Generic placeholder image

STIKI Indonesia satu-satunya kampus IT di Bali terima hibah PTUPT

01 Mar 2021   Berita

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) menerima pendanaan penelitian di perguruan tinggi non badan hukum tahun anggaran 2021 untuk skema Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PTUPT). Penelitian berjudul Model Smart Business: Pengembangan Business Intelligence System Pada Industri Ritel di Bali.

Penelitian ini disusun oleh tiga dosen STIKI Indonesia, di antaranya adalah Ni Luh Wiwik Sri Rahayu G, S.Kom.,M.Kom, Wayan Gede Suka Parwita, S.Kom.,M.Cs dan I Made Dwi Putra Asana, S.Kom., M.T.

Dalam lampiran dari Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk hibah tahun anggaran 2021, STIKI Indonesia menjadi satu-satunya kampus IT di Bali yang menerima hibah untuk skema PTUPT. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIKI Indonesia Ida Bagus Ary Indra Iswara menjelaskan awalnya pihaknya mengajukan lima proposal untuk hibah PTUPT.

Namun, dari lima yang diajukan yang diterima satu penelitian dan masuk dalam tahap review adalah dua proposal. Terkait hanya satu proposal yang diterima juga dikarenakan dampak dari Pandemi Covid-19 sehingga dana penelitian memang dikurangi.

Meski demikian, satu proposal yang lolos juga cukup mengagetkan dikarenakan pada awalnya tidak berekspektasi lebih untuk lolos sehingga menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi kampus yang berdiri sejak tahun 2008 ini.

“Kita ajukan itu yang lolos satu itu dibiayai sekitar Rp 100 juta untuk penelitiannya. Untuk PTUPT di Bali baru STIKI Indonesia saja yang lolos untuk kampus IT swasta,” kata Ida Bagus Ary ditemui Jumat (19/2/2021).

Proposal yang lolos berhak mendapatkan dana hibah sebesar Rp 100 juta dan durasi penelitian berlangsung selama dua tahun. Untuk tahun depan, Kampus IT terpopuler di Bali ini menargetkan kembali lolos untuk bisa mendapatkan dana yang lebih besar yaitu Rp 200 juta. Terkait target ini, STIKI sebagai kampus swasta IT di Bali telah mendapatkan evaluasi tersendiri sehingga target yang akan diraih bisa tercapai di tahun anggaran berikutnya.

“Untuk tahun depan kita targetkan lolos untuk dapat Rp 200 juta,” katanya.

Sekadar informasi, setiap dosen yang ingin melakukan penelitian tentu membutuhkan biaya penelitian yang tidak sedikit. Maka, dosen yang ingin melakukan penelitian perlu mengajukan proposal sehingga bisa mendapatkan hibah.

Dosen perlu mengajukan penelitian dikarenakan tak hanya berkomitmen melakukan pengajaran, Namun, sebagai seorang dosen perlu melakukan penelitian yang hasilnya dapat berdampak baik untuk masyarakat.

Hal ini juga merupakan imbauan dari Kemenristek/BRIN yang meminta setiap perguruan tinggi baik negeri mau pun swasta untuk tidak hanya fokus pada pengajaran. Namun, harus pula fokus pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.