Generic placeholder image

5 Tipe Programmer Dilihat Dari Cara Menyelesaikan Masalah

31 Mei 2021   Berita

Dunia IT terus berkembang dengan pesat. Salah satu penyebabnya adalah startup berbasis teknologi yang terus bermunculan. Maka, tentu yang paling banyak dicari adalah programmer.

Programmer saat ini menjadi profesi yang paling banyak dibutuhkan di era teknologi informasi yang terus berkembang. Namun, kamu perlu tahu ada sejumlah tipe-tipe programmer yang menarik untuk dibahas. Khususnya dalam mengambil satu langkah untuk menyelesaikan masalah proyek mereka.

Apa saja tipe-tipe programmer dalam menyelesaikan masalah? Simak uraiannya berikut ini dikutip dari codepolitan dan stevenbenner.com:

Programmer Lakban

Programmer ini bekerja untuk memperbaiki jika terjadi kesalahan pada suatu program. Ketika menemukan kesalahan tipe Programmer ini akan memperbaiki kesalahan tersebut dengan cepat. Singkatnya programmer ini akan menambal secara cepat ketika ada error yang ditemukan dalam satu program.

Namun, biasanya tipe programmer ini mungkin menomorduakan efisiensi dan bobot selama solusi yang dihasilan dapat memperbaiki kesalahan. Tipe programmer ini biasanya akan bekerja dengan baik apabila diarahkan langsung untuk menangani satu masalah.

Programmer perfeksionis

Tipe Programmer yang satu ini tidak terlalu peduli dengan persoalan seperti deadline, budget & waktu penyelesaian. Terpenting adalah melihat hasil programnya, sekelilingnya akan takjub dengan kesempurnaan program yang telah dia bangun. Mulai dari kerapihan, efisiensi, optimasi kode dan sebagainya.

Programmer Anti-memprogram

Tipe Programmer ini lebih suka mencari kode yang sudah ada di internet mau pun buku. Dalam menghadapi masalah, tipe Programmer ini tidak ingin menghabiskan banyak energi. Dalam menghadapi masalah yang tidak terlalu besar dia tidak akan menghabiskan banyak energi. Namun begitu, kodenya akan terlihat rapi dan mudah dipahami karena dia paham di mana bisa mendapatkan kode program yang bagus dan sesuai dengan masalah yang dihadapi.

Program Teoretis

Tipe ini lebih tertarik dengan sebuah perencanaan pengembangan perangkat lunak. Programmer ini akan banyak melamun di depan komputer dan membayangkan berbagai solusi untuk masalah yang sedang dihadapi.

Sisa waktunya dihabiskan dengan keluhan deadline yang mepet, dan lebih sedikit lagi waktu yang digunakan untuk menulis kode.

Kamu bisa menjumpai tipe programmer ini, ketika kamu mendengar salah satu kalimat yang sering ia katakan seperti ‘Kalau saja aku punya waktu yang lebih banyak, tentu aku bisa melakukannya dengan benar’.

Kampus IT di Bali, Kampus swasta di Bali, Kampus IT, kampus desain

Programmer Half-Assed

Programmer ini tidak peduli kualitas hasil pekerjaannya. Ketika diberikan suatu task, akan menyelesaikannya dengan cepat. Tipe ini hampir sama dengan tipe anti-memprogram. Bedanya yaitu ‘yang penting beres’. Meski pun kode yang ia buat akan sedikit menyulitkanmu kedepannya, tapi dia dapat diandalkan pada proyek-proyek dengan deadline yang sempit.

Tipe-tipe programmer yang disebutkan di atas mungkin kamu salah satunya. Namun, sejatinya bisanya programmer sudah terbiasa dalam menyelesaikan masalah mau pun pekerjaan. Sebab, orang yang memilih terjun ke dunia ini biasanya adalah mereka yang memiliki ‘passion’ di dunia IT. Tentu dalam bekerja akan giat.

Terpenting paling diingat adalah programmer merupakan profesi yang paling dibutuhkan oleh perusahaan saat ini. Maka, tak berlebihan apabila kamu mempertimbangkan untuk terjun ke dunia ini jika belum menentukan cita-citamu. Bagi kamu yang baru lulus sekolah dan ingin melanjutkan kuliah, bisa bergabung menjadi bagian dari STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali.

Sebagai kampus IT di Bali, STIKI Indonesia memiliki dua program studi yaitu Teknik Informatika dan Sistem Komputer.

Program studi Teknik Informatika di STIKI Indonesia ini memiliki tiga peminatan di antaranya Manajemen Teknik Informatika, Desain Grafis dan Multimedia dan Komputer Akuntansi dan Bisnis.

Selain fokus membantu mahasiswa menjadi profesional di bidang IT, STIKI Indonesia juga fokus pada membantu mahasiswa menjadi seorang technopreneur.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus memiliki misi sebagai technopreneur campus. Salah satu buktinya adalah dengan tersedianya fasilitas Inkubator Bisnis yang bisa menjadi tempat mengembangkan bisnis rintisan.

Untuk informasi lebih lanjut kunjungi link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Meningkatkan Kualitas Diri?

29 Mei 2021   Berita

Setiap orang tentu harus meningkatkan kualitas diri. Menjadi pribadi yang lebih baik sudah seharusnya menjadi tujuan hidup. Meski ada orang yang sudah merasa sukses sudah sepatutnya dia tidak berpuas diri dan tetap meningkatkan kualitas dirinya.

Intinya adalah setiap orang harus terus tumbuh dan belajar. Jangan berpuas diri. Itulah ciri manusia hebat. Ingat kata-kata pendiri Apple Steve Jobs: “Stay Hungry Stay Foolish”.

Berikut ini ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas diri:

Jangan Berhenti Belajar

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar terhadap suatu hal yang baru dan asing. Belajar tidak mengingat umur. Umur sudah tua sekali pun apabila untuk belajar tidak pernah ada kata terlambat.

Sering menjadi pendengar daripada hanya ingin didengar

Orang berkualitas adalah yang selalu bersedia membuka telinga mereka untuk mendengarkan berbagai hal. Jangan selalu ingin didengar, coba tengok sekelilingmu jadilah sosok yang dicari dengan menjadi

Bahagiakan diri sendiri

Tingkatkan kualitas diri karena untuk membahagiakan diri sendiri bukan untuk mendapatkan pengakuan mau pun pujian dari orang lain. Contohnya adalah ketika kamu ingin belajar sesuatu karena memang kamu ingin. Bukan untuk mendapatkan pujian semata dari orang lain. Kamu ingin kuliah S2 ya karena kamu ingin bukan karena ingin mendapatkan pujian dan pengakuan

Jauhi hal negatif termasuk orang toxic

Jangan takut dianggap sombong karena menghindar dari orang toxic. Kamu punya hak untuk menghindar. Lebih baik punya sedikit teman tapi berkualitas. Orang-orang di sekitar kita memiliki peran besar dalam perjalanan hidup. Makanya sangat penting untuk dalam selektif memilih teman.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, Kampus IT, Kampus desain

Target 5 tahun

Hidup harus memiliki target. Rancang target hidupmu untuk lima tahun ke depan. Ini penting sehingga kamu dapat termotivasi untuk mewujudkannya. Ingat dalam hati kalimat ini: “Lima tahun mendatang saya sudah harus..”.

Target tak perlu tinggi-tinggi, mulai saja dengan hal kecil, seperti lima tahun ke depan seharusnya kamu sudah bisa mendapatkan pengalaman lain di kantor, mungkin dengan naik jabatan atau bisa pindah ke divisi lain apabia divisi yang kamu inginkan dirasa lebih baik.

Terus belajar meningkatkan diri memang bisa dipelajari sendiri atau di dapat dipelajari di tempat yang tepat. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) merupakan kampus IT di Bali yang tak hanya fokus pada pengembangan hard skill bagi mahasiswanya.

Namun, fokus pula pada pengembangan soft skill. Salah satu pembelajaran yang bisa diambil dari soft skill adalah adalah kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi di lingkungan baru. Dua skill ini sangat penting dikuasai untuk meningkatkan kualitas diri.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali juga memiliki tagline “Tumbuh Bersamamu” dan “Friendly Campus”. Dua misi yang bisa diberikan ke mahasiswa untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Tumbuh bersama, mari belajar bersama-sama. Friendly Campus karena ingin dekat dengan mahasiswa. Tidak ada batasan antara mahasiswa dan dosen. Mayoritas dosen di STIKI Indonesia berusia muda dengan rata-rata berusia 30 tahun.

Apabila ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.

Generic placeholder image

Kamu Kan Anak IT Masa Gak Bisa?!

28 Mei 2021   Berita

Suatu malam yang terang di bawah sinar purnama terjadi percakapan: “Bro, Facebook-ku dihack orang. Bisa bantu balikin?”

“Duh. Gak bisa aku bro. Maaf ya”

“Kok gitu? Kamu kan Anak IT masa gak bisa?”

LAH?

Satu senja di akhir bulan terjadi percakapan: “Bro, bisa ke rumah bentar, laptopku dan printerku rusak nih bisa bantu benerin?”

“Duh maaf aku gak bisa bro benerin laptop dan printer”

“Kok Gitu? Kamu kan anak IT masa gak bisa?”

DEUUUH!

Dua contoh percakapan di atas adalah stereotype yang serig disematkan ke anak-anak jurusan IT atau mereka yang bekerja di bidang IT.

kam

Anak IT sering banget dianggap bisa menguasai apa pun yang berhubungan dengan teknologi mau pun perangkatnya. Bahkan, banyak pula yang meminta inject internet tanpa kuota, tanpa pulsa, minta bobol password wifi, diminta membenarkan sinyal yang tiba-tiba berubah jadi Edge agar jadi 4G.

Ketika semua permintaan itu tidak bisa dipenuhi maka kata-kata ‘mutiara’ biasanya keluar: “Kamu Kan Anak IT Masa Gak Bisa?!

Bahkan, ada pula yang meminta anak IT untuk merubah nilai ujian di sistem kampus. Kasihan memang jadi anak IT dianggap bisa mneguasai semua hal yang berkaitan dengan teknologi dan perangkatnya. Padahal anak IT itu mirip dengan dokter ada spesialisasinya sendiri. Nah, biar kamu tahu apa saja jurusan anak IT pada umumnya dan apa spesifikasi keahlian mereka. Simak uraiannya ya!

Ada dua program studi yang paling banyak menjadi pilihan, yaitu Teknik Informatika dan Sistem Komputer. Dua program studi ini tersedia di STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali. Teknik Informatika berfokus pada kebutuhan pengembangan ilmu dan teknologi berbasis komputer untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan mengolah serta menganalisa sistem informasi, multimedia, dan memanfaatkan teknologi terkini.

Sementara, Mahasiswa Sistem Komputer diasah memiliki kemampuan menguasai hardware dan software komputer yang berimbang dan sangat menunjang profesi di bidang: IT, EDP Perhotelan Pariwisata, Mobile Programmer, Technical Support, Network Administrator, Automation System dan Smart Robotic System.

Dengan mata kuliah: Teknologi Informasi Pariwisata, Pemrograman Visual, Pemrograman Web, Mobile Programming, Manajemen Jaringan dan Server, Artificial Intelegence, Mikrokontroler, dan Robotika.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali memiliki tiga peminatan untuk program studi Teknik Informatika, di antaranya Manajemen Teknik Informatika, Desain Grafis dan Multimedia dan Komputer Akuntansi dan Bisnis.

Nah, mungkin sudah paham bahwa anak IT itu memiliki studi yang ‘berat’ bukan hal-hal kecil yang sering diminta oleh teman-temannya. Selain akan menjadi profesional IT, lulusan IT saat ini juga banyak yang menjadi seorang technopreneur. Menjamurnya perusahaan rintisan (startup) banyak yang memutuskan untuk membangun bisnis sendiri.

STIKI Indonesia sebagai kampus IT juga sekaligus technopreneur campus di Bali. Kurikulumnya juga mendorong mahasiswa untuk dapat berwirausaha. Salah satu fasilitas yang disediakan adalah dengan tersedianya Inkubator Bisnis (Inbis) yang bisa membantu mahasiswa untuk mengembangkan bisnis mereka.