Tips Ubah Kebiasaan Malas Belajar Biar Hidupmu Tak Ambyar!

Belajar bagi sebagian mahasiswa memang sesuatu yang membosankan. Apalagi belajar sesuatu hal yang sulit dan tidak sesuai dengan passion. Namun, kamu perlu ingat malas belajar itu berbahaya buat hidupmu. Bisa membuat hidupmu jadi ambyar! Berikut ini ada sejumlah tips bagi kamu yang ingin merubah kebiasaan malas belajar dikutip dari idntimes.com:

  • Berlakukan sistem hadiah dan hukuman

Sistem ini sering digunakan untuk meningkatkan motivasi kerja atau belajar. Peraturannya sederhana. Jika berhasil mencapai target berkat tekun belajar, kamu akan mendapat hadiah pergi liburan, membeli barang yang diinginkan, menonton film lebih lama dari biasanya, dan lainnya.

Tetapi jika hasil belajar tidak mencapai target, kamu akan mendapat hukuman. Misalnya kamu menambah jam belajar, menambah hafalan, membersihkan rumah, dan lainnya.

Jika tidak fokus menerapkan sistem ini, kamu bisa meminta bantuan orangtua/ keluarga/ teman untuk menetapkan apakah kamu mendapat hadiah atau hukuman.

  • Kamu tidak berjuang sendirian

Kamu tidak berjuang menimba ilmu sendirian. Pasti ada teman yang bernasib sama denganmu. Carilah teman yang bisa diajak belajar bersama, dan memotivasi untuk dirimu berubah.

Selain teman, ada orangtua yang menunggu anaknya menjadi orang hebat, berbudaya dan baik dalam bersikap. Kebanggaan terbesar orangtua adalah anaknya.

Jangan sia-siakan pengorbanan dan kerja keras orangtua dengan hal remeh dan senda gurau yang kamu lakukan hingga saat ini. Lihatlah mata lelahnya yang tidak pernah putus berdoa agar anaknya berhasil dalam segala hal.

  • Gaya belajar

Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Kamu harus tahu kamu termasuk golongan yang mana. Golongan pertama adalah gaya belajar Visual. Gaya belajar ini lebih menekankan pada gambaran penglihatan seperti menggunakan media foto, gambar, tulisan, dan lainnya.

Golongan kedua adalah gaya belajar Audiotori. Gaya belajar ini menekankan pada pendengaran seperti mendengarkan penjelasan melalui MP3, mendengar radio, pada gaya belajar ini kamu akan nyaman belajar sambil mendengarkan musik.

Golongan ketiga adalah gaya belajar Audio Visual yaitu gaya belajar yang menggabungkan penglihatan dan pendengaran bisa dengan melihat video pembelajaran, film dokumenter, acara televisi, dan lainnya.

Golongan terakhir adalah gaya belajar Kinestetik adalah gaya belajar yang menggunakan gerakan tubuh. Kamu lebih nyaman belajar di luar ruangan, belajar sekaligus dipraktikkan. Gaya belajar ini akan cepat bosan jika harus berada di dalam ruangan terus menerus.

Jika tidak tahu kamu termasuk golongan yang mana, kamu bisa mencoba semua gaya belajar di atas. Pilih satu di antaranya yang paling nyaman.

  • Belajar bisa di mana pun dan kapan pun

Belajar tidak harus di kelas atau tempat les. Belajar juga tidak harus tentang mata pelajaran atau mengerjakan tugas. Belajar bisa dari siapa pun, di manapun dan kapan pun. Kamu bisa memiliki buku catatan istimewa yang dapat menampung hal baru yang sedang atau yang ingin kamu pelajari. Jika hal itu berhubungan dengan hobi, pasti akan sangat menarik.

Kamu juga bisa menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari yang kamu jumpai. Belajar secara real itu lebih menyenangkan.

Kampus IT di Bali

Semua pelajaran itu penting

Terkadang manfaat dari belajar itu bisa langsung kita rasakan, terkadang pula tidak. Misalnya, kamu belajar matematika logaritma, kamu pasti bertanya-tanya manfaatnya untuk apa dalam hidupmu, apakah membawa pengaruh untuk keberlangsungan hidup? Eits, kamu tidak boleh berpikiran seperti itu.

Meski pun kamu tidak merasakan manfaat itu secara langsung, di masa mendatang pasti akan kamu butuhkan. Bisa jadi mata pelajaran yang kalian remehkan itu justru dibutuhkan saat bekerja, lalu kamu mulai menyesal tidak mempelajarinya.

  • Pahami tujuan belajar

Bukan tujuan belajar yang ada di buku LKS atau di RPP atau di mana pun itu. Tapi tujuan kamu sendiri belajar itu untuk apa? Misalnya belajar bahasa inggris agar bisa berkomunikasi dengan orang luar negeri, agar mudah mengerti arti lirik lagu, atau agar mudah mencari pekerjan, dan lainnya.

Kamu harus mempunyai tujuan tiap kali belajar. Baik itu tujuan jangka pendek maupun jangka panjang untuk masa depan nanti. Tanpa tujuan, kamu akan merasa belajar adalah kegiatan yang sia-sia. Kalau kamu tidak memiliki gambaran atau tujuan untuk mempelajari mata pelajaran tertentu, bisa bertanya kepada guru, teman, siapa pun.

  • Temukan tempat belajar yang tepat

Salah satu cara memupuk keinginan belajar yang kuat adalah dengan menemukan tempat belajar yang tepat. Kita semua perlu bersyukur apabila menemukan pengajar yang asyik dan bisa menjalin rasa kekeluargaan antara kita.

Pengajar bisa mudah dengan akrab dan tidak ada ‘jarak’ dan menganggap muridnya sebagai teman. Salah satu faktor pengajar yang bisa akrab dengan mahasiswanya adalah faktor umur yang tidak terlalu jauh atau memiliki jiwa anak muda.

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali rata-rata memiliki tenaga dosen yang masih berusia muda. Rata-rata berada di usia di bawah 35 tahun. Maka, tak heran dengan mudah dapat berbaur dengan para mahasiswa.

Salah satu bukti dosen STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali ini memiliki kedekatan dengan mahasiswanya bisa kamu baca cerita tentang alumninya di link berikut ini: Cerita Alumni STIKI Indonesia.

Selain dekat dengan mahasiswa, STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali ini juga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswanya untuk kuliah sambil bekerja.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT paham betul mahasiswa membutuhkan pengalaman yang ‘real’ dunia kerja sehingga memberikan fleksibilitas bagi mahasiswanya. Cerita mahasiswa yang diberikan fleksibilitas membagi waktu antara kuliah dan bekerja bisa disimak di link berikut ini: Kuliah sambil bekerja.

Selain bisa menjadi profesional di bidang IT, memilih belajar di STIKI Indonesia juga dapat memberikanmu peluang untuk menjadi seorang technopreneur. STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali juga merupakan technopreneur campus di Bali yang memiliki Inkubator Bisnis yang dapat menjadi tempat untuk belajar sekaligus mengembangkan bisnismu. Cerita tentang Inkubator Bisnis bisa dicek di link berikut ini: Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Menjadi keuntungan untukmu yang bukan orang Bali dan berniat kuliah di Bali. Kamu bisa sekaligus mempelajari budaya Bali yang dikenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Sederet keuntungan yang kamu dapat apabila memutuskan kuliah di Bali bisa kamu cek di link berikut ini: Kuliah di Bali.