Generic placeholder image

Langkah Awal Bangun Startup Digital

20 Feb 2021   Berita

Membangun startup memang tidak mudah. Apalagi banyak sekali cerita yang kita dengar bahwa pendiri startup mengibarkan bendera putih karena gagal di tengah jalan.

Meski begitu, ada fakta bahwa Indonesia merupakan tanah yang subur untuk pertumbuhan startup. Indonesia menduduki posisi lima dunia dengan 2.193 startup pada 2019 setelah AS, India, Inggris, dan Kanada.

Kualitas startup di Indonesia pun kian tangguh dengan munculnya empat unicorn dan satu decacorn . Valuasi pasar unicorn dan decacorn itu juga mendominasi dunia startup Asia Tenggara. Beberapa di antaranya Gojek (11 miliar dollar AS), Tokopedia (7 miliar dollar AS), Traveloka (4,5 miliar dollar AS), OVO (2,9 miliar dollar AS), dan Bukalapak (12 miliar dollar AS).

Ada sejumlah tips untuk kamu yang ingin menjadi pendiri startup dari memulai hingga cara menjalankannya. Berikut penjabarannya:

  • Awali dengan Keresahan

Ide dasar membangun startup memang diawali dengan keresahan. Sebagai contoh Pendiri Gojek Nadiem Makarim membangun Gojek karena berawal dari keresahan. Nadiem yang kini Mendikbud itu mengaku sebagai pengguna setia ojek. Jasa transportasi roda dua tersebut menjadi andalannya dalam menembus macet Jakarta

Nadiem akrab dengan ojek karena menjadi langganan. Saat mengobrol dengan ojek langganannya itu, Nadiem mengetahui seluk-beluk hidup tukang ojek hingga merasa prihatin dengan nasib mereka. Kemudian berdirilah PT Gojek Indonesia.

  • Matangkan Konsep

Setelah mendapatkan ide, saatnya mematangkan konsep bisnis. Diperlukan dalam membuat rencana bisnis adalah konsep sederhana dan memikirkan hal-hal apa saja yang dibutuhkan. Strategi yang sederhana dan dilakukan dengan target pasar yang tepat hasilnya akan jauh lebih baik untuk membuat bisnis startup.

  • Riset untuk tahun target pasar

Pastikan selalu membangun riset sebelum ambil keputusan. Jangan ambil keputusan hanya karena opini pribadi. Kamu perlu riset untuk tahu selera pasar dan menentukan targetmu. Kamu harus tahu bisnis yang akan kamu jalankan siapa yang ditargetkan? Berapa rata-rata usia mereka dan sebagainya.

  • Cari Rekan yang tepat

Kamu tidak mungkin bisa membangun startup sendirian. Kamu perlu partner untuk bisa berbagi-bagi tugas. Namun, perlu diingat mencari partner harus yang tepat. Paling terpenting dalam mencari partner adalah harus satu visi dan misinya. Jika tidak kemungkinan besar kamu dan partnermu di tengah jalan akan terus berbeda pendapat.

Selain itu, kamu juga harus mencari partner yang memiliki keahlian berbeda denganmu. Apabila kamu menguasai IT, maka partnermu harus orang yang menguasai bidang lain, misalnya paham marketing.

  • Cari investor

Pendiri startup seringkali mencari investor untuk suntikan dana. Ada sejumlah cara yang bisa kamu jalankan untuk mencari investasi bagi startup yang kamu bangun. Ikut program inkubator startup merupakan langkah yang paling sering dilakukan oleh pendiri startup. Selain berpotensi mendapatkan investasi, kamu juga bisa menambah jaringan ke sesam startup.

Kamu juga harus rajin menghadiri event teknologi. Sebagai contoh, kamu bisa datang saat Tech In Asia Conference di Jakarta yang dihadiri ribuan peserta. Apabila memungkinkan kamu bisa datang ke event international seperti Websummit.

Cara lain adalah kamu bisa mendaftarkan startupmu di Angellist yang merupakan situs yang memudahkan startup dan investor untuk saling mengetahui. Kamu bisa buat profil startup yang meliputi informasti tentang perusahaan, produk/layanan, anggota tim dan sebagainya.

Generic placeholder image

Software Developer dan Cuan yang Berpeluang Super

08 Feb 2021   Berita

Seiring kemajuan teknologi informasi yang terus meningkat tentu salah satu profesi yang paling banyak dibutuhkan oleh perusahaan adalah software developer. Profesi di bidang teknologi informasi semakin populer di kalangan pencari kerja dikarenakan jumlah permintaan tenaga kerja di bidang ini yang terus melonjak.

Seorang software developer yang menguasai bahasa pemrograman tentu memiliki kesempatan besar untuk bekerja di perusahaan yang diinginkan. Menguasai bahasa pemrograman merupakan kemampuan mendasar seorang software developer. Hampir semua perusahaan saat ini menggunakan sistem perangkat lunak. Maka, tentu profesi software developer dapat masuk ke berbagai industri. Perusahaan juga tak akan sembarangan untuk mengupah profesi yang tengah menjadi tren ini. Gaji dan benefit yang besar menantimu!

Selain berpotensi mendapatkan gaji dan benefit yang besar, memilih profesi sebagai seorang software developer tentu mendapatkan jaminan kerja di masa depan. Bayangkan di masa mendatang banyak profesi yang akan digantikan oleh komputer dan perangkat lunak.

Komputer dan perangkat lunak tetap membutuhkan pengembangan dan pemeliharaan. Oleh sebab itu, pekerjaan sebagai Software Developer di era ini bisa dibilang ‘aman’. Menguasai beberapa bahasa pemrograman , seorang Software Developer bisa memiliki kesempatan untuk bekerja di perusahaan bahkan di negara mana pun.

Software developer bertanggung jawab atas seluruh proses pengembangan untuk program software. Software developer biasanya mulai dengan menanyakan bagaimana pelanggan berencana menggunakan perangkat lunak tersebut. Mereka harus mengidentifikasi fungsionalitas inti yang dibutuhkan pengguna dari program perangkat lunak. Pengembang perangkat lunak juga harus menentukan persyaratan pengguna yang tidak terkait dengan fungsi perangkat lunak, seperti tingkat keamanan dan kebutuhan kinerja. Mereka merancang program dan kemudian memberikan instruksi kepada programmer yang menulis kode komputer dan mengujinya.

Jika program tidak bekerja seperti yang diharapkan atau jika penguji merasa terlalu sulit untuk digunakan, software developer kembali ke proses desain untuk memperbaiki masalah atau meningkatkan program. Setelah program dirilis, developer dapat melakukan peningkatan dan pemeliharaan.

Developer biasanya bekerja sama dengan pemrogram komputer. Namun, di beberapa perusahaan, developer menulis kode sendiri alih-alih memberikan instruksi kepada pemrogram komputer.

Developer yang mengawasi proyek perangkat lunak dari tahap perencanaan hingga implementasi terkadang disebut manajer proyek Teknologi Informasi (TI). Para pekerja ini memantau kemajuan proyek untuk memastikan bahwa proyek memenuhi tenggat waktu, standar, dan target biaya. Manajer proyek TI yang merencanakan dan mengarahkan departemen TI atau kebijakan TI organisasi termasuk dalam profil di komputer dan manajer sistem informasi.

Dilansir dari collegegrad.com, tugas dari seorang software developer biasanya melakukan hal berikut:

  • Menganalisis kebutuhan pengguna dan kemudian merancang, menguji, dan mengembangkan perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tersebut

  • Merekomendasikan peningkatan perangkat lunak untuk program dan sistem pelanggan yang sudah ada

  • Merancang setiap bagian dari aplikasi atau sistem dan merencanakan bagaimana bagian-bagian tersebut akan bekerja bersama

  • Membuat berbagai model dan diagram (seperti diagram alir) yang menunjukkan kepada pemrogram kode perangkat lunak yang diperlukan untuk suatu aplikasi

  • Memastikan program terus berfungsi normal melalui pemeliharaan dan pengujian perangkat lunak

  • Melakukan dokumentasi setiap aspek aplikasi atau sistem sebagai referensi untuk pemeliharaan dan peningkatan di masa mendatang

  • Bekerja sama dengan spesialis komputer lain untuk membuat perangkat lunak yang optimal

Berprofesi sebagai seorang software developer juga dibutuhkan sejumlah keterampilan, salah satunya adalah memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah karena seorang developer bertanggung jawab atas perangkat lunak dari awal hingga akhir. Mereka harus dapat menyelesaikan masalah yang muncul selama proses desain. Ada beberapa keterampilan lain yang harus dibutuhkan untuk menjadi seorang developer. Apa saja itu?

Kemampuan analisis. Pengembang harus menganalisis kebutuhan pengguna dan kemudian merancang perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Keterampilan komunikasi. Pengembang harus dapat memberikan instruksi yang jelas kepada orang lain yang mengerjakan sebuah proyek. Mereka juga harus menjelaskan kepada pelanggan mereka bagaimana perangkat lunak itu bekerja dan menjawab setiap pertanyaan yang muncul.

Kreatif. Seorang software developer seharusnya adalah pemikir kreatif karena mereka adalah orang di balik software komputer terbaru.

Berorientasi detail. Developer sering kali mengerjakan banyak bagian dari suatu aplikasi atau sistem pada waktu yang bersamaan dan oleh karena itu harus dapat berkonsentrasi dan memperhatikan detail.

Kemampuan interpesonal. Pengembang perangkat lunak harus dapat bekerja dengan baik dengan orang lain yang berkontribusi dalam merancang, mengembangkan, dan memprogram perangkat lunak yang sukses.

Sementara itu, ada dua jenis contoh software developer:

  1. Applications Software Developers: Merancang aplikasi komputer, seperti pengolah kata dan permainan, untuk konsumen. Mereka dapat membuat perangkat lunak khusus untuk pelanggan tertentu atau perangkat lunak komersial untuk dijual kepada masyarakat umum. Beberapa pengembang perangkat lunak aplikasi membuat database yang kompleks untuk organisasi. Mereka juga membuat program yang digunakan orang melalui Internet dan dalam intranet perusahaan.

  1. System Software Developers: Membuat sistem yang menjaga komputer berfungsi dengan baik. Ini bisa berupa sistem operasi untuk komputer yang dibeli masyarakat umum atau sistem yang dibangun khusus untuk suatu organisasi. Seringkali, pengembang perangkat lunak sistem juga membangun antarmuka sistem, yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan komputer. Pengembang perangkat lunak sistem membuat sistem operasi yang mengontrol sebagian besar elektronik konsumen yang digunakan saat ini, termasuk yang digunakan oleh ponsel dan mobil.

Jenjang karir sofware developer dimulai dari menjadi senior software developer, setelahnya bisa memilih untuk mengambil computer architect atau engineering manager. Setelah menjadi senior software developer bisa langsung menjadi engineering manager. Bahkan bisa menjadi software architect atau director atau project manager.

Setiap perusahaan memang belum tentu sama terkait jenjang karir dalam posisi jabatan tertentu atau apakah kenaikan jabatan dilakukan secara runut atau tidak. Namun, yang paling pasti adalah jenjang karir sebagai seorang software developer di zaman teknologi informasi seperti sekarang sangat menjanjikan. Teknologi sangat dibutuhkan di perusahaan mana pun maka dibutuhkan orang yang memiliki skill untuk menguasainya.

Bagi yang tertarik untuk berprofesi sebagai software developer, maka harus memiliki minimal pendidikan gelar sarjana di bidang Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Teknik Informatika, atau jurusan relevan lainnya. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) memiliki dua program studi, yaitu Sistem Komputer dan Teknik Informatika. Informasi lebih lanjut terkait dua program studi tersebut, bisa dibaca di sini 

Generic placeholder image

Booming Lewat Drama Korea, Bagaimana Budaya Kerja di Startup?

05 Feb 2021   Berita

Drama Korea Start-Up yang diperankan oleh Bae Suzy (Seo Dal Mi), Nam Joo Hyuk (Nam Do San) dan Kim Seon Ho (Han Ji Pyeong) banyak menarik perhatian dan masih segar di ingatan para penontonnya. Meski drama Start-Up sudah berakhir, tetapi tiga karakter utamanya  Seo Dal Mi, Nam Do San dan Han Ji Pyeong masih melekat di hati para penonton.

Start-Up sendiri merupakan drama yang berkisah tentang perjuangan membangun perusahaan rintisan, mencari investor, menawarkan ide, memasarkan produk hingga cinta segitiga antara tiga karakter utamanya. Media sosial sempat heboh dengan tagar #timDoSan dan #timJiPyeong karena penggemar terbawa emosi cinta segitiga memperebutkan hati Seo Dal Mi.

Meski drama ini adalah fiktif, namun ada beberapa aspek yang dapat dipetik untuk diambil pelajaran bagi yang ingin memulai membangun Startup atau bekerja di dalamnya. Salah satu pelajaran terbesar yang bisa dipetik adalah bagaimana perjuangan membangun bisnis.

Dalam drama diceritakan Seo Dalmi dan Nam Do San banyak diterpa masalah. Namun, berkat kerja keras dan keyakinan keduanya mampu membangun Startup bernama Samsan Tech menjadi sukses.

Penayangan drama ini memang sangat tepat karena saat ini tengah menjamur Startup tak terkecuali di Indonesia. Berdasarkan situs Startup Ranking per 21 Maret 2019, jumlah Startup berbasis teknologi di Indonesia mencapai 2.074. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia di posisi kelima sebagai negara dengan Startup terbanyak di dunia.

Saat ini ada anggapan bahwa untuk menjadi sukses tak selalu harus bekerja di perusahaan besar. Generasi milenial justru lebih tertarik berkarir di perusahaan rintisan. Perusahaan Startup kini seolah menjadi lapangan kerja yang paling digandrungi oleh anak muda. Sebabnya, bekerja di Startup dinilai sangat cocok dengan gaya anak milenial.

Bekerja di Startup biasanya tidak ada aturan terkait pakaian yang akan kamu kenakan di kantor. Mereka dibebaskan mengenakan pakaian apa saja tak perlu mengenakan seragam seperti bekerja di korporat. Nah, sebenarnya bagaimana budaya kerja di Startup yang kini digandrungi oleh anak muda itu? Berikut ulasannya:

Memiliki Banyak Tanggung Jawab

Bekerja dalam Startup berarti kamu adalah bagian dari sebuah tim kecil. Tiap divisi di perusahaan Startup tentu lebih kecil ketimbang korporat. Bahkan, ada Startup yang total jumlah pekerjanya tak lebih dari sepuluh orang. Bekerja di Startup membuatmu lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan lain di luar bidangmu. Bekerja di Startup dituntut untuk bisa multitasking. Namun, hal ini justru bisa menjadi peluang untuk lebih bisa mengeksplorasi hal baru yang belum kamu kuasai.

Lingkungan Kerja yang Seru

Bekerja di Startup dapat dengan mudah bersantai hingga akrab dengan rekan timnya atau bahkan deengan bosnya. Startup kebanyakan mempekerjakan anak muda yang memiliki semangat dan tekad untuk memberikan yang terbaik. Dalam Startup tidak ada istilah senior atau junior. Semua bekerja bersama-sama tanpa melihat istilah senior dan junior. Bahkan, contoh kecilnya saja, pendiri Startup justru enggan dipanggil ‘Pak’ atau ‘Bu’ karena mereka tak nyaman sekaligus ingin memberitahukan tak perlu ada rasa segan ke atasan.

Selain itu, biasanya desain kantor Startup disulap menjadi tak sekaku mungkin. Meja kerja yang tak ada sekat hingga tersedia sejumlah fasilitas penunjang saat rehat, seperti tenis meja, billiard hingga Play Station. Fasilitas tersebut disediakan bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman hingga memberikan ruang untuk berkomunikasi dengan mudah agar tercipta keakraban satu sama lain.

Pakaian dan Jam Kerja yang Fleksibel

Perusahaan korporat biasanya meminta karyawannya untuk mengenakan kemeja, celana bahan atau pakaian rapi lainnya. Sedangkan bekerja di Startup tak seperti itu. Mereka bisa dengan bebas mengenakan kaos oblong sekali pun saat bekerja di kantor. Jam kerja di Startup juga cenderung fleksibel ketimbang bekerja di perusahaan korporat.

Tergantung kebijakan, biasanya pekerja di Startup tak terikat jam kerja seperti bekerja di perusahaan korporat yang mewajibkan bekerja dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00. Bekerja di Startup bisa datang bekerja mulai pukul 11.00 dan pulang lebih malam. Bahkan, bekerja dari rumah pun bisa. Ada istilah di Startup yaitu “Tidak apa-apa tidak datang ke kantor asalkan pekerjaanmu selesai”.

Diisi Oleh Mereka yang Penuh Passion

Pekerja di Startup biasanya mereka yang memiliki passion di pekerjaannya. Tentu, dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki passion tinggi di pekerjaan akan bagus untukmu. Mereka yang bekerja di Startup biasanya inovatif dan bersemangat terhadap apa yang dikerjakan.

Pendapat Lebih Dihargai

Berada di lingkungan kerja yang jumlah orangnya sedikit tentu kamu lebih dengan mudah mengutarakan pendapat. Bekerja di Startup biasanya juga dituntut untuk bisa menelurkan ide yang cemerlang. Hal ini dapat mengasah kreativitas dan mempertajam insting kemampuan apabila ingin berbisnis kelak.

Peluang Besar untuk Belajar

Sifat inovatif dalam lingkungan Startup memungkinkan anda untuk kontak langsung dengan Founder di tempatmu bekerja. Tentu apabila ingin mendapatkan inspirasi belajar dengan orang yang tepat menjadi pilihan yang bagus untuk kemajuan karirmu. Founder Startup biasanya selalu bicara ke timnya dengan bijak “Ayo kita bangun bersama dan besar bersama”.

Sebagai contoh, dilansir dari Kompas.com, Pendiri Tokopedia William Tanuwijaya menjelaskan dirinya menerapkan budaya kerja dengan istilah Nakama. Istilah tersebut merupakan istilah dari Jepang yang berarti menyatakan teman dekat dan menyerupai keluarga ke para pekerja di Tokopedia.

Budaya kerja di Startup memang cenderung terkesan menyenangkan. Namun, bekerja di Startup tentu ada pula kekurangannya. Salah satu yang sering terjadi di Startup adalah cepatnya mengalami perubahan karena masih merintis. Maka, bagi yang bekerja di Startup tentu harus memiliki mental yang siap untuk menghadapi cepatnya perubahan.

Dosen STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) juga menekankan kepada setiap mahasiswa untuk bisa beradaptasi dengan dunia kerja setelah mereka lulus. Para dosen berharap mahasiswa STIKI yang ingin bekerja di Startup atau ingin membangun Startup untuk dapat beradaptasi dan tidak mudah menyerah sehingga dapat meraih kesuksesan seperti Nam Do San dengan Samsan Tech.