Generic placeholder image

Siapa sangka! Bisnis Sukses ini Berawal Dari Tugas Kuliah

11 Mar 2021   Berita

Merintis dan membangun bisnis memang bukan perkara mudah. Kamu membutuhkan ide hingga proses jatuh bangun saat menjalankan ide tersebut. Ide berbisnis memang bisa datang dari mana saja. Salah satunya bisa datang dari keseharian, seperti tugas kuliah.

Berawal dari tugas kuliah, ditekuni dan berujung manis. Kisah inspiratif dari mereka berikut ini tentu bisa menjadi hal yang memacumu untuk berhasil bagi yang ingin menjadi seorang wirausahawan. Simak cerita mereka berikut ini:

  • Smith Men Supply pomade

Michael Nugroho dan ketiga kawannya, merintis produk Smith Men Supply pomade sejak 2013 lalu. Kini, pomade asli buatan anak negeri itu berhasil menguasai pasar dalam negeri, bahkan menembus pasar Singapura dan Malaysia.

“Dulu, waktu awal-awal kami buat pomade, belum ada pomade buatan dalam negeri, semua masih impor, dari Amerika maupun Eropa. Dan harganya sudah Rp 200.000 ke atas,” ungkap Michael kepada Kontan.co.id, Kamis (6/10).

Padahal menurutnya, potensi pasar pomade kala itu sudah bisa dibilang menjanjikan karena bisnis barbershop juga terus menjamur. Kebetulan, Michael mendapat tugas kuliah Businness Creation, tanpa pikir panjang, dia pun langsung menggarap bisnis pomade.

“Konsep pomade kami lebih ke arah classic modern dandy style. Jadi cowok-cowok bisa menjaga ketahanan gaya rambut mereka ala dandy dengan harga yang terjangkau. Yang jelas kualitas produk kami tidak kalah dengan yang impor, malah lebih bagus. Harga yang kami tetapkan setara dengan kualitasnya,” katanya.

Saat ini, Smith Men Supply pomade memiliki enam jenis produk, yakni oil based pomade (Bold Hold, Premium Medium dan Fine Shine) yang dibanderol Rp 95.000 per kaleng, water based pomade (Dapper Spatter) dibanderol Rp 100.000 per kaleng, hair wax (Black Jack) Rp 70.000 per kaleng, dan Smith premium (Clayton) Rp 160.000 per kaleng. Keenam produk tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar. Sehingga masing-masing produk punya kelebihan dan kekurangan.

Michael mengaku bisa memproduksi 30.000 kaleng pomade untuk enam jenis produk tiap tiga bulan sekali. Omzet per tahunnya pun mencapai Rp 3,5 miliar. Padahal, saat awal merintis bisnis, Smith pomade hanya memproduksi 100 kaleng dan semua dibuat sendiri (homemade).

Seiring dengan berkembangnya permintaan pasar, Michael dkk tidak mampu lagi memproduksi secara homemade. “Sekarang, semua produksi sudah lewat pabrik. Kami kerja sama dengan PT Cedefindo punya Martha Tilaar Grup,” tuturnya.

Kini, Smith pomade telah memiliki puluhan rekanan barber shop, ratusan reseller dan 11 distributor resmi di 30 provinsi. Tak hanya itu, sejumlah retail, seperti AEON, Ranch Market, Farmers Market, The Food Hall dan Guardian turut memasarkannya.

Luasnya pasar pomade yang dirambah Smith Men Supply membuat merek ini menjadi market leader produsen pomade dalam negeri saat ini. Bahkan, mampu menggeser produk pomade impor yang sebelumnya merajai pasar Indonesia.

  • Kiciks Muslimah

Mungkin kamu yang senang berpakaian syar’i sudah tak asing dengan label Kiciks Muslimah. Pendirinya bernama Dewi Permata Sari memulai bisnis ini untuk tugas proposal bisnis mata kuliah komunikasi bisnis di Universitas Padjajaran.

Dilansir dari campuspedia.id, Ia mengambil ide pakaian syar’i karena selama ini dianggap kurang fashionable sehingga ia ingin membuat desain yang tetap mengikuti zaman. Mengawali dengan modal pinjaman sebesar Rp 5 juta, kini Kicik sudah memiliki omzet miliaran dengan pelanggan dari berbagai negara seperti Korea hingga Jepang.

  • Ademuy Gelato 

Ademuy Gelato merupakan anak perusahaan dari Sweet Sundae Ice Cream yang memiliki cita rasa unik dan khas Indonesia, beberapa di antaranya adalah gelato rasa rujak, pecel, serai, jahe, bahkan es teler. Hal tersebut berangkat dari prinsip bisnisnya yaitu Lokal, Natural, dan Halal.

Pemiliknya ialah Andro dan Yuki, suami istri lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Peternakan. Bisnis ini berawal dari tugas proyek pada mata kuliah Industri Persusuan yang mereka kerjakan tahun 2008 lalu. Andro, Yuki, dan teman-temannya bertugas melakukan pembinaan pada para peternak di daerah Kaliurang dan sekitarnya.

Setelah proyek selesai, mereka merasa prihatin, karena meski pengelolaan ternak sudah menjadi lebih baik dan kualitas susu meningkat, harga beli susu dari para peternak itu tetap rendah dan tidak sebanding dengan kualitas produknya yang tinggi.

Mereka dan teman-temannya kemudian berinisiatif membeli susu dari para peternak tersebut dengan harga yang lebih layak, kemudian berpikir untuk mengolahnya menjadi ice cream agar menarik minat pembeli.

Jatuh bangun bisnis sejak kuliah telah dirasakan, mulai dari tidak punya uang sama sekali untuk memulai bisnis, tidak punya tempat produksi dan tempat berjualan, perpecahan tim, hingga kalah saing dari produk luar. Namun bisnis ini berhasil bangkit dan terus sukses hingga kini menjadi pemasok gelato bagi sejumlah resto hotel dan toko bahan pangan di Yogyakarta.

  • Berrybeanbag

Bean bag atau kursi malas menjadi bisnis yang digeluti oleh Ayu Mulyanti hingga saat ini. Bisnis itu bermula saat Ia masih menjadi mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2013 lalu.

Berawal dari mengikuti program dikti yaitu Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang ada di kampusnya, Ayu dan tiga temannya mengangkat ide bisnis kursi malas atau bean bag. Siapa sangka, proposal bisnis mereka ternyata diterima oleh pihak penyelenggara, dan dari situ Ia mendapatkan dana hibah Rp 11 juta untuk modal usaha. Ia dan teman-temannya mengaku saat itu belum memiliki niat untuk berjualan, melainkan hanya untuk tugas kuliah dan mengerjakannya sebagai bentuk formalitas saja.

Pada akhirnya, enam bulan setelah mengikuti PKM, Ayu dan teman-temannya yang tidak memiliki dasar untuk berbisnis, memutuskan belajar secara otodidak untuk serius berbisnis dengan bean bag dan juga bekerja sama dengan mahasiswa UGM dan UII untuk menjalankan bisnisnya. Satu persatu pelanggan pun melakukan pemesanan, ada yang dari Medan hingga Maldives. Terlebih pada saat itu bean bag belum banyak dipasarkan di Yogyakarta sehingga menarik minat banyak pelanggan.

Banyak kendala yang ditemui dalam menjalankan bisnis tersebut, mulai dari ketidaktahuan tentang pengelolaan bisnis, kesulitan membagi waktu, sulitnya mencari penjahit yang paham dengan konsep bean bag, hingga mahalnya biaya pengiriman. Saat ini bisnisnya telah sukses dan memiliki pelanggan dari dalam maupun luar negeri.

Dalam prosesnya berbisnis, Ayu sempat mengeluh kesulitan dan ingin menyerah, terlebih Ia melihat teman-temannya yang lain bisa santai dan menikmati waktu dengan bersenang-senang, sementara Ia harus bersusah payah membangun bisnis.

  • Woodka

Woodka berasal dari dua kata, yaitu wood dan karya, yang berarti sebuah karya dari kayu. Woodka merupakan bisnis dengan produk andalan jam tangan kayu menggunakan interchangeable straps berbahan kain tradisional khas Indonesia. Bisnis ini awalnya adalah proyek tugas mata kuliah Integrated Business Experience di School of Business and Management ITB. Tugas tersebut mengharuskan setiap mahasiswa untuk membuat company, membuat desain produk, research market, menyusun business plan, dan merealisasikannya.

Digagas oleh Trianita Adhi Handayani dan 10 orang temannya,  ide menggunakan kayu terbesit ketika mereka melihat tingginya tren penggunaan kayu untuk furniture dan interior, mereka kemudian berusaha untuk membawa kayu lebih dekat dengan lifestyle anak muda dengan menjadikan kayu bagian dari daily wear fashion dan kemudian ditekuni menjadi bisnis yang menjanjikan.

Sejauh ini Woodka telah berhasil menjual lebih dari 2000 jam tangan di Indonesia dan untuk pertama kalinya, Woodka diperkenalkan secara internasional di Swiss tahun 2014. Berhasil memasarkan produknya melalui internet, Woodka telah mendapatkan customers di dalam maupun luar negeri seperti Denmark, Inggris, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia.

Tugas kuliah yang mungkin menjadi rutinitas mahasiswa ternyata bisa berbuah manis. Tentu mereka yang berhasil seperti cerita di atas adalah mereka yang memiliki niat kuat dan pantang menyerah untuk mewujudkan mimpi menjadi seorang pengusaha. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) menekankan tiap mahasiswa untuk terus bekerja keras apabila ingin menjadi seorang pengusaha.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI juga memiliki fokus dapat mencetak lulusan yang mampu menjadi seorang wirausahawan. Untuk kamu yang ingin kuliah di kampus IT terpopuler di Bali ini nantinya akan mendapatkan mata kuliah wirausaha. Harapannya para mahasiswa setelah lulus dapat mendapat bekal untuk menjadi seorang wirausahawan.

STIKI memiliki dua program studi yaitu Teknik Informatika dan Sistem Komputer. Dua program studi ini memang memiliki potensi untuk menjadi seorang wirausahawan. Info lebih lanjut bisa dicek link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Rekomendasi Laptop Murah untuk Desain Grafis Pemula

10 Mar 2021   Berita

Perkembangan dunia digital yang pesat menjadikan desain grafis sebagai salah satu kemampuan yang paling dibutuhkan. Dahulu orang dengan kemampuan desain grafis hanya akan bekerja menjadi desainer. Kini, di era digital menyandang profesi desainer grafis dapat memegang beragam peran dengan jenjang karier menjanjikan.

Salah satu yang dibutuhkan oleh kamu yang ingin terjun ke dunia desain grafis adalah laptop ketimbang PC. Laptop bisa dibawa kemana pun sehingga kamu bisa bekerja di mana saja.

Laptop untuk desain grafis biasanya harus memiliki spesifikasi yang cukup tinggi untuk mendukung proses mendesain. Namun, jangan takut, laptop yang cocok untuk desain grafis dengan harga yang murah juga banyak.

Dalam memilih laptop untuk desain grafis kamu harus memilih laptop dengan layar yang nyaman untuk penglihatan dan pandangan saat menatapnya. Laptop untuk desain grafis harus dibekali prosesor tangguh karena akan menjadi hal penting untuk proses rendering.

Minimal memiliki prosesor Intel dengan seri Core atau paling tidak punya kecepatan 2,2 GHz. Kartu grafis ada baiknya Nvidia Geforce yang sudah terkenal di ranah VGA. Bisa juga dengan menggunakan merek dari ATI Radeon. Memorinya minimal 1GB atau 2GB agar lancar saat proses editing. Untuk RAM paling tidak memori 4-8 GB.

Pilih pula harddisk yang kapasitasnya cukup besar minimal 500 GB atau lebih baik 1TB HDD. Jangan takut laptop dengan spesifikasi tersebut juga banyak yang terbilang terjangkau dengan harga Rp 5 jutaan. Untuk belajar desain grafis sebagai pemula ada baiknya memilih laptop yang murah terlebih dahulu. Berikut laptop rekomendasi untuk desain grafis dengan harga yang berkisar Rp 5 jutaan seperti dikutip dari arenalaptop.com:

  • Asus X441UA

Laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan pertama ada Asus X441UA-WX099D. Berbekal prosesor Intel Core i3 berkecepatan 2,4GHz dan ditunjang memori RAM 4GB membuat performanya cukup stabil. Sementara, kartu grafisnya mengusung Intel HD Graphics yang menghasilkan gambar cukup tajam dan jernih. Sementara kapasitas penyimpanannya disediakan harddisk 500GB HDD. Harganya cukup terjangkau Rp 5,7 juta.

  • HP 14–bw001AX

Laptop berukuran 14 inch ini memiliki harga yang sangat terjangkau sekitar Rp 5,4 juta. Mesinnya tertanam prosesor AMD A9 Quad Core dan GPU, Acer membekalinya dengan AMD Radeon R5. Sementara memori RAM disediakan 4GB bisa diupgrade hingga 8GB untuk performa yang lebih kencang.

  • Dell Inspiron 3467

Laptop Dell sendiri memang telah lama dikenal akan kualitas dan daya tahannya yang sangat baik. Dipersenjatai dengan Intel Core i3 yang ditunjang dengan memori RAM 4GB menghasilkan performa yang cukup kuat.

  • Lenovo IdeaPad 320

Lenovo IdeaPad 320 yang dibanderol dengan harga Rp 5,3 juta. Meski murah, spesifikasinya dibekali prosesor Intel Core i3, memori RAM 4GB, serta kapasitas penyimpanan sebesar 1TB HDD. Untuk kartu grafisnya masih mengusung Intel HD Graphics.

  • ASUS X555QA – BX101T

Laptop ini menawarkan spesifikasi yang cukup mumpuni untuk menunjang pekerjaan para desainer. Laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan ini punya desain elegan yang dibekali dengan prosesor AMD A10. Sementara untuk meningkatkan kekuatannya ditanamkan memori RAM 4GB yang dapat diupgrade hingga 16GB. Lalu untuk kartu grafisnya didukung oleh AMD Radeon R5.

  • Acer Aspire E5-475G-341S

Hal menarik dari Acer Aspire tipe 341S ini adalah sisi grafisnya. Nvidia Geforce dengan sokongan versi GDDR5 bisa mendorong kinerja game hingga 20% dan cukup stabil dipakai untuk pekerjaan desain grafis. Apalagi memiliki 1 slot ruang RAM yang masih tersedia untuk meningkatkan kapasitasnya. Untuk prosesornya ditanamkan Intel Core i3.

  • HP Pavilion 14 BS001TX

HP Pavilion 14 bs001TX ini menawarkan laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan dengan dapur pacu dari Intel Core i3 berkecepatan 2,6GHz. Untuk visualnya mengusung penggunaan kartu grafis AMD Radeon R5. Keunggulan lainnya adalah tersedianya kapasitas penyimpanan sebesar 1TB HDD yang ditunjang oleh memori RAM 4GB. Harganya sendiri dibanderol Rp 5,4 jutaan.

  • Asus VivoBook Max X441UV

Laptop berukuran 14 inci ini ditenagai prosesor yang cukup tangguh, yakni Intel Core i3-6006U. Selain itu RAM yang ditanamkan cukup menunjang kecepatan waktu prosesnya sebesar 4GB. Laptop ini dihargai sekitar Rp 5,9 jutaan yang sudah disediakan harddisk berkapasitas 1TB HDD.

  • Dell Vostro 3468

Dell Vostro 3468 merupakan perangkat alternatif lainnya laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan. Dapur pacu dari laptop ini ditenagai oleh prosesor Intel Core i3 berkecepatan 2,4GHz, serta harddisk sebesar 1TB HDD. Disokong oleh memori RAM berkekuatan 4GB plus satu slot lagi untuk meningkatkan kapasitasnya hingga 16GB. Untuk harganya sendiri sangat menarik, yakni Rp 5,9 juta.

  • Acer Aspire E1-451G

Laptop untuk desain grafis harga 5 jutaan yang terakhir ada Acer Aspire E1-451G. Dari spesifikasinya cukup mumpuni untuk melakukan pekerjaan desain, seperti membuat gambar 3D, editing foto dan video karena dibekali dengan prosesor AMD A8. Sementara kartu grafisnya cukup berkelas yang ditanamkan AMD Radeon HD 8000 series. Harganya sangat murah yang dibanderol Rp 5,1 juta.

Untuk belajar desain grafis memang dibutuhkan dasar-dasar desain. Hal ini meliputi warna, simbol, dan tipografi. Tiga hal ini wajib dipelajari karena keduanya merupakan pondasi untuk sebuah desain.

Selain warna, simbol, dan tipografi, ada baiknya pula mempelajari grid system. Grid system adalah sistem pembagian garis bagi seorang desainer yang menggunakan bantuan software.

Dalam desain grafis memang tidak ada tuntutan untuk menciptakan desain tertentu. Namun, ini akan berbeda ketika kamu telah memasuki dunia kerja. Dalam dunia kerja, ada permintaan untuk menciptakan desain yang sesuai dengan keinginan klien.

Untuk memasuki dunia kerja atau bergabung dalam perusahaan tentunya kamu membutuhkan skill yang memang mumpuni. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus swasta di Bali menjadi tempat belajar yang tepat untukmu. Salah satu program studi Teknik Informatika memiliki konsentrasi bidang Desain Grafis dan Multimedia. Selain bisa mempelajari desain grafis, kamu juga bisa belajar bidang lain seperti proses editing video, animasi dan serta marketing kit. Untuk lebih jelasnya kamu bisa lihat penjelasannya di link berikut: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia juga tidak hanya mengedepankan proses belajar mengajar untuk mencetak lulusan yang ahli dalam bidang teknologi informasi. Namun, apabila kamu kuliah di Bali dan memilih STIKI Indonesia maka kamu akan mendapatkan keuntungan dapat mempelajari budaya Bali. Sebagai kampus IT terpopuler di Bali, STIKI Indonesia memang mengedepankan kurikulum berbasis budaya.

Generic placeholder image

Guilty Pleasure, Mengaku Penggemar Britpop diam-diam dengar K-pop

09 Mar 2021   Berita

Memperingati Hari Musik Nasional yang jatuh tiap tanggal 9 Maret tidak ada salahnya membahas tentang Guilty Pleasure. Semua orang pasti pernah diam-diam mendengarkan lagu yang mungkin dianggap ‘bukan gue banget’. Tetapi sebenarnya lagu yang mereka bilang tidak sukai itu justru diputar secara berulang-ulang saat sendirian.

Hal ini biasa disebut dengan istilah ‘guilty pleasure’ yang di mana seseorang tidak memamerkan apa yang ia dengar dengan berbagai alasan. Ada yang dari awal sudah membentuk image sebagai orang yang ‘edgy’ dengan playlist musik yang tidak umum, ada juga yang beralasan karena malu. “Masa iya gue yang dikenal sebagai anak metal kok denger musik cengeng?’.

Berbicara tentang Guilty Pleasure, platform Tick.x.com melakukan kajian terhadap aplikasi streaming musik Spotify. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa dalam pencarian ‘Guilty Pleasure; terhadap lebih dari 1.000 playlist Spotify, algoritma TickX menyimpulkan K-Pop menjadi genre favorit yang dikategorikan guilty pleasure oleh si pembuat playlistnya. Maka, sebenarnya ada temanmu yang mengaku penggemar musik metal, musik rock atau britpop tetapi justru diam-diam mendengarkan K-Pop.

Mengaku penggemar Black Sabbath, diam-diam jadi pemuja BLACKPINK. Fenomena K-Pop dalam lima tahun terakhir memang luar biasa. Pengaruh industri musik negeri ginseng secara global memang harus diacungi dua jempol.

Dalam daftar guilty pleasure, setidaknya ada 13 lagu milik BTS yang masuk daftar pendengar Spotify dan menjadikan BTS di posisi pertama mengalahkan Britney Spears. Setelahnya, artis K-Pop lainnya, seperti BLACKPINK berada di posisi keempat, Red Velvet di posisi delapan dan EXO di posisi sembilan.

Untuk daftar lagu, BTS memang tidak berada di posisi teratas. Namun, mereka berada di posisi pertama sebagai artis yang paling sering diputar. Lagu-lagu mereka seperti mulai darii “Boy With Luv (feat. Halsey)” di posisi 6, “DNA” di posisi 11, “Blood Sweat & Tears” di posisi 14, “FAKE LOVE” di posisi 20, “Euphoria” di posisi 28, “Burning Up (Fire) di posisi 30 dan “MIC Drop (Steve Aoki Remix)” di posisi 31. Lagu K-Pop lain yang masuk peringkat 100 teratas adalah “Fancy” dari Twice, “Love Shot”- EXO, “Shine” dari Pentagon, dan “BBoom BBoom” dari Momoland.

Dalam analisa TickX, kriteria guilty pleasure disusun berdasarkan faktor, termasuk berapa rata-rata beat per menitnya, kemudian seberapa positif lagunya, energinya, durasinya serta tahun rilis lagu-lagunya. Lagu-lagu K-Pop mendominasi karena memang gampang dinikmati, aransemennya yang mengajak goyang dan berdurasi cukup lama untuk hitungan satu lagu pop.

K-Pop secara fenomenal, berhasil menembus industri musik mainstream Amerika Serikat, yang terkenal sukar ditembus musisi asing. Sebut saja prestasi BTS yang pernah menyabet kategori ‘Top Social Artist’ dari Billboard Music Awards untuk empat tahun berturut-turut. BTS juga pernah memecahkan rekor milik The Beatles sebagai peraih Billboard 200 Album Chart dengan mencari peringkat pertama di Billboard Hot 200. Prestasi ini dapat diraih dengan waktu yang singkat dan berhasil memecahkan rekor yang dipegang oleh The Beatles.

BTS juga pernah memecahkan tiga rekor Guinness World Records. Yaitu sebagai music video yang paling banyak ditonton. Khususnya pada platform YouTube dan MV K-Pop selama 24 jam pertama dengan jumlah 101,1 juta penonton.

Album BTS Map of The Soul:7 berhasil memecahkan Guinness World Records sebagai album terlaris 2020. Album ini bahkan terjual sebanyak 4,1 juta kopi secara global hanya dalam waktu 9 hari saja.

Grup dengan nama lain Bangtan Boys ini juga berhasil menyabet IFPI Global Recording Artist of The Year untuk tahun 2020. Global Recording Artist of the Year merupakan penghargaan yang diberikan setiap tahunnya untuk mengakui popularitas artis di seluruh dunia. Baik di format musik digital maupun fisik.

BTS menjadi artis Korea Selatan sekaligus Asia pertama yang meraih prestasi tersebut. Sebelumnya penerima penghargaan ini didominasi para musisi Amerika Utara (Taylor Swift, Drake) atau Inggris (One Direction, Adele, dan Ed Sheeran). Masih banyak lagi prestasi yang diukir oleh BTS di kancah internasional.

Prestasi di kancah internasional juga diraih oleh artis K-Pop lainnya, BLACKPINK. Grup yang beranggotakan Jennie, Lisa, Jisoo dan Rose ini di tahun 2018 masuk 3 nominasi sekaligus dalam BreakTudo Awards yang merupakan ajang penghargaan terbesar di Brasil. Namun, mereka baru mendapatkan piala kemenangan dari ajang ini setahun setelahnya, dengan memenangkan 4 kategori yaitu Boom Video of The Year, Collaboration of The Year, International Music Video of the Year dan K-Pop Female Group.

Tahun yang sama, BLACKPINK juga kembali meraih kemenangannya dalam 3 kategori di E! People’s Choice Awards. Eksistensi bertambah dengan kemenangan di ajang penghargaan musik paling bergengsi di Hollywood, iHeartRadio Music Awards. BLACKPINK berhasil keluar sebagai pemenang Favourite Music Video Choreography tahun 2020.

Lagu hits mereka yang berjudul Ddu-du Dddu-du juga berhasil membawa pulang piala kemenangan sebagai Choice Song: Group di Teen Choice Awards 2 tahun lalu. Group yang digawangi oleh Lisa, Jisoo, Jennie dan Rose juga berhasil membawa pulang piala sebagai kategori Song of Summer untuk lagu How You Like That setahun lalu.

Sementara di tahun yang sama, lagu Sour Candy yang berkolaborasi dengan Lady Gaga juga dinobatkan sebagai pemenang untuk kategori International Collaboration di MTV Millenial Awards Brazil. Nama BLACKPINK juga mampu bersaing dengan musisi internasional terkenal lainnya di ajang Variety’s Hitmakers Studio dengan memenangkan kategori Group of The Year di tahun 2020.

Prestasi yang diraih oleh artis asal Korea Selatan semoga dapat memicu musisi Indonesia untuk dapat berkancah di dunia internasional sehingga dapat mengharumkan nama bangsa. Semoga terus banyak artis asal tanah air yang berkarir di kancah global. Maju terus permusikan nasional!

Mahasiswi yang berkuliah di STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) juga banyak yang menjadi penggemar musik K-Pop. Mereka yang memiliki minat dance biasanya bergabung dalam Unit Kerja Mahasiswa (UKM) yang gemar melakukan cover dance K-Pop. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini memang mewadahi setiap mahasiswa yang ingin menyalurkan hobinya. Salah satu contoh dance cover yang dilakukan oleh mahasiswi STIKI Indonesia bisa kamu tonton di link ini. Kamu yang ingin belajar IT dan punya hobi cover dance tentu sangat tepat apabila bergabung dengan STIKI Indonesia.

Kamu yang berada di luar Bali dan ingin kuliah di Bali akan banyak keuntungan apabila kamu memutuskan menimba ilmu di pulau dewata. STIKI Indonesia sebagai kampus IT terpopuler di Bali juga memiliki fokus kurikulum yang mengedepankan budaya sehingga kamu bisa belajar banyak tentang budaya Bali. Keuntungan lain yang didapat apabila kamu kuliah di bali bisa disimak di link berikut: Keuntungan Kuliah di Bali.