Kisah Bale Bengong, Gazebo ala Bali

Kamu pasti pernah duduk santai di sebuah gazebo. Semua orang juga pasti tahu tentang gazebo karena memang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Gazebo sudah banyak dibangun, di antaranya di China dan Jepang. Dilansir rumahku.com, sejak ribuan tahun lalu gazebo digunakan sebagai tempat untuk minum teh. Bahkan ini yang memunculkan kesan teahouse akan hadirnya sebuah gazebo di taman rumah.

Penyebutan nama gazebo pun berbeda-beda di tiap negara dan daerah. Untuk di Bali gazebo biasanya disebut dengan istilah Bale Bengong.  Nama ini berasal dari kata “Bale” yang berarti tempat atau ruang dan “Bengong” yang berarti melamun atau bersantai. Berarti Bale Bengong bermakna tempat untuk melamun atau tempat untuk bersantai. Memang fungsi Bale Bengong memang tempat untuk bersantai, entah itu sendirian atau bersama kerabat dan tamu. Bahkan, dalam skala tertentu, Bale Bengong juga bisa jadi tempat pertemuan keluarga.

Karena sudah teradaptasi dengan daerah Bali, Bale Bengong ini menjadi bagian dari gaya arsitektur Bali. Tentunya Bale Bengong bersifat permanen yang juga berfungsi sebagai ruang informal, tempat bersantai, dan beristirahat sambil menghirup udara segar serta melihat taman di sekeliling.

Dari dulu hingga kini, Bale Bengong digunakan sebagai tempat untuk mengeringkan atau meletakan hasil panen seperti padi sebelum masuk ke lumbung padi saat musim panen tiba. Struktur utama dari Bale Bengong sebenarnya adalah rumah kecil terbuka dan dibangun diarea yang juga terbuka atau dalam hal ini di lahan taman. Letaknya yang terpisah dari bangunan rumah induk, menjadikan Bale Bengong tampak kian indah. Struktur utamanya juga terletak pada kolom yang mendukung bagian atapnya.

bale bengong gazebo ala bali

Jumlah tiang yang terbuat dari kayu umumnya berjumlah empat. Namun, ada pula yang lebih karena bergantung dari ukuran bangunan. Alang-alang dan bahan sirap merupakan bahan yang biasa dijadikan atapnya.  Bagian lantai Bale Bengong biasanya dibuat 30 cm – 60 cm lebih tinggi dari tanah. Hal inilah yang menjadi ciri Bale Bengong. Dulunya, ketinggian ini mempunyai fungsi sendiri, yaitu agar ketika bersantai duduk di lantai Bale Bengong, kita tak terganggu binatang yang mendekat.

Bale Bengong dulu dikenal hanya dimiliki oleh mereka kalangan mampu yang mempunyai rumah dengan halaman cukup luas. Namun, saat ini Bale Bengong banyak ditemui restoran atau kafe. Banyak tempat makan yang menjadikan Bale Bengong sebagai elemen eksterior utama.

STMIK STIKOM Indonesia yang merupakan kampus IT di Bali memiliki fasilitas Bale Bengong yang berada di lantai 3 atau tepatnya berada di depan ruang Inkubator Bisnis dari kampus yang terletak di Jl Tukad Pakerisan No 97, Panjer, Denpasar ini.

Bale Bengong yang ada di salah satu kampus swasta di Bali ini juga terdapat taman di sekelilingnya. Bale Bengong biasanya digunakan oleh mahasiswa untuk sekadar duduk santai, berdiskusi hingga mengerjakan tugas.  Bale Bengong yang ada di STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali ini terdapat stop kontak yang biasa digunakan mahasiswa untuk melakukan charge laptop mereka.

Bale Bengong yang tersedia di kampus IT terpopuler di Bali ini berjumlah lima buah. Maka, mahasiswa tak perlu takut untuk tidak kebagian duduk atau tempat untuk bersantai. Sebagai kampus IT di Bali, STIKI Indonesia tidak hanya fokus pada kurikulum berbasis teknologi informasi. Namun, turut pula memiliki kurikulum yang fokus pada pelestarian budaya khususnya budaya Bali.

Maka, kamu yang tidak tinggal di Bali dan berniat kuliah di Bali bisa sekaligus mempelajari tentang budaya Bali yang terkenal hingga ke penjuru dunia memiliki keunikan. Kamu juga perlu tahu apa saja sebenarnya sederet keuntungan apabila memutuskan kuliah di Bali. Untuk tahu serunya kuliah di Bali kamu bisa cek link berikut ini: Kuliah di Bali.