Kuliah Teknik Informatika: Tidak Penting Kamu Anak IPA atau IPS

Kamu mungkin bertanya-tanya apakah anak SMA dengan Jurusan IPS bisa cocok memilih jurusan Teknik Informatika? Jawabannya tentu bisa. Pertanyaan anak IPS cocok tidak masuk jurusan Teknik Informatika karena menganggap apa yang dipelajari berbeda dengan apa yang didapat saat di bangku sekolah.

Padahal modal utama untuk bisa bergelut di bidang ini adalah mereka yang memiliki karakteristik senang menganalisis, memperhatikan detail, rasional, riset mendalam hingga suka melakukan uji coba.

Jadi jangan permasalahkan latar belakangmu apa. Terpenting adalah: Mau atau tidak untuk belajar.

Belajar Teknik Informatika memang skill coding yang harus dikuasai. Namun, bukan itu saja. Ada sejumlah skill yang harus kamu kuasai untuk bisa masuk jurusan Teknik Informatika.

Apa saja skill lain yang wajib dimiliki oleh seorang programmer selain coding? Simak uraiannya berikut ini:

Membaca bahasa programmer

Bahasa pemrograman memang ada banyak. Namun, setidaknya kamu harus menguasai satu bahasa pemrograman. Ketika kamu sudah menguasai satu bahasa maka kamu bisa memulai dengan belajar bahasa lain.

Update teknologi

Sebenarnya ini bukan skill. Namun, harus wajib diingatkan kepada seluruh programmer bahwa keinginan untuk selalu update terhadap perkembangan teknologi wajib selalu ada di benakmu.

Rasa ingin tahu

Programmer yang andal akan terus mencari tahu bagaimana proses suatu metode dan menemukan cara untuk melakukannya dengan lebih efisien. Tingkat keingintahuan yang tinggi akan membantu untuk terus belajar dan memastikan perkembangan yang konsisten.

Kemampuan mempelajari konsep dan menerapkan pada masalah lain

Kemampuan ini adalah kemampuan penting bagi seorang programmer. Kemampuan in akan sangat berguna saat menulis Cascading Style Sheet (CSS) untuk desain yang diterapkan pada halaman web dan kemudian mengalir ke elemen lain di halaman.

Berorientasi pada detail

Kesalahan kecil dalam penulisan kode dapat memiliki efek yang signifikan pada hasil. Kamu wajib menjadi orang yang teliti dan berorientasi pada detail. Seorang programmer harus terbiasa memeriksa dan mengecek ulang kode yang tertulis.

kampus IT di bali, kampus swasta di bali, Kampus IT

Kemampuan berkomunikasi

Menjadi programmer atau anak IT memang identik dengan menghabiskan sebagian besar waktu mereka bekerja sendirian di depan komputer.

Namun, banyak situasi mengharuskan kamu untuk berkomunikasi dengan anggota tim, terutama saat dapat proyek. Kemampuan berkomunikasi yang baik akan memungkinkan kamu untuk bekerja secara efektif dengan orang lain.

Kuasai bahasa Inggris

Kamu pasti tahu semua bahasa pemrograman dan yang ada di komputer dirancang menggunakan bahasa Inggris. Tak hanya itu, perlu ditekankan kembali bahwa bahasa merupakan soft skill yang akan kamu pakai di kemudian hari sebagai jembatan komunikasi dengan klien. Mulai belajar bahasa Inggris minimal paham tingkat pasif.

Inovasi dan kreativitas

Skill yang penting kamu miliki adalah kemampuan untuk berinovasi. Tidak hanya skill dalam menulis kode dalam program yang dikerjakan. Kamu juga harus dapat berpikir secara kreatif untuk menyelesaikan satu masalah.

Ketika suatu saat atasan mengeluhkan satu masalah kamu harus mampu berpikir secara inovatif dan kreatif. Solusi yang kamu berikan juga harus efisien dan efektif. Kreativitas yang kamu miliki akan membuatmu selalu dibutuhkan oleh atasan dan kamu akan menjadi orang yang terus dicari di kantor.

Skill yang disebutkan di atas memang mayoritas merupakan soft skill. Menguasai soft skill memang begitu penting bagi karirmu. STMIK STIKOM Indonesia (STIKI) sebagai Kampus IT di Bali memiliki kurikulum yang fokus pula pada pengembangan soft skill. STIKI Indonesia sadar betul bahwa pengembangan soft skill harus seimbang dengan hard skill.

Sebagai kampus swasta di Bali, STIKI Indonesia ingin lulusan dapat bersaing dengan lulusan kampus lain dan mampu menjadi bagian penting dalam mengisi industri di tanah air.