Bersiap Buka Pariwisata, Bali Buat Grand Design Alur Kedatangan Wisman

Pemerintah Provinsi Bali terus mempersiapkan sejumlah rencana untuk membuka pariwisata menyambut kedatangan wisatawan mancanegara. Salah satunya adalah dengan membuat grand design yang diperkirakan selesai dalam beberapa hari ini.

“Sekarang kita buat green design bagaimana alur wisatawan datang. Ini sedang kita susun dan mudah-mudahan minggu depan selesai,” kata Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) di Quest San Hotel Denpasar dilansir detik.com, Jumat (4/6/2021).

Cok Ace mengatakan, hingga kini belum ada perubahan mengenai rencana pembukaan pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara. Meskipun keputusan tersebut ada di tangan pemerintah pusat.

“Sampai sekarang belum ada perubahan ya. Kita tetap menaruh rencana tersebut di bulan Juli. Saya berharap demikian, walaupun kita sadar keputusan itu ada dipusat. Pemerintah, masyarakat industri pariwisata berharap bulan Juli,” tuturnya.

Menurutnya, Bali kini tengah menunjukkan keseriusan agar pariwisata Bali bisa dibuka untuk wisman. Berbagai keseriusan itu ditunjukkan dalam vaksinasi dan sebagainya.

“Di Bali semua taat, ketaatan dalam prokes juga bagus. CHSE masing-masing industri juga banyak di Bali. Ini kita tunjukkan,” kata Ketua Badan Pengurus Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Bali itu.

Sebelumnya, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa pembukaan Bali sebagai pilot proyek Travel Corridor Arrangement (TCA). Ada tiga daerah di Bali yang bakal menjadi kawasan khusus buat turis asing dalam program ini.

Kampus IT di Bali, kampus swasta di Bali, kampus IT

“Persiapan revitalisasi pariwisata di Bali untuk wisatawan mancanegara yang diproyeksi pada bulan Juni atau Juli sesuai dengan arahan Presiden Jokowi masih kami lakukan,” terang Sandi dalam temu wartawan mingguan, Rabu (2/6/2021).

“Provinsi Bali menawarkan pendekatan zonasi aman berwisata sebagai uji coba Travel Corridor Arrangement (TCA) di tiga wilayah yang menjadi zona hijau yaitu Nusa Dua, Sanur, dan Ubud,” terang dia menambahkan.

Kata Sandi, Travel Corridor Arrangement (TCA) baru bisa diwujudkan bila sebaran kasus infeksi Covid-19 menurun hingga bisa ditekan seminimal mungkin. Jika angka infeksi mengalami kenaikan maka program ini akan ditinjau ulang.

“Hal tersebut bisa kita wujudkan jika angka Covid-19 bisa ditekan seminimal mungkin. Jika semakin kondusif, rencana TCA bisa dilaksanakan. Sebaliknya, jika perkembangan kasus Covid-19 naik, akan ditinjau ulang,” kata dia.

Kemenparekraf akan terus memastikan bahwa 3T (Testing, Tracing, Treatment) dapat semakin digalakkan. Juga, vaksinasi Covid-19 terutama bagi pekerja parekraf semakin ditingkatkan yang tujuannya untuk melindungi sektor parekraf.

“Indonesia sendiri melalui pihak Kemenlu juga sedang menjalin kerja sama unilateral dengan negara fokus pasar, khususnya yang memiliki TCA dengan Indonesia, maupun negara potensial market yang sukses dalam penanganan pandemic dan returning policy yang tidak restriktif,” kata Sandi.

“Kita ingin TCA ini dilakukan berbasis fakta dan data, sehingga nantinya pandemic Covid-19 dapat benar-benar terkendali,” jelasnya.

Bali memang terus berupaya kembali bangkit karena pariwisata memang merupakan tulang punggung perekonomian. Semua pihak juga tengah bersiap untuk membuat Bali kembali bangkit. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) yang merupakan kampus IT di Bali juga berupaya membantu pemerintah dalam upaya menghambat penyebaran virus COVID-19.

Salah satu caranya adalah mengajak Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam menggelar vaksinasi massal bagi mahasiswa, keluarga mahasiswa dan warga sekitar yang tinggal di dekat kampus yang terletak di Jl Tukad Pakerisan No 97, Panjer, Denpasar. Vaksinasi Massal digelar di Kampus STIKI Indonesia pada Sabtu (5/6/2021) lalu.

Ketua STIKI Indonesia I Dewa Made Krishna Muku, S.T., M.T. menjelaskan vaksinasi massal ini merupakan inisiatif pihaknya yang bertujuan untuk membantu pemerintah dalam upaya menghambat penyebaran virus Covid-19.

Oleh sebab itu, STIKI Indonesia yang merupakan kampus swasta IT terpopuler di Bali mengajak Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam kegiatan ini.

“Program vaksin massal bagi mahasiswa, keluarga mahasiswa dan masyarakat sekitar kita semua tahu saat akan semakin cepat akan berdampak baik bagi Bali, bagi masyarakat Bali, bagi perekonomian Bali,” kata Made Muku, Sabtu (5/6/2021).

Dalam vaksinasi massal yang pertama kali digelar oleh STIKI Indonesia ini, Dewa Muku menjelaskan kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan sama sekali. Kegiatan ini total diikuti oleh 545 mahasiswa dan keluarga mahasiswa.

Berangkat dari kegiatan yang berjalan lancar ini, Dewa Muku yakin apabila diberi kesempatan maka pihaknya sangat siap kembali menggelar vaksinasi ke seluruh mahasiswa yang berjumlah sekitar 5.000 lebih tersebut.

Salah satu indikasi keberhasilan dari vaksinasi massal ini adalah ketika tidak terjadinya kerumunan saat antri pendaftaran. Penyebabnya adalah STIKI Indonesia merupakan Kampus berbasis teknologi yang menyediakan komputer dengan program mutakhir sehingga peserta dengan cepat dan mudah saat melakukan pendaftaran. Maka, kerumunan bisa dihindari.

“Kami sangat senang semua berjalan lancar . Kami juga berharap dapat berperan sehingga penyebaran virus dapat ditekan dan bisa dengan segera menggelar kuliah tatap muka,” kata Dewa Muku.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinkes Provinsi Bali, Ni Wayan Arniti, SE., M. Kes mengapresiasi inisiatif STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

Dia mengakui Dinas Kesehatan tidak bisa bergerak sendiri dalam upaya menghambat penyebaran Covid-19. Maka, pihaknya menyambut dengan baik ajakan STIKI Indonesia untuk menggelar vaksinasi massal.

“Terima kasih kepada seluruh bagian dari STIKI Indonesia, dari segi tempat vaksinasi dan fasilitas juga sudah representatif sebagai tempat ideal untuk menggelar vaksinasi massal,” katanya.

Wayan Arniti kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk jangan takut mengikuti vaksinasi Covid-19. Dia mengingatkan vaksin aman dan tidak perlu takut vaksin akan berdampak buruk.