Percaya Atau Tidak, Desainer Grafis Sering Dianggap Bisa Meramal

Setiap profesi pasti memiliki fakta dan mitos yang melekat di mata masyarakat. Tak terkecuali profesi desainer grafis yang sering dianggap pula banyak mitosnya. Bahkan, mitosnya terkesan lucu.

Salah satu mitos yang dianggap oleh masyarakat adalah bahwa Desainer Grafis dianggap bisa meramal. Setiap orang mengira bahwa desainer grafis dapat dengan mudah mengetahui apa keinginan klien tanpa dijelaskan.

Tentu saja hal ini membuat desainer grafis terkadang dianggap sebagai peramal hanya karena harus mengetahui banyak hal yang tidak diketahui dari kliennya.

Masih banyak sejumlah mitos yang dianggap ke desainer grafis. Hal ini membuat para desainer grafis geleng-geleng kepala ketika mendengar sejumlah mitosnya. Simak apa saja mitos-mitos yang melekat ke desainer grafis? Simak uraiannya dikutip dari porinto.com:

Dianggap pekerjaan mudah dan cepat

Banyak orang yang percaya bahwa pekerjaan desainer grafis adalah pekerjaan yang mudah dan cepat. Banyak yang mengira dengan meminta perbaikan dalam jumlah banyak, maka dengan mudah dan cepat juga si desainer dapat mengerjakannya dan segera memberikan hasil yang baru seperti yang diinginkan.

Selalu salah dan klien selalu benar

Mitos yang satu ini pastinya sudah tertanam dengan kuat dibenak sebagian besar para klien. Padahal tidak selalu desainer grafis yang salah dalam pekerjaan desain yang kurang memuaskan.
Mungkin saja ada komunikasi yang kurang jelas yang membuat hasil pekerjaan tidak menunjukkan hasil yang diharapkan.

Dianggap bisa segalanya

Hal inilah yang seringkali ditunjukkan dari klien untuk desainer grafis. Padahal mendesain itu berbeda dengan menggambar dan menulis.

Jadi jangan sekali-kali kamu percaya hal ini ya! Walaupun, memang ada beberapa desainer grafis yang bisa dan menguasai beberapa teknik sekaligus. Misalnya, teknik Doodle art, WPAP, Vector dan hal lainnya.

kampus IT di Bali, kampus swasta di bali, kampus IT, kampus desain

STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan Kampus IT di Bali memiliki program studi Teknik Informatika yang salah satu peminatannya adalah Desain Grafis dan Multimedia. Bagi kamu yang tertarik dengan dunia desain grafis dan multimedia bisa memilih peminatan ini sebagai tempatmu belajar.

Peminatan Desain Grafis dan Multimedia di STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta di Bali bertujuan menciptakan sarjana profesional di bidang teknologi komputer dengan multi-discipline science yang akan mempunyai kemampuan dalam merancang Desain Grafis dan Multimedia.

Diharapkan mampu untuk menghasilkan karya berbasis desain grafis dan multimedia serta pembuatan situs/web perusahaan/instansi, video editing, program tayangan televisi, desain display product, animasi 2 dan 3 dimensi, corporate identity serta marketing kit.

STIKI Indonesia yang merupakan kampus IT sekaligus technopreneur campus di Bali juga merupakan kampus yang siap membantu mahasiswa unuk menjadi technopreneur. Kamu bisa bergabung menjadi bagian dalam Inkubator Bisnis STIKI Indonesia.

Selain kampus IT dan technopreneur campus di Bali, STIKI Indonesia juga merupakan kampus yang memiliki kurikulum berbasis budaya khususnya budaya Bali. Tentu menjadi keuntungan bagi kamu yang bukan orang Bali dan ada rencana kuliah di Bali.

Kamu bisa menjadi profesional IT atau technopreneur sekaligus bisa mempelajari budaya Bali yang terkenal memiliki keunikan hingga ke penjuru dunia. Bagi kamu yang ingin tahu keuntungan kuliah di Bali bisa dicek di link berikut ini: Kuliah di Bali.

Untuk informasi pendaftaran mahasiswa baru STIKI Indonesia yang merupakan Kampus IT terpopuler di Bali bisa disimak di link berikut ini: sip.stiki-indonesia.ac.id.