Generic placeholder image

Kisah Bale Bengong, Gazebo ala Bali

17 Apr 2021   Berita

Kamu pasti pernah duduk santai di sebuah gazebo. Semua orang juga pasti tahu tentang gazebo karena memang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Gazebo sudah banyak dibangun, di antaranya di China dan Jepang. Dilansir rumahku.com, sejak ribuan tahun lalu gazebo digunakan sebagai tempat untuk minum teh. Bahkan ini yang memunculkan kesan teahouse akan hadirnya sebuah gazebo di taman rumah.

Penyebutan nama gazebo pun berbeda-beda di tiap negara dan daerah. Untuk di Bali gazebo biasanya disebut dengan istilah Bale Bengong.  Nama ini berasal dari kata “Bale” yang berarti tempat atau ruang dan “Bengong” yang berarti melamun atau bersantai. Berarti Bale Bengong bermakna tempat untuk melamun atau tempat untuk bersantai. Memang fungsi Bale Bengong memang tempat untuk bersantai, entah itu sendirian atau bersama kerabat dan tamu. Bahkan, dalam skala tertentu, Bale Bengong juga bisa jadi tempat pertemuan keluarga.

Karena sudah teradaptasi dengan daerah Bali, Bale Bengong ini menjadi bagian dari gaya arsitektur Bali. Tentunya Bale Bengong bersifat permanen yang juga berfungsi sebagai ruang informal, tempat bersantai, dan beristirahat sambil menghirup udara segar serta melihat taman di sekeliling.

Dari dulu hingga kini, Bale Bengong digunakan sebagai tempat untuk mengeringkan atau meletakan hasil panen seperti padi sebelum masuk ke lumbung padi saat musim panen tiba. Struktur utama dari Bale Bengong sebenarnya adalah rumah kecil terbuka dan dibangun diarea yang juga terbuka atau dalam hal ini di lahan taman. Letaknya yang terpisah dari bangunan rumah induk, menjadikan Bale Bengong tampak kian indah. Struktur utamanya juga terletak pada kolom yang mendukung bagian atapnya.

bale bengong gazebo ala bali

Jumlah tiang yang terbuat dari kayu umumnya berjumlah empat. Namun, ada pula yang lebih karena bergantung dari ukuran bangunan. Alang-alang dan bahan sirap merupakan bahan yang biasa dijadikan atapnya.  Bagian lantai Bale Bengong biasanya dibuat 30 cm – 60 cm lebih tinggi dari tanah. Hal inilah yang menjadi ciri Bale Bengong. Dulunya, ketinggian ini mempunyai fungsi sendiri, yaitu agar ketika bersantai duduk di lantai Bale Bengong, kita tak terganggu binatang yang mendekat.

Bale Bengong dulu dikenal hanya dimiliki oleh mereka kalangan mampu yang mempunyai rumah dengan halaman cukup luas. Namun, saat ini Bale Bengong banyak ditemui restoran atau kafe. Banyak tempat makan yang menjadikan Bale Bengong sebagai elemen eksterior utama.

STMIK STIKOM Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali memiliki fasilitas Bale Bengong yang berada di lantai 3 atau tepatnya berada di depan ruang Inkubator Bisnis dari kampus yang terletak di Jl Tukad Pakerisan No 97, Panjer, Denpasar ini.

Bale Bengong yang ada di salah satu kampus swasta di Bali ini juga terdapat taman di sekelilingnya. Bale Bengong biasanya digunakan oleh mahasiswa untuk sekadar duduk santai, berdiskusi hingga mengerjakan tugas.  Bale Bengong yang ada di STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali ini terdapat stop kontak yang biasa digunakan mahasiswa untuk melakukan charge laptop mereka.

Bale Bengong yang tersedia di kampus IT terpopuler di Bali ini berjumlah lima buah. Maka, mahasiswa tak perlu takut untuk tidak kebagian duduk atau tempat untuk bersantai. Sebagai kampus IT di Bali, STIKI Indonesia tidak hanya fokus pada kurikulum berbasis teknologi informasi. Namun, turut pula memiliki kurikulum yang fokus pada pelestarian budaya khususnya budaya Bali.

Maka, kamu yang tidak tinggal di Bali dan berniat kuliah di Bali bisa sekaligus mempelajari tentang budaya Bali yang terkenal hingga ke penjuru dunia memiliki keunikan. Kamu juga perlu tahu apa saja sebenarnya sederet keuntungan apabila memutuskan kuliah di Bali. Untuk tahu serunya kuliah di Bali kamu bisa cek link berikut ini: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Bagaimana Menjadi Seorang Technopreneur?

15 Apr 2021   Berita

Apa persamaan antara Google, Apple, Facebook, Tesla bahkan Gojek di Indonesia? Persamaan perusahaan ini adalah mereka menciptakan produk yan memberikan solusi teknologi untuk mengubah cara melakukan sesuatu dan memiliki dampak yang langgeng di dunia saat ini. Inilah yang dilakukan oleh seorang technopreneur.

Technopreneur adalah perpaduan dari dua kata technology dan entrepreneur yang dapat diartikan adalah bisnis berbasis teknologi. Technopreneur tentang bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi sedang berkembang pesat menjadi sebuah peluang bisnis. Technopreneur bukan berbicara tentang ‘penemuan’ namun berbicara soal ‘inovasi’ dalam rangka menggapai kesuksesan.

Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki pengaruh besar dalam Technopreneur. Sejumlah perusahaan raksasa lahir di Negeri Paman Sam, sebut saja Apple, Google, Micorosoft, Amazon, Facebook, eBay dan masih banyak lagi sederet perusahaan berbasis teknologi.

Dalam ruang technopreneur, bukan penemuan melainkan inovasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Ini berarti menemukan solusi untuk masalah dengan menggunakan alat yang sudah ada untuk melayani dunia.

Seorang technopreneur adalah seorang wirausahawan yang melibatkan inovasi teknologi dalam berbisnis. Bagaimana menjadi seorang technopreneur? Kunci di dalam technopreneur adalah bukan penemuan tapi inovasi.

Artinya mencari solusi untuk masalah dengan memanfaatkan sumber daya teknologi, dan itu berarti seorang technopreneur harus kreatif, inovatif, dinamis, yang juga paham teknologi karena teknologi memang menjadi pusat perhatian.

Dilansir qwords.com, technopreneur sebenarnya merupakan bagian dari enterpreneur. Namun, dalam prakteknya technopreneur lebih memanfaatkan teknologi sebagai core utama bisnis. Sementara, enterpreneur lebih mengedepankan transaksi konvensional berupa barang atau jasa.

technopreneurcampusdiBali

Selain itu, tingkat persaingan juga bisa menjadi perbedaan antara enterpreneur dan technopreneur. Hal ini terjadi karena biasanya seorang technopreneur menawarkan ide baru atau substitusi dari produk konvensional dimana tingkat persaingan pasarnya masih rendah.

Oleh karena itu, mempelajari IT merupakan salah satu modal penting untuk menjadi seorang technopreneur. Mempelajari IT akan membuka peluang besar di industri technopreneurship.

Meski entrepreneur dan technopreneur memiliki perbedaan namun dasarnya adalah tentang bagaimana menguasai ilmu wirausaha. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali memiliki kurikulum wirausaha yang bisa menjadi ‘tabungan’ bagi mahasiswa untuk mewujudkan mimpi menjadi wirausaha.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini menginginkan mahasiswa tidak hanya fokus menjadi profesional di bidang IT. Namun, berharap para lulusan yang kuliah di STIKI dapat menjadi seorang wirausaha apalagi di bidang technopreneur. STIKI Indonesia sebagai kampus IT di Bali juga merupakan technopreneur campus di Bali yang ingin mencetak pendiri startup bahkan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi yang mampu menyelesaikan masalah di kehidupan masyarakat.

Selain kampus IT, STIKI Indonesia juga merupakan kampus desain sehingga kamu yang memiliki passion desain bisa menyalurkan hobimu menjadi ‘serius’ di bangku kuliah dan bisa menjadi wirausaha di bidang desain dan multimedia. Untuk informasi lebih lanjut tentang STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Bagi kamu yang tidak tinggal di Bali dan memiliki niat untuk kuliah di Bali jangan ragu untuk memilih Pulau Dewata sebagai tempatmu menimba ilmu. Kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan apabila memutuskan kuliah di Bali. Salah satu keuntungan kuliah di Bali adalah kamu bisa merasakan keindahan toleransi yang tinggi. Masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi perbedaan. Kamu juga tidak perlu berlibur ke Bali yang merupakan pusat pariwisata Indonesia. Kamu bisa ke pantai setiap hari!

Keuntungan lain yang bisa didapat apabila memutuskan kuliah di Bali adalah kamu bisa mempelajari budaya khususnya budaya Bali. STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini tidak hanya fokus pada kurikulum berbasis teknologi informasi semata.

Namun, fokus pula pada pembelajaran budaya Bali. Keuntungan lain yang didapat apabila kamu memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: berikut: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Fakta Dunia Kerja: Perusahaan Cari Lulusan PT Akreditasi Minimal B

14 Apr 2021   Berita

Akreditasi Perguruan Tinggi memang penting untuk menjamin kualitas dan mutu lulusannya. Hal ini menjadi penting bagi tiap mahasiswa untuk memilih Perguruan Tinggi sebagai tempat terakhir sebelum masuk ke dunia kerja.

Perusahaan swasta mau pun instansi pemerintah sudah tentu melihat pelamar dari tempat mereka kuliah. Biasanya mereka melihat Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B.

Akreditasi Perguruan Tinggi dibedakan menjadi dua, yakni akreditasi institusi dan akreditasi jurusan atau program studi.

Akreditasi institusi adalah akreditasi yang berlaku untuk semua jurusan (program studi), bahkan semua fakultas yang ada di Perguruan Tinggi tersebut. Sedangkan akreditasi jurusan, merupakan akreditasi yang diperuntukkan bagi satu jurusan tersebut.

Nah, berikut sejumlah alasan kenapa akreditasi kampus itu penting untuk kamu perhatikan saat ingin mendaftar Perguruan Tinggi:

  • Melamar bekerja di perusahaan

Akreditasi Perguruan Tinggi juga sangat dilihat oleh perusahaan swasta, BUMN mau pun perusahaan multinasional. Perusahaan ‘mewajibkan’ karyawannya adalah lulusan Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B. Alasannya mereka ingin menjaga kualitas dari pegawainya sendiri. Oleh sebab itu, perusahaan ‘mewajibkan’ batasan bahwa tiap karyawan yang ingin bergabung adalan lulusan Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B.

  • Persyaratan bekerja di Institusi Pemerintahan

Jika kamu memiliki mimpi dapat berkarir di institusi pemerintahan maka perlu perhatikan bahwa kamu memang mahasiswa dan lulusan dari Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B.

Salah satu syarat masuk ke dalam institusi pemerintahan memang lulusan Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B. Persyaratan ini bersifat mutlak dan harus dilampirkan dalam proses administrasi ketika ingin mendaftar dan mengikuti seleksi masuk institusi pemerintahan atau saat test CPNS.

  • Cerminan kualitas pendidikan

Akreditasi juga merupakan cerminan dari kualitas pendidikan dari satu Perguruan Tinggi. Apabila Perguruan Tinggi memiliki akreditasi yang bagus sudah bisa tentu dibilang memiliki kualitas pendidikan yang baik pula. Memiliki kurikulum yang bagus dan tentunya memiliki dosen yang kompeten.

ssds

  • Standar pendidikan berkualitas

Apabila kamu kuliah di Perguruan Tinggi yang berakreditasi minimal B sudah tentu kamu akan memiliki latar belakang dengan standar pendidikan yang berkualitas. Bayangkan saja kamu sehari-hari berada di lingkungan yang berkualitas tentu kamu akan mengikuti kualitas tersebut untuk modalmu setelah lulus. Setelah lulus kamu mengantongi standar pendidikan yang berkualitas sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja nantinya.

  • Bersaing dengan mahasiswa Perguruan Tinggi lain

Kamu kuliah di Perguruan Tinggi dengan akreditasi minimal B dianggap bukan mahasiswa yang hanya sekadar mendapatkan gelar semata. Kamu akan dianggap sebagai mahasiswa yang memang benar-benar ingin belajar untuk meraih cita-cita. Kamu juga bisa bersaing dan mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain.

Peraturan menteri pendidikan RI Nomor 28 Tahun 2005 pun mengatur tentang akreditasi lembaga pendidikan yang diwajibkan untuk melakukan proses akreditasi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus swasta di Bali terakreditasi B oleh BAN-PT. Semua program studi di kampus IT ini sudah pula terakreditasi B.

Selain terakreditasi B baik secara Perguruan Tinggi mau pun Program Studi, STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali juga merupakan Perguruan Tinggi dengan Penelitian Klaster Madya dari Kemenristek/BRIN.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali ini juga memiliki fokus mencetak mahasiswa untuk menjadi seorang wirausahawan di bidang teknologi.

Oleh sebab itu, kampus IT terpopuler di Bali ini memiliki Inkubator Bisnis yang dapat memberikan bantuan berupa pendanaan, pelatihan dan sebagainya kepada mahasiswa yang baru merintis usaha.

Informasi lebih lanjut tentang Inkubator Bisnis STIKI Indonesia bisa dilihat di link berikut ini: INBIS STIKI.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum yang berbasiskan budaya khususnya budaya Bali. Budaya Bali dikenal unik dan beragam dan membuat siapa pun ingin mempelajarinya lebih jauh.

Kamu yang berniat kuliah di Bali bisa mendapatkan keuntungan sekaligus apabila memutuskan kuliah di STIKI Indonesia. Selain bisa menjadi profesional di bidang IT mau pun technopreneur, kamu juga bisa sekaligus belajar tentang budaya Bali.

Selain bisa mempelajari budaya Bali, ada sederet keuntungan yang bisa kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali. Serunya kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.