Generic placeholder image

Hal Menarik Jika Jaringan 5G Telah Datang di Indonesia

04 Mar 2021   Berita

Kementerian Informasi dan Informatika (Kemenkominfo) memiliki komitmen kuat untuk segera dapat menghadirkan jaringan 5G di Indonesia. Untuk menghadirkan teknologi generasi kelima tersebut disebutkan bahwa butuh lompatan yang lebih besar dibandingkan saat peralihan jaringan 3G ke 4G.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Widodo Muktiyo menyebutkan untuk segera cepat menghadirkan jaringan 5G di Indonesia maka pihaknya membentuk gugus tugas pada tahun 2020 lalu.

“Tahun 2021 kita akan mulai mengunakan 5G,” kata Widodo dikutip dari bisnis.com (17/12/2020).

Upaya lain dalam mempercepat akselerasi 5G adalah dengan menyelenggarakan lelang frekuensi 2,3 GHz yang diselenggarakan pada tahun 2020. Kabar terakhir, ada tiga operator yang lolos seleksi penggunaan pita frekuensi radio 2,3 Ghz rentang 2.360 – 2.390 Mhz, yaitu PT Smart Telecom Tbk (Smartfren), kedua adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Namun demikian, pada perkembangannya Tim Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz pada Rentang 2.360 – 2.390 MHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Jaringan Bergerak Seluler (Tim Seleksi), mengumumkan bahwa proses lelang Pengguna Pita Frekuensi tersebut dinyatakan dihentikan prosesnya.

Kemkominfo beralasan dihentikannya proses seleksi ini sebagai langkah kehati-hatian dan kecermatan untuk menyelaraskan setiap bagian dengan ketentuan perundang-undanganan yang berkaitan dengan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya PP Nomor 80 Tahun 2015.

Meski jaringannya belum resmi ada, namun sejumlah merek smartphone 5G telah tersedia di pasaran. Dari apa yang sudah banyak kita lihat di luar negeri, 5G membawa banyak perubahan dalam perilaku teknologi dalam hidup kita. Kebutuhan kita dalam mengonsumsi internet makin tercukupi dengan baik, terutama di sektor gaming online, komunikasi berbasis audio visual, serta streaming video dan konten interaktif.

Bagaimana tidak, koneksi 5G memang menawarkan kecepatan unduh dan unggah yang jauh lebih cepat dari yang ditawarkan 4G. Sebagai contoh, Kecepatan unduh 4G di Amerika Serikat rata-rata 19,42 Mbps. Menurut OpenSignal, 5G tidak lagi berbicara megabit, namun gigabit. Modem 5G besutan Qualcomm, Snapdragon X50, mampu mengunduh hingga kecepatan 5GB per detik. Kecepatan ini 257 kali lebih cepat ketimbang jaringan 4G di Amerika Serikat.

Selain itu, kapasitas jaringan juga naik drastis. Jaringan 4G sendiri hanya mendukung beberapa perangkat saja, sementara 5G bisa menampung satu juta perangkat per kilometer persegi. Belum lagi berbicara soal latensi yang hampir tidak ada.

Apabila memang nantinya telah hadir di Indonesia apa hal menarik yang akan terjadi? Berikut ulasannya seperti dikutip dari merdeka.com:

  • Manusia Terkoneksi Real Time

Makin cepat internet, manusia akan makin terdesentralisasi. Masyarakat yang ada di daerah tetap bisa terkoneksi secara real-time untuk bertatap muka. Berbagai hal seperti meeting, pitching ide ke pemilik dana, dan berkomunikasi dengan orang terdekat yang sedang berjauhan bisa dilakukan secara langsung.

Dengan ini pula, konektivitas internet tidak akan lagi membutuhkan kabel dan segala hal bakal nirkabel. Kemampuan 5G bakal bisa diakses di mana pun dan pengembangan bisnis bisa dilakukan bahkan di atas tempat tidur sekali pun.

Lapangan pekerjaan juga bisa makin luas dengan jenis pekerjaan yang lebih beragam dari saat ini. Bayangkan, anda bisa menjalankan sebuah perusahaan tanpa harus berkantor yang tentu menyita banyak uang untuk sewa, transportasi, dan lain-lain.

  • Dunia Didominasi Mobile

Dalam beberapa tahun mendatang, 90 Persen masyarakat global di atas 6 tahun diperkirakan akan memiliki smartphone. Prediksi ini telah diseriusi oleh banyak vendor teknologi mau pun bisnis, yang sudah sejak lama berubah ke arah mobile. Dengan makin banyaknya generasi muda yang mencoba hal baru di dunia mobile, hadirnya konektivitas 5G akan membuat konten-konten berbasis mobile akan makin mendominasi.

Sebagai gambaran, konten augmented reality dan virtual reality yang sudah lama jadi tren, akan makin mainstream di era 5G. Hal ini akan mengubah berbagai perilaku digital manusia. Jika dulu Anda memahami Augemented Reality adalah teknologi yang digunakan di Pokemon Go. Di Pokemon Go, nanti hal ini akan berbeda. Konsepnya adalah kita tinggal mengarahkan kamera kita ke sebuah lokasi tertentu, lalu akan muncul informasi tentang tempat tersebut.

Aplikasi seperti Google Translate telah bekerja sama dengan beberapa pengembang aplikasi untuk menerjemahkan secara real-time berbagai hal yang kita sorot lewat augmented reality. Hal ini tentu akan makin sempurna di masa depan dan kita akan lebih mudah mendapat informasi dari teknologi ini.

Dengan internet yang lebih cepat, tentu kita tidak tahu apa inovasi-inovasi para developer untuk mengembangkan aplikasi canggih terbaru. Jika menurut prediksi yang meramal bahwa di era 5G konten live video akan makin marak, tentu area virtual reality dan augmented reality akan dikembangkan dengan lebih canggih lagi.

Berbagai data akan bisa dikirimkan di live video, mulai dari rekam medis secara jarak jauh, mengirim beberapa konten secara bersamaan dan real-time, serta berbagai kemudahan lain.

  • Dunia yang Canggih dan Interaktif

Berbagai aplikasi di saat ini sudah imersif dan interaktif. Berbagai hal mulai dari konten video Youtube, live streaming di Twitch, Zoom meeting, hingga yang terbaru room di Clobhouse, semuanya akan makin laris manis ketika 5G datang. Hal ini akan teraplikasi di sektor mulai dari hiburan hingga bisnis.

Nantinya, tanpa adanya permasalahan koneksi ketika 5G datang, bahkan konten 3D dan berbagai ekspansi konten interaktif lainnya akan lebih nyata terjadi ketika dunia sudah dicakup oleh jaringan 5G. Selain itu, 5G tak akan hanya digunakan oleh smartphone saja. Jaringan ini akan terpakai oleh semua perangkat cerdas.

Sebagai contoh, 5G akan sangat penting bagi mobil otomatis yang membutuhkan koneksi internet secepat mungkin. Latensi rendah, kapasitas yang tinggi dan kecepatan yang tinggi akan membuat mobil otomatis benar-benar efektif berjalan secara otonom.

Hal ini juga akan terpakai di teknologi konsumen seperti aksesoris rumah tangga cerdas, headset VR, PC, dan bisa jadi media sosial dan konferensi jarak jauh juga akan terpengaruh juga dengan baik.

Generic placeholder image

Tak Disangka! Artis Hollywood ini Ternyata Jago Coding

03 Mar 2021   Berita

Belajar coding banyak dianggap sebagai satu keterampilan yang sulit dipelajari. Belajar coding membutuhkan kesabaran, konsentrasi dan juga ketekunan. Meski demikian, jerih payah mempelajari coding tak akan sia-sia karena banyak memberikan manfaat. Salah satu manfaat yang bisa didapatkan dari belajar coding adalah mampu mengembangkan pola pikir untuk memecahkan sebuah masalah.

Belajar coding mengharuskan untuk belajar tentang cara memecahkan sebuah masalah dan mencari langkah-langkah logis agar sebuah program dapat bekerja. Belajar coding juga menjadi minat dari sejumlah artis hollywood. Mereka beranggapan menguasai coding atau bahasa pemrograman sangat penting. Siapa saja mereka yang jago dalam coding? Simak uraiannya seperti dikutip dari nextren.grid.id:

  • Ashton Kutcher

Aktor Holywood yang juga terkenal sebagai founder startup serta banyak memegang posisi penting di perusahaan teknologi ini, ternyata juga memiliki ketertarikan yang tinggi membuat program komputer. Dia menilai pendidikan ilmu komputer seharusnya memang menjadi pelajaran wajib bagi siswa di sekolah.

“Computer science harus menjadi pelajaran wajib di sekolah menengah, bersama pelajaran umum lainnya, seperti biologi, aljabar, atau kimia,” katanya.

Pemeran Steven Jobs di film layar lebar berjudul Jobs ini, pertama kali belajar coding saat mengambil jurusan Teknik Biokimia di kampusnya.

Dengan ketertarikan dan keahliannya membuat program, Kutcher ditunjuk sebagai duta Hour of Code, sebuah organisasi yang bekerja untuk memperkenalkan pentingnya ilmu komputer kepada siswa di seluruh dunia.

  • Will I.am

Mantan pentolan grup musik Black Eyed Peas yang pernah meraih Grammy Award ini, dikenal sebagai selebriti yang melek perkembangan teknologi.

Selain pernah bekerja sama dengan Intel, dia juga sering menghasilkan inovasi di bidang teknologi. Will pernah meluncurkan smartwatch dan aksesoris kamera untuk iPhone.

Tidak hanya itu, Will ternyata juga tertarik mempelajari bahasa pemrograman dan masih aktif mempelajarinya. Sebagai bentuk dukungannya terhadap perkembangan coding, Will menjadi salah satu penyokong situs Code.Org.

Itu adalah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk memperkenalkan serta memperluas akses ke ilmu komputer untuk menjadi programmer sejak dini. Melalui organisasi tersebut, ia juga banyak berbagi keahliannya kepada para peserta yang bergabung untuk memperlajari bahasa coding.

  • Karlie Kloss

Mantan angel Victoria Secrets, Karlie Kloss juga menyukai dunia pemrograman komputer. Dia sudah aktif dalam dunia coding sejak sudah terkenal sebagai seorang model.

Pada tahun 2015 Kloss mengambil studi di Gallatin School of Individualizes Study yang di bawahi oleh Universitas New York dan mendalami pelajaran tentang computer coding.

Dia mengatakan bahwa ketertarikannya terhadap dunia coding dimulai pada tahun 2014. Awalnya kala itu, dia sangat penasaran bagaimana cara membagun sebuah situs karena terinspirasi dari Instagram.

Salah satu karyanya yang paling menyita perhatian adalah proyek codingnya untuk menerbangkan drone yang dipostingnya di Instagram.

Ia pun mendirikan situs Kode with Klossy dengan alamat www.kodewithklossy.com yang menyediakan program beasiswa musim panas bagi wanita muda usia 13-18 tahun yang ingin mempelajari coding.

  • Lyndsey scoot

Meski dikenal sebagai model, banyak yang tidak menyangka kalau wanita kelahiran tahun 1985 ini jago coding. Tidak mengherankan, karena Scott adalah lulusan Universitas Amherst dan mendapatkan dua gelar yaitu liberal arts dan ilmu komputer. Awalnya Scott memang ingin berkarir di industri komputer.

Tapi pada tahun 2009, ia menerima tawaran kontrak ekslusif dari Calvin Klein. Sebagai seorang Afrika-Amerika pertama yang mendapatkan kontrak tersebut, Scott tidak bisa menolaknya.

Selanjutnya, ia pun banyak menerima tawaran sebagai model produk dari Louis Vuitton, Prada, Gucci, hingga Victoria’s Secret. Namun, Lyndsey Scottia tidak menyia-nyiakan ilmu yang didapatnya. Saat ini dia masih aktif membuat program.

Bahkan, ia mengembangkan iPort, sebuah program portofolio yang bisa digunakan para model untuk jadi semacam CV digital mereka.

Scott juga mengembangkan program Educate!, sebuah aplikasi berbasis amal untuk mencari sponsor bagi pendidikan anak-anak di Uganda.

  • Liam Neeson

Aktor asal Irlandia yang kerap membintangi film action ini, ternyata memiliki skill di bidang ilmu komputer, termasuk coding. Keahlian itu ia peroleh ketika ia menimba ilmu di Universitas Queen, Belfast dengan mengambil jurusan ilmu komputer dan fisika. Namun, dia harus berhenti kuliah karena faktor ekonomi.

Kemudian dia memilih bekerja sebagai operator hingga supir truk di perusahaan bir Guinness. Liam bahkan sempat bekerja sebagai guru di sebuah kampus di Newcastle selama dua tahun.

Barulah pada tahun 1978, Liam benar-benar serius memulai karir sebagai pemain film. Setelah sukses menjadi aktor terkenal, Liam memang sudah jarang mengutak-atik komputer.

Namun dengan bekal ilmu komputer yang pernah dipelajarinya, Liam menjadi salah satu aktor yang terbilang melek teknologi.

  • Jimmy Fallon

Meski sudah tidak mengasah kembali keahliannya di bidang ilmu komputer, aktor, komedian, serta pembawa acara TV bincang-bincang malam ini, akrab dengan bahasa programming.

Bahkan ia bisa dibilang masih mengikuti perkembangan teknologi berbasis programming. Pada acara TV yang dipandunya, ia pernah mengangkat tema mengenai Arduino yang merupakan pesaing Raspberry Pi.

Jimmy pernah belajar ilmu komputer di Kampus Saint Rose, tapi akhirnya putus sekolah demi mengejar karier sebagai komedian. Jimmy mengaku menyelesaikan mata pelajaran bahasa pemrograman C++ karena ia memang menyukai bahasa programming.

Sebelum berpindah jalur ke bidang entertainment, awalnya, Jimmy sempat berpikir mengikuti jejak ayahnya dan mempertimbangkan untuk bekerja di IBM.

Belajar coding memang menyenangkan apabila sesuai dengan minatmu. Tentu akan lebih menyenangkan apabila bisa belajar di tempat yang tepat. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) sebagai kampus IT terpopuler di Bali memiliki dua program studi yaitu Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Program studi Teknik Informatika (TI) memiliki misi melaksanakan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi berbasis komputer untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini dalam mendukung perkembangan industri pariwisata berwawasan budaya. STIKI Indonesia fokus pula pada sistem pengajaran tanpa melupakan budaya. Maka, untuk kamu yang ingin kuliah di Bali bisa sekaligus belajar banyak tentang budaya Bali.

Sementara itu, Program studi Sistem Komputer (SK) di STIKI yang merupakan kampus swasta di Bali ini bertujuan untuk menciptakan lulusan sarjana yang profesional di bidang sistem komputer, memiliki kemampuan menguasai hardware dan software komputer yang berimbang dan sangat menunjang profesi  di bidang: IT, EDP Perhotelan Pariwisata, Mobile Programmer, Technical Support, Network Administrator, Automation System dan Smart Robotic System. Dengan mata kuliah: Teknologi Informasi Pariwisata, Pemrograman Visual, Pemrograman Web, Mobile Programming, Manajemen Jaringan dan Server, Artificial Intelegence, Mikrokontroler, dan Robotika.

Untuk info lebih lanjut silakan kunjungi link berikut untuk mengetahui biaya pendaftaran dan lain sebagainya sip.stiki-indonesia.ac.id

Generic placeholder image

Jangan Insecure, Lebih Baik Bersyukur

02 Mar 2021   Berita

Sering sekali kita sebagai seorang manusia selalu berpikir tidak bisa lebih baik dari orang lain. Baik dari segi fisik hingga dari segi pencapaian. Melihat orang-orang yang lebih cantik, lebih ganteng, lebih sukses, lebih mapan membuat kita jadi minder.

Rasa insecure pun menyerang dan berkata pada diri sendiri kenapa kita tidak bisa lebih baik dari orang lain? Rasa insecure memang manusiawi, bisa menyerang siapa saja. Namun, perlu diingat sampai kapan kita terus-terusan overthinking? Sampai kapan hidup terus dibayangi oleh ketakutan?

Insecure merupakan perasaan tidak aman, tidak yakin dan tidak percaya pada diri sendiri dan tidak bersyukur dengan apa yang kita punya. Insecure menyerang ketika membandingkan diri sendiri dengan orang lain.  Selalu menitikberatkan pada kelebihan yang orang lain punya. Padahal perlu diingat setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Insecurity makin menjadi-jadi di era digital seperti sekarang. Banyak sekali dijumpai di media sosial banyak sekali yang mencurahkan keresahannya. “Insecure ngelihat teman yang lebih cantik. Kulitnya juga mulus.” “Insecure melihat teman yang sudah mapan, sedangkan aku masih gini-gini aja.”

Begitu salah satu contoh yang sering kita lihat di media sosial. Merasa selalu kalah dengan fisik dan pencapaian orang lain. Padahal perlu diingat bahwa tingkat kecantikan seseorang itu tidak diukur dari fisik semata apalagi warna kulit.

Kita perlu ingat menjadi cantik bukanlah satu tujuan dari kesempurnaan seorang perempuan. Definisi cantik seharusnya bisa diubah dalam pola pikirmu. Apabila kamu bisa menjalankan hidupmu dengan penuh rasa syukur, bisa terbiasa selalu tersenyum maka mungkin kamu bisa mengurangi rasa insecure. Cukup tekankan di dalam hati atau berbicaralah depan cermin “I Love Myself.”

Kita harus belajar mencintai diri sendiri sebelum dapat mencintai orang lain. Karena hanya ketika kita mencintai diri kita sendiri kita bisa merasa layak untuk mencintai orang lain.

Rasa insecure juga datang ketika kita melihat karir orang lain. Ada yang lebih sukses dan ada yang lebih mapan. Padahal perlu diingat selama kita sebagai manusia masih terus berusaha dan kerja keras maka yakinlah cahaya terang akan datang. Percaya itu. Mungkin memang bukan sekarang, bukan besok atau bulan depan. Ingat, semua pencapaian butuh proses.

Untuk mengikis rasa insecure terkait hal ini coba ubah pola pikirmu. Jangan melulu melihat ke atas tapi lihat ke bawah. Masih banyak orang di sekitarmu yang hidupnya tidak seberuntung kamu. Kamu bisa kuliah, ada orang yang tidak bisa kuliah. Kamu bisa makan 3 kali sehari ada yang makan satu kali sehari saja susah. Kamu bisa tidur dengan nyaman di kasur yang empuk, ada yang tidur hanya beralaskan kardus.

Insecure bisa dilawan dan dihilangkan secara perlahan apabila kita mampu bersyukur dan mulai berpikir positif bahwa semua hal di dunia ini pasti ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Maka dari itu tidak dapat dijadikan patokan bahwa kekayaan, ketampanan/kecantikan seseorang, keberuntungan, kebahagiaan dan segalanya untuk selalu kamu pikirkan sehingga kamu overthinking. Mulai sekarang dan seterusnya ayo kurangi insecure dan mulai perbanyak bersyukur.

Teruslah  bergerak maju menuju apa yang ingin dicapai, jangan dengarkan apa kata orang yang membuat semangat patah. Sesungguhnya di antara mereka ada yang mendukung dengan ikhlas, terus berjalan lakukan hingga masa depan cerah menantimu kawan.

Salah satu cara untuk tidak insecure adalah kamu bisa menguasai hard skill dan soft skill. Era teknologi informasi seperti sekarang membutuhkan orang-orang yang cakap dalam dua hal tersebut. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) memiliki kurikulum yang tidak hanya fokus pada hard skill semata. Namun, mahasiswa akan mendapatkan mata kuliah soft skill sebagai bekal mereka untuk menghadapi dunia setelah lulus. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki mata kuliah soft skill yang bisa diterapkan mahasiswa di dunia kerja nantinya.