Generic placeholder image

STIKI Indonesia Wisuda 238 Sarjana Komputer, Paringga Nurlana Putra Peraih IPK Tertinggi

18 Okt 2019   Berita

Para Wisudawan Foto Bersama setelah Prosesi Wisuda XIV (17/10)

Para Wisudawan Foto Bersama setelah Prosesi Wisuda XIV (17/10)

Denpasar – STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) sebagai salah satu Perguruan Tinggi IT di Bali kembali menggelar Wisuda ke-XIV yang diikuti oleh 238 wisudawan, bertempat di The Westin Bali International Convention Centre pada Kamis (17/10). Wisudawan terdiri dari 210 lulusan program studi TI (Teknik Informatika) dan 28 lulusan dari program studi SK (Sistem Komputer).

Dalam sambutannya Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T., menyampaikan  bahwa kelulusan bukanlah sebuah akhir, tetapi merupakan sebuah awal untuk memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, kampus memberikan pembekalan yang luar biasa kepada mahasiswa baik secara intelektual maupun secara sikap dan mental. “Mahasiswa agar segera bekerja atau berwirausaha dan jangan terlalu memilih entah itu di perusahaan besar ataupun perusahaan kecil. Nanti jika Anda bekerja di perusahaan kecil, Anda akan banyak belajar dan banyak mendapatkan tanggung jawab.” Imbuhnya.

Tidak hanya mahasiswa, Dewa Muku juga memberi pesan kepada para orang tua agar melepaskan anaknya dan jangan menanggung mereka lagi secara finansial, karena mereka sudah berbekal ilmu pengetahuan dan penerapannya, serta memiliki kemampuan untuk mengarungi kehidupannya sendiri. “Berilah mereka kesulitan, karena dari kesulitanlah mereka akan menjadi kuat,” tambah beliau dengan antusias.

Sementara itu, Tanadi Santoso, MBA  selaku perwakilan Yayasan Wahana Widya Wisesa sekaligus sebagai motivator ternama di Indonesia, memberikan sambutan serta mengupas singkat mengenai Revolusi Industri 4.0. Beliau menuturkan bahwa lima tahun ke depan, apa yang telah dipelajari akan terpakai dan dapat berubah keadaannya. Semangat untuk belajar lagi adalah kunci yang paling penting untuk maju. “Sekarang ini merupakan zaman dengan mindset yang begitu hebat. Anda sebagai mahasiswa yang baru lulus mempunyai tantangan yang begitu besar untuk bisa menghadapi dunia yang baru ini, yaitu revolusi industri 4.0. Pola pikir, hati, jiwa, bahkan tubuh harus kita siapkan betul-betul untuk menghadapinya,” pungkas beliau yang tampil dengan semangat.

Kepala LLDIKTI  (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah VIII Prof.Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si juga berpesan dalam sambutannya dengan cara yang sangat menarik. Di sela-sela sambutannya beliau menyanyikan beberapa lagu singkat yang berisi pesan kepada mahasiswa jika sudah lulus, jangan lagi menyusahkan orang tua dan cepatlah bekerja. “Semangat, kemauan, dan keberanianlah yang menjadi kunci menuju kesuksesan,” ujarnya.

Tak luput dalam prosesi Wisuda tersebut yakni penobatan Paringga Nurlana Putra dari program studi TI sebagai wisudawan dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) tertinggi 3,88, sedangkan IPK tertinggi dari program studi SK diraih oleh I Made Endi Sumahadi.Karya terbaik dari program studi TI diraih oleh Dewa Made Prasada Kusuma Adiputra dengan karyanya, yaitu “Rancang Bangun Sistem Single Sign-On pada STIKI Indonesia Menggunakan Protokol Central Authentication Service dan Database No SQL” dan karya terbaik dari program studiSK oleh I Made Andika Yana dengan karyanya, yaitu “Rancang Bangun Sistem Penginputan Token Listrik Berbasis Internet of Things”.

Sebagai perwakilan wisudawan, Paringga Nurlana Putra memberikan kesan dan pesan. Nurlana mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran STIKI Indonesia, “Kita semua adalah wisudawan terbaik. Semoga dengan gelar ini, kita bisa menjadi berguna untuk diri sendiri, orang lain dan lingkungan,” imbuh Nurlana.

Acara berlangsung dengan suasana kekeluargaan. Kendati demikian, acara ini tetap  bernuansa akademis dan kecendekiawanan seperti halnya pemaparan orasi ilmiah oleh Kandidat Doktor I Nyoman Jayanegara, M.Sn. dengan judul “Disrupsi Desain Komunikasi Visual dan Revolusi Industri 4.0”. (IGI2/Tim Humas)

Generic placeholder image

306 Mahasiswa STIKI Indonesia di Yudisium. Muku Ingatkan Semangat Menjadi & Memberi.

28 Feb 2019   Berita

Foto bersama seluruh Peserta Yudisium STIKI Indonesia.

Foto bersama seluruh Peserta Yudisium STIKI Indonesia.

Denpasar ─ Kamis, (28/2) pagi STIKI Indonesia (STMIK STIKOM Indonesia) menggelar kegiatan pelepasan calon wisudawan (Yudisium) yang ke-18 dan 19 bertempat di Nirmala Hotel & Convension Centre Denpasar. Yudisium ini diikuti oleh 306 orang mahasiswa yang terdiri dari 291 orang lulusan Program Studi Teknik Informatika dan 15 orang lulusan dari Program Studi Sistem Komputer.

Pada yudisum kali ini, terlihat ada perbedaan dari pakem pelaksanaan Yudisum biasa yang dilakukan oleh kampus IT yang baru berusia 10 tahun ini, dimana acara yudisum yang terkesan formal pada umumnya disulap menjadi acara akademik yang bernuansa santai, milenial, penuh keceriaan dan penuh rasa kekeluargaan.

Dalam sambutannya Kepala Program Studi Teknik Informatika I Putu Gede Budayasa, M.T.I mengatakan bahwa dirinya sangat berbangga terhadap seluruh peserta Yudisum oleh sebab telah mencapai masa akhir studi yang tepat waktu ditambah dengan pencapaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi yang luar biasa.  “Pencapaian para peserta Yudisium kali ini sangat membanggakan karena sebagian besar menempuh masa studi tepat waktu dan yang luar biasa juga adalah IPK tertinggi 3.91, ini prestasi yang sangat baik” Jelasnya.

Sementara itu Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T.,M.T dalam sambutannya berpesan kepada seluruh peserta Yudisium agar menjadikan momentum Yudisium itu sebagai motivasi awal untuk mulai terjun dalam kehidupan yang sesungguhnya. “Yudisium sesuguhnya memiliki salah satu makna motivasi dan bekal awal bagi anda para peserta Yudisium untuk masuk dalam kehidupan yang sesungguhnya. Tentu harus dapat dimanfaatkan apa yang telah anda peroleh selama belajar di STIKI Indonesia, jadilah generasi bangsa yang memiliki jiwa pantang menyerah, semangat, berpribadian, mandiri serta agar selalu menumbuhkan spirit menjadi dan memberi” imbuhnya.

Salah satu peserta Yudisium Roberto Fransisco Rendon memberikan kesan dan pesannya secara spontanitas. “Selama kuliah di STIKI ada banyak rintangan yang harus dilewati terutama saat melawan rasa malas yang kerap kali melanda, untuk mahasiswa lain yang belum yudisium semangat ya! serta terimakasih untuk STIKI Indonesia atas acara yang ceria hari ini” ucap Roberto.

Selain acara Yudisium, dilaksanakan pula kegiatan Pelatihan Alumni dengan narasumber dari satuan unit kerja Kemahasiswaan serta dari Pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STIKI Indonesia. Dalam pelatihan ini peserta yudisium dibekali dengan materi-materi yang berhubungan dunia kerja,  kewajiban sebagai alumni, serta penjelasan tentang organisasi IKA. (Humas/Kerla/inwa)

Generic placeholder image

Forkom Digelar, Mahasiswa Sampaikan Saran Konstruktif untuk STIKI

11 Feb 2019   Berita

kegiatan Forum Komunikas (Forkom) Mahasiswa yang bertema “Wujudkan Sinergi Civitas Akademika” di Aula STMIK STIKOM Indonesia.

kegiatan Forum Komunikasi (Forkom) Mahasiswa yang bertema “Wujudkan Sinergi Civitas Akademika” di Aula STMIK STIKOM Indonesia.

Denpasar ─ Dalam rangka memfasilitasi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi demi kemajuan STMIK STIKOM Indonesia (STIKI), Sabtu (9/2) yang lalu telah diselenggarakan kegiatan Forum Komunikasi (Forkom) Mahasiswa yang bertema “Wujudkan Sinergi Civitas Akademika” di Aula STMIK STIKOM Indonesia. Acara forkom tersebut pertama kali digelar pada tahun ini oleh Wakil Ketua III beserta jajarannya.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua III STIKI Ayu Gede Wildahlia, S.E.,M.M menyampaikan bahwa acara forkom itu akan selalu diadakan secara rutin setiap semester sekali. “Demi kemajuan STIKI dan terciptanya sinergi sivitas akademika yang maksimal, tentunya diperlukan adanya komunikasi yang baik antar dosen, mahasiswa, serta karyawan/staff sehingga kegiatan perkuliahan tetap bisa berjalan dengan selaras” ucapnya.

Tercatat sebanyak 196 mahasiswa memadati acara yang dimoderatori oleh Putu Mega Adi Yunita bersama Ida Bagus Nyoman Pascima, S.Pd., M.Cs. Sebelum sesi penyampaian aspirasi dilaksanakan, beberapa pejabat struktural juga mensosialisasikan beberapa kebijakan baru STIKI, antara lain sosialisasi LPIK (Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kreatifitas) oleh I Dewa Made Adi Baskara Joni, M.Kom, Sosialisasi dari LPMI (Lembaga Penjaminan Mutu Internal) disampaikan oleh Ni Putu Suci Meinarni, S.H., LL.M tentang peraturan STMIK STIKOM Indonesia, dilanjutkan dengan sosialisasi LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) oleh Ida Bagus Ary Indra Iswara, M.Kom. Sementara itu, sosialisasi Hubungan Masyarakat dan Kerjasama dipaparkan oleh I Gede Andika, M.Kom dengan topik tugas Humas sekaligus menjawab pertanyaan-pertanyaan dari mahasiswa yang diajukan melalui media sosial. Terakhir adalah sosialisasi INBIS (Inkubator Bisnis) oleh I Made Avendias Mahawan, S.Pd., M.Cs yang menyampaikan tugas dan kegiatan dari INBIS.

Setelah acara sosialisasi, para peserta diajak sesi diskusi dalam bentuk komunikasi antara mahasiwa dengan dosen secara lisan. Terdapat 3 sesi diskusi, dimana dari diskusi tersebut muncul pertanyaan yang diajukan oleh mahasiswa terkait penyediaan ataupun perbaikan fasilitas kampus, sertfikasi, dan solusi dari permasalahan umum yang sering dihadapi oleh mahasiswa selama mengikuti kegiatan di kampus.

Seluruh saran yang disampaikan oleh mahasiswa menurut I Dewa Made Krishna Muku, S.T.M.T selaku Ketua STIKI ketika dikonfirmasi melalui whatsapp menyatakan sangat konstruktif dalam upaya memberi kepuasan terhadap sivitas akademika. “Aspirasinya sangat konstruktif sekali, saya berterimakasih kepada mahasiswa yang telah memebrikan sarand an masukan untuk kampus STIKI, dengan adanya forkom ini STIKI akan semakin maju dan tentunya kepuasan sivitas akademika akan semakin tercapai” pesannya. (humas/kerla)