangat dilihat oleh perusahaan swasta, BUMN mau pun perusahaan multinasional. Perusahaan ‘mewajibkan’ karyawannya adalah lulusan Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B. Alasannya mereka ingin menjaga kualitas dari pegawainya sendiri. Oleh sebab itu, perusahaan ‘mewajibkan’ batasan bahwa tiap karyawan yang ingin bergabung adalan lulusan Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B.

  • Persyaratan bekerja di Institusi Pemerintahan

Jika kamu memiliki mimpi dapat berkarir di institusi pemerintahan maka perlu perhatikan bahwa kamu memang mahasiswa dan lulusan dari Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B.

Salah satu syarat masuk ke dalam institusi pemerintahan memang lulusan Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B. Persyaratan ini bersifat mutlak dan harus dilampirkan dalam proses administrasi ketika ingin mendaftar dan mengikuti seleksi masuk institusi pemerintahan atau saat test CPNS.

  • Cerminan kualitas pendidikan

Akreditasi juga merupakan cerminan dari kualitas pendidikan dari satu Perguruan Tinggi. Apabila Perguruan Tinggi memiliki akreditasi yang bagus sudah bisa tentu dibilang memiliki kualitas pendidikan yang baik pula. Memiliki kurikulum yang bagus dan tentunya memiliki dosen yang kompeten.

ssds

  • Standar pendidikan berkualitas

Apabila kamu kuliah di Perguruan Tinggi yang berakreditasi minimal B sudah tentu kamu akan memiliki latar belakang dengan standar pendidikan yang berkualitas. Bayangkan saja kamu sehari-hari berada di lingkungan yang berkualitas tentu kamu akan mengikuti kualitas tersebut untuk modalmu setelah lulus. Setelah lulus kamu mengantongi standar pendidikan yang berkualitas sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja nantinya.

  • Bersaing dengan mahasiswa Perguruan Tinggi lain

Kamu kuliah di Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B dianggap bukan mahasiswa yang hanya sekadar mendapatkan gelar semata. Kamu akan dianggap sebagai mahasiswa yang memang benar-benar ingin belajar untuk meraih cita-cita. Kamu juga bisa bersaing dan mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain.

Peraturan menteri pendidikan RI Nomor 28 Tahun 2005 pun mengatur tentang akreditasi lembaga pendidikan yang diwajibkan untuk melakukan proses akreditasi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus swasta di Bali terakreditasi B oleh BAN-PT. Semua program studi di kampus IT ini sudah pula terakreditasi B.

Selain terakreditasi B baik secara Perguruan Tinggi mau pun Program Studi, STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali juga merupakan Perguruan Tinggi dengan Penelitian Klaster Madya dari Kemenristek/BRIN.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali ini juga memiliki fokus mencetak mahasiswa untuk menjadi seorang wirausahawan di bidang teknologi.

Oleh sebab itu, kampus IT terpopuler di Bali ini memiliki Inkubator Bisnis yang dapat memberikan bantuan berupa pendanaan, pelatihan dan sebagainya kepada mahasiswa yang baru merintis usaha.

Informasi lebih lanjut tentang Inkubator Bisnis STIKI Indonesia bisa dilihat di link berikut ini: INBIS STIKI.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum yang berbasiskan budaya khususnya budaya Bali. Budaya Bali dikenal unik dan beragam dan membuat siapa pun ingin mempelajarinya lebih jauh.

Kamu yang berniat kuliah di Bali bisa mendapatkan keuntungan sekaligus apabila memutuskan kuliah di STIKI Indonesia. Selain bisa menjadi profesional di bidang IT mau pun technopreneur, kamu juga bisa sekaligus belajar tentang budaya Bali.

Selain bisa mempelajari budaya Bali, ada sederet keuntungan yang bisa kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali. Serunya kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Stereotype Anak Kuliah Desain, Benar atau Salah?

12 Apr 2021   Berita

Kamu kuliah jurusan desain? Pasti sering banget dilabeli sejumlah hal berikut ini. Orang-orang sering memberikan label kepadamu macam-macam. Stereotype dari orang-orang padahal belum tentu benar kan. Pengertian stereotype adalah asumsi terhadap seseorang berdasarkan pengalaman atau keyakinan yang dimiliki sebelumnya.

Berikut ini ada sejumlah anggapan dari orang-orang untuk kamu yang kuliah desain. Simak uraiannya seperti dikutip dari IDNTimes.com:

Fokus hanya pada Gambar 

Stereotype paling pertama ini, umum banget ditujukan orang-orang untuk anak desain. Memang, kuliah desain identik dengan menggambar. Namun, bukan berarti kuliah ini cuma gambar doang. Bahkan, kebanyakan hanya benar-benar belajar menggambar di semester awal saja. Padahal tidak semua lho yang dipelajari itu cuma gambar. Mereka juga belajar corporate identity, managemen, marketing, dll.

Ingin jadi Seniman

Banyak orang beranggapan anak desain pasti selalu ingin jadi seniman. Memang, beberapa anak desain mau jadi seniman. Tapi, ada juga yang tidak. Desain itu memiliki banyak cabang. Ada desain grafis, desain produk, desain interior, desain fashion, hingga desain game. Beberapa dari jurusan desain ini, bahkan enggak terlalu mementingkan keahlian menggambar ala seniman. Jadi, jangan sampai mengira anak desain semuanya ingin menjadi seniman ya.

Anak desain banyak duitnya

Peralatan anak desain memang cukup banyak. Misalnya, untuk belajar menggambar, anak desain membutuhkan kanvas, buku sketsa, kuas, dan cat yang harganya tidakmurah. Belum lagi, anak desain yang bergerak di bidang teknologi seperti animasi dan desain grafis. Mereka butuh alat-alat canggih semacam pen tablet hingga komputer berspesifikasi tinggi untuk menunjang pekerjaan. Karena peralatan yang cukup memakan biaya ini, banyak yang bilang anak desain itu kaya. Padahal, belum tentu mereka membeli semua alat-alat tersebut sendiri. Mereka bisa pinjam teman atau pinjam fasilitas kampus.

des

Modis

Stereotype terakhir yang sering ditujukan untuk anak desain adalah modis. Anak-anak desain belajar padu padan warna, kreativitas, dan inovasi. Akhirnya, membuat mereka sering disebut modis dalam berpakaian. Mungkin, stereotype modis ini lebih cocok ditujukan bagi anak-anak desain yang bergerak di bidang fashion. Sementara, beberapa anak desain lainnya, sebagian juga senang tampil nyaman dan sederhana saja ke kampus. Mereka sudah malas bersolek karena disibukkan dengan tugas-tugas kuliahnya.

Romantis

Kalau kamu punya pacar anak desain biasanya dia romantis karena suka gambarin wajah kamu. Namun, sebenarnya apa iya anak-anak desain itu romantis? Begitulah sejumlah label yang diberikan oleh orang-orang ke anak kuliah desain. Memang ada yang benar dan ada yang salah. Namun, terpenting semua anak desain itu harus diakui semuanya keren. Tidak dipungkiri mereka punya skill yang tidak dimiliki oleh orang lain. Dua jempol untuk anak-anak desain!

Untuk menjadi anak desain berarti kamu akan masuk ke dalam industri kreatif. Industri Kreatif semakin terdepan dalam titik utama peningkatan perekonomian Indonesia. Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (2018) menyebutkan bahwa Ekonomi Kreatif adalah paradigma ekonomi baru yang mengandalkan gagasan, ide, atau kreativititas dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya.

Dengan semakin majunya industri kreatif, tentu mungkin kamu tertarik untuk bisa masuk ke dalamnya. Untuk bisa menjadi bagian di dalamnya dan menjadi profesional kamu tentu harus memiliki gelar sarjana.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki program studi Teknik Informatika dengan peminatan Desain Grafis dan Multimedia. STIKI Indonesia merupakan kampus IT yang sekaligus kampus desain sehingga bisa menjadi pilihanmu.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Hal ini untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini juga memiliki fokus sebagai technopreneur campus di Bali sehingga fokus pula untuk mencetak mahasiswa yang mampu menjadi seorang wirausahawan.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Bagi kamu yang bukan orang Bali dan ingin kuliah di Bali bisa sekaligus belajar tentang IT dan budaya Bali.

Memutuskan kuliah di Bali kamu juga bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak. Apa saja? Simak jawabannya di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi lebih jelas terkait informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia bisa kamu cek di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.