Bagaimana Menjadi Seorang Technopreneur?

Apa persamaan antara Google, Apple, Facebook, Tesla bahkan Gojek di Indonesia? Persamaan perusahaan ini adalah mereka menciptakan produk yan memberikan solusi teknologi untuk mengubah cara melakukan sesuatu dan memiliki dampak yang langgeng di dunia saat ini. Inilah yang dilakukan oleh seorang technopreneur.

Technopreneur adalah perpaduan dari dua kata technology dan entrepreneur yang dapat diartikan adalah bisnis berbasis teknologi. Technopreneur tentang bagaimana memanfaatkan perkembangan teknologi sedang berkembang pesat menjadi sebuah peluang bisnis. Technopreneur bukan berbicara tentang ‘penemuan’ namun berbicara soal ‘inovasi’ dalam rangka menggapai kesuksesan.

Amerika Serikat merupakan negara yang memiliki pengaruh besar dalam Technopreneur. Sejumlah perusahaan raksasa lahir di Negeri Paman Sam, sebut saja Apple, Google, Micorosoft, Amazon, Facebook, eBay dan masih banyak lagi sederet perusahaan berbasis teknologi.

Dalam ruang technopreneur, bukan penemuan melainkan inovasi adalah kunci untuk mencapai kesuksesan. Ini berarti menemukan solusi untuk masalah dengan menggunakan alat yang sudah ada untuk melayani dunia.

Seorang technopreneur adalah seorang wirausahawan yang melibatkan inovasi teknologi dalam berbisnis. Bagaimana menjadi seorang technopreneur? Kunci di dalam technopreneur adalah bukan penemuan tapi inovasi.

Artinya mencari solusi untuk masalah dengan memanfaatkan sumber daya teknologi, dan itu berarti seorang technopreneur harus kreatif, inovatif, dinamis, yang juga paham teknologi karena teknologi memang menjadi pusat perhatian.

Dilansir qwords.com, technopreneur sebenarnya merupakan bagian dari enterpreneur. Namun, dalam prakteknya technopreneur lebih memanfaatkan teknologi sebagai core utama bisnis. Sementara, enterpreneur lebih mengedepankan transaksi konvensional berupa barang atau jasa.

technopreneurcampusdiBali

Selain itu, tingkat persaingan juga bisa menjadi perbedaan antara enterpreneur dan technopreneur. Hal ini terjadi karena biasanya seorang technopreneur menawarkan ide baru atau substitusi dari produk konvensional dimana tingkat persaingan pasarnya masih rendah.

Oleh karena itu, mempelajari IT merupakan salah satu modal penting untuk menjadi seorang technopreneur. Mempelajari IT akan membuka peluang besar di industri technopreneurship.

Meski entrepreneur dan technopreneur memiliki perbedaan namun dasarnya adalah tentang bagaimana menguasai ilmu wirausaha. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali memiliki kurikulum wirausaha yang bisa menjadi ‘tabungan’ bagi mahasiswa untuk mewujudkan mimpi menjadi wirausaha.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini menginginkan mahasiswa tidak hanya fokus menjadi profesional di bidang IT. Namun, berharap para lulusan yang kuliah di STIKI dapat menjadi seorang wirausaha apalagi di bidang technopreneur. STIKI Indonesia sebagai kampus IT di Bali juga merupakan technopreneur campus di Bali yang ingin mencetak pendiri startup bahkan perusahaan yang bergerak di bidang teknologi yang mampu menyelesaikan masalah di kehidupan masyarakat.

Selain kampus IT, STIKI Indonesia juga merupakan kampus desain sehingga kamu yang memiliki passion desain bisa menyalurkan hobimu menjadi ‘serius’ di bangku kuliah dan bisa menjadi wirausaha di bidang desain dan multimedia. Untuk informasi lebih lanjut tentang STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Bagi kamu yang tidak tinggal di Bali dan memiliki niat untuk kuliah di Bali jangan ragu untuk memilih Pulau Dewata sebagai tempatmu menimba ilmu. Kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan apabila memutuskan kuliah di Bali. Salah satu keuntungan kuliah di Bali adalah kamu bisa merasakan keindahan toleransi yang tinggi. Masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi perbedaan. Kamu juga tidak perlu berlibur ke Bali yang merupakan pusat pariwisata Indonesia. Kamu bisa ke pantai setiap hari!

Keuntungan lain yang bisa didapat apabila memutuskan kuliah di Bali adalah kamu bisa mempelajari budaya khususnya budaya Bali. STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali ini tidak hanya fokus pada kurikulum berbasis teknologi informasi semata.

Namun, fokus pula pada pembelajaran budaya Bali. Keuntungan lain yang didapat apabila kamu memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: berikut: Kuliah di Bali.