Generic placeholder image

Tips Ubah Kebiasaan Malas Belajar Biar Hidupmu Tak Ambyar!

30 Apr 2021   Berita

Belajar bagi sebagian mahasiswa memang sesuatu yang membosankan. Apalagi belajar sesuatu hal yang sulit dan tidak sesuai dengan passion. Namun, kamu perlu ingat malas belajar itu berbahaya buat hidupmu. Bisa membuat hidupmu jadi ambyar! Berikut ini ada sejumlah tips bagi kamu yang ingin merubah kebiasaan malas belajar dikutip dari idntimes.com:

  • Berlakukan sistem hadiah dan hukuman

Sistem ini sering digunakan untuk meningkatkan motivasi kerja atau belajar. Peraturannya sederhana. Jika berhasil mencapai target berkat tekun belajar, kamu akan mendapat hadiah pergi liburan, membeli barang yang diinginkan, menonton film lebih lama dari biasanya, dan lainnya.

Tetapi jika hasil belajar tidak mencapai target, kamu akan mendapat hukuman. Misalnya kamu menambah jam belajar, menambah hafalan, membersihkan rumah, dan lainnya.

Jika tidak fokus menerapkan sistem ini, kamu bisa meminta bantuan orangtua/ keluarga/ teman untuk menetapkan apakah kamu mendapat hadiah atau hukuman.

  • Kamu tidak berjuang sendirian

Kamu tidak berjuang menimba ilmu sendirian. Pasti ada teman yang bernasib sama denganmu. Carilah teman yang bisa diajak belajar bersama, dan memotivasi untuk dirimu berubah.

Selain teman, ada orangtua yang menunggu anaknya menjadi orang hebat, berbudaya dan baik dalam bersikap. Kebanggaan terbesar orangtua adalah anaknya.

Jangan sia-siakan pengorbanan dan kerja keras orangtua dengan hal remeh dan senda gurau yang kamu lakukan hingga saat ini. Lihatlah mata lelahnya yang tidak pernah putus berdoa agar anaknya berhasil dalam segala hal.

  • Gaya belajar

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Kamu harus tahu kamu termasuk golongan yang mana. Golongan pertama adalah gaya belajar Visual. Gaya belajar ini lebih menekankan pada gambaran penglihatan seperti menggunakan media foto, gambar, tulisan, dan lainnya.

Golongan kedua adalah gaya belajar Audiotori. Gaya belajar ini menekankan pada pendengaran seperti mendengarkan penjelasan melalui MP3, mendengar radio, pada gaya belajar ini kamu akan nyaman belajar sambil mendengarkan musik.

Golongan ketiga adalah gaya belajar Audio Visual yaitu gaya belajar yang menggabungkan penglihatan dan pendengaran bisa dengan melihat video pembelajaran, film dokumenter, acara televisi, dan lainnya.

Golongan terakhir adalah gaya belajar Kinestetik adalah gaya belajar yang menggunakan gerakan tubuh. Kamu lebih nyaman belajar di luar ruangan, belajar sekaligus dipraktikkan. Gaya belajar ini akan cepat bosan jika harus berada di dalam ruangan terus menerus.

Jika tidak tahu kamu termasuk golongan yang mana, kamu bisa mencoba semua gaya belajar di atas. Pilih satu di antaranya yang paling nyaman.

  • Belajar bisa di mana pun dan kapan pun

Belajar tidak harus di kelas atau tempat les. Belajar juga tidak harus tentang mata pelajaran atau mengerjakan tugas. Belajar bisa dari siapa pun, di manapun dan kapan pun. Kamu bisa memiliki buku catatan istimewa yang dapat menampung hal baru yang sedang atau yang ingin kamu pelajari. Jika hal itu berhubungan dengan hobi, pasti akan sangat menarik.

Kamu juga bisa menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari yang kamu jumpai. Belajar secara real itu lebih menyenangkan.

Kampus IT di Bali

Semua pelajaran itu penting

Terkadang manfaat dari belajar itu bisa langsung kita rasakan, terkadang pula tidak. Misalnya, kamu belajar matematika logaritma, kamu pasti bertanya-tanya manfaatnya untuk apa dalam hidupmu, apakah membawa pengaruh untuk keberlangsungan hidup? Eits, kamu tidak boleh berpikiran seperti itu.

Meski pun kamu tidak merasakan manfaat itu secara langsung, di masa mendatang pasti akan kamu butuhkan. Bisa jadi mata pelajaran yang kalian remehkan itu justru dibutuhkan saat bekerja, lalu kamu mulai menyesal tidak mempelajarinya.

  • Pahami tujuan belajar

Bukan tujuan belajar yang ada di buku LKS atau di RPP atau di mana pun itu. Tapi tujuan kamu sendiri belajar itu untuk apa? Misalnya belajar bahasa inggris agar bisa berkomunikasi dengan orang luar negeri, agar mudah mengerti arti lirik lagu, atau agar mudah mencari pekerjan, dan lainnya.

Kamu harus mempunyai tujuan tiap kali belajar. Baik itu tujuan jangka pendek maupun jangka panjang untuk masa depan nanti. Tanpa tujuan, kamu akan merasa belajar adalah kegiatan yang sia-sia. Kalau kamu tidak memiliki gambaran atau tujuan untuk mempelajari mata pelajaran tertentu, bisa bertanya kepada guru, teman, siapa pun.

  • Temukan tempat belajar yang tepat

Salah satu cara memupuk keinginan belajar yang kuat adalah dengan menemukan tempat belajar yang tepat. Kita semua perlu bersyukur apabila menemukan pengajar yang asyik dan bisa menjalin rasa kekeluargaan antara kita.

Pengajar bisa mudah dengan akrab dan tidak ada ‘jarak’ dan menganggap muridnya sebagai teman. Salah satu faktor pengajar yang bisa akrab dengan mahasiswanya adalah faktor umur yang tidak terlalu jauh atau memiliki jiwa anak muda.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali rata-rata memiliki tenaga dosen yang masih berusia muda. Rata-rata berada di usia di bawah 35 tahun. Maka, tak heran dengan mudah dapat berbaur dengan para mahasiswa.

Salah satu bukti dosen STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali ini memiliki kedekatan dengan mahasiswanya bisa kamu baca cerita tentang alumninya di link berikut ini: Cerita Alumni STIKI Indonesia.

Selain dekat dengan mahasiswa, STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini juga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswanya untuk kuliah sambil bekerja.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT paham betul mahasiswa membutuhkan pengalaman yang ‘real’ dunia kerja sehingga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswanya. Cerita mahasiswa yang diberikan fleksibilitas membagi waktu antara kuliah dan bekerja bisa disimak di link berikut ini: Kuliah sambil bekerja.

Selain bisa menjadi profesional di bidang IT, memilih belajar di STIKI Indonesia juga dapat memberikanmu peluang untuk menjadi seorang technopreneur. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali juga merupakan technopreneur campus di Bali yang memiliki Inkubator Bisnis yang dapat menjadi tempat untuk belajar sekaligus mengembangkan bisnismu. Cerita tentang Inkubator Bisnis bisa dicek di link berikut ini: Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Menjadi keuntungan untukmu yang bukan orang Bali dan berniat kuliah di Bali. Kamu bisa sekaligus mempelajari budaya Bali yang dikenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Sederet keuntungan yang kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Inspirasi Bisnis: Netflix Berawal dari Rental DVD

29 Apr 2021   Berita

Layanan video streaming Netflix semakin populer di era Pandemi Covid-19. Tak heran memang kebanyakan orang diminta untuk mengurangi aktivitas di luar rumah sehingga menonton film menjadi keseharian. Netflix menjadi salah satu bagian tak terpisahkan. Namun, tahukah kamu kalau Netflix berawal dari rental DVD?

Pada tahun 1997, Founder Netflix Reed Hastings dan Marc Randolph mendapat ide untuk menyewakan DVD lewat pos. Mereka menguji konsep ini dengan mengirimi diri mereka sekeping DVD. DVD diterima secara utuh, dan lahirlah gagasan untuk mendirikan Netflix.

Dilansir dari website resmi mereka, pada tahun 1998 situs penyewaan dan penjualan DVD pertama telah diluncurkan. Tahun 1999 layanan langganan Netflix memulai debutnya dan menawarkan penyewaan DVD tak terbatas bagi para anggotanya, tanpa batas waktu, biaya keterlambatan, atau batas waktu penyewaan bulanan.

Dilansi medcom.id, Ketika itu, Netflix hanya memiliki 300.000 pelanggan, dan masih menggantungkan diri pada layanan pos untuk mengirimkan DVD yang hendak disewa. Hastings lalu terbang ke Dallas untuk menemui pihak Blockbuster, yang ketika itu, merupakan raksasa persewaan film dengan 7.700 toko di seluruh dunia. Dia ingin mengajak Blockbuster untuk bekerja sama dengan Netflix.

“Kami bahkan menawarkan untuk menjual 49 persen saham kami dan mengganti nama kami menjadi Blockbuster.com,” kata Hastings kepada Ken Auletta dari New Yorker. “Kami hendak menjadi layanan online mereka.” Tetapi, ketika itu Blockbuster tidak tertarik. Mereka belum melihat adanya ancaman dari media digital.

Blockbuster baru menyadari bahaya media digital di tahun 2004. Mereka lalu membuat layanan berlangganan online milik mereka sendiri. Sayangnya, mereka sudah terlambat. “Jika mereka meluncurkan layanan ini dua tahun sebelumnya, kami pasti akan kalah,” kata Hastings.

Di tahun 2005, Netflix telah memiliki 4,2 juta pelanggan, dan angka ini terus bertambah. Saat itu, studio di Hollywood mulai menawarkan film mereka untuk disewakan oleh Netflix. Keberadaan Netflix berhasil menjadi sumber penghasilan lain bagi mereka. Selain itu, dengan adanya Netflix, mereka tidak lagi bergantung sepenuhnya pada Blockbuster.

Netflix mulai menyiarkan film dan serial TV secara streaming langsung ke PC di tahun 2007. Di bulan November 2013, Blockbuster bangkrut. Sementara sebulan sebelumnya, Netflix mengumumkan bahwa mereka telah memiliki pelanggan 31 juta orang.

Salah satu kunci kesuksesan Hastings adalah karena dia sadar bahwa ada ketidakpuasan pada pelanggan saat menonton siaran TV tradisional. Ketidakpuasan tersebut adalah keberadaan iklan.

Netflix tidak memiliki iklan. Sumber pendapatan mereka murni datang dari biaya berlangganan pelanggan mereka. Dengan membayar sejumlah uang, masyarakat dapat menonton film atau serial TV yang mereka inginkan, tanpa harus mengikuti jadwal dari stasiun TV, pada gadget apapun yang mereka miliki, tanpa harus menonton iklan.

“Dengan layanan kami, Anda dapat mengendalikan apa yang ingin Anda tonton. Ia seperti buku. Anda dapat membaca seluruh cerita yang ada dalam buku dalam satu waktu, karena Anda sudah memiliki semua episode yang ada,” kata Hastings.

Di musim semi 2011, Netflix mengumumkan bahwa mereka akan mulai membuat konten sendiri. Tanpa ragu, Netflix menghabiskan USD100 juta untuk membuat dua season, 26 episode dari House of Cards, yang disutradarai oleh David Fincher dan dibintangi oleh Kevin Spacey. House of Cards diluncurkan di tahun 2013 dan dengan cepat menjadi populer.

Dalam acara Guardian Edinburgh International Television Festival tahun 2013, Space berkata, “Netflix adalah satu-satunya perusahan yang berkata, ‘Kami percaya pada kalian. Kami telah melakukan analisis data dan analisis tersebut menunjukkan bahwa pelanggan kami akan menyukai serial TV ini. Kalian tidak perlu membuat episode pilot. Berapa banyak episode yang ingin kalian buat?”

Netflix memiliki engine yang dapat memantau preferensi film seseorang. Pada dasarnya, engine ini berfungsi agar Netflix dapat menawarkan film lain yang akan disukai oleh seseorang berdasarkan pada film dan serial TV yang telah dia tonton sebelumnya.

Selain itu, engine milik Netflix ini juga dapat melacak kebiasaan pelanggannya, seperti seberapa cepat seseorang menonton setiap episode dari sebuah serial TV dan berapa banyak episode yang bisa mereka tonton dalam satu kesempatan.

Data miliki Netflix menunjukkan bahwa para pelanggan mereka akan menyukai House of Cards. Hal ini terbukti benar. Saat ini, satu hal yang belum dapat Netflix berikan adalah acara yang mengharuskan pelanggannya untuk menonton sebuah acara pada waktu tertentu, seperti acara Olimpiade, Oscar, atau bahkan acara seperti American Idol.

Dalam acara CES 2016, Hastings mengumumkan, pada kuartal empat, sebanyak 12 miliar jam dihabiskan untuk menonton Netflix. Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengumumkan rencana Netflix untuk memperluas jangkauan mereka ke 130 negara, salah satunya Indonesia.

Kuliah IT di Bali, Sejarah Netflix

Dilansir CNN Indonesia, Netflix berhasil menjaring lebih dari 200 juta pelanggan hingga 2020. Pertumbuhan pada 2020 merupakan yang terbesar sepanjang tahun, disinyalir karena peningkatan jumlah penonton selama pandemi Covid-19.
Pada kuartal keempat 2020, Netflix mencatat 8,51 juta pelanggan baru. Penambahan itu lebih banyak 2,5 juta dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dengan demikian, Netflix berhasil menjaring 36,6 juta pengguna baru sepanjang 2020. Secara keseluruhan, total pelanggan layanan streaming berbayar tersebut mencapai 203,7 juta hingga akhir 2020.

Sebelumnya, seperti dilansir Variety, Netflix hanya memperkirakan penambahan 6 juta pelanggan di kuartal empat setelah melihat lonjakan pada paruh pertama 2020 akibat gelombang awal pandemi Covid-19.

Namun, lonjakan itu tetap terjadi di paruh kedua 2020. Pelanggan layanan streaming tersebut bertambah 36,6 juta selama setahun penuh, melewati capaian tertinggi sebelumnya, yakni 28,6 juta pada 2018.

Beberapa tontonan juga berhasil menarik perhatian banyak pelanggan selama kuartal keempat, salah satunya The Crown season 4.

Berdasarkan data internal mereka, banyak pelanggan yang langsung menyaksikan musim terbaru serial tersebut ketika dirilis pada 15 November, tanpa menyaksikan musim-musim sebelumnya.

Namun, tak ada rekor baru dari serial tersebut. Rekor baru malah didapat dari serial The Queen’s Gambit yang ditonton lebih dari 62 juta pelanggan dalam 28 hari penayangan perdana.

Angka itu didapatkan dari para pengguna yang menyaksikan film atau serial tertentu paling sedikit dua menit.

Kini, Netflix berharap penambahan pelanggan sekitar 6 juta untuk kuartal pertama 2021 dan pendapatan sekitar US$7,13 miliar. Mereka memiliki lebih dari 500 judul saat ini yang dalam tahap pascaproduksi atau siap dirilis.

Kisah Netflix ini memang layak dijadikan inspirasi bagi kamu yang ingin memulai bisnis. Kamu juga bisa membaca buku tentang kisah pendiri Netflix Reed Hastings yang berjudul “No Rules Rules: Netflix and the Culture of Reinvention”. Dalam buku tersebut dia menceritakan cara unik menjalankan bisnis.

Untuk menjadi pebisnis memang harus banyak belajar dan bisa dipelajari di mana pun. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali juga memiliki program inkubator bisnis. Sebagai kampus swasta di Bali sekaligus technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia bisa membantumu dalam merintis bisnis.

STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT ingin mewujudkan inkubator bisnis sebagai lembaga pendamping tenant yang terdepan dan bertanggungjawab melalui penerapan ilmu pengetahuan teknologi dan seni. Misi lainnya adalah Mewujudkan Inkubator Bisnis STIKI Indonesia yang handal dan terpercaya dalam meningkatkan kinerja tenant untuk meraih potensi pasar yang lebih luas.

Salah satu tenant Inbis STIKI Indonesia pada tahun 2019 berhasil memenangkan hibah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi ( PPBT) yang difasilitasi oleh Kemenristek/BRIN.

Pada program yang bertujuan untuk membangun iklim yang kondusif serta tumbuh dan berkembangnya perusahaan rintisan berbasis teknologi, dan mendukung komersialisasi hasil litbang di Indonesia ini Inbis STIKI Indonesia berhasil memperoleh hibah sebesar Rp. 407.048.000 dengan jenis PPBT yang bergerak dibidang produk dan jasa Print 3 Dimensi (3D Printing). Informasi lebih lanjut bisa kamu baca di link berikut ini: Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Sementara, bagi kamu yang ingin tahu tentang informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Selain fokus mencetak lulusan yang siap menjadi profesional di bidang IT dan technopreneur, STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali ini juga memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali.

Ini tentu menjadi keuntungan buat kamu yang bukan orang Bali dan berniat kuliah di Bali. Kamu bisa sekaligus mempelajari budaya Bali yang dikenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Ada sederet keuntungan apabila kamu memutuskan Kuliah di Bali. Keuntungannya bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Generic placeholder image

Kamu Wajib Tahu! Kesehatan Mental itu Penting!

28 Apr 2021   Berita

Menjaga kesehatan mental belum banyak diketahui orang bahwa sangat penting dan harus seimbang dengan menjaga kesehatan fisik. Apalagi dampak Pandemi Covid-19 juga ikut mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. Semua dituntut untuk mengurangi aktivitas di luar rumah tentu membuat banyak orang menjadi bosan dan mudah terserang stres.

Namun, Pandemi Covid-19 juga bisa berdampak positif karena mampu menyadarkan banyak orang untuk memperhatikan kesehatan fisik. Lebih sering berolahraga, menjaga kebersihan dan makan makanan sehat. Sementara, untuk kesehatan mental, banyak orang menjadi lebih peduli terhadap perasaaan atau emosi yang dialami.

Kesehatan mental perlu dijaga karena dapat mempengaruhi pemikiran, suasana hati dan perilaku orang tersebut. Jika tidak mampu menjaga kesehatan, produktivitas pun dapat terkena imbasnya. Bahkan, saat kondisi berat penderitanya bisa mengambil jalan pintas, seperti menyakiti diri sendiri hingga percobaan bunuh diri.

Dilansir klikdokter.com, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan masalah kesehatan mental. Faktor tersebut bisa disebabkan oleh kepribadian seseorang, kemampuan beradaptasi menghadapi masalah, beratnya tantangan pekerjaan, masalah keluarga, atau kehidupan berelasi.

Bagaimana cara menjaga kesehatan mental? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga, menguatkan, serta memperbaiki kesehatan mental:

  • Katakan hal positif pada diri sendiri

Cara pandang menilai diri sendiri sanagat memengaruhi kondisi perasaan. Saat menilai diri sendiri dengan positif kita dapat memiliki tambahan kekuatan.

Bisa gunakan kalimat sederhana seperti ”Saya mampu melewati hari ini” atau ”Saya sudah melakukan yang terbaik” juga dapat membantu menjaga kesehatan mental. Ingat, jangan mengumpat diri sendiri lebih baik puji dirimu sendiri.

  • Belajar meditasi

Di tengah dunia yang hiruk pikuk, baik nyata maupun maya, banyak orang yang kehilangan kemampuan untuk berdiam diri dan bermeditasi. Padahal, kegiatan seperti meditasi dan berdiam diri sangat penting untuk dilakukan secara rutin.

Sisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk berdiam diri dan bermeditasi. Saat meditasi, tenangkan pikiran dan terima emosi serta perasaan yang Anda alami. Anda juga dapat melakukan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.

  • Menulis Jurnal

Kebiasaan membuat atau menulis jurnal (journaling) diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental. Anda dapat menuliskan soal pikiran, emosi, serta stres yang mungkin Anda alami.

Anda juga dapat  mengurai masalah yang dihadapi dalam bentuk tulisan. Hal ini dapat membantu Anda untuk mengontrol emosi serta memperbaiki kesehatan mental.

  • Luangkan waktu menikmati alam

Rasa jenuh selama bekerja di dalam ruangan juga dapat mencetuskan masalah kesehatan mental. Apabila memungkinkan, pergilah sejenak untuk menikmati alam. Anda dapat pergi ke teras rumah atau kebun kecil di sekitar rumah.

Melihat tanaman atau hewan-hewan di sekitar akan menolong Anda untuk merasa lebih rileks dan kesehatan mental pun tetap terjaga.

Kampus IT di Bali

  • Konsumsi makanan bernutrisi

Menjaga kesehatan fisik juga merupakan salah satu cara memperbaiki kondisi mental. Kondisi fisik tak bisa dipisahkan dari keadaan jiwa.

Oleh karena itu, pastikan selalu makan makanan bergizi setiap hari, perbanyak konsumsi buah dan sayur, dan cukupi kebutuhan cairan. Kamu juga perlu menghindari makanan cepat saji, makanan yang terlalu manis, dan berhenti mengonsumsi alkohol atau rokok.

  • Berinteraksi dengan orang lain

Berbicara dengan orang lain dapat membuat perasaan kamu menjadi lebih baik dan membantu memperbaiki kesehatan mental. Ajaklah pasangan, sahabat, rekan, keluarga untuk berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, emosi, dan pengalaman yang kamu rasakan.

  • Olahraga

Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan kepercayaan diri. Beraktivitas fisik juga dapat menolongmu menjadi lebih fokus, lebih positif dan membantu menjaga kesehatan mental. Berolahraga setidaknya tiga kali dalam seminggu selama 30 menit.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki fasilitas gym yang disediakan oleh mahasiswa. Kampus Swasta di Bali ini paham betul bahwa olahraga harus disediakan ke mahasiswa.

Mereka harus diingatkan pentingnya memiliki pola hidup seimbang. Mereka tak harus selalu fokus selalu belajar. Mereka harus meluangkan waktu untuk berolahraga yang dapat menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental mereka.

STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali ini para dosennya juga mayoritas masih muda dan rata-rata di bawah umur 35 tahun. Hal ini membuat dosen menjadi dekat dengan mahasiswa. Tak heran memiliki slogan #friendlycampus.

Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait informasi pendaftaran mahasiswa bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Bagi kamu yang tertarik kuliah di Bali tentu harus tahu apa saja keuntungan yang bisa kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali yang merupakan pusat pariwisata Indonesia. Apabila kamu memutuskan kuliah di STIKI Indonesia kamu dapat sekaligus mempelajari budaya Bali karena selain kampus IT, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Sederet keuntungan apabila kamu memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.