Kamu Wajib Tahu! Kesehatan Mental itu Penting!

Menjaga kesehatan mental belum banyak diketahui orang bahwa sangat penting dan harus seimbang dengan menjaga kesehatan fisik. Apalagi dampak Pandemi Covid-19 juga ikut mempengaruhi kesehatan mental dan fisik. Semua dituntut untuk mengurangi aktivitas di luar rumah tentu membuat banyak orang menjadi bosan dan mudah terserang stres.

Namun, Pandemi Covid-19 juga bisa berdampak positif karena mampu menyadarkan banyak orang untuk memperhatikan kesehatan fisik. Lebih sering berolahraga, menjaga kebersihan dan makan makanan sehat. Sementara, untuk kesehatan mental, banyak orang menjadi lebih peduli terhadap perasaaan atau emosi yang dialami.

Kesehatan mental perlu dijaga karena dapat mempengaruhi pemikiran, suasana hati dan perilaku orang tersebut. Jika tidak mampu menjaga kesehatan, produktivitas pun dapat terkena imbasnya. Bahkan, saat kondisi berat penderitanya bisa mengambil jalan pintas, seperti menyakiti diri sendiri hingga percobaan bunuh diri.

Dilansir klikdokter.com, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan masalah kesehatan mental. Faktor tersebut bisa disebabkan oleh kepribadian seseorang, kemampuan beradaptasi menghadapi masalah, beratnya tantangan pekerjaan, masalah keluarga, atau kehidupan berelasi.

Bagaimana cara menjaga kesehatan mental? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga, menguatkan, serta memperbaiki kesehatan mental:

  • Katakan hal positif pada diri sendiri

Cara pandang menilai diri sendiri sanagat memengaruhi kondisi perasaan. Saat menilai diri sendiri dengan positif kita dapat memiliki tambahan kekuatan.

Bisa gunakan kalimat sederhana seperti ”Saya mampu melewati hari ini” atau ”Saya sudah melakukan yang terbaik” juga dapat membantu menjaga kesehatan mental. Ingat, jangan mengumpat diri sendiri lebih baik puji dirimu sendiri.

  • Belajar meditasi

Di tengah dunia yang hiruk pikuk, baik nyata maupun maya, banyak orang yang kehilangan kemampuan untuk berdiam diri dan bermeditasi. Padahal, kegiatan seperti meditasi dan berdiam diri sangat penting untuk dilakukan secara rutin.

Sisihkan waktu beberapa menit setiap hari untuk berdiam diri dan bermeditasi. Saat meditasi, tenangkan pikiran dan terima emosi serta perasaan yang Anda alami. Anda juga dapat melakukan ibadah sesuai kepercayaan masing-masing.

  • Menulis Jurnal

Kebiasaan membuat atau menulis jurnal (journaling) diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental. Anda dapat menuliskan soal pikiran, emosi, serta stres yang mungkin Anda alami.

Anda juga dapat  mengurai masalah yang dihadapi dalam bentuk tulisan. Hal ini dapat membantu Anda untuk mengontrol emosi serta memperbaiki kesehatan mental.

  • Luangkan waktu menikmati alam

Rasa jenuh selama bekerja di dalam ruangan juga dapat mencetuskan masalah kesehatan mental. Apabila memungkinkan, pergilah sejenak untuk menikmati alam. Anda dapat pergi ke teras rumah atau kebun kecil di sekitar rumah.

Melihat tanaman atau hewan-hewan di sekitar akan menolong Anda untuk merasa lebih rileks dan kesehatan mental pun tetap terjaga.

Kampus IT di Bali

  • Konsumsi makanan bernutrisi

Menjaga kesehatan fisik juga merupakan salah satu cara memperbaiki kondisi mental. Kondisi fisik tak bisa dipisahkan dari keadaan jiwa.

Oleh karena itu, pastikan selalu makan makanan bergizi setiap hari, perbanyak konsumsi buah dan sayur, dan cukupi kebutuhan cairan. Kamu juga perlu menghindari makanan cepat saji, makanan yang terlalu manis, dan berhenti mengonsumsi alkohol atau rokok.

  • Berinteraksi dengan orang lain

Berbicara dengan orang lain dapat membuat perasaan kamu menjadi lebih baik dan membantu memperbaiki kesehatan mental. Ajaklah pasangan, sahabat, rekan, keluarga untuk berdiskusi mengenai perasaan, pikiran, emosi, dan pengalaman yang kamu rasakan.

  • Olahraga

Melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat meningkatkan kepercayaan diri. Beraktivitas fisik juga dapat menolongmu menjadi lebih fokus, lebih positif dan membantu menjaga kesehatan mental. Berolahraga setidaknya tiga kali dalam seminggu selama 30 menit.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki fasilitas gym yang disediakan oleh mahasiswa. Kampus Swasta di Bali ini paham betul bahwa olahraga harus disediakan ke mahasiswa.

Mereka harus diingatkan pentingnya memiliki pola hidup seimbang. Mereka tak harus selalu fokus selalu belajar. Mereka harus meluangkan waktu untuk berolahraga yang dapat menjaga kesehatan fisik sekaligus kesehatan mental mereka.

STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali ini para dosennya juga mayoritas masih muda dan rata-rata di bawah umur 35 tahun. Hal ini membuat dosen menjadi dekat dengan mahasiswa. Tak heran memiliki slogan #friendlycampus.

Bagi kamu yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait informasi pendaftaran mahasiswa bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Bagi kamu yang tertarik kuliah di Bali tentu harus tahu apa saja keuntungan yang bisa kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali yang merupakan pusat pariwisata Indonesia. Apabila kamu memutuskan kuliah di STIKI Indonesia kamu dapat sekaligus mempelajari budaya Bali karena selain kampus IT, STIKI Indonesia juga memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Sederet keuntungan apabila kamu memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.